Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Menjenguk Zayden


__ADS_3

Alyssa tertegun memandang kantor polisi dihadapan nya. Jantung nya yang sejak tadi sudah berdetak tidak stabil, kini malah semakin menjadi ketika melihat gedung besar kepolisian ini.


Jimmy baru saja menjemputnya siang ini direstauran. Dan tanpa berkata apapun dia membawa Alyssa ke tempat ini.


"Kak Jimmy" Alyssa memandang Jimmy dengan pandangan begitu lirih.


Jimmy menghela nafasnya dengan berat dan mengangguk pelan.


"Kamu harus kuat untuk dia ya Sya, tuan Zayden memilih untuk dipenjara dari pada harus menikah dengan Anabella. Kamu bisa bertahan untuk menunggu nya kan?" tanya Jimmy.


Mata Alyssa langsung berair mendengar penuturan Jimmy.


"Berapa tahun?" tanya Alyssa


"Tujuh tahun, tapi masih ada kemungkinan untuk diringankan jika bukti yang sebenarnya sudah ditemukan" jawab Jimmy.


Alyssa tertunduk dengan pedih. Dia benar benar ingin menangis sekarang.


"Tuan muda begitu mencintai kamu Sya. Dia tidak ingin mengkhianati cinta kalian. Aku mohon, jika kamu juga mencintai nya, kamu jangan membuat beban nya semakin bertambah ya" pinta Jimmy.


Alyssa tersenyum dengan getir mendengar itu.


"Aku tahu kak" jawab Alyssa.


Dan akhirnya, mereka berdua berjalan masuk kedalam kantor polisi itu setelah sebelum nya Jimmy membuat laporan terlebih dahulu.


Semakin lama berjalan, jantung Alyssa semakin berdenyut dengan ngilu.


Apalagi ketika tiba di ruang penjara yang bersusun susun rapi.


Sungguh, Alyssa tidak pernah menyangka jika dia akan bisa melihat tempat ini langsung. Dan bahkan yang berada didalam sini adalah kekasih nya sendiri.


Alyssa dan Jimmy duduk disebuah meja yang ada disebuah ruangan kosong. Meja untuk para tamu yang ingin menjenguk tahanan.


Hanya beberapa menit Alyssa menunggu, dan setelah itu, dia bisa melihat Zayden datang dengan wajah datar nya, namun terlihat kusut dan lelah.


Alyssa tertegun melihat penampilan Zayden sekarang. Penampilan nya yang memakai pakaian tahanan bewarna oranye, rambut halus yang sudah mulai tumbuh dirahang tegas nya. Sangat jauh berbeda dengan Zayden saat terakhir kali mereka bertemu.


Alyssa langsung beranjak saat polisi yang membawa Zayden keluar dari ruangan itu. Dan tanpa malu pada Jimmy Alyssa langsung memeluk Zayden dengan erat.


Tubuh Zayden mematung, dia memejamkan matanya merasakan kehangatan Alyssa. Kehangatan yang membuat rasa rindu nya menguar keluar.


"Aku rindu mas" ucap Alyssa.


Zayden masih diam dan semakin mengeratkan pelukan nya pada Alyssa.

__ADS_1


"Kenapa gak ngasih kabar seminggu ini?" tanya Alyssa lagi.


"Aku kan gak pegang ponsel sayang" jawab Zayden seraya mencium pucuk kepala Alyssa.


Alyssa tertawa kecil dan mendongak memandang Zayden.


"Kak Jimmy kan ada" ucap Alyssa seraya memandang Jimmy yang kini mengarahkan tubuhnya ke pintu keluar. Dia sama sekali tidak ingin memandang kedua pasangan ini. Dia sedih, dan bahkan rasanya Jimmy yang ingin menangis disaat Zayden dan Alyssa berpura pura untuk tersenyum.


"Jimmy cukup sibuk, dia yang mengurus perusahaan sekarang" jawab Zayden.


Alyssa kembali menoleh pada Zayden, mengusap wajah tampan itu dengan lembut.


"Pasti gak enak dikurung didalam kan" ucap Alyssa


Zayden tersenyum dan menggeleng.


"Enak kok, aku tidak lagi perlu bekerja, tidak perlu lagi kesana kemari. Hanya duduk diam, dan dikasih makanan" jawab Zayden


Alyssa tertawa dan kembali memeluk Zayden. Bukan hanya ingin memeluk, tapi karena menyembunyikan air mata yang mulai menetes dan tidak bisa lagi dia tahan.


