Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Berjuang Bersama


__ADS_3

Zayden masih duduk disamping Alyssa yang masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Hari sudah pagi namun sejak semalam Alyssa belum juga sadarkan diri.


Zayden benar benar merasa bersalah karena telah membiarkan Alyssa ketakutan lagi. Dan demi langkah untuk menangkap Gery, Zayden malah menggunakan Alyssa untuk memancing nya keluar. Dan sekarang, Alyssa kembali terbaring dirumah sakit.


Hati Zayden benar benar teriris melihat Alyssa yang begini.


Gery hanya menginginkan Alyssa, dan hanya Alyssa yang menjadi targetnya. Dan terpaksa Zayden membiarkan Gery membawa Alyssa agar mereka bisa tahu dimana tempat persembunyian lelaki licik itu.


Tidak ada pilihan lain, dan beruntung nya Zayden tidak terlambat. Jika dia terlambat sedikit saja, maka Zayden tidak tahu lagi apa yang akan terjadi pada Alyssa. Dia tidak akan memaafkan dirinya sendiri.


Zayden masih menggenggam erat tangan Alyssa. Bahkan karena takutnya Zayden tidak ada tidur sama sekali sejak semalam. Dia masih terus menunggui Alyssa dan tidak pernah jauh dari ranjang gadis ini.


Masalah Gery, Zayden serahkan pada Jimmy. Dia benar benar tidak ingin meninggalkan Alyssa. Bahkan perusahaan saja dia abaikan sejak semalam. Entah apa yang akan dilakukan oleh kakek nya itu. Yang jelas saat ini, Zayden hanya ingin menemani Alyssa.


Zayden mencium tangan Alyssa dan merebahkan kepala nya diatas lengan Alyssa.


Namun tiba tiba dia terkesiap saat merasa jika jari tangan Alyssa mulai bergerak dalam genggaman nya.


"Alyssa.." panggil Zayden.


Bola mata Alyssa mulai bergerak, seperti nya dia sudah mulai sadar.


Zayden langsung menggenggam tangan Alyssa dengan erat.


Dan lama kelamaan mata Alyssa mulai terbuka. Sangat sayu dan sendu. Wajahnya masih pucat, bahkan sudut bibirnya masih memar bekas tamparan Gery. Sungguh, Zayden benar benar merasa bersalah.


"Sha... kamu udah sadar" ucap Zayden begitu senang.


Alyssa hanya diam dan kembali memejamkan matanya. Membuat Zayden kembali panik. Dia langsung memencet tombol pemanggil dokter dan kembali menoleh pada Alyssa.


"Sha... hei" panggil Zayden dengan nada suara yang bergetar. Dia takut, hatinya cemas bukan Main.


"Sha.. aku mohon bangunlah" pinta Zayden seraya mengusap wajah Alyssa.


Mata Alyssa terbuka, dan memandang Zayden dengan sendu, bahkan kini manik hitam itu mulai dipenuhi oleh cairan bening.


"Sha kenapa, ada yang sakit?" tanya Zayden.


"Sakit mas" gumam Alyssa


"Sakit, dimana yang sakit, sebentar lagi dokter datang sabar ya" ujar Zayden.


Namun Alyssa langsung menggeleng dengan pelan. Dia membawa tangan Zayden dan meletakkan nya diatas dada.


"Disini yang sakit" ucap Alyssa

__ADS_1


Zayden terdiam


"Sakit ketika berharap tapi mas gak ada. Mas biarin aku sendirian. Padahal mas udah janji gak akan biarin aku ketakutan lagi. Aku takut mas .. takut" ungkap Alyssa yang mulai menangis terisak.


Dan sungguh, Zayden benar benar merasa bersalah. Dia langsung memeluk Alyssa dan mencium kepala Alyssa dengan lembut. Begitu dalam dan penuh rasa bersalah.


"Maafin aku Sha. Maaf" pinta Zayden. Dia masih memeluk Alyssa yang menangis.


"Aku mau pulang aja mas. Aku gak mau disini" ucap Alyssa


Zayden langsung melepaskan pelukan nya dan memandang Alyssa dengan tatapan tidak percaya.


"Sha jangan..." lirih Zayden.


"Aku sendirian disini, aku takut. Aku mau pulang kerumah paman" kata Alyssa lagi.


"Enggak, kamu punya aku. Kamu aman sekarang. Gery udah ketangkap. Jangan pergi Sha. Aku mohon" pinta Zayden begitu memelas. Dia tidak ingin jauh dari Alyssa. Jika Alyssa jauh, sudah Zayden pastikan jika dia akan sulit untuk menemui gadis itu lagi.


"Sha...please" pinta Zayden. Dia menggenggam tangan Alyssa dengan kuat, memandang wajah pucat itu dengan penuh pengharapan.


Namun Alyssa malah menggeleng


"Gak ada yang bisa buat aku bertahan disini mas. Aku capek, aku takut setiap hari." jawab Alyssa.


"Enggak, aku gak mau kamu pergi. Aku mohon jangan pergi Sha. Kalau kamu pergi aku gimana?" tanya Zayden. Matanya juga memerah menahan tangis dan luapan emosinya.


