
Jimmy berlari menyusuri koridor rumah sakit dengan wajahnya yang cemas dan khawatir. Kabar Alyssa yang masuk rumah sakit langsung membuat dia pergi untuk menjenguknya.
Sungguh, Jimmy tidak bisa membayangkan jika terjadi sesuatu pada Alyssa dan anak dalam kandungan nya. Bagaimana dia akan memberi tahu Zayden soal ini..
Dan tanpa mengetuk pintu lagi, Jimmy langsung masuk kedalam ruang perawatan Alyssa. Dan dia langsung mematung ketika melihat tuan Juanda yang duduk dengan wajah dingin nya disofa.
"Apa kau tidak tahu adab untuk mengetuk pintu?" tanya tuan Juanda.
Jimmy menghela nafasnya dengan berat. Dia langsung tertunduk dan mengangguk pelan.
"Maaf tuan, saya sungguh cemas akan keadaan Alyssa. Dan saya benar benar tidak tahu jika tuan ada disini" jawab Jimmy.
Dia memang tidak tahu jika tuan Juanda ada disini. Bahkan dia tahu Alyssa masuk rumah sakit juga dari Bayu.
Jimmy menghubungi ponsel Alyssa tadi untuk bertanya pesanan makanan yang ingin dia makan. Namun Bayu yang mengangkatnya dan memberi tahu jika Alyssa masuk rumah sakit karena berkelahi dengan Anabella.
Jimmy sama sekali tidak tahu jika tuan Juanda ada disini. Bahkan sekarang dia benar benar terkejut.
"Pergilah bersama pak Pong untuk mencari bukti direstauran Denue tadi. Dan bersihkan nama Alyssa disana" ujar tuan Juanda.
Jimmy yang masih mematung langsung terkejut mendengar itu.
Membersihkan nama Alyssa???
Apa maksudnya itu???
"Tuan... maksud anda?" tanya Jimmy yang benar benar takut salah tanggap.
"Ini demi cicitku. Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada anak kandung Zayden" jawab tuan Juanda.
Jimmy terperangah tidak percaya mendengar ini. Bahkan dia langsung tersenyum tipis dengan kepala yang menggeleng memandang tuan Juanda.
Apakah itu berarti tuan Juanda sudah merestui hubungan Alyssa dan Zayden??
Begitukah???
"Umumkan jika Alyssa adalah istri Zayden. Kehamilan nya tidak bisa ditutupi terus menerus" ucap tuan Juanda lagi
Pak Pong mengangguk dan segera beranjak keluar. Dia menepuk bahu Jimmy sekilas dan meninggalkan Jimmy yang masih terperangah bahagia.
"Tuan terimakasih... tuan Zayden pasti bahagia mendengar ini" kata Jimmy yang langsung berlari keluar.
Dia tidak lagi melihat Alyssa. Karena dengan perkataan tuan Juanda yang seperti itu. Jimmy yakin jika Alyssa pasti baik baik saja.
Ya tuhan...
Meski dia bukan siapa siapa. Tapi sungguh, mendengar perkataan tuan Juanda yang seperti ini. Jimmy begitu bahagia.
Setelah kepergian Jimmy, tuan Juanda nampak menggela nafas nya dengan berat.
Apa mau dikata, semua sudah terjadi. Didalam rahim Alyssa sudah tertanam benih cucunya. Seorang cicit yang akan menjadi penerus keluarga Zega.
Mau bagaimana pun dia menolak, namun jika semua sudah ditakdirkan, maka pasti akan tetap terjadi.
Dan...
Kejadian yang sama terulang kembali.
Sejarah yang sudah ingin dilupakan, kini terulang lagi pada Zayden dan Alyssa.
Tuan Juanda hanya bisa terdiam pasrah.
...
__ADS_1
Beberapa jam kemudian...
Alyssa mulai membuka matanya. Kepala nya masih terasa berat, namun rasa sakit diperut nya yang menggigit tadi sudah tidak lagi dia rasakan.
