Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Kemana Jimmy???


__ADS_3

Alyssa menangis sesenggukan dalam dekapan Zayden. Dia benar benar tidak habis fikir jika ada ikan dengan harga semahal itu. Dua miliar, yang benar saja. Bahkan sekarang ikan semahal itu sudah berada didalam perutnya dan menjadi kotoran.


Astaga...


"Hei... sudah lah kenapa menangis terus?" Zayden mengusap wajah Alyssa yang sudah basah karena air matanya.


"Aku kesel mas.... ikan dua miliar malah aku makan. Seharusnya aku jual aja biar dapat uang banyak" jawab Alyssa. Wajahnya benar benar terlihat kesal. Dan itu membuat Zayden terkekeh lucu melihat nya. Bahkan dia langsung mencium pipi Alyssa dengan gemas.


"Masss .. iiiihh... orang lagi kesel juga malah diketawain" gerutu Alyssa


"Aku gemes banget sama kamu. Kayaknya anak kita mau balas dendam sama kakek buyutnya deh" ucap Zayden.


Alyssa langsung mengangguk dan mengusap wajahnya yang sembab.


"Iya kayak nya, dia nyusahin tuan besar terus mas. Tapi gak tahu kenapa, tuan besar malah ngasih terus meskipun dia galak" ungkap Alyssa.


"Itu berarti kakek sudah mulai menerima kamu sayang. Dia gak akan berbuat baik sama orang yang enggak dia suka" ucap Zayden.


"Beneran?" tanya Alyssa


Zayden langsung mengangguk dan tersenyum.


"Apa bukan karena anak yang aku kandung mas" tanya Alyssa seraya mengusap perutnya. Zayden juga mengusap perut Alyssa dengan lembut.


"Enggak, dia memang sudah menerima kamu. Apalagi jika kamu bisa meraih hatinya. Kakek pasti akan memberikan semua yang kamu mau" sahut Zayden.


Alyssa mengerucutkan bibirnya sekilas dan menggeleng pelan.


"Aku cuma mau sama mas. Gak mau yang lain" ungkap Alyssa terdengar begitu lirih.


Zayden langsung menarik Alyssa dalam dekapan nya, mencium pucuk kepala istrinya dengan lembut. Karena lagi lagi perkataan itu membuat hati Zayden teriris sedih. Sudah lebih dari dua bulan dia berada didalam sini, dan dua bulan juga dia sudah mengabaikan Alyssa. Rasanya benar benar sedih dan tidak bertanggung jawab karena membiarkan istrinya hamil sendiri dan berjuang sendiri dalam kehidupan nya. Sedangkan Zayden hanya makan dan tidur didalam sini. Sungguh, Zayden benar benar merasa bersalah.


Tapi mau bagaimana lagi, Zayden bahkan hanya bisa mengharapkan Jimmy saat ini. Tapi ... kemana Jimmy.


Zayden baru ingat...


"Doain aja semoga aku bisa cepat keluar ya sayang" pinta Zayden


Alyssa hanya mengangguk dan membalas pelukan Zayden.


Yang semakin dirasakan kehangatan nya semakin dia tidak ingin jauh dari Zayden.


"Kamu kemari dengan siapa jika tidak dengan Jimmy?" tanya Zayden.


Alyssa melepaskan pelukan Zayden dan menoleh kearah pintu, dimana Deni masih berdiri seperti patung didepan sana.


"Bersama mas Deni. tuh" tunjuk Alyssa


Zayden langsung menoleh kearah pintu. Matanya langsung mengernyit memandang siapa yang ada disana.


Bukankah itu Denizo, pengawal kepercayaan kakek nya?


Kenapa bisa bersama Alyssa. Seharusnya dia ada bersama kakek nya terus kan.


Apa itu berarti telah terjadi sesuatu pada Alyssa???

__ADS_1


"Sayang..." panggil Zayden. Wajahnya terlihat begitu serius memandang Alyssa. Dan itu membuat Alyssa menjadi heran.


"Kenapa?" tanya Alyssa.


"Apa telah terjadi sesuatu?" tanya Zayden.


Alyssa terdiam, Zayden belum tahu tentang dia yang masuk rumah sakit karena Anabella seminggu yang lalu kan. Apa jika Zayden tahu dia akan marah. Alyssa tidak ingin Zayden khawatir. Tapi....


"Sayang..." panggil Zayden lagi


"Gak ada terjadi apapun mas. Semua baik baik aja" jawab Alyssa


"Kamu berbohong" tuding Zayden.


Alyssa mengusap pelipis nya sejenak dan menggeleng pelan.


"Enggak" jawab Alyssa.


"Alyssa"


deg


Jika sudah mode serius begini sungguh Alyssa tidak berani lagi untuk berbohong.


Alyssa langsung tertunduk dan menghela nafasnya dengan pelan.


"Seminggu yang lalu aku masuk rumah sakit"


deg


"Anabella datang dan mencari keributan di restauran. Dia gak terima dengan perlakuan kita yang memanas manasi dia waktu itu" ungkap Alyssa.


"Dan tidak ada satupun dari kalian yang memberi tahu aku" ucap Zayden. Wajahnya datar dan memendam kekesalan.


Alyssa langsung memandang Zayden dan langsung memeluk tubuhnya yang kaku.


