Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Meminta Izin


__ADS_3

Kehamilan yang mendadak ini membuat Alyssa benar benar masih tidak menyangka. Bahkan dia benar benar bingung bagaimana dia harus menghadapi hari kedepan nya nanti. Hidup dengan perut yang semakin hari akan semakin besar. Tanpa suami dan tanpa orang tua.


Menyedihkan bukan ..


Meski Zayden berkata jika dia akan menikahi Alyssa dalam waktu dekat ini, tapi tetap saja, mereka juga tidak akan bisa bersama.


Yah, Alyssa masih harus menunggu Zayden untuk waktu yang lama.


Menunggu bersama dengan buah hatinya yang sudah hadir untuk menemani hari hari terberat nya.


Alyssa berkata dia sanggup. Berkata jika dia kuat, dan berkata jika dia pasti bisa. Namun kenyataan nya, keraguan itu masih saja tetap ada dihatinya. Dia ragu, apa dia bisa? apa dia mampu?


Tapi kenyataan yang menyakitkan ini menamparnya tanpa henti. Dia memang masih harus berjuang untuk meraih restu tuan besar. Dia masih harus mengembalikan nama baik Zayden dan keluarga nya dengan pencapaian dirinya sendiri.


Jalan sudah terbuka, dan Alyssa harus sanggup untuk menjalani nya.


Hamil, seharusnya bukan penghalang untuk dia bisa sukses dengan usahanya sendiri.


Alyssa menunduk, mengusap perut nya yang masih rata, namun sudah sedikit keras dibagian bawah. Sungguh, tidak pernah Alyssa bayangkan jika dia akan hamil di usia yang semuda ini.


"Kita harus kuat ya sayang. Bantu ibu untuk berjuang. Supaya kita bisa hidup bersama ayah kamu" gumam Alyssa dengan begitu pelan.


Namun gumaman nya itu ternyata sudah terdengar ditelinga Bu Imah yang ada disebalik dinding. Pintu kamar Alyssa tidak ditutup, jadi Bu Imah bisa mendengar jelas gumaman Alyssa itu.


Ya, Bu Imah benar benar terkejut ketika mengetahui jika Alyssa hamil. Dia memang sudah curiga sejak awal, tapi saat mengetahui kebenaran ini, tetap saja membuat dia tidak menyangka.


Jimmy sudah menceritakan kejadian yang sebenarnya pada Bu Imah. Dan Bu Imah memaklumi itu. Dia hanya berharap jika Alyssa dan Zayden segera menikah secepatnya demi anak yang dikandung itu.


Bu Imah menghela nafasnya sejenak dan langsung mengetuk pintu kamar Alyssa.


"Non... taksi nya udah nunggu didepan tuh" ucap Bu Imah, ditangan nya membawa segelas susu untuk Alyssa


Alyssa tersenyum dan mengangguk. Dia meraih tas yang ada dimeja dan segera keluar dari kamar nya.


Hari ini dia akan kerestauran Denue untuk tanda tangan kontrak pekerjaan. Alyssa pergi sendiri kesana dengan taksi. Jimmy tidak bisa mengantar nya karena dia ingin kerumah utama untuk menemui tuan besar.


"Minum dulu susu nya ya. Tadi ibu lupa buatin susu ini" ujar Bu Imah.


"Gak perlu repot repot Bu. Biasa nya juga aku minum teh" jawab Alyssa seraya mengambil gelas susu dari tangan Bu Minah.


Bu Imah tersenyum dan menggeleng.


"Mulai sekarang harus rajin minum susu. Biar janin nya kuat dan non juga gak gampang sakit" ujar Bu Imah.


Alyssa langsung tersenyum mendengar itu. Dia bahkan mengusap perut nya sekilas dan kembali memandang Bu Imah.


"Makasih ya Bu. Ibu udah perhatian sama aku. Aku gak tahu jadi nya kayak apa kalau gak ada ibu disini" ucap Alyssa dengan mata yang kembali berkaca kaca.

__ADS_1


"Non jangan sedih. Anggap aja ibu sebagai pengganti ibu non disini. Ibu juga senang Lo dengar non hamil anak tuan muda" jawab Bu Imah dengan tawa kecil nya. Membuat Alyssa mendengus senyum dan mengangguk.


"Ibu gak benci aku kan?" tanya Alyssa dengan nada sendu nya.


Bu Imah segera menggeleng dan mengusap bahu Alyssa dengan lembut.


"Benci kenapa. Non fikiran nya jauh banget. Ibu tahu kalau kejadian itu juga bukan karena kemauan kalian. Kalian melakukan itu karena terpaksa kan. Jadi hadir nya bayi ini, mungkin aja bisa mendekatkan hubungan kalian nanti nya" jawab Bu Imah


"Ibu doain kami ya. Aku berharap banget tuan besar mau menerima bayi ini sebagai cicitnya. Dan gak ngelarang mas Zayden untuk nikahin aku" ucap Alyssa. Dia benar benar risau jika mengenangkan hal itu.


"Ibu pasti doain non kok. Ibu selalu doain kebaikan untuk kalian. Tuan besar gak akan sekejam itu sama cucunya sendiri. Ibu yakin, dia pasti bakalan Nerima" jawab Bu Imah


Alyssa mengangguk dengan pelan. Hatinya benar benar ragu dan takut.


Dia sangat berharap jika tuan Juanda tidak akan melarang Zayden untuk menikahi nya.


Sudah cukup dia berjuang dengan rasa lelah dan keringat. Dan harus dengan membawa anak nya ini untuk ikut bersama nya berjuang merubah nasib. Belum lagi mereka yang harus berpisah dengan Zayden.


