
Alyssa membuka pintu kamar mandi dengan cepat. Namun matanya langsung terbelalak lebar saat melihat ternyata suara dentuman itu berasal dari Zayden yang menghantukkan kepala nya Kedinding kamar mandi.
"Mas jangan" teriak Alyssa yang langsung memeluk Zayden dari belakang.
Tubuh Zayden langsung menegang mendapat pelukan ini. Dia sudah berusaha sekuat mungkin untuk menahan hasrat nya, tapi Alyssa malah masuk kembali.
"Pergi Sya" pinta Zayden dengan suara yang terdengar berat dan serak.
"Enggak, aku gak mau mas kenapa kenapa" jawab Alyssa. Dia masih memeluk tubuh Zayden dengan erat. Bahkan dapat Alyssa rasakan jika tubuh Zayden bergetar hebat dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Pergi Alyssa!!" teriak Zayden seraya melepaskan tubuh Alyssa dengan kuat. Jangan sampai dia melepaskan hasratnya pada Alyssa.
"Mas, ayo lakukan itu bersama ku. Mas gak bisa begini terus" seru Alyssa seraya memandang Zayden dengan lekat.
Zayden nampak terkesiap kaget, bahkan dia langsung membalikkan tubuhnya dan memandang Alyssa dengan wajah yang sangat memerah.
"Kamu gila, pergi sekarang" usir Zayden dengan nafas yang benar benar bergemuruh. Bahkan sejak tadi cengkraman tangan itu tidak lepas dari selang air yang sudah mulai membengkok karena begitu kuat nya Zayden meremas nya.
Tubuh Zayden sudah basah kuyup dengan wajah yang sangat memerah dan benar benar menyedihkan. Alyssa benar benar tidak tega melihat nya menderita seperti itu.
Air mata Alyssa mengalir dengan deras melihat Zayden.
"Pergi Alyssa, aku mohon tinggalkan aku" pinta Zayden. Dia sungguh tidak tahan jika berlama lama bersama Alyssa.
Namun Alyssa menggeleng, dan dengan cepat pula dia mendekat kearah Zayden yang menggeleng dengan nafas yang begitu bergemuruh.
"Ayo mas, aku gak bisa lihat mas begini" ajak Alyssa dengan Isak tangis nya.
"Tidak, jangan. Aku lebih baik menderita dari pada menghancurkan kamu Sya." ucap Zayden yang dengan cepat kembali membalikkan tubuhnya. Rasanya benar benar panas dan ada sesuatu yang serasa ingin keluar dari dalam tubuhnya, namun tidak bisa.
"Alyssa...." Zayden menggeram hebat saat lagi lagi Alyssa memeluk nya dari belakang.
"Mas, aku cinta sama mas. Aku rela ngasih apapun buat mas. Anggap aja ini sebagai bukti cinta aku. Aku cuma punya ini untuk membuktikan kalau aku cinta sama mas" kata Alyssa terdengar begitu pilu.
Bahkan Zayden langsung meraung dengan kuat dan langsung membalikan tubuhnya menghadap kearah Alyssa.
"Alyssa, aku...aku" tangan Zayden bergetar menyentuh wajah Alyssa, karena demi apapun hasrat nya benar benar sudah sangat tinggi dan ingin meledak.
"Lakukan mas, aku ikhlas" ucap Alyssa langsung.
Air mata Zayden langsung berurai membasahi wajah nya yang memerah. Dia tidak bisa melakukan itu, tapi hasrat gila ini benar benar membuat nya ingin mati.
"Alyssa maafkan aku" ucap Zayden yang langsung melahap bibir Alyssa dengan rakus dan penuh nafsu.
__ADS_1
Alyssa hanya diam dan menerima setiap perlakuan Zayden.
"Mas jangan disini" pinta Alyssa dengan nafas yang tersengal saat Zayden sudah mulai ingin membuka pakaian nya.
Zayden sudah bagai orang yang kesetanan. Tapi sebisa mungkin dia berusaha untuk tidak menyakiti Alyssa meski dia benar benar sudah hampir lupa diri.
Zayden dengan cepat membawa Alyssa keluar, dan dengan cepat pula dia menghempaskan tubuh Alyssa diatas tempat tidur nya.
Alyssa langsung memejamkan matanya saat melihat Zayden sudah mulai membuka semua pakaian nya, hingga benda besar itu langsung terpampang jelas Dimata Alyssa.
Tubuh Alyssa bergetar hebat saat Zayden mulai menerkam nya bahkan dengan kasar membuka pakaian Alyssa dengan tidak sadar.
