
Alyssa berjalan cepat menuju kearah pintu keluar mall. Dia benar benar tidak ingin bertemu dengan Anabella, karena jika bertemu dengan nya sudah dapat Alyssa pastikan jika gadis itu pasti akan mencaci maki nya.
"Sya... kenapa cepet banget sih jalan nya" protes Cici yang sejak tadi terus mengikuti Alyssa yang masih menarik lengan nya.
"Aku...."
"Hei kamu!!" teriakan seorang gadis langsung menghentikan langkah kaki Cici, dan tentu saja itu juga membuat Alyssa berhenti.
Alyssa memejamkan mata nya sejenak dan meringis getir.
"Mati deh aku" gumam Alyssa
Anabella datang dengan wajah angkuh dan kesal nya. Bahkan karena ingin mengejar Alyssa dia sampai berjalan begitu cepat. Dan sekarang, nafasnya nampak tersengal karena lelah.
"Mau kemana kamu ha" seru Anabella
"Mau pulang" jawab Alyssa tanpa ragu.
Cici memandang Alyssa dan Anabella bergantian. Mereka saling kenal?
"Aku masih ada urusan sama kamu, sini" Anabella langsung meraih lengan Alyssa dan menarik nya dengan kuat. Membuat Alyssa langsung meringis dan terhentak mengikuti langkah Anabella.
"Eh mau kemana?" tanya Cici yang begitu bingung saat Alyssa malah ditarik oleh Anabella menjauh dari sana. Semua mata pengunjung mall bahkan langsung memperhatikan mereka.
"Jangan ikut campur" bentak Anabella. Cici langsung terkesiap kaget, dan berhenti ditempat nya. Dia memandang Alyssa dengan ragu. Namun Alyssa tersenyum getir dan menganggukkan kepala nya.
"Duh, gimana dong ini. Kenapa Alyssa bisa kenal sama dia ya" gumam Cici yang jadi bingung sekarang. Dia harus ikut, atau menunggu disini. Tapi sepertinya melihat mereka yang seperti itu, membuat Cici takut terjadi sesuatu pada Alyssa.
Sementara saat ini, Anabella langsung mendorong tubuh Alyssa Kedinding toilet dengan kuat. Alyssa langsung meringis sakit saat kepala nya yang terbentur dinding. Tubuh Anabella yang tinggi tentu sangat mudah untuk memperlakukan Alyssa seenak nya.
"Katakan, kenapa kamu bisa berhubungan dengan Zayden" tanya Anabella dengan tangan yang masih berada dileher Alyssa.
Alyssa meringis karena dia kesusahan untuk bernafas.
"Lepas mbak" pinta Alyssa seraya ingin menjauhkan tangan Anabella, namun percuma, Anabella malah semakin mengeratkan cekikan nya.
Uhuk uhuk
"Katakan ******" teriak Anabella lagi.
__ADS_1
Alyssa menggeleng pelan, apa yang harus dikatakan, jika dia saja tidak tahu harus mulai dari mana untuk menjelaskan semuanya pada Anabella.
"Kamu tahu kan aku dan dia itu akan bertunangan sebentar lagi, dan kamu dengan tidak tahu malu malah datang dan menghancurkan semua nya. Gak sadar diri kamu ha, dasar gembel" bentak Anabella dengan begitu menggebu
"Tapi mas Zayden gak cinta sama mbak" kata Alyssa dengan sudah payah
Anabella semakin meradang mendengar itu.
"Tahu apa kamu ha. Kamu jauhin dia sekarang, atau aku akan buat perhitungan padamu" ancam Anabella
Alyssa menggeleng seraya terus menahan tangan Anabella yang semakin kuat mencekik nya. Apa Anabella akan membunuh nya disini?
"Jauhin Zayden" bentak Anabella lagi
"Enggak, saya cinta sama dia" balas Alyssa yang tidak mau kalah.
"Berani nya kamu" geram Anabella yang semakin kuat mencekik Alyssa
"Jika kamu tidak mau menjauhi dia, maka aku akan membuat hidupmu hancur sialan" ucap Anabella
"Aku gak akan jauhi mas Zayden..." teriak Alyssa
Alyssa langsung memejamkan matanya , dan
grep
"Bella," suara bentakkan seseorang membuat Alyssa begitu terkejut.
