
Jantung Alyssa berdetak tidak karuan saat ini. Dia diam dan berdiri dibelakang Grace bersama Cici. Tidak sedikit pun Alyssa memandang Zayden yang memandang nya dengan pandangan penuh arti.
"Selamat pagi tuan, kami sudah menyiapkan yang terbaik seperti biasa" ucap Grace seraya membungkukkan tubuhnya sedikit, dan langsung diikuti oleh Alyssa dan Cici.
Sungguh demi apapun, Alyssa benar benar ingin tertawa dan menangis bersamaan saat ini. Lelucon apa yang dia terima hari ini.
Apa ini mimpi???
Kenapa Zayden yang selama ini dia kenal hanya sebagai orang biasa malah berubah menjadi bos besar yang diagung agungkan oleh semua orang???
Alyssa terkesiap, saat Cici kembali menyenggol lengan nya.
Dan dengan segera dia langsung menyajikan minuman kehadapan orang orang besar itu. Terutama pada Zayden.
Tangan Alyssa bergetar, dia bukan gugup. Tapi dia menahan segala emosi yang beradu didalam hatinya.
Zayden masih memandangi Alyssa dengan lekat. Rasa bersalah semakin besar dihatinya. Apalagi melihat wajah Alyssa yang memucat.
Jimmy juga hanya bisa diam. Seharusnya sejak dulu Zayden memang sudah memberitahu tentang identitas yang sesungguhnya. Mungkin Alyssa tidak akan terkejut seperti ini.
Prang
Gelas air putih tanpa sengaja Alyssa senggol, hingga tumpah dan sedikit mengenai Zayden.
"Ah ya ampun Alyssa!!" seru Grace begitu panik.
Alyssa memejamkan matanya sejenak dan menghela nafas dalam dalam.
"Maaf tuan, saya tidak sengaja" ucap Alyssa pada Zayden. Bahkan nada suara nya terdengar begitu bergetar.
"Tuan Emanuel , maafkan pelayan baru kami. Dia baru disini, jadi....."
perkataan Grace langsung terhenti saat Zayden mengangkat tangan nya dan masih memandang Alyssa yang tersenyum miris dan menggeleng pelan.
"Sekali lagi maafkan saya. Tuan.... Emanuel" ucap Alyssa sedikit menekankan nada bicaranya.
"Saya permisi" ucap Alyssa yang langsung berlalu keluar saat dia selesai membersihkan meja.
Zayden ingin beranjak, namun tangan Jimmy langsung menahan tubuhnya.
Zayden menoleh pada Jimmy yang menggeleng. Membuat dia kembali duduk dan memandang klien nya.
Huh...
Ini pasti semakin rumit. Semoga saja Alyssa tidak marah padanya.
...
Sementara Alyssa, dia langsung masuk kedalam ruang ganti dan duduk didalam sana dengan wajah yang pucat dan mata yang berair.
Alyssa masih benar benar tidak menyangka jika ternyata selama ini Zayden sudah membohongi nya.
Kenapa Zayden tega???
Kenapa mereka bisa sejahat itu???
Dan kenapa Alyssa bisa begitu bodoh tidak pernah tahu siapa Zayden yang sesungguhnya.
__ADS_1
Pantas saja Jimmy selalu ada bersama Zayden, pantas saja mereka begitu dekat. Jika ternyata Zayden adalah bos besar itu.
Dan lagi..
Pantas saja, Zayden begitu berambisi untuk membantu Jimmy menangkap Gery. Jika ternyata, dalang dibalik semua nya adalah Zayden.
Zayden adalah bos besar itu.
Dan kenapa Alyssa bisa tidak tahu????
Ya Tuhan...
Rasanya Alyssa benar benar ingin pingsan saja sekarang.
"Kenapa begini" gumam nya seraya menangkup wajahnya dengan kedua tangan.
Alyssa ingin menangis rasanya, tapi percuma. Dia hanya kesal. Dia kesal kenapa Zayden membohongi nya.
Alyssa tertegun...
Dia ingat perkataan Zayden yang memintanya untuk berjuang bersama.
Inikah yang dia maksud dengan rintangan yang begitu berat itu.
Rintangan dengan perbedaan status sosial mereka yang begitu tinggi.
Bagai langit dan bumi..
Zayden bintang dilangit, sedangkan Alyssa hanya bunga liar yang tumbuh di bumi.
Ya Tuhan, bagaimana mungkin bisa bersatu.
Dia memang ingin menangis sekarang.
Jika seperti ini, bagaimana mungkin bisa berjuang.
Jika belum memulai saja, Alyssa bisa tahu seperti apa hasil nya nanti.