"Mas .. kita bukan siapa siapa mas" seru Alyssa


"Aku cinta kamu Sha. Aku bener bener cinta sama kamu. Maafin aku yang gak tegas. Maafin aku yang udah buat kamu ketakutan, maafin aku. Tapi aku ngelakuin itu demi kamu juga Sha. Cuma cara itu supaya Gery tertangkap. Maafin aku... maaf" ucap Zayden seraya menciumi tangan Alyssa berkali kali.


Alyssa terisak seraya memalingkan wajahnya. Kata kata cinta dari Zayden adalah hal yang paling dia tunggu. Tapi bagaimana mungkin, apa Alyssa harus percaya.


"Sha... cuma sama kamu aku ngerasain bahagia itu. Cuma sama kamu aku bisa jadi diri aku sendiri. Kalau kamu pergi, aku gimana Sha" ungkap Zayden begitu lirih.


Alyssa tertegun melihat air mata Zayden yang jatuh.


"Gak ada yang bisa buat aku tersenyum bahagia setelah orang tua aku pergi. Dan sekarang ada kamu, kamu kebahagiaan aku ditengah tengah berat nya beban yang aku pikul. Kalau kamu pergi, aku gak tahu harus apa sha" ungkap Zayden yang masih menyembunyikan wajahnya dibalik tangan Alyssa.


Hatinya benar benar berat untuk melepaskan Alyssa. Zayden adalah anak manja yang selalu bergantung pada kakek nya. Zayden adalah seorang penakut yang tidak pernah menentukan keputusan sendiri untuk hidupnya. Dia dikenal sebagai pewaris tunggal perusahaan Zega, namun nyatanya Zayden hanya anak bawang yang berdiri dibawah pijakan kakek nya sendiri.


Dan sejak bertemu Alyssa, kehidupan Zayden bewarna. Dia bisa menentukan apa apa yang harus dia kerjakan. Dia bisa lebih mengekspresikan dirinya sendiri.


Alyssa adalah cahaya dalam hidup Zayden sekarang.


"Jangan pergi Sha. Aku mohon" harap Zayden lagi.

__ADS_1


Lagi lagi hati lemah Alyssa luluh...


Apalagi melihat Zayden yang seperti ini. Alyssa tidak tahu Zayden menangis untuk apa. Untuk dirinya kah? atau untuk kehidupan Zayden yang begitu banyak menanggung beban. Entah lah.


Alyssa mengusap kepala Zayden dengan lembut, hingga membuat Zayden langsung mendongak dan memandang Alyssa penuh harap.


"Tolong jangan pergi Sha" pinta Zayden lagi.


"Apa alasan aku untuk terus tinggal mas" lirih Alyssa


"Tidak bisa kah kamu menjadikan aku sebagai alasan itu??" tanya Zayden


"Apa mas yakin dengan semua perkataan mas itu?" tanya Alyssa dan Zayden langsung mengangguk dengan cepat penuh keyakinan.


"Aku cinta kamu Sha. Aku cuma mau kamu. Aku gak mau kamu pergi" jawab Zayden.


Alyssa mengusap air mata Zayden dengan lembut, meski air matanya juga tidak ingin mengering.


"Ketika aku memilih untuk tinggal, maka apapun yang terjadi. Aku akan terus menghantui kehidupan mas" ucap Alyssa


Zayden tersenyum dan mengangguk dengan cepat.


"Sha.. aku udah putusin untuk milih kamu. Aku hanya ingin kamu mau berjuang bersama ku untuk kita terus sama sama" ujar Zayden.


"Apa rintangan nya cukup berat?" tanya Alyssa


"Sha, aku udah bilang malam itu. Aku udah nentuin keputusan aku kalau aku memilih kamu. Dan jika malam ini kamu mau Nerima aku. Maka aku akan ceritakan semua nya sama kamu" ungkap Zayden.


Alyssa terdiam. Dia ragu, tapi cinta nya benar benar dalam.


"Kamu cinta kan sama aku?" tanya Zayden.


Alyssa langsung mengangguk pelan


"Jika begitu mau berjuang bersama ku Sha. Aku mohon" pinta Zayden.


Dan entah kenapa Zayden begitu berharap. Sepertinya ini akan sulit. Tapi untuk cintanya, Alyssa akan mencoba.


"Sha, aku gak janji akan buat kamu terus bahagia diawal hubungan kita ini, karena gimana pun rintangan yang bakalan kita hadapi pasti akan menguras air mata. Aku cuma bisa janji kalau bagaimana pun caranya, aku akan tetap milih kamu dan memperjuangkan kamu" kata Zayden lagi.


"Mas yakin" tanya Alyssa


"Aku yakin Sha. Bantu aku ya" pinta Zayden lagi


"Hanya kali ini mas. Aku gak mau berjuang sendiri. Aku mau kita berjuang sama sama" ujar Alyssa

__ADS_1


"Tentu. Kita berjuang sama sama" sahut Zayden yang kembali mengecup punggung tangan Alyssa.


__ADS_2