
"Ke pasar yuk! " Ajak Robby saat mereka di jalan pulang.
"Buat apaan? " Tanya Bob agak enggan.
"Katanya mau perayaan karena menemukan dompetku. Mau nggak?"
Bob cepat mengangguk. " Iya, deh"
Hari ini bukanlah hari pasar desa, mereka hanya bisa pergi ke pasar sore yang terletak lahan yang berbatasan desa kota tua dengan desa tetangga.
"Kita beli apa, nih?" Bob memarkir motor bututnya dengan cepat.
" Kita beli ikan... "
" Lha... kita kan punya" Ucap Bob.
" Itu nggak cukup" Sela Robby cepat. "Kita mau pesta ikan bakar"
Mendengar makanan favoritnya, Bob mengangguk setuju dengan cepat.
" Beli buah, sayur, cemilan" Robby kemudian menyebut serentetan barang.
" Ayo, kita belanja sekarang"
keduanya bergabung dalam keramaian untuk menemukan barang yang mereka inginkan. Bob berjalan di depan, menjadi pelobi penjual dengan Robby, si pembeli. Bob memiliki kemampuan menawar yang sangat baik. Elle saja mengakui kemampuan Bob itu.
" Kalau mau beli barang di pasar, kamu perginya sama Bob, dia itu jago kalau urusan tawar menawar barang. Emak-emak saja kalah lho kalau Bob udah beraksi" kata Elle hari itu, mengingatkan Robby bila ingin berbelanja.
__ADS_1
Hari ini Robby membuktikan kata-kata Elle itu. Cara tawar menawar Bob memang jitu. Dia tidak akan dirugikan oleh pedagang nakal.
Tidak terasa mereka berhasil memboyong setumpuk barang. Takut mereka melewatkan waktu makan siang, mereka bergegas kembali.
"Aduh, gimana ngaturnya, ya? " Bob terlihat kebingungan dia melihat bolak balik melihat antara tumpukan barang dan motor butut Elle.
" Ini bisa muat nggak sih?" Tanya ragu.
" Bisa" Robby menjawab dengan optimis. Dia mulai mengatur barang-barang diikuti pandangan Bob yang mengawasi.
" Motornya baik-baik aja kan?" Bob bertanya dengan ekspresi ngeri.
"Tenang aja" ucap Robby melambai santai.
" Hati-hati lho Robby, motor ini nyawa nya Elle lho" Bob mengingatkan.
Robby tidak menghiraukan ocehan Bob dan terus mengatur barang-barang.
" Nah, beres! " Seru Robby. Dia menatap bangga pada karyanya itu.
" Muat kan?! "
" Iya sih" Bob malas mengakui keberhasilan temannya itu. A
" Kita belum naik, nih. apa baik-baik saja nanti? " Bob masih ragu.
" Ayo... ah, daripada ragu mulu" Robby menarik Bob untuk naik ke motor.
__ADS_1
" Bisa nggak motor kalian minggir dulu" Celetuk satu suara menegur keduanya.
" Baik. Kami akan memindahkan motor kami" Sahut Bob cepat tidak mau membuat masalah. Dia mendorong motor dengan tergesa-gesa.
Bip!
Orang itu menekan remote mobilnya.
Bob mendongak dan terperangah, matanya menangkap sosok yang dikenalnya.
" Ricky?! " Seru Bob dengan wajah berbinar.
" Cepatlah! " Orang itu tidak menanggapi panggilan Bob malah memperlihatkan ekspresi tidak sabar.
Robby cepat menarik Bob yang jengah dan mengambil alih motor, menepikannya dengan cepat, memberi jalan orang itu untuk mengeluarkan mobilnya dan melaju pergi.
" Cih! songong banget dia!' Bob mendengus kesal melihat kepergian mobil.
" Baru setahun juga tinggal di kota, pulang -pulang udah kayak orang penting aja. belagu!" Bob mengomel
" Siapa dia?! "
" Ricky. Mantan pacar Elle" Ucap Bob.
wajah Robby menjadi gelap mendengar penjelasan Bob.
" Bagaimana bisa Elle punya mata buruk memilih dia jadi pacarnya? " Robby tanpa sadar memberikan komentar buruk pada Ricky.
__ADS_1
" Ayo... pulang!!" Kata Bob cepat." Aku harus memberitahu Elle kalau mantannya yang sok itu telah kembali"