Tubuh Alyssa rasanya langsung lemas dan tidak bertulang. Dia tersandar dikursi dengan fikiran yang kalut.
Bos besar dengan pelayan rendahan. Apa apaan itu. Hal yang tidak wajar. Dia bukan Cinderella dicerita dongeng. Mana mungkin bersanding dengan seorang pangeran yang diagung agungkan oleh semua orang.
Sungguh, Alyssa benar benar ingin pingsan sekarang.
Ceklek...
Pintu yang terbuka tidak membuat Alyssa menoleh. Dia masih lemas dan dengan fikiran nya sendiri.
"Sya" panggilan seseorang membuat Alyssa mendongak.
Deg
kenapa dia malah ada disini???
"Sya, jangan marah" pinta Zayden yang ternyata datang menyusul Alyssa. Dia tidak bisa tenang dengan Alyssa yang terlihat begitu syok.
"Sya aku..."
__ADS_1
"Stop" seru Alyssa langsung. Dia bahkan langsung berdiri dan memandang Zayden dengan lekat.
Alyssa tersenyum miris dan menggeleng melihat penampilan Zayden.
Sangat gagah, berwibawa, mempesona dan.... ah... ya ampun tidak bisa Alyssa jabarkan bagaimana pesona Zayden sekarang. Sangat jauh berbeda dengan Zayden yang biasa dia kenal. Zayden yang hanya memakai pakaian sederhana. Namun sekarang Zayden memakai pakaian formal yang membalut tubuh gagahnya.
"Tuan Emanuel" lirih Alyssa. Namun sedetik kemudian dia langsung tertawa, seiring air mata nya yang juga ikut mengalir.
"Sya.. tolong jangan marah. Kamu udah janji semalam" ucap Zayden yang berjalan semakin mendekat kearah Alyssa.
Alyssa menggeleng.
"Aku mimpi kan. Aku cuma mimpi kan" gumam Alyssa yang sudah seperti orang gila. Dia masih benar benar tidak habis fikir.
Zayden langsung menarik Alyssa kedalam pelukan nya. Memeluk Alyssa dengan begitu erat. Alyssa memberontak, namun pelukan Zayden semakin erat membuat nya langsung tersandar dan menangis didalam pelukan Zayden.
"Kenapa mas bohongi aku" tanya Alyssa dengan Isak tangis yang semakin menjadi.
"Maafin aku. Aku takut kamu gak mau dekat dengan ku kalau aku bilang" jawab Zayden.
"Huuuu.... aku gak mau sama tuan Emanuel, aku mau mas Zayden aku" ucap Alyssa seraya memukul mukul punggung Zayden.
Antara lucu dan merasa bersalah, Zayden tidak tahu harus bagaimana.
"Aku tetap Zayden kamu Sya" ucap Zayden seraya terus mengusap bahu Alyssa.
"Rasanya aku pengen pingsan mas" kata Alyssa seraya melepaskan pelukan Zayden..Tubuh nya oleng, namun dengan sigap Zayden menahan nya.
"Sya, jangan pingsan" seru Zayden mulai panik. Dia mendudukkan Alyssa lagi dikursi.
Alyssa mendengus, dan memijit kepala nya yang benar benar berat.
"Mas... ini bukan kisah Cinderella yang ada didongeng. Dari pelayan yang jadi istri pangeran. Itu cuma dongeng mas. Cuma dongeng" gumam Alyssa masih begitu terbawa perasaan .
Zayden berlutut dihadapan Alyssa. Dia meraih tangan Alyssa dan menggenggam nya dengan erat.
"Kita bisa buat itu jadi nyata Sya" ujar Zayden.
Namun Alyssa langsung menggeleng dan memandang Zayden.
Dia kembali ingin menangis melihat penampilan Zayden yang seperti ini.
"Hei... kenapa malah menangis lagi" tanya Zayden seraya mengusap air mata diwajah Alyssa.
"Gimana aku gak nangis, kalau kenyataan aja udah buat aku jatuh terhempas kayak gini. Lemes banget mas. Gimana mau berjuang" ungkap Alyssa tertunduk pedih.
"Kamu cinta sama aku kan?" tanya Zayden begitu serius.
"Aku cinta mas. cinta banget. Tapi setelah tahu mas ternyata bos besar, aku jadi ragu sama perasaan mas" jawab Alyssa
"Kenapa?" tanya Zayden mengernyit bingung.
"Kata orang bos besar banyak pacarnya" jawab Alyssa
cletak
"Aaauuh kenapa dijitak" seru Alyssa begitu kesal saat Zayden menjentik dahinya.
__ADS_1
"Biar otak kamu waras. Satu aja udah buat aku gak bisa tidur. Gimana mau banyak" sahut Zayden tak kalah kesal.