Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Perjuangan Dimulai


__ADS_3

Keesokan paginya dirumah utama keluarga Zega. Zayden dan kakek nya sedang sarapan berdua, sementara kedua asisten mereka berdiri dengan tegak dibelakang tuan mereka masing masing.


Zayden dan kakek nya makan dalam diam seperti biasa. Tidak ada sepatah katapun yang keluar, bahkan suara denting sendok dan piring pun tidak terdengar sama sekali.


Suasana yang terlalu tegang dan kaku membuat Zayden merasa tidak nyaman setiap harinya. Tapi karena sudah terbiasa sejak kecil membuat dia mau tidak mau harus menerima.


Ting..


Suara dentingan sendok tuan Juanda, menandakan jika dia sudah selesai makan.


Zayden juga langsung meletakkan sendok nya kepiring, karena dia benar benar sungguh tidak berselera untuk makan pagi ini.


Tuan Juanda mengusap mulutnya seraya memandang Zayden dengan lekat. Wajah angkuh penuh wibawa itu benar benar sangat tidak bisa untuk ditentang.


Tapi pagi ini, Zayden ingin mencoba untuk menyuarakan pendapatnya. Untuk yang pertama kali dalam hidupnya.


"Apa kau sudah menyiapkan cincin untuk lamaran mu?" tanya tuan Juanda.


Zayden memandang kakek nya sekilas dan menggeleng pelan.


Jantung nya sudah bergemuruh hebat saat ini. Rasanya seperti menghadapi seorang klien besar, bahkan lebih parah.


Tuan Juanda memandang Zayden dengan tajam.


"Kakek, aku ingin membatalkan pertunangan ini" ucap Zayden dengan cepat.


Jimmy bahkan sampai memejamkan matanya karena dia pun sudah begitu jantungan sekarang. Ini adalah hal yang tidak pernah mereka lakukan sejak dulu. Dan sekarang, mereka malah memutuskan suatu keputusan yang begitu besar.


Wajah tuan Juanda tidak berekspresi, dia hanya memandang Zayden dengan wajah datarnya, namun matanya saja yang menajam.


"Aku benar benar tidak bisa bertunangan dan menikah dengan Anabella" kata Zayden lagi.


Tuan Juanda tersenyum miring.


"Apa alasan mu" tanya nya


"Aku sudah memiliki pilihan sendiri" jawab Zayden. Dia harus berani, dan dia harus terima apapun keputusan kakek nya. Zayden sungguh tidak bisa jika harus mengabaikan perasaan nya sendiri.


Cukup sudah selama ini dia diatur oleh kakek nya.

__ADS_1


"Kau mau membuat malu namaku?" tanya tuan Juanda seraya masih memandang Zayden tanpa berkedip.


Dan jantung Jimmy semakin bergemuruh begitu hebat.


"Maafkan aku kakek. Tapi sungguh, untuk kali ini, biarkan aku memilih keputusan ku sendiri" jawab Zayden.


"Siapa gadis itu?" tanya tuan Juanda.


"Apa dia lebih segala nya dari Anabella, hingga kau berani beraninya memutuskan pertunangan yang sudah disepakati ini?" tanya Tuan Juanda lagi.


Zayden menghela nafasnya sejenak. Dan memberanikan diri memandang kakek nya.


"Dia hanya gadis biasa kakek, bahkan dia bukan siapa siapa. Tapi aku mencintai nya" jawab Zayden dengan begitu yakin.


Tuan Juanda mendengus sinis mendengar itu.


"Cinta, bisa apa kau dengan cinta mu itu ha?" remeh tuan Juanda.


Zayden terdiam memandang kakek nya. Inilah hal yang paling tidak dia sukai jika berdebat dengan tuan Juanda. Kakek nya ini pasti selalu saja meremehkan segala hal tentang apa yang dikemukakan oleh Zayden.


"Jangan bilang jika gadis yang kau sukai adalah pelayan restauran itu" tuding tuan Juanda.


Jantung Zayden langsung berdenyut ngilu mendengar itu.


Sudah dia duga, kakek nya selama ini memang sudah tahu tentang hubungan nya dengan Alyssa.


"Gadis yatim piatu yang pernah menolong mu di Bandung, gadis pelayan restoran yang telah berhasil membantu mu menangkap pengkhianat itu. Dan kau malah jatuh hati pada dia" ungkap Tuan Juanda seraya tersenyum miris dan menggeleng pelan.