Ya tuhan ..


semoga tuan besar mau menerima mereka dan tidak menambahi beban Alyssa lagi.


...


Sementara di rumah utama keluarga Zega.


Sekarang dia sudah bisa bergerak dan mulai beraktivitas kembali. Namun pagi ini, waktu bersantai nya kembali di ganggu oleh Jimmy.


"Maafkan saya tuan. Tapi ada hal yang penting yang ingin saya sampaikan pada tuan" ucap Jimmy dengan kepala yang tertunduk. Menahan takut, menahan gugup dan menahan rasa gemetar dikaki nya.


Berhadapan dengan tuan besar rasanya selalu bisa membuat nyali nya menciut saja.


"Masih berani kau muncul dihadapan ku setelah kau menghilang dari perusahaan selama dua hari ini" tanya tuan Juanda dengan nada yang sangat dingin.


Jimmy langsung meneguk Saliva nya yang terasa begitu mencekat di kerongkongan nya.


"Maaf tuan. Tapi saya punya alasan untuk itu" jawab Jimmy


"Jika kau sudah tidak mau lagi bekerja. Aku akan mencarikan orang lain sebagai pengganti mu" ucap tuan Juanda


"Ja... jangan ..tuan. Maafkan saya. Saya tidak akan mengulangi nya lagi. Hanya saja..."


"Pergi" usir tuan Juanda yang langsung menghentikan perkataan Jimmy. Dia terlihat kesal dengan asisten Zayden ini. Mereka sama saja. Sama sama hanya mementingkan gadis kampung itu dari pada kepentingan yang lebih penting.


"Tapi tuan" Jimmy benar benar masih ingin berbicara sekarang.


"Kau tidak dengar apa yang di katakan tuan besar" sahut pak Pong dengan nada bicara yang terdengar dalam dan sama dingin nya dengan tuan Juanda. Membuat kaki Jimmy semakin bergetar saja.

__ADS_1


Ya tuhan...


Kenapa dia bisa berada didalam keluarga yang seperti ini.???


"Jimmy" panggil pak Pong lagi.


Jimmy terkesiap. Dia menarik nafasnya dalam dalam dan memberanikan diri untuk memandang tuan Juanda. Dia harus mengungkapkan semua nya. Apapun yang akan terjadi nanti, Jimmy tidak perduli. Dia hanya ingin kebahagiaan untuk tuan muda nya dan juga untuk adik kecilnya.


"Alyssa hamil anak tuan Zayden tuan" ucap Jimmy dengan cepat.


prank


Gelas yang ada ditangan tuan Juanda langsung terlepas dari tangan nya. Membuat pak Pong dengan sigap menjauhkan gelas itu dan membersihkan tumpahan air itu.


Tuan Juanda memandang Jimmy dengan lekat dan dengan wajah yang begitu terkejut.


"Apa kau bilang" tanya tuan Juanda lagi.


"Alyssa mengandung anak tuan Zayden" jawab Jimmy.


Tuan Juanda menggeleng dan mendengus geram.


"Apa kau kira aku akan percaya" ucap tuan Juanda yang langsung beranjak dari kursi nya.


Jimmy masih memandang tuan Juanda dengan lekat.


"Obat perangsang yang ditaruh diminuman tuan Zayden oleh Anabella dan tuan Alex begitu kuat. Hingga tidak ada obat penawar yang bisa menetralkan obat itu didalam tubuh tuan Zayden. Hingga mau tidak mau jalan nya hanya dua. Tuan Zayden yang terkena gagal jantung, atau dia yang harus melakukan hubungan itu untuk melampiaskan hasratnya" ungkap Jimmy dengan berani, meski nada suaranya terdengar bergetar.


"Dan Alyssa tidak rela jika tuan muda melakukan itu dengan wanita diluar, hingga dia mengorbankan dirinya malam itu untuk tuan Zayden" ungkap Jimmy lagi.


Tuan Juanda mematung, namun sedetik kemudian dia langsung berjalan dan ingin meninggalkan Jimmy .


"Tuan... saya kemari untuk meminta izin pada anda, jika tuan Zayden akan menikahi Alyssa" ucap Jimmy seraya terus memandangi kepergian tuan Juanda..


Namun karena perkataan Jimmy itu, langkah kaki tuan Juanda langsung terhenti. Tapi dia sama sekali tidak ingin menoleh kebelakang.


"Apa kalian kira aku akan perduli. Kalian memang hanya bisa mencoreng nama baik ku saja" ucap tuan Juanda.


"Tuan... Alyssa saat ini sedang berjuang untuk mendapatkan restu anda. Dia sedang berjuang untuk memperbaiki kehidupan nya. Tuan bisa lihat sendiri bukan jika dia sudah memenangkan perlombaan itu. Dan dari sanalah dia ingin memperbaiki semua nya. Cita citanya begitu tulus. Saya harap tuan bisa membuka mata tuan sedikit" ungkap Jimmy.


"Aku tidak perduli" jawab tuan Juanda yang kembali melangkahkan kakinya.


"Tuan... maafkan saya. Saya akan tetap menikahkan tuan Zayden dan juga Alyssa. Bayi yang dikandung Alyssa tidak berdosa. Dia cicit anda juga tuan" seru Jimmy.


Mendengar kata cicit membuat tuan Juanda mematung. Namun hanya sejenak, dan setelah itu dia langsung pergi meninggalkan Jimmy yang langsung jatuh terduduk dengan lemas diatas kursi.


Kenapa hati tuan besar ini begitu keras seperti batu. Kenapa dia tidak bisa melihat kesedihan dihati cucunya sendiri?????

__ADS_1


__ADS_2