Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Kedatangan Bos Besar


__ADS_3

Pagi ini Alyssa sudah berada direstauran. Bahkan dia sudah mulai bekerja. Semua karyawan hari ini terlihat sibuk dan kesana kemari hanya untuk mempersiapkan tempat untuk menyambut kedatangan bos besar yang biasa melakukan pertemuan bisnis dengan klien nya.


Grace, selaku menejer restauran sudah berteriak teriak sejak tadi hanya untuk memastikan semua aman dan terkendali.


Cici bahkan yang paling sibuk. Sudah berulang kali dia mengecek ruang VVIP yang akan ditempati oleh bos besar nanti.


Sedangkan, Teya, ya ampun. Alyssa benar benar heran melihat gadis itu. Bisa bisa nya sejak tadi kerjaan nya hanya memoles wajahnya didepan kaca yang ada didekat kasir.


Alyssa menghela nafas lelah melihat orang orang ini. Kenapa mereka begitu sibuk hanya karena kedatangan bos besar, memang nya seberapa besar daya tarik bos itu.


Kenapa yang ada dibayangkan Alyssa adalah bos dengan kepala botak dan perut buncit nya ya?


Haha..


Padahal dari cerita yang selalu dia dengar, bos besar adalah orang yang sangat tampan dan mempesona.


Huh... entah lah, bagi Alyssa hanya Zayden saja yang benar benar tampan didunia ini. Tidak ada yang lain.


Yah, Zayden...


Alyssa jadi mengingat tentang perkataan Zayden semalam saat mereka berada di danau hijau dipinggir kota.


Bukan kah Zayden bilang jika hari ini dia akan memberi tahu Alyssa sesuatu.


Tapi kenapa seperti begitu serius. Apa ini hal yang membuat Zayden ingin dia memperjuangkan hubungan mereka.


Tapi apa yang ingin diberitahukan Zayden???


Bukan sesuatu yang membuat Alyssa takut atau masalah yang cukup berat kan??


Atau jangan jangan, Zayden mau bilang jika dia sudah menikah, atau jangan jangan Zayden mau bilang jika dia adalah seorang duda???


Tidak ... tidak. tidak mungkin. Astaga, kenapa fikiran nya jadi seperti ini.


Sudah selama ini dia mengenal Zayden, dan memang dia sama sekali tidak mengetahui siapa Zayden. Yang dia tahu, Zayden adalah seorang pekerja bengkel.


"Hei... Sya" tepukan dibahu Alyssa, membuat dia langsung terlonjak kaget. Bahkan Alyssa sampai bergeser dan mengusap dadanya yang langsung bergemuruh hebat.


"Apaan sih Ci, ngejutin aja kamu" sewot Alyssa.


Cici tertawa.


"Kamu yang melamun, aku udah manggilin kamu dari tadi, tapi gak denger denger juga. Melamunin apa sih?" tanya Cici.


Alyssa menggeleng pelan sembari menghela nafas berat.


Dia bukan tidak sabar untuk menunggu bos besar seperti teman teman nya. Alyssa hanya tidak sabar menunggu sore, dimana Zayden datang dan memberi tahu sesuatu yang membuat dia tidak bisa tidur.


Bahkan pagi tadi Jimmy yang mengantarnya. Bukan Zayden, entah kenapa dengan kekasih nya itu.


"Yaelah, malah melamun lagi." seru Cici

__ADS_1


Alyssa terkesiap, dan langsung tertawa getir.


"Fokus dong Sya, ada masalah apa sih kamu?" tanya Cici.


"Gak ada kok" jawab Alyssa.


"Yauda yuk, siap siap. Bos besar udah otw tuh. Entar lagi sampai" ujar Cici yang langsung menarik Alyssa kedepan lobi untuk menyambut kedatangan bos besar.


Dan lagi lagi...


Semua karyawan sudah berbaris rapi disana, bahkan menejer restauran sudah ada dibarisan paling depan.


"Kenapa harus berbaris begini sih, kayak anak TK aja yang mau masuk kelas" bisik Alyssa ditelinga Cici.


Cici mendengus dan menyenggol siku Alyssa.


"Memang gini peraturan nya. Kamu harus sopan nanti. Dan jangan aja kamu malah terpesona sama persona bos besar itu ya" goda Cici.


Dan kali ini Alyssa yang berdecak kesal.


"Gak ada yang lebih ganteng dari Zayden aku" bisik Alyssa.


Cici terkesiap. Dia langsung memandang Alyssa dengan lekat.


