
Dan setelah hari itu...
Hubungan Zayden dan Alyssa semakin dekat. Mereka semakin larut dan terbuai dengan perasaan cinta mereka masing masing. Bahkan sekarang, mereka sudah seperti pasangan kekasih pada umumnya. Yang saling memberi dan saling menerima.
Dua Minggu berlalu sejak tertangkap nya Gery. Alyssa sudah mulai bisa tenang, dan bahkan sedikit demi sedikit dia sudah mulai melupakan kejadian mengerihkan itu. Meskipun terkadang dia masih saja takut jika bepergian sendiri.
Alyssa juga sudah bekerja seperti biasa. Dari pagi hingga sore hari. Dan disore harinya, sering kali Zayden yang menjemput, namun jika dia sibuk, maka Jimmy yang akan menggantikan nya.
Zayden tidak pernah lagi membiarkan Alyssa pulang dan pergi sendiri. Bahkan setiap pagi dia selalu menjemput Alyssa, karena memang perusahaan Zega dan restauran tempat Alyssa bekerja, searah.
Seperti sore ini, Alyssa baru saja selesai menyelesaikan pekerjaan nya. Dia juga sudah berganti pakaian dan bersiap siap untuk pulang.
"Sha, ayang udah jemput tuh" seru Cici yang hanya menilik Alyssa dari balik pintu ruang ganti.
"Oke, udah siap kok" jawab Alyssa.
Dia segera meraih tasnya dan berjalan dengan semangat keluar dari resto.
"Besok siap siap ya, kamu harus dandan yang cantik untuk nyambut bos besar" ungkap Cici seraya menyamai langkah Alyssa keluar.
"Kenapa harus dandan. Kayak sama siapa aja deh" protes Alyssa
"Ish kamu ini. Setidaknya bersikaplah yang baik, paling enggak dengan penampilan yang menarik. Supaya bos besar bisa betah lama lama disini" ujar Cici.
"Mana bisa lah dia dandan yang menarik. Bos besar juga gak bakalan ngelihat dia. Cuma gadis kampung yang beruntung aja bisa kerja Disni" sahut Teya tiba tiba. Salah satu karyawan dibagian kasir. Dia tangan kanan menejer restauran. Teya sangat tidak menyukai Alyssa sejak pertama kali Alyssa datang. Apalagi saat tahu jika Alyssa yang diminta Grace untuk melayani dan menyambut bos besar besok.
"Apaan sih, walaupun cuma karena beruntung, tapi kenerja dia juga udah sama kayak kita yang senior" ucap Cici yang tidak suka melihat Teya. Setiap hari gadis ini selalu saja mencari masalah.
"Udah lah, aku juga gak minta buat ketemu bos besar. Yang penting aku gak mengecewakan Bu Grace dan buat nama restauran ini jelek" sahut Alyssa.
"Munafik banget kamu. Lihat aja besok, setelah ngelihat gimana bos besar dan semua staff nya, aku yakin kamu bakalan lebih parah dari karyawan yang lain" balas Teya dengan kesal.
Namun Alyssa hanya mengendikan bahunya saja. Dia bahkan langsung berjalan keluar dan mengabaikan Teya yang memandang nya penuh kesal dan iri.
Sejak beberapa hari yang lalu, semua karyawan selalu saja mempeributkan tentang kehadiran bos besar. Memang nya seperti apa rupa CEO perusahaan Zega itu.
Bagi Alyssa, lelaki yang paling tampan dan mempesona didunia ini kan cuma Zayden nya. Bukan tuan Emanuel itu.
Yang hanya bisa dipandang, namun tidak bisa digapai.
Untuk apa...
Sedangkan Zayden....
Alyssa sudah memiliki hatinya sekarang...
Dan itu sudah cukup untuk nya. Dia tidak ingin siapapun selain........
"Mas... Zayden" sapa Alyssa yang langsung berlari mendekati Zayden yang sudah siap diatas motor besar nya. Motor yang menjadi tunggangan Zayden sekarang.
Ya, Alyssa belum tahu siapa dia yang sebenarnya.
"Udah selesai kan?" tanya Zayden
__ADS_1
Alyssa mengangguk dengan cepat dan langsung naik keatas motor.
"Udah nunggu lama mas?" tanya Alyssa seraya meraih helm dari tangan Zayden.
"Belum kok. Aku kira malah telat jemput kamu" ucap Zayden seraya menoleh kearah Alyssa.
Alyssa tertawa dan menggeleng
"Enggak, aku abis cerita dulu sama anak anak tadi" Jawab Alyssa.
