
Zayden membawa Alyssa menuju motor nya seraya dia yang menelfon Jimmy untuk meminta bantuan dan orang orang agar mengepung tempat ini.
Alyssa benar benar panik, sesekali dia menoleh kebelakang dimana lelaki berjaket hitam itu masih terus mengejar mereka.
"Mas... dia ..dia masih ngejar" ucap Alyssa dengan nafas yang tersengal sengal.
Zayden menoleh kebelakang dan memang, lelaki berjaket hitam itu masih mengejar mereka.
"Naik Sya" ajak Zayden saat mereka sudah tiba ditempat motor Zayden berada.
Dengan cepat Alyssa melompat keatas motor Zayden, dan setelah itu, Zayden langsung melesatkan motor nya untuk pergi dari sana. Meninggalkan lelaki berjaket hitam itu yang berdiri dan tersenyum sinis dibalik masker yang menutupi wajahnya.
Alyssa memeluk pinggang Zayden dengan erat, apalagi saat Zayden melajukan motornya dengan kecepatan yang tinggi. Hari sudah mulai gelap saat mereka berada dijalanan kota.
Zayden memandang tajam kedepan, dia benar benar tidak habis fikir, kenapa Gery bisa ada dikota ini. Padahal pihak kepolisian dan orang orang Zega sudah mengepung kota Bandung dan menyebar untuk mencari keberadaannya. Tapi kenapa Gery bisa ada sampai disini.
Sungguh, Zayden benar benar tidak percaya.
Zayden membawa Alyssa kembali kerumah nya. Mungkin dirumah Alyssa akan aman. Dia akan merencanakan sesuatu untuk menangkap Gery setelah ini. Tidak bisa dibiarkan, jika begini terus hidup Alyssa tidak akan pernah tenang.
Alyssa langsung terduduk lemas dikursi teras. Dia benar benar takut ketika lelaki berjaket hitam itu mengejar mereka tadi.
"Alyssa, jangan takut" pinta Zayden seraya mengusap lengan Alyssa dengan lembut.
Alyssa menghela nafas nya dengan berat dan menggeleng pelan. Dia berusaha untuk tersenyum dan memandang Zayden.
"Mas.. gimana kalau dia tahu aku disini" tanya Alyssa. Nada suara nya terdengar ketakutan.
Zayden meraih tangan nya dan menggenggam nya dengan lembut.
"Meskipun dia tahu. Tapi kamu aman disini. Sekeliling rumah ini sudah ada yang jaga. Jangan takut ya, aku juga akan menemani kamu terus sampai dia tertangkap" jawab Zayden.
"Tapi gimana dengan kakek mas" tanya Alyssa
Zayden tersenyum dan menggeleng.
"Keselamatan kamu lebih penting sekarang" jawab Zayden.
"Nona dan tuan sudah pulang" sapa bu Imah tiba tiba. Zayden langsung melepaskan tangan Alyssa dan memandang Bu Mai.
"Bu, temani Alyssa dulu ya. Saya mau keluar sebentar. Nanti saya datang lagi" ujar Zayden.
__ADS_1
"Mas mau kemana?" tanya Alyssa
"Mau ambil pakaian. Aku dari pagi belum ada mandi. Sebentar aja, aku pasti datang lagi" ucap Zayden.
Alyssa menghela nafas pelan
"Mas selalu bilang gitu, padahal kenyataan nya, dua hari lagi baru kemari" gerutu Alyssa
Zayden dan Bu Imah langsung tertawa melihat wajah kesal Alyssa. Menggemaskan sekali.
"Enggak, kali ini aku janji bakalan balik lagi. Malam ini aku nginap disini bareng Jimmy" ucap Zayden
"Beneran" tanya Alyssa lagi.
Zayden langsung mengangguk dengan cepat.
"Iya, sekarang masuk dulu. Pintu semua dikunci ya. Bu titip Alyssa " pinta Zayden
"Baik tuan" jawab Bu Imah
Zayden mengusap kepala Alyssa dengan lembut dan langsung berlari menuju motor nya. Bahkan sebelum Alyssa berkata apa apa dia sudah melajukan motornya dengan cepat.
Alyssa kembali menghela nafas dan masuk kedalam rumah. Entah apa yang akan dilakukan oleh Zayden. Namun yang jelas, dia sungguh berharap jika mereka semua akan baik baik saja. Tidak terbayangkan oleh Alyssa jika kehidupan nya bisa menjadi tidak tenang seperti ini.
