Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Harus Bisa


__ADS_3

Alyssa tersenyum memandang Zayden yang datang menjemputnya sore itu. Alyssa masih berbincang bersama Cici didepan restauran seraya menunggu Zayden. Tapi ternyata Zayden datang lebih cepat.


Masih tidak ada siapapun yang mengetahui siapa kekasih Alyssa hingga saat ini. Alyssa menutupi fakta yang sebenarnya. Dia tidak ingin orang orang tahu, karena sudah pasti mereka semua pasti akan heboh jika tahu siapa kekasih Alyssa ini.


Hari pertama saat Zayden datang kerestauran sebagai tuan muda Emanuel juga tidak ada yang tahu jika dia mendatangi Alyssa diruang ganti.


Jimmy mengatur semua nya dengan baik.


Tapi tidak dengan Cici, seperti nya dia memang sudah menaruh curiga dengan mereka berdua. Apalagi semakin lama Cici bisa menebak, jika kekasih Alyssa dan juga bos besar adalah orang yang sama.


"Ci, aku duluan ya" pamit Alyssa seraya berjalan mendekat kearah Zayden yang masih berada diatas motor.


Cici tersenyum dan mengangguk. Dia memandang ke sekitar restauran dimana sore itu restauran masih sepi. Dan setelah melihat keadaaan, Cici langsung berjalan mendekat kearah Alyssa yang sudah berada diatas motor.


"Tuan muda Emanuel" panggil Cici. Dan tanpa sadar Zayden langsung menoleh.


Alyssa bahkan sudah melebarkan matanya.


Cici tersenyum penuh arti melihat dua orang ini.


"Aku bakalan tutup mulut kok" ucap Cici.


Alyssa langsung menoleh kearah Zayden yang masih memperhatikan Cici dengan lekat.


"Kamu apaan sih Ci. Mana ada tuan muda Emanuel" sahut Alyssa.


"Mau bohong sama aku" tanya Cici.


"Sudah lah, biarkan saja" ucap Zayden.


Dan kali ini Cici yang langsung melebarkan matanya.


"Kan bener" gumam nya memandang Zayden yang mulai menghidupkan motor nya.


Alyssa meringis dan tersenyum canggung memandang Cici.


"Jangan bilang siapa siapa. Awas kamu" ucap Alyssa seraya menuding Cici dengan jarinya.


Alyssa langsung melambaikan tangan nya pada Cici yang masih memandang mereka tidak percaya.


Ternyata benar, Alyssa memang berpacaran dengan bos besar itu.


Gila...


Bagaimana mungkin nasib Alyssa semujur itu. Dia sudah seperti dikisah Cinderella saja, yang hanya babu namun bisa memiliki seorang pangeran.


Astaga...


Cici sudah tahu, tapi tetap saja dia masih tidak habis fikir. Pantas saja selama ini Alyssa begitu dekat dengan asisten tampan itu. Jika ternyata yang menjadi kekasih Alyssa adalah bos nya.


Memang menakjubkan.

__ADS_1


...


Sementara beberapa waktu kemudian...


Zayden memarkirkan motor nya didepan rumah Alyssa.


Dia membuka helm dan mengikuti Alyssa masuk kedalam rumah.


"Sya" panggil Zayden.


"Ya mas" sahut Alyssa seraya mereka yang duduk disofa rumah itu.


Bu Imah seperti nya sedang memasak didapur. Terasa harum masakan nya yang membuat perut lapar.


"Malam ini kita kerumah ku ya" ajak Zayden.


Alyssa tertegun sejenak, memandang Zayden dengan ragu. Tapi sedetik kemudian, dia langsung mengangguk dan tersenyum.


"Iya, tapi makan dulu. Bu Imah udah masak, kasihan kalau gak dimakan" jawab Alyssa yang mencoba memaksakan senyum nya.


Dan Zayden juga begitu, dia mengangguk dan tersenyum.


Mereka sama sama sedang berusaha untuk saling baik baik saja ditengah tengah kegundahan hati masing masing.


"Kalau gitu aku kedapur dulu mas, bantuin Bu Imah. Nanti setelah itu baru kita pergi" ujar Alyssa.


"Iya, aku juga udah rindu masakan kamu" jawab Zayden.


Alyssa tertawa dan mengangguk.


"Kan seminggu yang lalu sayang, udah lama itu" jawab Zayden.


Alyssa langsung tersenyum dan memalingkan wajahnya yang merona mendengar panggilan sayang itu. Panggilan yang jarang dia dengar, namun sekali didengar malah membuat dia salah tingkah.


"Yauda, aku kedapur dulu" pamit Alyssa yang langsung berlalu kedapur dengan cepat.


