Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Pembalasan Alyssa


__ADS_3

Alyssa bekerja dengan begitu semangat. Setiap hari tanpa kenal lelah dia terus bekerja dengan baik. Menciptakan menu menu baru yang menunjang kesuksesan restauran Denue. Tidak terasa sudah hampir sebulan Alyssa bekerja direstauran itu, dan beberapa hari lagi dia sudah akan menerima gaji pertama nya.


Keinginan untuk sukses dan membuktikan pada semua orang jika dia mampu membuat Alyssa sangat bersemangat. Bekerja direstauran tidak terlalu lelah. Apalagi jam kerja nya tidak sampai penuh, meskipun dia bekerja sampai jam delapan malam.


Alyssa sangat senang bekerja direstauran Denue, apalagi dengan kehadiran Zea yang menjadi teman cerita nya selama disini. Jika dulu ada Cici, maka sekarang ada Zea yang menjadi tempatnya berbagi kisah.


Alyssa sudah membeli tempat untuk dia membangun resto. Dan dia juga sudah mulai merenovasi resto nya sedikit demi sedikit. Resto kecil namun akan dibuat Alyssa seperti cafe yang nyaman untuk pengunjung dengan segala usia. Kemungkinan bulan depan resto itu sudah selesai diperbaiki. Tidak masalah kecil, mudah mudahan nanti bisa menjadi besar.


Seminggu sekali Alyssa juga pasti menyempatkan diri untuk menemui Zayden di penjara. Setiap kesana, dia selalu membawakan makanan yang enak untuk suami nya itu. Ya, suami, Alyssa tidak pernah menyangka.


Seperti sore ini, jika hari Minggu Alyssa bekerja hanya siang saja. Jadi dia memutuskan untuk kembali menjenguk Zayden. Alyssa sudah memasak sesuatu yang akan dia bawa kekantor polisi.


Senyum nya merekah indah saat berjalan keluar. Jimmy pasti sudah menjemputnya didepan, karena asisten kesayangan mereka itu pasti sudah selalu siaga dengan permintaan Alyssa.


Zea tidak masuk setiap hari Minggu, jadi Alyssa bisa pulang dengan berlenggang kaki.


"Mau pulang Sya?" tanya Bayu yang tiba tiba mengejutkan Alyssa. Dia baru keluar dari ruangan nya.


"Iya nih mas. Kerjaan saya udah siap" jawab Alyssa


"Iya deh, di jemput tuan asisten lagi ya" ucap Bayu


Alyssa tersenyum dan mengangguk


"Kamu pacaran ya sama dia" tanya Bayu dengan sedikit berbisik.


Alyssa langsung menggeleng dan tersenyum getir. Bukan satu dua orang saja yang bertanya seperti itu, melainkan teman teman chef nya yang lain juga begitu. Mereka beranggapan jika Alyssa menjalin hubungan dengan Jimmy karena sering nya Jimmy ada untuk dia.


Huh...


Andai mereka tahu jika Alyssa adalah istri dari tuan muda Zayden, bagaimana reaksi mereka ya???


"Bukan mas, cuma teman aja kok" jawab Alyssa


"Bohong kan kamu. Gak mungkin cuma teman tapi antar jemput terus" sahut Bayu lagi.


Alyssa tertawa dan menggeleng. Terserah lah jika tidak percaya. Alyssa malas menjelaskan nya. Lagipula jika orang tahu dia adalah istri Zayden sekarang, mungkin tuan besar Juanda pasti akan semakin marah dan malu.


Nanti...


Alyssa akan memberitahu semua orang ketika dia sudah sukses.


"Yasudah mas, pulang dulu ya" pamit Alyssa. Dia bahkan langsung pergi meninggalkan Bayu yang nampak menghela nafasnya dengan berat.


Hatinya sudah tertarik pada Alyssa sejak awal pertemuan mereka. Tapi ketika melihat kedekatan Alyssa dan Jimmy, Bayu jadi tidak berani untuk mendekat.


Menejer restauran disandingkan dengan asisten bos besar. Mana mungkin!


Sementara Alyssa sudah langsung keluar dari restauran. Dan benar saja Jimmy sudah menunggu nya didepan.


