Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Memberi Tahu Zayden


__ADS_3

Alyssa duduk dikursi menunggu kedatangan Zayden. Dibelakang nya berdiri Jimmy dengan wajah datar nya namun menyimpan sebuah kecemasan yang mendalam.


Sore ini setelah pulang dari rumah sakit, Alyssa dan Jimmy langsung singgah ke kantor polisi. Alyssa tidak ingin berlama lama berada dirumah sakit. Dan Jimmy tidak ingin Alyssa menyimpan kabar ini berlama lama. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk memberi tahu Zayden sekarang.


Alyssa mematung, memandang Zayden yang baru datang bersama seorang polisi.


Dan bukan hanya Alyssa saja yang mematung, melainkan juga Zayden.


Kenapa Alyssa datang lagi


Bukan kah seharusnya....


Alyssa kembali menangis dan langsung berlari mendapati Zayden. Bahkan dia langsung memeluk Zayden dengan erat. Dan sangat erat seolah dia menumpahkan segala kesedihan dan beban dihati nya pada lelaki ini.


Polisi yang mengantar Zayden langsung pergi, meninggalkan Zayden disana bersama Alyssa dan Jimmy.


Tangan Zayden yang semula mematung kini langsung terangkat dan mengusap punggung Alyssa dengan lembut.


Zayden melirik Jimmy yang nampak tertunduk. Dia benar benar bingung. Ada apa dengan kedua orang ini??


Apa telah terjadi sesuatu??


"Sya... kenapa menangis?" tanya Zayden


Namun Alyssa masih menangis dan belum bisa mengungkapkan apa yang terjadi.


"Alyssa hamil" ucap Jimmy.


deg


Zayden terperangah dan mematung memandang Jimmy.


Jantung nya terasa berhenti berdetak mendengar itu.


"Alyssa hamil dan janin yang dikandungnya sudah berusia lima minggu" ucap Jimmy lagi.


Zayden masih mematung dan menoleh pada Alyssa yang semakin menangis dalam dekapan nya.


Hamil???


Alyssa hamil??


Dan Alyssa hamil anak nya.


Zayden menggeleng tidak percaya mendengar itu.


"Sya... kamu ... kamu hamil? anak aku?" tanya Zayden dengan nafas yang bergemuruh.


"Iya mas. Aku hamil. Mas gak akan pergi ninggalin aku kan" tanya Alyssa dengan wajah yang sudah basah dengan air mata. Bahkan Isak tangis sesunggukkan nya begitu terdengar.


Zayden tersenyum namun juga langsung menangis mendengar ini. Dia menangkup wajah Alyssa dan menggeleng pelan. Air mata yang tidak pernah keluar selama didalam penjara itu kini langsung keluar mendengar kabar ini.


"Aku gak mungkin ninggalin kamu Sya. Gak akan. Apalagi dia anak aku. Ya tuhan..." ucap Zayden yang kembali memeluk Alyssa.


Antara senang dan sedih. Antara cemas dan takut. Antara menyesal dan bertanya, kenapa secepat ini. Dan kenapa harus dengan cara ini???


"Huuu lalu aku harus bagaimana mas.... Aku gak mau anak aku hidup tanpa seorang ayah" ucap Alyssa begitu lirih dan sangat pilu.


Bahkan Jimmy langsung membalikkan wajah nya dan menangis membelakangi mereka. Ya, hatinya selemah itu melihat nasib Zayden dan Alyssa.


Zayden kembali menangkup wajah Alyssa dan mengusap nya dengan tangan yang bergetar hebat.


"Sya, aku ada, aku akan terus ada untuk kamu dan anak kita. Aku gak akan pergi dari kalian. Aku mohon, jangan berbicara seperti itu. Aku mohon kuat demi anak kita ya. Aku pasti akan nikahi kamu" sahut Zayden dengan lelehan air mata yang semakin deras.


Alyssa menggeleng dan kembali tertunduk.


"Bagaimana jika tuan besar marah mas. Bagaimana jika dia semakin marah" lirih Alyssa seiring dengan kaki nya yang lemas dan langsung luruh jatuh terduduk di atas lantai. Zayden juga langsung berlutut dihadapan Alyssa, menarik tubuh Alyssa dan memeluk nya dengan erat.

__ADS_1


Menciumi kepala Alyssa dengan penuh perasaan. Sungguh, dia pun merasa begitu kacau sekarang. Tidak tahu harus berbuat apa selain niat untuk menikahi Alyssa secepatnya. Mau dia bebas ataupun tidak, yang terpenting anak nya mempunyai status ayah dan ibu yang sudah jelas.