Zayden mendengus senyum memandang punggung Alyssa yang menghilang di balik dinding.


Malam ini sepertinya mereka memang harus menyiapkan hati dengan kuat. Terutama Alyssa, kakek Zayden pasti akan berkata yang menyakitkan hati nanti. Tapi Zayden sangat berharap, jika Alyssa bisa bertahan dalam hubungan yang rumit ini.


Karena demi apapun, Zayden benar benar tidak bisa lepas dari Alyssa, gadis ceria yang sederhana, namun mampu merebut hatinya.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membuat lamunan Zayden terbayar. Dia memandang kearah pintu dan ternyata Jimmy yang datang.


Ya, dia datang untuk menjemput Zayden dan Alyssa untuk pergi kerumah utama malam ini.


"Tuan melamun?" tanya Jimmy seraya duduk didepan Zayden.


"Aku takut kakek akan bersikap buruk pada Alyssa" jawab Zayden dengan helaan nafas yang cukup berat.

__ADS_1


"Alyssa pasti kuat tuan. Dia pasti bisa menguatkan diri untuk menghadapi tuan besar. Bukankah dia juga ingin memperjuangkan hubungan ini" ujar Jimmy.


"Aku hanya takut dia menyerah Jim. Kau tahu bukan, jika hanya Alyssa yang bisa membuat ku bahagia dan merasa menjadi diriku sendiri. Aku tidak ingin dia pergi dan menyerah hanya karena perkataan kakek yang menyakiti hati nya nanti" ungkap Zayden.Terdengar begitu gundah.


"Tenanglah tuan. Jika Alyssa memang benar benar mencintai anda. Maka dia pasti akan berjuang untuk membantu anda mendapatkan restu tuan besar" kata Jimmy berusaha menenangkan Zayden yang terlihat benar benar tertekan.


Zayden hanya menghela nafas dengan berat dan mengangguk pasrah.


Dan tanpa mereka sadari ternyata Alyssa mendengar kan perkataan mereka. Hatinya merasa tertohok dengan ketakutan Zayden. Apa Zayden berfikir jika cinta nya hanya cinta biasa? Apa Zayden fikir Alyssa tidak takut kehilangan dia?


Bahkan Alyssa masih ingat saat Zayden kembali ke Jakarta waktu itu, setiap malam Alyssa hanya menangis karena bersedih.


Apalagi sekarang, mereka sudah cukup lama berhubungan. Saling berbagi kisah dan saling memberi kebahagiaan. Bagaimana mungkin Alyssa bisa merelakan Zayden begitu saja.


Dia tahu ini berat, tapi Alyssa juga pasti akan mencoba untuk mendapatkan restu dari kakek Zayden.


Malam ini adalah perjuangan pertama nya. Cinta memang butuh pengorbanan dan perjuangan kan. Jika Zayden saja rela dibenci dan rela tertimpa masalah hanya karena memilih dia. Maka Alyssa juga akan begitu.


Brak


Alyssa menutup pintu kamar nya, agar kedua lelaki itu tahu dia datang.


Ekspresi sedih diwajah Alyssa langsung dia ubah menjadi senyum ceria seperti biasa.


"Kak Jim udah Dateng" sapa Alyssa


Jimmy tersenyum dan mengangguk.


"Kebetulan, kita makan bareng bareng yuk. Bu Imah udah selesai masak ternyata" ujar Alyssa.


"Gak jadi kamu yang masak" sahut Zayden.


Alyssa tertawa kecil dan menggeleng.


"Bu Imah udah masak banyak, lusa kan aku libur. Nanti aku masakin lagi deh buat mas" jawab Alyssa.


"Yuk" ajak Alyssa seraya menjulurkan tangan nya kearah Zayden.


Zayden tersenyum dan langsung meraih tangan Alyssa yang menarik nya untuk berdiri.


"Yuk kak" Alyssa kini beralih pada Jimmy.


"Duluan aja Sya" jawab Jimmy.


Namun Alyssa langsung menarik lengan nya dengan tangan yang satu nya. Sementara tangan yang lain masih ada dalam genggaman Zayden.


"Pakek nolak segala. Aku tahu kalau kakak laper. Udah yuk, makan bareng bareng lebih enak" kata Alyssa lagi.


Jimmy langsung menoleh pada Zayden yang mengangguk pelan.


"Ikut sajalah, dari pada kamu dipegang terus sama Alyssa" ucap Zayden seraya menarik tangan Alyssa dari lengan Jimmy.

__ADS_1


Alyssa kembali tertawa melihat wajah kesal Zayden. Sementara Jimmy hanya menghela nafas jengah.


"Bisa bisa nya jealous begitu" gumam nya.


__ADS_2