"Duh, semangat banget yang dijemput ayang. Sampai aku ditinggalin didalem sama Mak lampir" gerutu Cici yang ternyata sudah menyusul Alyssa kedepan restauran, dimana motor nya juga sudah ada disana.
Alyssa tertawa dan memandang Cici dengan lucu.
"Maaf Ci, lupa. Males banget kalau ngeladeni dia lama lama. Sakit kuping aku" jawab Alyssa.
"Siapa memang nya?" tanya Zayden.
"Temen kerja mas" jawab Alyssa.
Cici langsung terkesiap, dia memandang Zayden dengan lekat. Dia seperti pernah dengar suara ini. Tapi dimana ya...
Benar benar tidak asing suara nya.
Dan lagi, sudah selama ini Alyssa dan Zayden berhubungan, tapi sampai sekarang, bahkan tidak ada yang tahu bagaimana wajah kekasih Alyssa ini. Zayden datang pasti selalu tidak pernah membuka helm dan maskernya. Semua wajahnya tertutup.
Apa dia begitu tampan?
Atau jelek?
Suara siapa ya,
"Hei Ci" seruan Alyssa membuat Cici terkesiap kaget. Dia langsung memandang Alyssa dengan canggung.
"Kok malah ngelamun. Kami duluan ya. Udah sore, kamu hati hati ya" ujar Alyssa
Cici tersenyum getir dan mengangguk.
Dia melambaikan tangan nya pada Alyssa yang sudah dibawa Zayden pergi.
Siapa sebenarnya kekasih Alyssa ini??
Suara nya benar benar mirip seperti....
astaga...
Tidak mungkin orang itu kan???????
...
Zayden melajukan motor nya dengan kecepatan tinggi, meliuk liuk memotong pengguna jalan yang lain.
Dia tersenyum saat Alyssa semakin mengeratkan pelukan diperut nya.
__ADS_1
Rasanya nyaman sekali.
Tapi semakin kesini, Zayden semakin gundah. Dia bingung bagaimana dia akan memberitahukan tentang identitas nya yang sebenarnya pada Alyssa.
Zayden benar benar takut jika Alyssa akan marah dan malah memilih untuk pergi. Karena Zayden tahu bagaimana Alyssa. Gadis ini adalah gadis yang bukan penggila harta. Dia gadis sederhana yang tahu batasan.
Bagaimana jika Alyssa tahu kalau batasan diantara mereka begitu tinggi.
Apa dia akan tetap bersama Zayden dan memperjuangkan semua nya?? semua yang tidak akan mudah untuk digapai.
"Mas..." panggilan Alyssa membuat Zayden sedikit terkesiap.
"Mas melamun?" tanya Alyssa.
"Enggak kok, cuma lagi fokus aja" seru Zayden dari depan.
"Kita mau kemana?" tanya Alyssa
"Ketempat yang indah. Kamu pasti suka" jawab Zayden.
Alyssa hanya mengangguk dan kembali memeluk Zayden dari belakang.
Hingga Zayden kembali melajukan motor nya dengan kecepatan tinggi.
Dan saat hari sudah gelap, mereka tiba disebuah pinggir danau. Yang memang tempat itu adalah tempat wisata seperti taman yang baru saja selesai dibangun.
"Wah indah sekali" gumam Alyssa seraya turun dari motor dan melepaskan helm nya.
"Kamu suka?" tanya Zayden.
Alyssa mengangguk dengan cepat dan berjalan sedikit ketepian danau. Dimana lampu lampu taman yang sudah hidup semakin menambah suasana menjadi sangat indah dan menenangkan.
Apalagi saat itu orang orang sudah mulai sepi.
Zayden melepaskan helm nya dan langsung berjalan menuju tempat Alyssa.
Berdiri disamping Alyssa seraya meraih tangan Alyssa dan menggenggam nya dengan lembut.
"Sha..." panggil Zayden
"Ya" sahut Alyssa yang langsung menoleh kearah Zayden.
"Kalau aku beri tahu sesuatu, kamu mau dengar?" tanya Zayden.
"Tentu" jawab Alyssa
"Tapi setelah aku beri tahu, kamu jangan berubah ya" pinta Zayden.
Alyssa mengenyit, memandang Zayden dengan heran.
"Memang nya ada apa?" tanya Alyssa pula.
"Berjanjilah terlebih dulu. Jika aku beritahukan sesuatu, kamu tidak akan pergi. Kamu harus janji untuk tetap mau berjuang bersamaku" kata Zayden lagi.
__ADS_1
Alyssa terdiam, dia tidak tahu apa yang dimaksud oleh Zayden.
Memang nya Zayden mau memberi tahu tentang apa????.