"Sya .. apapun yang terjadi. Aku akan menikahi kamu secepatnya" ucap Zayden.


Alyssa memandang Zayden dengan wajah pucat yang terlihat begitu menyedihkan.


"Jangan menangis seperti ini, aku mohon" pinta Zayden seraya mengusap wajah itu dengan lirih


"Mas akan nikahi aku?" tanya Alyssa


Zayden mengangguk dan mencium dahi Alyssa dengan lama.


"Anak kita harus mempunyai orang tua yang lengkap. Meski aku tidak ada bersama kalian, tapi aku suami kamu dan aku ayahnya" ucap Zayden


Alyssa kembali menangis dan mengangguk. Apalagi saat Zayden menunduk dan mengusap perutnya yang rata.


"Dia ada didalam sini. Dia buah cinta kita Sya" ucap Zayden yang juga air mata nya yang semakin deras keluar.


Alyssa mengangguk seraya menempelkan tangannya di atas tangan Zayden diperut nya.


"Aku mohon, jaga dia baik baik ya. Jangan fikirkan apapun yang buat kamu dan dia stres. Aku janji, dalam waktu dekat ini, aku akan menikahi kamu. Dengan atau tanpa kakek" ucap Zayden lagi.


Alyssa mengangguk dengan cepat dan berusaha untuk tersenyum. Melihat air mata Zayden, membuat dia benar benar tidak tega.


"Kita harus kuat ya sayang. Maafkan aku yang tidak bisa menjaga kamu dengan baik" ucap Zayden.


Alyssa mengusap air mata Zayden dengan lembut.


"Mas... Aku hanya ingin mas tahu dan mengakui dia sebagai anak mas. Dan janji untuk menikahi itu sudah buat aku bahagia" jawab Alyssa


Zayden tersenyum dan kembali menarik Alyssa kedalam pelukan nya. Dia menggeleng dan kembali menangis.


Tidak tahu harus menangis bahagia atau tangis penyesalan karena tidak bisa menemani dan menjaga Alyssa disaat saat seperti ini.


Sungguh, Zayden merasa jika dia sudah seperti lelaki yang paling tidak berguna di dunia ini. Dia yang tega membiarkan Alyssa diluar sendirian dengan anak yang ada didalam kandungan nya. Anak yang ada karena kelalaian nya.


Semoga mereka bisa menjalani hari hari terberat mereka ini dengan hati yang lapang dan jalan yang dipermudah.


"Maafkan aku Sya. Maaf" gumam Zayden.


"Mas gak salah" jawab Alyssa


"Kamu kuat ya. Kamu harus kuat" pinta Zayden yang terus mengeratkan pelukan nya pada Alyssa.


"Aku pasti kuat, asal mas berjanji untuk membiarkan aku datang kapanpun aku mau" pinta Alyssa.


Zayden langsung mengangguk dengan cepat.


"Iya, kamu boleh datang kapan pun" jawab Zayden.


"Mas gak boleh bersedih lagi disini" pinta Alyssa


"Tidak. Aku tidak pernah bersedih" jawab Zayden


Alyssa melepaskan pelukan nya dan memandang Zayden yang masih saja menangis.


"Kenapa masih nangis kalau gak sedih" tanya Alyssa seraya mengusap wajah Zayden.


"Aku sedih lihat kamu menangis" jawab Zayden yang juga mengusap wajah Alyssa.


Alyssa tersenyum dan menggeleng. Dia meraih tangan Zayden dan meletakkan tangan itu diperutnya.


"Sekarang, kita sudah ada dia. Mas harus semangat. Harus cepat keluar dari sini. Biar kita bisa sama sama ya" pinta Alyssa


Zayden mengangguk dan tersenyum seraya mengusap perut Alyssa.


"Pasti. Dan kamu juga harus semangat. Jangan bersedih lagi. Jangan lelah lagi. Kamu harus banyak beristirahat dirumah" pinta Zayden.

__ADS_1


Namun Alyssa terdiam dan menggeleng sejenak. Memandang Zayden dengan senyum yang begitu indah ditengah tengah wajah nya yang sembab dan memucat. Bahkan mata Alyssa juga memerah karena sudah kebanyakan menangis.


"Mas... aku menang perlombaan memasak itu" ucap Alyssa


Zayden mengerjapkan matanya sekilas.