Tanpa ragu seperti biasa, Alyssa langsung masuk kedalam mobil dan duduk disamping Jimmy yang terlihat tersenyum memandang nya.


"Kita berangkat?" tanya Jimmy


"Yuk" jawab Alyssa


Dan Jimmy langsung melajukan mobil nya menuju penjara. Sore ini hari sedikit mendung, jadi suasana jalanan kota tidak terlalu panas, hingga cukup nyaman untuk mereka lalui.


"Gimana kerjaan hari ini Sya?" tanya Jimmy


"Aman kak. Gak terlalu capek, mungkin karena banyak pengunjung yang lagi liburan." jawab Alyssa seraya mengeluarkan kotak kecil yang berisi potongan buah melon dari dalam tas nya.


"Syukurlah. Kamu memang gak boleh capek. Ingat, kamu lagi hamil keponakan aku" ujar Jimmy.


"Iya, inget kok. Anak aku juga gak rewel" jawab Alyssa yang langsung menikmati buahnya.


"Dua hari lagi jadwal kamu cek kandungan kan?" tanya Jimmy.


Alyssa tertegun, dia langsung memandang Jimmy dengan cepat.


"Iya ya, aku lupa. Hehe" jawab Alyssa dengan tawa kecilnya. Sementara Jimmy hanya mendengus senyum dengan mata yang masih fokus memandang kedepan.


"Kamu apa coba yang ingat." sahut Jimmy


"Cuma ingat mas Zayden" jawab Alyssa yang kembali memakan buahnya.


"Hmh, kayak gak ada yang lain aja. Padahal udah seminggu sekali ketemu nya" ucap Jimmy.


Alyssa tertawa kecil dan memandang Jimmy sekilas.


"Nama nya rindu, pengen nya setiap hari ketemu." jawab Alyssa


Dan kali ini Jimmy yang memandang Alyssa

__ADS_1


"Sabar .. oh iya, anak kamu gak rewel kan. Padahal aku baca di internet kalau perempuan hamil itu pasti bawaan nya mual dan muntah. Kok kamu enggak Sya?" tanya Jimmy yang sengaja mengalihkan pembicaraan mereka. Apalagi ketika melihat wajah Alyssa yang sudah berubah sendu.


"Gak tahu kak, awal kehamilan dulu sebelum kerja direstauran memang iya, sering mual dan muntah. Tapi sekarang semenjak aku niatin untuk berjuang, enggak pernah mual lagi. Mungkin dia ngerti kali ya" jawab Alyssa


Jimmy langsung tersenyum dan mengangguk.


"Kayak nya iya deh, hebat banget memang keponakan aku. Siapa dulu dong uncle nya. Gak mau dia nyusahin ibu nya yang lagi berjuang" sahut Jimmy


Alyssa langsung tertawa dan mengangguk, seraya dia yang terus memakan buah melon nya.


"Tuh buah melon?" tanya Jimmy


Alyssa mengangguk


"Mau?" tawar nya dengan mulut yang penuh dan menyodorkan kotak buah itu pada Jimmy.


"Udah mau habis aja baru nawarin" sahut Jimmy


Alyssa kembali tertawa kecil dan menyuapkan satu ke mulut Jimmy.


"Lupa tadi kak. Gak tahu kenapa aku suka banget buah ini semenjak hamil" ucap Alyssa


"Memang anak tuan Zayden. Dia kan juga suka banget buah itu" jawab Jimmy.


"Iya, bahkan aku gak suka lagi jajanan di pinggir jalan. Makan aja mau nya yang mahal dan enak enak. Aneh banget kan" ungkap Alyssa


Jimmy tersenyum dan menggeleng


"Enggak apa apa. Itu keinginan bayi, lagian juga supaya bayi kamu sehat. Apa mau aku beliin cokelat kemarin lagi?" tanya Jimmy


Alyssa langsung menggeleng.


"Gila ya, kalau aku tahu harga nya semahal itu gak mau deh buang buang uang untuk cokelat. Lebih baik untuk ngerenovasi resto aku udah jadi" gerutu Alyssa


Jimmy langsung tertawa mendengar nya. Ya, setelah Alyssa tahu harga cokelat itu, dia begitu terkejut bahkan memakan cokelat itu sambil menangis karena begitu sayang untuk memakan nya. Harga cokelat yang hampir empat ratus juta itu tentu untuk Alyssa sungguh sia sia. Tapi walaupun begitu, dia tetap menghabiskan cokelat nya tanpa sisa.