Alyssa meraba perut nya dengan lembut. Sudah sedikit menonjol karena usia kandungan nya yang sudah menginjak bulan kedua.
Namun saat pandangan matanya mulai jelas, Alyssa sedikit terkesiap saat menyadari ada dimana dia sekarang.
Rumah sakit????
Ruangan putih dengan bau karbol dan juga obat obatan ini sudah membuat Alyssa menyadari keberadaan nya.
Siapa yang sudah membawanya kesini?
Apa Bayu?
Ya, Alyssa ingat, jika sebelum tidak sadarkan diri tadi, Alyssa sempat bersiteru dengan Anabella.
"Apa yang kau rasakan?"
Pertanyaan seseorang yang baru datang dari luar membuat Alyssa terkesiap kaget. Dia langsung menoleh kearah pintu dan memandang tuan Juanda yang datang dengan wajah datarnya seperti biasa.
"Tuan" gumam Alyssa. Dia ingin beranjak, namun perutnya masih terasa sakit dibawa bergerak tergesa seperti tadi. Hingga lagi lagi membuat Alyssa meringis dan kembali terbaring.
"Jika terjadi sesuatu pada cicitku, aku tidak akan mengampuni mu" ucap tuan Juanda dengan tegas, dia berjalan mendekat kearah Alyssa dan menatap wajah pucat Alyssa dengan tajam.
Alyssa terdiam, dia langsung memandang tuan Juanda tidak percaya.
Apa tadi katanya???
Cicit??
Apa Alyssa tidak salah dengar?
"Jika sekali lagi kau membahayakan anak dari cucuku, kau yang akan menerima akibatnya" ancam tuan Juanda.
Tuan Juanda sudah mengakui jika anak yang dikandung Alyssa adalah anak Zayden. Benarkan begitu?
"Kenapa kau malah menangis? apa ada yang sakit? apa perut mu sakit lagi?"
pertanyaan tuan Juanda semakin membuat Alyssa menangis. Bahkan dia menangis terisak dan mengusap air matanya seraya menggeleng dengan cepat.
"Tidak tuan" jawab Alyssa yang benar benar bahagia. Meski hanya anak nya yang diakui. Tidak apa apa, Alyssa sudah sangat bersyukur untuk itu.
"Lalu kenapa kau malah menangis?" tanya tuan Juanda.
"Saya bahagia tuan" jawab Alyssa
Tuan Juanda mematung
"Saya bahagia, karena akhirnya anak saya mendapat pengakuan dari kakek buyutnya" ucap Alyssa lagi.
Tuan Juanda langsung memalingkan wajahnya yang datar itu. Tapi entah kenapa hatinya malah merasa terusik mendengar perkataan Alyssa yang seperti itu.
"Terimakasih tuan. Terimakasih" ucap Alyssa lagi.
Tuan Juanda masih terdiam dan hanya menghela nafasnya dengan berat.
"Aku hanya tidak ingin keturunan ku susah. Dan jangan kau merasa senang dulu. Karena aku tidak mudah untuk menerima mu masuk kedalam keluarga Zega. Kau masih harus membuktikan semua perkataan mu itu" ujar tuan Juanda.
Alyssa langsung mengangguk dengan cepat.
"Tentu tuan. Saya tidak lupa. Pengakuan ini sudah cukup membuat semangat saya kembali" jawab Alyssa dengan begitu yakin.
__ADS_1
Namun sedetik kemudian dia kembali terdiam. Bukankah Anabella sudah membuat kerusuhan di restauran Denue tadi. Dan itu pasti sudah membuat nama Alyssa buruk kan. Bagaimana jika dia dipecat besok. Dimana lagi Alyssa harus bekerja.
"Kenapa kau diam, kau ragu?" tanya tuan Juanda, terdengar sinis.
Alyssa menggeleng dan tersenyum tipis.
"Tidak tuan, saya pasti akan tetap berjuang untuk membuktikan jika saya memang pantas untuk bersama tuan Zayden." jawab Alyssa.