"Jangan marah, semua orang panik. Mereka takut anak kita kenapa kenapa mas. Kak Jimmy juga sibuk ngurus masalah ini sama pak Pong. Dia bahkan udah mengumumkan pernikahan kita sama orang orang direstauran tuan Malik" ungkap Alyssa.


Zayden menghela nafasnya dengan berat. Tangan yang tadinya menggantung kini mulai membalas pelukan Alyssa.


"Aku dan anak kita gak apa apa. Gak ada yang serius. Cuma sedikit kram waktu itu, jadi dibawa tuan besar kerumah sakit" kata Alyssa lagi.


"Tapi kenapa tidak ada yang memberi tahu aku" tanya Zayden terdengar begitu lirih.


"Kami gak mau mas khawatir disini" jawab Alyssa seraya mendongak dan memandang wajah sedih Zayden.


Ya bagaimana tidak sedih, jika ternyata istri dan anak nya memang sedang dalam bahaya saat itu. Dan dia sama sekali tidak tahu. Pantas saja saat itu hati dan perasaan Zayden benar benar tidak enak dan selalu tertuju pada Alyssa.


"Setiap hari Sya, setiap hari aku selalu khawatir sama kamu dan anak kita. Setiap hari aku selalu nunggu kabar tentang kamu. Rasanya aku benar benar gak berguna jadi suami" ungkap Zayden. Terdengar begitu lirih, dan itu membuat Alyssa merasa bersalah.


"Mas" panggil Alyssa


"Mas itu suami terhebat yang aku punya. Jangan begitu, aku selalu berdoa semoga mas cepat bebas biar kita bisa ngumpul. Biar mas bisa jagain aku dan anak kita" ujar Alyssa seraya memandang Zayden dengan lekat.


"Maafin aku ya" pinta Zayden

__ADS_1


"Mas gak salah kok, jangan begitu. Lagian sekarang aku udah tinggal dirumah tuan besar. Aku pasti baik baik aja" jawab Alyssa


Zayden tersenyum tipis dan mengangguk


"Jadi kak Jimmy gak ada kemari seminggu ini?" tanya Alyssa yang langsung mengalihkan Kesedihan Zayden.


Zayden menggeleng.


"Maka dari itu aku khawatir banget sama keadaan kamu dan anak kita" jawab Zayden.


"Jadi dia kemana dong. Aku juga belum ketemu sama mas Wira" kata Alyssa lagi


"Sama. Entah kemana mereka berdua. Apa Jimmy tidak bilang sesuatu sama kamu?" tanya Zayden


Alyssa menggeleng pelan


"Enggak ada, tapi dua hari saat aku dirumah tuan besar, dia memang ada nelpon kalau sekarang dia ada diluar kota. Ngurus perusaahan cabang disuruh sama tuan besar" ungkap Alyssa


"Dan setelah itu dia gak ada kabar lagi. Bahkan nomornya juga gak bisa dihubungi" tambah Alyssa lagi.


Zayden terdiam. Kemana Jimmy? Perusahaan cabang bukan urusan mereka. Apalagi yang ada diluar kota. Sudah ada yang mengurus nya disana.


Lalu kenapa kakeknya meminta Jimmy pergi ? Ada apa?


.....


Sementara diperusahaan Dewantara


Jimmy yang sedang dibicarakan oleh Zayden dan Alyssa ternyata berada disana. Dia disana bersama dengan Wira.


Selama beberapa hari ini dia memang ditugaskan oleh tuan Juanda untuk mengurus masalah yang terjadi diperusahaan cabang. Tidak tahu kenapa dia yang diperintahkan mengurus masalah itu, tapi yang jelas, Jimmy hanya bisa pasrah saja.


Dan ketika hari ini dia pulang ke ibukota, tiba tiba tuan besar meminta dia untuk pergi keperusahaan Dewantara untuk bertemu dengan tuan Malik.


Jimmy pergi bersama Wira, karena dia tidak ingin sendirian bertemu dengan tuan kejam ini.


"Besok Tuan Emanuel sudah bisa kalian bebaskan. Ini semua berkas berkas pembebasan nya. Alexander sudah menyerah dan menukarkan kebebasan Emanuel dengan masalah yang sedang dia hadapi" ungkap Zayn, asisten Malik yang berwajah datar tanpa senyum.


"Anda serius tuan. Secepat ini?" tanya Jimmy tidak percaya.


"Apa kami pernah berbohong mengenai sesuatu hal yang penting" jawab Zayn.


Jimmy langsung tersenyum senang mendengar itu. Bahkan dia langsung meraih berkas berkas itu dengan begitu senang.


"Terimakasih tuan , terimakasih. Kami berhutang budi pada anda. Sekali lagi terimakasih tuan Malik" ucap Jimmy pada Malik yang hanya mengangguk pelan dari kursinya.


"Sampaikan salamku pada tuan besar" ucap Malik.


"Tentu tuan. Terimakasih"


Jimmy benar benar senang dengan kabar bahagia ini. Ternyata lewat tuan Malik lah Zayden bisa terbebas.


Dia benar benar senang.


Tapi dia tidak tahu, jika dihari itu juga, beberapa masalah akan muncul, bahkan akan membuat mereka semua akan kelimpungan.

__ADS_1


__ADS_2