Lucu sekali...


Dan tidak lama kemudian, setelah melewati jalanan Jakarta yang cukup macet, mereka akhirnya tiba di kantor polisi.


Alyssa dengan semangat langsung masuk kedalam sana, sedangkan Jimmy masih membeli air minum karena Alyssa ingin meminum jus jeruk. Memang menyebalkan ibu hamil yang satu itu. Dijalan tadi dia tidak mau, tapi setelah tiba malah ada saja permintaan nya.


Hingga akhirnya Alyssa berjalan sendiri kedalam untuk menemui Zayden.


"Selamat sore pak, saya mau menjenguk mas Zayden" ucap Alyssa pada polisi penjaga sel.


"Oh nona Alyssa. Masuk saja, tuan muda juga ada yang sedang menjenguk" jawab polisi itu.


"Siapa pak?" tanya Alyssa yang penasaran.


Kakek nya kah?


"Seorang perempuan muda, kalau tidak salah. Nona Anabella" jawab polisi itu


deg


Jantung Alyssa seperti terhantam sesuatu mendengar itu. Sudah lama sekali dia tidak mengetahui kabar gadis itu. Kenapa dia datang lagi sekarang. Apa Anabella ingin merayu Zayden lagi.


Tidak..


Tidak akan Alyssa biarkan.


Zayden adalah miliknya dan juga milik anaknya. Tidak akan ada siapapun yang bisa menganggu mereka.


"Baik pak, terimakasih. Saya masuk dulu ya" ucap Alyssa


"Silahkan nona" jawab polisi itu.


Alyssa berjalan masuk kedalam dengan perlahan, entah kenapa semakin mendekati ruang besuk, hatinya semakin tidak menentu.


Berbagai fikiran buruk langsung menghantui kepala Alyssa.


Bagaimana jika Anabella merayu Zayden.


Dan bagaimana jika Zayden termakan rayuan nya karena telah bosan berada disini hampir dua bulan lama nya.


Kaki Alyssa mematung didekat dinding saat mendengar percakapan mereka. Apalagi dengan pintu yang terbuka separuh.


"Kamu tidak jenuh berada disini Zay? Aku akan meminta papa untuk membebaskan mu. Aku sungguh tidak tega melihat kamu seperti ini" ucapan Anabella terdengar begitu mengiba. Dan itu sungguh membuat hati Alyssa benar benar terusik.


"Aku sudah memaafkan mu atas kejadian itu. Kamu tahu kan aku benar benar mencintai kamu sejak dulu, hingga aku melakukan segala cara untuk bisa bersama kamu. Seharusnya kamu tidak memilih jalan ini. Lihat lah, kamu memilihnya, tapi hidup kamu berubah drastis seperti ini. Kamu terlihat begitu menyedihkan. Andai saja kamu tidak salah pilih" ungkap Anabella lagi.


Alyssa yang masih mendengar itu langsung tertunduk dengan sedih.

__ADS_1


Zayden salah pilih kah.??


Ya Tuhan.. kenapa sesakit ini mendengar nya?


"Apa pilihan terbaik dulu adalah memilih kamu?" pertanyaan Zayden sungguh membuat hati Alyssa semakin tidak menentu


"Tentu saja, jika kamu memilih ku dulu, kamu tidak akan berada didalam sini. Tuan besar tidak akan menanggung malu dan dia juga tidak akan sakit sakitan seperti sekarang" jawab Anabella


"Apa sekarang kamu masih menginginkan aku?" tanya Zayden pula


Kenapa? kenapa Zayden bertanya seperti itu? Apakah dia?


"Tentu saja, perasaan ku masih sama padamu. Bahkan jika kamu mau menikah dengan ku. Aku pastikan jika kamu akan bebas hari ini juga" jawab Anabella begitu antusias.


"Ya, aku memang ingin bebas" ucap Zayden


deg


deg


Alyssa mematung dengan air mata yang langsung keluar dari pelupuk matanya.