Sungguh Alyssa tidak sanggup jika melihat Zayden yang seperti ini. Hatinya benar benar sakit dan tidak tega.


"Jangan menangis" bisik Zayden. Meski matanya juga sudah berair sekarang.


Dan sungguh, Alyssa tidak bisa untuk tidak menangis, dia semakin mengeratkan pelukan nya dan menangis tertahan dibalik dada Zayden.


Alyssa langsung mengangguk, dan hanya Isak tangis nya yang terdengar.


"Meskipun lama?" tanya Zayden lagi.


"Sampai kapanpun aku akan tetap nunggu mas. Mas jangan khawatir" jawab Alyssa, suara nya terdengar serak dan dalam.


"Aku sangat berharap pada kamu Sya" gumam Zayden yang kini mencium pucuk kepala Alyssa. Sangat lama dan begitu dalam. Seolah dia ingin meluahkan segala perasaan dan beban yang dia rasakan.


Alyssa melepaskan pelukan nya dari Zayden. Dia mendongak dan memandang wajah Zayden yang juga terlihat menahan tangis nya.


"Mas... semua nya udah aku berikan sama mas. Bagaimana mungkin aku gak akan nunggu mas. Sampai kapanpun aku hanya akan menikah sama mas" ungkap Alyssa dengan begitu yakin.


Zayden mengusap lembut wajah Alyssa.


"Aku cinta kamu Sya, sangat mencintai kamu" ucap Zayden yang kembali memeluk Alyssa


"Aku juga cinta sama mas" jawab Alyssa yang kembali menangis.


"Kenapa kamu menangis lagi. Aku udah bilang kan, kalau aku gak apa apa disini. Disini enak" jawab Zayden.

__ADS_1


Alyssa menggeleng.


"Bukan nangis karena itu kok" jawab Alyssa yang menjauh dari Zayden seraya mengusap air matanya yang tidak ingin berhenti.


"Jadi kenapa?" tanya Zayden yang juga mengusap wajah Alyssa.


"Aku nangis karena sedih lihat penampilan mas. Mas udah jelek sekarang. Apa gak ada baju lain yang lebih bagus. Baju ini jelek banget" ungkap Alyssa seraya menarik narik baju tahanan Zayden.


Zayden langsung tertawa mendengar itu, dia mengusap gemas pucuk kepala Alyssa.


"Ini baju terbaik disini sayang" jawab Zayden.


Alyssa mengerucutkan bibirnya memandang Zayden.


"Nanti aku bawain baju yang lebih bagus ya. Aku udah gajian semalam" ucap Alyssa


Zayden kembali terkekeh dan mengangguk, dia kembali memeluk Alyssa.


"Kalau kerja jangan capek capek ya. Aku gak ada, gak ada lagi yang bisa antar jemput kamu. Jimmy juga bakalan sibuk diperusahaan" ujar Zayden.


"Iya, tapi aku masih boleh jenguk mas kalau rindu kan" kata Alyssa seraya mendongak memandang Zayden.


"Boleh sayang, tapi jangan sering sering. Sebulan sekali aja ya" pinta Zayden.


"Kenapa lama banget" protes Alyssa


"Biar rindu nya menumpuk" jawab Zayden


Alyssa kembali merebahkan kepala nya di dada Zayden. Bukan hanya rindu yang menumpuk, tapi karena menjaga hati agar tidak tersakiti melihat keadaan nya. Begitulah yang sebenarnya Zayden rasakan.


hiks hiks


Tiba tiba Zayden dan Alyssa terkesiap saat mendengar suara Isak tangis seseorang.


Zayden dan Alyssa langsung melepaskan pelukan mereka dan menoleh pada Jimmy yang terlihat bergetar bahu nya.


"Kak Jimmy..." panggil Alyssa.


Namun Jimmy masih diam dan hanya terdengar Isak tangis nya saja.


"Kenapa kamu yang menangis?" tanya Zayden pula.


"Kenapa kalian malah sok berlagak kuat, saya sungguh tidak sanggup melihat pemandangan ini" ucap Jimmy tanpa berbalik memandang Alyssa dan Zayden.


Alyssa meringis getir melihat Jimmy, bahkan dia langsung saling pandang dengan Zayden.

__ADS_1


Mereka sudah sama sama berusaha untuk menahan hati, tapi kenapa malah Jimmy yang tidak bisa menahan. Padahal tadi dia yang meminta Alyssa untuk kuat, tapi sekarang malah dia yang tidak bisa menahan perasaan.


Benar benar menjengkelkan!


__ADS_2