Dia baru ingat, jika semalam dia mendengar suara Zayden mirip seperti ....


"sstt jangan berisik, tuh udah Dateng. Jaga sikap kalian" seru Teya yang langsung menghancurkan fikiran Cici.


Semua karyawan langsung menoleh kearah luar lobi restauran. Dimana sudah datang jejeran mobil mobil mewah didepan sana.


Alyssa tersenyum saat melihat Jimmy yang keluar dari mobil. Asisten bos besar itu terlihat gagah disaat saat serius seperti ini.


Dan Alyssa semakin tidak sabar ingin melihat seperti apa rupa bos besar yang di agung agungkan oleh semua orang ini.


Dan ketika pengawal berjas itu membuka pintu, mata semua orang langsung memandang lekat kearah nya.


Kaki jenjang yang turun dengan gagah membuat jantung semua orang yang ada disana langsung berdebar dengan kencang.


Apalagi saat seorang pria dengan setelan formal yang membalut tubuh gagahnya keluar dari mobil dan berdiri memandang mereka semua, membuat mata yang memandang langsung berbinar dengan cerah.


Tapi itu berbeda dengan Alyssa. Dia memicingkan matanya, memandang dengan lekat pria itu. Pria yang tampak gagah dan begitu menawan. Mulai berjalan masuk dan diikuti oleh orang orang besar dibelakang nya.


Alyssa berdiri dipaling dalam restauran sehingga dia belum bisa melihat jelas bagaimana rupa orang itu.


Tapi semakin lama semakin mendekat, dia seperti mengenali pria gagah itu.


Kenapa mirip seperti....


"Ya ampun Sha, pesona nya bener bener" gumaman Cici membuat Alyssa semakin memastikan pandangan nya.


Namun dia ditarik oleh Cici untuk membungkuk saat bos besar itu hampir mendekat kearahnya.

__ADS_1


Ini benar,


kenapa bos besar ini begitu mirip dengan Zayden nya.??


Apa mata Alyssa yang salah, Alyssa ingin kembali memandang orang itu, tapi lagi lagi Cici langsung menarik lengan nya.


"Jangan dilihat, nanti kamu kena masalah. Tunduk aja dulu" bisik Cici.


Dan mau tidak mau, Alyssa mengikuti mereka semua yang menundukkan tubuh dan kepala, tanpa berani untuk melihat bos besar yang lewat dihadapan mereka.


Jantung Alyssa semakin berdetak tidak karuan..


Semoga saja penglihatan nya salah. Semoga saja orang ini bukan Zayden nya.


Semoga bukan..


Gumam Alyssa terus menerus dari dalam hati.


Hingga saat bos besar itu sudah lewat dihadapan nya, barulah Alyssa dan karyawan nya yang lain menegakkan kepala mereka.


Alyssa memandang punggung kokoh itu dengan lekat. Tangan nya bergetar, bahkan detak jantung nya sudah tidak beraturan.


Kenapa mirip sekali...


Apalagi saat lewat tepat didepan nya, langkah kaki pria itu terhenti sejenak, dan Alyssa bisa merasakan aroma dari tubuh lelaki itu.


Sangat mirip dengan Zayden nya.


Alyssa masih memandang nanar punggung pria itu yang diikuti oleh Jimmy, beserta staff dan pengawal nya.


Sangat gagah, berwibawa, tinggi dan pastinya tidak tergapai.


Dia bukan Zayden nya kan. Tidak mungkin... tidak..


Zayden nya hanya orang biasa, dan itu tadi adalah seorang bos besar.


"Hei Sya, ayo" seruan Grace kembali menyadarkan Alyssa dari lamunan nya.


Alyssa terkesiap dan langsung berjalan mengikuti Grace bersama Cici.


"Kenapa terkejut?" bisik Cici


Dan Alyssa hanya mengangguk saja. Dia benar benar lemas sekarang. Semoga yang dia takutkan tidak terjadi.


"Bawa ini kedalam, dan lakukan yang terbaik. Jangan mengecewakan" ujar Grace seraya menunjuk troli minuman yang akan disediakan oleh mereka.


Alyssa dan Cici langsung mengangguk dengan cepat. Karena mereka yang memang ditugaskan untuk melayani tamu penting itu hari ini.


Alyssa langsung mendorong troli itu mengikuti langkah Grace masuk kedalam ruangan VVIP.


Dan lagi...

__ADS_1


Saat pintu terbuka, mata nya langsung bertabrakan dengan mata teduh orang yang paling dia kenal.


Zayden nya....


__ADS_2