Zayden...


Kenapa dia tega....


"Maka dari itu bilang padaku jika kamu sudah merubah niatmu" pinta Anabella lagi


"Merubah niatku?" tanya Zayden


"Ya" jawab Anabella


"Sayang nya itu tidak mungkin" ucapan Zayden membuat Alyssa yang ingin melangkah langsung terhenti.


"Sampai kapanpun niatku untuk membahagiakan Alyssa tidak akan pernah berubah. Meskipun aku harus berada lama didalam sini" ucap Zayden dengan begitu yakin


Alyssa langsung mendengus senyum mendengar itu.


"Tapi kamu menjadi seperti ini karena dia Zay" seru Anabella tidak terima.


"Karena dia??? aku disini karena rasa cintaku untuk nya Bella. Daripada harus menikah dengan orang lain, lebih baik aku dipenjara. Dan bisakah kamu mengartikan besar nya rasa cintaku itu pada dia" ucap Zayden terdengar begitu tajam.


Ya tuhan Zayden....


Alyssa sungguh berdosa telah sempat berprasangka buruk padanya.


"Zay... apa kamu tidak bisa berfikir sedikit pun" seru Anabella lagi.


Sudah cukup, waktu nya giliran Alyssa sekarang. Lihat apa yang akan dia lakukan pada wanita tidak tahu malu ini.


"Pergilah" usir Zayden.


"Zayden, aku kemari untuk membuka fikiran mu, aku datang kemari dengan niat baik untuk membebaskan mu. Kenapa kamu begitu bodoh ha" seru Anabella lagi.


"Kamu yang bodoh" seruan Alyssa membuat mereka berdua langsung terkesiap kaget


Anabella memandang Alyssa dengan tidak percaya.


"Kamu, kenapa kamu bisa ada disini" tanya Anabella


"Kenapa memang nya. Aku mendatangi kekasih ku. Aku merindukannya " jawab Alyssa dengan begitu berani.


"Kau.. apa kau tidak tahu malu ha. Kau yang sudah membuat Zayden seperti ini " ucap Anabella dengan begitu geram.


"Sepertinya kamu yang tidak tahu malu, mendekati orang yang jelas jelas tidak mencintai kamu. Menyedihkan" balas Alyssa


"Kurang ajar" Anabella langsung beranjak dari kursinya. Namun dia langsung mematung saat melihat Alyssa meletakkan sesuatu diatas meja dan langsung duduk diatas pangkuan Zayden.


"Mas aku kangen" ucap Alyssa dengan begitu manja. Bahkan tanpa malu dia langsung memeluk leher Zayden dengan mesra.


"Aku juga kangen sayang" jawab Zayden yang juga memeluk Alyssa dengan hangat. Dia cukup terkejut dengan kelakuan Alyssa ini. Pasalnya selama ini Alyssa selalu takut untuk terlalu dekat didalam sini, takut ada yang melihat. Tapi sekarang, sepertinya ini efek cemburu.


"Alyssa... turun kamu. Jangan kurang aja didepan ku" teriak Anabella begitu marah, bahkan wajahnya sudah memerah sekarang.


Alyssa melepaskan rangkulan Zayden dan menoleh kearah Anabella sejenak. Alyssa tersenyum sinis melihat wajah marah Anabella.


Dan sedetik kemudian dia kembali memandang Zayden, bahkan dengan tiba tiba langsung menyergap bibir Zayden dengan penuh nafsu.


Zayden bahkan begitu terkejut dengan serangan ini, namun tidak lama dia sudah bisa menguasai diri dan membalas ciuman Alyssa tidak kalah panas.


Nafas Anabella memburu, kaki nya lemas tidak bertulang melihat mereka berciuman dengan begitu liar.


Anabella menggeleng dengan wajah yang semakin memerah, bahkan air mata langsung mengalir diwajahnya. Air mata kekesalan dan juga kebencian melihat penghinaan ini.

__ADS_1


"Aku tidak terima ini. Aku tidak terima" teriak Anabella, bahkan dia langsung berlari keluar meninggalkan Alyssa dan Zayden yang malah hanyut dalam ciuman mereka.


__ADS_2