Sementara Zayden melajukan motor nya untuk kembali ketempat tadi. Ke daerah Monas, untuk mencari petunjuk tentang Gery.
Saat tiba ditempat, semua tempat itu sudah sepi, bahkan orang orang Zega sudah menyebar disegala penjuru. Jimmy juga sudah ada disana. Saat Zayden menelfon nya, dia langsung bergerak dengan cepat dan memerintahkan orang orang nya untuk menyebar ditempat ini.
Jimmy langsung mendekat kearah Zayden yang baru turun dari motor.
"Bagaimana ?" tanya Zayden langsung
"Kami belum menemukan jejak nya tuan" jawab Jimmy.
Zayden menggeram dan memukul stang motor nya dengan kesal. Matanya mengedar memandangi area tempat itu yang sudah dikosongkan oleh Jimmy.
"Sepertinya yang dia incar memang Alyssa" ungkap Jimmy
"Kau benar Jim. Ini tidak bisa dibiarkan. Alyssa bisa dalam bahaya jika Gery belum juga ditangkap." jawab Zayden.
"Bagaimana pula dia bisa ada dikota ini. Bukan kah kepolisian Bandung dan orang orang kita yang ada disana sudah menyebar?" tanya Zayden memandang Jimmy dengan lekat.
__ADS_1
Jimmy nampak mengangguk dan menghela nafas berat.
"Benar tuan, bahkan Wira juga sudah memantau perkembangan pencarian Gery disana. Namun juga tidak ada tanda tanda keberadaan nya. Dan sekarang dia malah sudah ada dikota ini" gumam Jimmy.
Zayden terdiam, memikirkan sesuatu. Bagaimana cara untuk menarik Gery keluar. Bukan kah tujuan nya hanya Alyssa. Dia juga tidak tahu kenapa Gery malah mencari dan meneror Alyssa. Kenapa bukan dia????
"Tuan, seperti nya kita harus memancing Gery keluar" ujar Jimmy
"Aku juga berfikiran seperti itu Jim" sahut Zayden pula.
"Saya punya cara, tapi sepertinya cara ini cukup ekstrim" ungkap Jimmy.
"Apa kau ingin menggunakan Alyssa untuk memancing nya keluar?" tanya Zayden
Jimmy mengangguk dengan ragu.
"Bukankah dia hanya mendatangi Alyssa saja. Jika kita memancing nya menggunakan Alyssa, saya yakin Gery pasti keluar" jawab Jimmy
Zayden menghela nafas dengan berat.
"Aku juga sudah memikirkan nya. Tapi... aku benar benar takut jika Alyssa akan trauma setelah kejadian ini" ucap Zayden.
"Tuan, keberhasilan memang hanya delapan puluh persen. Tapi setidak nya, jika kita berhasil maka Alyssa akan aman. Jika seperti ini terus, ini pasti akan membahayakan mental nya" ungkap Jimmy.
Zayden memandang Jimmy dengan lekat..Dia tahu ini, dia tahu. Ah ini semua salah nya, dia terlalu berambisi. Dan sekarang, Alyssa harus terkena imbas nya.
"Bagaimana tuan" tanya Jimmy lagi saat Zayden malah terdiam
Zayden kembali menarik nafas dan mengangguk pasrah. Ya, tidak punya pilihan lain selain ini. Dia ingin Alyssa nya tenang. Dan semoga saja rencana ini berhasil.
"Baiklah, besok pagi kita mulai misi. Malam ini kita tidur dirumah Alyssa. Aku sudah berjanji tadi." ujar Zayden.
"Menginap disana?" tanya Jimmy tak percaya
"Apa aku harus mengulangi perkataan ku?" tanya Zayden seraya memakai kembali helm nya.
Jimmy langsung menggeleng dengan cepat.
"Tapi bagaimana dengan tuan besar tuan. Bagaimana jika dia mencari anda?" tanya Jimmy begitu ragu.
"Keselamatan Alyssa lebih penting sekarang" jawab Zayden.
__ADS_1
Dan setelah mengatakan itu, dia langsung pergi meninggalkan Jimmy yang masih mematung.
"Ini benar benar rumit. Bagaimana jika tuan besar tahu kalau tuan muda menyembunyikan seorang gadis dikota ini" gumam nya begitu risau.