Zayden kembali terdiam, bahkan kakek nya bisa tahu semua nya.


Zayden langsung melirik pada Jimmy. Dan asisten nya itu langsung menggeleng dengan cepat. Memberi tahu jika bukan dia yang memberi tahu tuan Juanda.


"Kau kira aku tidak tahu hmm. Mataku ada dimana mana Emanuel. Bahkan aku tahu setiap hari kau mengantar jemput gadis itu seperti seorang supir. Menjijikkan, seperti itukah seorang tuan muda keluarga Zega?" ujar tuan Juanda.


Zayden menghela nafasnya perlahan. Ini memang tidak mudah. Dan ini baru permulaan.


"Kakek, walaupun dia seorang pelayan, tapi aku mencintai dia. Bersama nya aku merasa bahagia dan menjadi diriku sendiri. Tidak bisakah untuk sekali ini saja kakek merestui keinginan ku" pinta Zayden.


Dia begitu berharap, namun tuan Juanda sangat tegar, setegar batu karang. Bagaimana mungkin membiarkan Zayden memilih gadis itu yang hanya seorang pelayan restoran.

__ADS_1


"Kau harus mencuci otak mu dengan bagus Emanuel, gunakan akal sehatmu itu. Aku membesarkan mu dan menyekolahkan mu hingga keluar negeri agar kau pintar dan bisa memilih dengan baik siapa yang pantas untuk kau pilih. Bukan nya menjadi bodoh dan malah memilih menjadi babu untuk gadis itu" ujar tuan Juanda.


"Kakek, aku yakin aku tidak salah pilih. Aku benar-benar mencintai dia. Dan aku tidak ingin melanjutkan pertunangan ku dengan Anabella " jawab Zayden.


"Kau tidak bisa memutuskan sendiri. Jika gadis itu lebih dari keluarga Alexander, mungkin aku masih bisa mempertimbangkan nya. Tapi kau malah mau mencoreng nama baik ku dengan memilih gadis pelayan itu. Aku tidak setuju" sahut tuan Juanda.


Dia bahkan langsung beranjak dari duduk nya dan ingin pergi meninggalkan Zayden.


Zayden juga langsung berdiri memandang kakek nya.


"Kakek, aku benar benar tidak bisa. Pilihan ku adalah Alyssa " seru Zayden.


Tuan Juanda berhenti, namun dia tidak menoleh sama sekali.


Suasana meja makan itu sudah terasa sangat mencekam sekarang. Tegang, panas dan sangat kelu untuk dijelaskan.


Jimmy dan pak Pong hanya bisa diam tanpa berani ingin ikut campur.


"Aku tidak menerima pendapatmu. Pertunangan tetap dilaksanakan dua Minggu lagi" ucap tuan Juanda.


"Kakek, tolong, sekali ini saja. Aku mohon. Aku benar benar tidak bisa jauh dari Alyssa" seru Zayden seraya berjalan mendekat kearah kakek nya.


Namun tuan Juanda langsung mengangkat tangan nya, membuat langkah Zayden terhenti seketika.


"Jika dia lebih dari Anabella, aku akan menerima, tapi jika tidak. Aku tidak Sudi" ucap nya dengan begitu tega.


"Kakek.... selama ini aku tidak pernah meminta apapun darimu. Dan baru kali ini aku meminta, tidak bisakah kau mengabulkan nya." ujar Zayden begitu lirih.


Jimmy bahkan langsung tertunduk iba mendengar itu. Dia yang paling tahu tentang perasaan Zayden dan Alyssa. Dan saat ini, dia pula yang harus menyaksikan perjuangan Zayden untuk mendapatkan restu dari kakek nya.


Tuan Juanda langsung menoleh pada Zayden, memandang Zayden dengan wajah datarnya.


"Jika pilihan mu terbaik, aku tidak akan menolak. Tapi sayang, pilihan mu kali ini sangat jauh dan membuat aku tidak bisa menerima" jawab tuan Juanda.


Dan setelah itu dia langsung berjalan keluar dari ruang makan itu diikuti oleh pak Pong.


Zayden langsung terduduk lemas dikursi makan. Kenapa berat sekali.


Bagaimana cara untuk bisa meyakinkan kakek nya????

__ADS_1


__ADS_2