Dia membuka matanya dan langsung bernafas dengan lega, karena ternyata Zayden datang tepat waktu.
"Berani nya kamu melukai Alyssa" Zayden benar benar nampak begitu emosi saat melihat Alyssa yang dicekik dan ingin ditampar.
bruk
Dia langsung menghempaskan tubuh Anabella dengan kuat hingga Anabella langsung mundur beberapa langkah.
"Zayden, tega nya kamu bersikap kasar begitu padaku" teriak Anabella begitu meradang.
"Itu karena kamu yang sudah kurang ajar." sahut Zayden. Dan kini dia beralih pada Alyssa yang masih memegangi leher nya yang masih terasa sakit.
__ADS_1
"Kamu gak apa apa Sya?" tanya Zayden seraya memeriksa leher Alyssa.
Alyssa menggeleng dengan helaan nafas yang cukup berat. Dia kemudian menoleh pada jalan masuk toilet dimana Cici dan Jimmy juga datang menyusul mereka.
"Aku peringatkan padamu, jangan lagi ganggu Alyssa " ujar Zayden.
"Aku tidak akan berhenti mengganggu nya sebelum dia pergi menjauhi mu" jawab Anabella.
"Aku sudah memutuskan rencana pertunangan itu Bella, tidak ada ikatan apapun di antara kita" ucap Zayden.
Cici terdiam dengan wajah yang terperangah mendengar ini. Ternyata model cantik ini adalah tunangan Zayden. Dan yang lebih menakjubkan adalah Zayden begitu membela Alyssa dari pada model cantik ini. Wow sekali.
"Aku tidak terima, dan bahkan kamu pun tahu jika kakek mu akan tetap melanjutkan pertunangan itu" sahut Anabella.
Zayden tersenyum sinis, raut wajah yang tidak pernah Alyssa lihat sebelum nya.
"Jimmy" panggil Zayden pada Jimmy.
Jimmy dengan sigap langsung membuka iPad yang dibawa nya dan memperlihatkan nya pada Anabella.
Mata Anabella langsung melebar melihat itu, dimana disana ada gambar dia yang masuk kedalam salah satu kamar hotel bersama CEO di agensi nya.
"Tidak, bagaimana mungkin" gumam Anabella dengan wajah yang mulai memucat.
"Jika kamu masih ingin nama baik mu terjaga, maka jangan lagi ungkit tentang pertunangan itu. Atau aku akan membocorkan hal ini pada media" ancam Zayden.
"Tidak Zayden, kamu tidak bisa memperlakukan aku seperti ini" teriak Anabella begitu marah. Bagaimana mungkin Zayden bisa mendapatkan bukti bukti itu. Selama ini dia sudah bermain dengan begitu rapi.
"Kamu yang membuat aku terpaksa melakukan ini Bella. Apa kamu fikir aku mau menikah dengan gadis seperti mu?? Kamu sempurna diluar tapi begitu busuk dibelakang" hina Zayden.
Alyssa sampai terperangah tidak percaya mendengar itu.
"Tidak, itu bohong Zayden. Itu bukan aku" sanggah Anabella begitu panik dan kelimpungan.
"Zayden, aku mohon, aku tidak ingin berpisah darimu" Anabella ingin meraih tangan Zayden. Namun Zayden langsung menghindar dan malah meraih tangan Alyssa.
"Kamu ingat kata kata ku ini. Aku masih berbaik hati untuk tidak membuat nama mu dan nama keluarga mu jatuh, jadi batalkan pertunangan ini, dan jangan lagi mengungkit nya. Jika perlu kau bilang pada orang tua mu dan kakek ku jika kita membatalkan pertunangan ini dengan kesepakatan berdua" ujar Zayden.
Anabella menggeleng dengan wajah yang memerah menahan marah dan tangis. Apalagi saat melihat Zayden yang membawa Alyssa pergi dari tempatnya. Sungguh Anabella tidak ingin berpisah dari lelaki idaman nya itu. Meski semua bukti yang didapatkan Zayden adalah benar, tapi dia tetap akan mencari cara untuk bisa bertunangan dan menikah dengan Zayden.
__ADS_1
Anabella tidak akan melepaskan Zayden dengan mudah, apalagi membiarkan Zayden bersama Alyssa. Gadis gembel yang sangat tidak pantas untuk seorang tuan muda Emanuel.