Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Pertengkaran


__ADS_3

Mata Anabella memandang tajam pada Alyssa yang masih berada dibelakang punggung Zayden. Bahkan sejak tadi tangan Zayden sama sekali tidak melepaskan tangan Alyssa. Dan itu sungguh benar benar membuat Anabella menggeram.


"Dia siapa mas?" tanya Alyssa yang hanya terdengar seperti bisikan saja. Namun Anabella masih bisa mendengar nya.


"Aku calon tunangan nya, siapa kamu berani berani nya mendekati calon tunangan ku?" seru Anabella pada Alyssa


Alyssa tertegun mendengar itu. Dia langsung memperhatikan Anabella dengan lekat. Gadis cantik dengan penampilan yang benar benar sempurna.


Sedangkan Zayden langsung mengedarkan pandangan mata nya kesegala arah. Dimana orang orang yang masih berada disana nampak memperhatikan mereka dengan pandangan terkejut.


Tidak bisa dibiarkan. Dia dan Anabella adalah sosok yang dikenal banyak orang. Dan jika berita ini sampai tersebar ke media, makan habislah sudah. Masalah pasti akan semakin bertambah rumit.


"Bella jaga bicaramu. Aku sudah membatalkan pertunangan kita" ucap Zayden.


"Itu keputusan sepihak dari mu Zay, pertunangan itu tetap akan dilangsungkan" seru Anabella lagi. Bahkan wajahnya semakin terlihat memerah menahan amarah. Apalagi melihat Zayden yang seperti begitu melindungi Alyssa.


"Terserah, tapi aku memang sudah tidak ingin" ucap Zayden.


"Kita pergi Sya" ajak Zayden, yang langsung menarik tangan Alyssa.


"Zayden! kamu tidak bisa pergi begitu saja. Jelaskan padaku dulu siapa gadis ini!" teriak Anabella seraya menarik tangan Alyssa dengan kuat. Membuat Alyssa langsung meringis dan memandang Anabella dengan ngerih.


"Lepaskan tangan mu itu Bella" bentak Zayden seraya menghempaskan tangan Anabella dari lengan Alyssa


Alyssa langsung terlonjak kaget mendengar suara bentakan itu. Apalagi orang orang disana.


"Aku tidak terima, lihat lah dia. Kamu bahkan lebih memilih dia yang hanya gadis gembel ini dari pada aku. Kamu menghinaku Zay!" teriak Anabella begitu menggebu.


Alyssa langsung memperhatikan sekeliling nya dimana orang orang mulai mengambil gambar mereka.


Alyssa langsung bersembunyi disebalik lengan Zayden lagi. Dia benar benar malu sekarang.


"Jaga bicara mu itu Bella" geram Zayden.


"Kamu tidak berhak menghina nya. Dia kekasih ku dan aku memilih nya" tambah Zayden lagi. Bahkan rahangnya sudah nampak mengeras menahan amarah. Dia benar benar tidak terima Bella menghina Alyssa seperti itu.


Anabella tersenyum sinis dan menggeleng.


"Aku tidak terima" gumam Anabella dengan gelengan kepala nya seraya memandang Alyssa dengan penuh benci. Apalagi dengan penampilan Alyssa yang sangat jauh dari kata modis.

__ADS_1


"Mas.. udah, malu dilihatin orang" bisik Alyssa


Zayden langsung menarik nafasnya dalam dalam dan langsung memandang orang orang yang ada disana. Orang orang itu tampak sudah mengambil gambar pertengkaran mereka.


"Heh, malu katamu! seharusnya kamu yang malu karena sudah berani menghancurkan hubungan kami. Dasar gembel tidak tahu diri kau!!" tuding Anabella dengan begitu geram.


"Bella!" bentak Zayden lagi.


Namun Alyssa dengan cepat langsung menarik lengan Zayden.


"Udah mas. Kita pergi" ajak Alyssa. Dia benar benar tidak ingin membuat kerusuhan disini.


"Cih, aku tidak terima dengan penghinaan ini Zay." ucap Anabella.


"Ayo mas" ajak Alyssa lagi.


Zayden langsung melengos dan menarik tangan Alyssa, namun sebelum itu dia langsung memandang orang orang yang masih menonton mereka.