Tuan Juanda hanya memandang Alyssa dan setelah itu kembali membalikkan tubuhnya. Pergi meninggalkan Alyssa sendirian diruangan itu.
Sendirian dalam kebingungan tentang bagaimana nasibnya besok.
Alyssa menghela nafasnya dan mengusap perutnya kembali. Air matanya lagi lagi jatuh menetes membahasi wajahnya yang masih kelihatan pucat.
Kenapa berat sekali untuk hidup bersama kamu mas.
...
Hari sudah malam, dan Alyssa sudah duduk diranjang nya menunggu Jimmy. Tadi perawat yang memeriksa nya berkata jika malam ini asisten Jimmy yang akan menjemputnya. Jadi Alyssa sudah tidak sabar lagi sekarang.
Berada disini lama lama membuat kepala Alyssa bertambah pusing.
Dan benar saja, tidak lama kemudian Jimmy masuk dengan setelan santai nya.
Senyum hangat itu selalu terpatri diwajah manis nya.
"Maaf Sya, aku terlambat ya. Tadi harus jemput Wira dulu di bandara" ungkap Jimmy
"Mas Wira udah Dateng?" tanya Alyssa
Jimmy langsung mengangguk dan membantu Alyssa untuk turun dari ranjang.
"Iya, nanti kalau udah sehat dan pulih baru ketemu dia ya" ujar Jimmy
"Sekarang juga udah baik baik aja kak" jawab Alyssa
"Mana ada. Wajah kamu masih pucat gitu. Lagian kata dokter kamu juga masih harus banyak istirahat. Kandungan kamu masih lemah. Yuk pulang" ajak Jimmy yang langsung menarik kursi roda untuk Alyssa.
"Kenapa harus pakai kursi roda. Kan aku masih sanggup jalan" protes Alyssa
Jimmya tertawa dan langsung mendudukkan Alyssa dikursi roda itu.
"Udah dibilang juga gak boleh kecapean. Kandungan kamu masih lemah. Jalan kaki dari lantai dua ke lobi itu jauh. Jangan bandel. Nurut aja" ujar Jimmy yang langsung membawa Alyssa keluar.
Alyssa hanya menghela nafas jengah. Jimmy berlebihan sekali. Memang perutnya masih sakit, tapi jika berjalan kaki pelan pelan dia juga masih sanggup.
"Kamu harus jaga diri baik baik sekarang Sya. Kayak nya Bella udah mulai main jahat sama kamu. Lihat aja kamu bisa sampai masuk rumah sakit seperti ini" ungkap Jimmy saat mereka sudah berjalan menuju lobi rumah sakit.
"Dia kayak dendam banget sama aku" sahut Alyssa.
"Jelas, dari dulu dia udah suka banget sama tuan Zayden. Bahkan sejak tuan Zayden masih kuliah diluar negeri. Bella udah selalu ngejar ngejar dia. Tapi tuan Zayden sama sekali gak nanggepin. Hingga akhirnya, kamu datang dan tuan Zayden milih kamu. Jelas dia pasti dendam banget" ungkap Jimmy.
Kini mereka sudah berada didepan mobil. Alyssa langsung masuk kedalam mobil, begitu pula dengan Jimmy.
"Gak tahu deh gimana besok. Aku masih bisa kerja lagi enggak ya, setelah buat malu nama restauran" gumam Alyssa
Jimmy tersenyum mendengar itu.
"Tenang aja. Kamu gak salah, kamu masih bisa bekerja kok. Cuma beberapa hari lagi, karena kamu masih butuh istirahat saat ini" ujar Jimmy.
"Kakak kok tahu" tanya Alyssa
"Tadi aku udah bicara sama Bayu" jawab Jimmy.
__ADS_1
Alyssa hanya tertunduk dan mengangguk pelan.
Syukurlah, jika dia masih bisa bekerja. Jika tidak, Alyssa tidak tahu bagaimana nasib resto nya nanti.