"Benar?" tanya Zayden


Dan Alyssa langsung mengangguk dengan cepat , membuat senyum Zayden langsung mengembang di wajah nya.


"Sayang, kamu hebat. Kamu benar benar hebat. Selamat. Aku bangga sama kamu Sya.Bangga sekali" ucap Zayden yang kembali memeluk Alyssa


Alyssa tertawa namun dengan air mata yang kembali keluar.


"Aku juga gak nyangka mas. Aku bisa menang" jawab Alyssa.


"Itu karena kamu memang hebat dan yang terbaik sayang" ucap Zayden.


"Aku memenangkan uang satu miliar dan juga... diterima sebagai chef disana" ungkap Alyssa


Senyum Zayden langsung memudar mendengar itu. Bahkan dia langsung melepaskan pelukan nya lagi.


"Jadi kamu akan tetap bekerja Sya?" tanya Zayden. Sepertinya dia terlihat keberatan.


Alyssa meraih tangan Zayden dan menggenggam nya dengan lembut. Memandang wajah Zayden dengan lekat.


"Mas... selagi aku masih bisa bekerja. Lagi pula ini kesempatan yang bagus untuk meraih mimpi aku dan membuktikan sama tuan besar, jika aku pasti bisa kan" ungkap Alyssa.


Namun Zayden langsung menggeleng.


"Tapi Sya, kamu gak sendiri sekarang. Ada anak kita dirahim kamu. Aku gak mau kamu kelelahan, ditambah lagi dengan kehamilan kamu ini" sahut Zayden masih tidak terima.


"Mas.." panggil Alyssa


"Aku gak akan kelelahan. Bekerja sebagai chef juga tidak terlalu berat. Hanya memasak dan lebih banyak dibantu oleh karyawan. Berbeda dengan pelayan. Aku janji, aku pasti bisa jaga anak kita dengan baik" ucap Alyssa, dia berusaha meyakinkan Zayden.


Namun Zayden terlihat menghela nafasnya dengan berat.


"Aku benar benar sudah seperti laki laki yang tidak bertanggung jawab Sya" kata Zayden begitu lirih.


Alyssa semakin mengeratkan genggaman tangannya. Dia menggeleng pelan.


"Mas... aku enggak apa apa. Bukan kah niat awal kita itu untuk membuktikan pada tuan besar jika aku bisa dan pantas bersanding dengan mas. Dan sekarang jalan nya sudah terbuka. Aku mohon izinkan aku, aku pasti bisa jaga anak kita dengan baik" pinta Alyssa


Zayden memandang Alyssa begitu sendu.


"Mas .. aku ingin bisa seperti orang lain. Yang berhasil, yang tidak dicemooh saat mendapatkan lelaki yang seperti seorang pangeran ini. Aku ingin terlihat Dimata semua orang, terutama Dimata tuan besar. Aku ingin mengembalikan nama baik nya mas. Nama baik mas juga" ungkap Alyssa begitu yakin.


"Sya... kamu berjuang begitu kuat demi aku. Tapi aku hanya bisa diam disini" ucap Zayden dengan pandangan tertunduk. Tubuhnya lemas dan tidak berdaya.


"Jangan begitu. Mas juga rela dipenjara karena tidak ingin mengkhianati cinta kita. Maka sekarang biarkan aku yang berjuang. Mas gak boleh sedih dan merasa bersalah. Mas hanya boleh mendoakan aku supaya bisa berhasil." pinta Alyssa


"Sekarang aku gak sendirian, aku udah punya dia yang akan menemani ibunya mencapai kesuksesan, supaya bisa bersama ayahnya untuk selama lamanya" ungkap Alyssa.


Zayden mendengus senyum perih mendengar itu. Dia menarik Alyssa kedalam pelukan nya kembali.


Menumpahkan segala beban dihati yang terasa begitu menghimpit.


"Tapi jangan terlalu lelah ya. Aku tidak ada bersama kalian. Aku takut kamu dan anak kita sakit" ucap Zayden.


"Kami pasti baik baik aja mas. Bukan kah udah ada kak Jimmy juga yang selalu jaga aku selama ini" jawab Alyssa.


Zayden langsung menoleh pada Jimmy yang masih membalikkan tubuhnya, bahkan bahu nya masih terlihat bergetar. Pria itu masih menangis membelakangi mereka.


"Aku sayang kalian Sya. Kalian kehidupan ku sekarang" ucap Zayden yang kembali mencium pucuk kepala Alyssa begitu lama.


"Aku juga sayang mas" balas Alyssa.

__ADS_1


__ADS_2