"Jika ada satu gambar pun yang tersebar, kalian semua akan menerima akibatnya" ucap Zayden dengan suara nya yang begitu tegas dan lantang. Membuat orang orang disana langsung tertunduk takut. Mereka kenal siapa itu tuan muda Emanuel.


Dan bukan hanya orang orang itu, tapi Alyssa juga begitu takut melihat Zayden yang seperti orang lain sekarang.


Sementara Anabella masih mematung memandang kepergian Zayden dan Alyssa. Dia benar benar tidak menyangka , jika gadis yang menjadi kekasih Zayden adalah Alyssa. Gadis yang sama sekali tidak ada kelebihan apapun. Bahkan bisa Anabella lihat, jika dari penampilan nya saja, sudah dipastikan jika Alyssa bukan dari dikalangan berada. Namun dari status sosial yang jauh dibawah mereka.


Dan itu yang menjadi pengganti nya?


Yang menyebabkan Zayden membatalkan pertunangan ini?


Anabella langsung tersenyum sinis dan menggeleng.


"Tidak akan aku biarkan kamu mencoreng nama baikku hanya karena gadis miskin itu Zay. Tidak akan aku biarkan" geram Anabella.


....


Sementara saat ini, Zayden dan Alyssa sudah berada disebuah taman kota tidak jauh dari pusat perbelanjaan itu berada.


Mereka masih terdiam beberapa saat hingga Alyssa langsung menoleh pada Zayden yang terlihat masih begitu kesal. Dia tidak menyangka jika Zayden yang dia kenal lembut dan tenang bisa semarah itu tadi, bahkan orang orang yang ada disana terkena imbas nya juga.


"Mas..." panggil Alyssa dengan pelan.

__ADS_1


Zayden langsung menoleh pada Alyssa dan mencoba untuk tersenyum, meski hatinya masih benar benar kesal dengan perkataan Anabella yang merendahkan Alyssa didepan publik seperti itu.


"Aku gak apa apa kok. Jangan marah lagi." ucap Alyssa.


Zayden menghela nafas nya sejenak dan menggeleng pelan.


"Aku hanya tidak suka melihat dia yang merendahkan kamu seperti itu" jawab Zayden.


Alyssa tertunduk dengan helaan nafas yang berat.


"Wajar dia bilang begitu" ucap Alyssa, membuat Zayden langsung memandang kearah nya.


"Dia marah, karena calon tunangan nya membatalkan pertunangan gitu aja. Dan sekarang dia malah lihat kita berduaan. Siapa yang gak marah. Mungkin kalau aku jadi dia, aku juga pasti marah dan sakit hati" ungkap Alyssa.


"Sya... tapi perkataan nya udah benar benar kelewatan. Aku gak suka siapapun ngerendahin kamu begitu" sahut Zayden.


Alyssa tersenyum memandang Zayden.


Dia tahu itu. Dia tahu Zayden marah karena perkataan Anabella yang terdengar menyakitkan. Tapi bukan kah perkataan nya itu benar. Alyssa memang gadis kampung yang sudah berani menyukai Zayden.


"Sudah lah jangan difikirkan, aku gak apa apa. Aku udah biasa dengar orang ngomong begitu" ucap Alyssa


Zayden menghela nafasnya kembali dan langsung menarik Alyssa kedalam pelukan nya.


"Sekarang yang perlu difikirkan, bagaimana cara kita menghadapi masalah ini mas. Cuma itu" ujar Alyssa seraya mendongak memandang Zayden.


Zayden mengangguk pelan, dan mengecup sekilas dahi Alyssa.


"Iya. Kamu sabar ya. Aku pasti akan cari cara yang terbaik. Sekarang kamu sudah tahu bagaimana rupa Anabella. Dan jika kamu bertemu dia lagi nanti, kamu menghindar saja. Dia tidak bisa dilawan, apalagi orang tua nya" ujar Zayden.


"Iya mas.. aku ngerti" jawab Alyssa.


Meski perasaan nya benar benar getir sekarang. Lihatlah, bahkan yang menjadi saingan nya adalah gadis secantik itu. Wajah dan penampilan yang benar benar sempurna tanpa cela. Cantik, anggun, seksi, bersinar, dan tentunya kaya.....


Ah Alyssa sampai tidak bisa berkata kata lagi.


Terasa sulit sekali jika hanya dibandingkan dia yang hanya seorang gadis kampung.


Apa mungkin?

__ADS_1


__ADS_2