"Maafkan aku Alyssa, maaf" ucap Zayden sebelum dia memulai hubungan itu.
Alyssa langsung memejamkan matanya dan mencengkram lengan Zayden dengan kuat saat dia merasakan sakit yang luar biasa ketika inti tubuh Zayden masuk dengan paksa menembus tubuh nya. Rasanya benar benar sakit, seperti ada sesuatu yang sobek dibawah sana. Bahkan air mata langsung mengalir dari sudut mata Alyssa. Karena sungguh demi apapun, Zayden bermain memang sangat kasar. Dia sudah tidak bisa lagi menahan diri saat merasakan kenikmatan yang membuat hasratnya benar benar tersalurkan.
Tapi Alyssa dapat melihat jika air mata juga keluar dari mata itu. Air mata kesedihan Zayden, karena harus merenggut paksa kehormatan gadis yang paling dia cintai.
Alyssa hanya bisa pasrah saat Zayden menyalurkan hasrat nya malam itu. Sangat lama bahkan hingga Alyssa merasa benar benar lemas tidak berdaya.
Sementara diluar rumah, tepatnya diteras rumah Alyssa. Jimmy duduk mematung dengan pandangan yang begitu nanar. Memandang jalanan yang kosong di dini hari itu.
Hatinya benar benar tidak karuan saat ini. Apalagi ketika tahu jika dua orang yang ada didalam sana sedang menikmati malam mereka.
Tapi mau bagaimana lagi, Jimmy juga tidak tahu harus bagaimana.
Alyssa...
Adik kecilnya yang harus dengan rela menyerahkan kehormatan yang dia punya hanya untuk lelaki yang bahkan belum jelas bagaimana hubungan mereka kedepan nya nanti.
Tembok yang tinggi belum bisa mereka hancurkan, dan sekarang, masalah akan semakin bertambah parah.
Jimmy benar benar lemas meski dia hanya melihat. Bagaimana dengan mereka yang menjalani???
Entah lah..
..
Keesokan pagi nya...
Alyssa membuka matanya yang terasa berat. Dia meringis saat merasakan tubuhnya yang benar benar terasa remuk redam. Bahkan rasanya masih sangat malas untuk bangun.
Namun ketika pandangan matanya mulai jelas, dia langsung bersitatap dengan mata sendu Zayden yang menatap nya dengan lekat. Bahkan mata itu terlihat berair.
__ADS_1
Alyssa memandang Zayden yang kini tengah merangkul nya. Bahkan mereka masih berada dalam satu selimut yang sama. Dan tanpa mengenakan apapun.
Tanpa berkata apapun, Zayden menarik Alyssa kedalam pelukan nya. Bahkan Alyssa bisa merasakan jika tubuh Zayden bergetar dan menangis terisak sekarang.
"Maafkan aku Sya, maaf" ucap Zayden dengan Isak tangis penyesalan nya. Dia benar benar menyesali apa yang telah terjadi. Dia sudah seperti lelaki bejat yang merenggut paksa kehormatan seorang gadis.
"Mas..." lirih Alyssa seraya mengusap punggung polos itu.
"Maaf Sya. Aku benar benar gak bisa nahan. Kenapa kamu berikan itu padaku Sya. Aku benar benar merasa bersalah. Aku lelaki yang kurang ajar" kata Zayden masih memeluk Alyssa.
Alyssa tersenyum dan menjauhkan dirinya dari Zayden. Memandang lekat wajah yang sudah basah dengan air mata itu.
Alyssa mengusap lembut wajah tampan yang kini terlihat penuh dengan penyesalan itu.
"Mas... aku rela ngasih ini sama mas. Jangan merasa bersalah. Aku juga gak ingin mas kenapa kenapa, apalagi melampiaskan nya sama orang lain" ucap Alyssa seraya mengusap air mata Zayden.
Zayden menggeleng
"Tapi apa yang kamu beri terlalu besar Sya. Gak sebanding dengan apa yang aku lakuin" kata Zayden lagi.
Alyssa tersenyum sendu dan terus mengusap wajah itu. Wajah yang kini ternyata telah menjadi pemilik jiwa dan raganya. Alyssa tahu ini salah, tapi Alyssa tidak menyesali nya.
"Mas kayak gini juga karena aku kan. Mas menolak pertunangan itu, dan buat mbak Bella marah. Mas sudah pusing dengan Pertunangan itu, belum lagi dengan kakek mas. Mas sudah melakukan yang terbaik. Dan sekarang, giliran aku. Aku gak mau mas kenapa kenapa" ungkap Alyssa.
Zayden meraih tangan Alyssa dan mengecup nya dengan lembut.
"Alyssa, aku janji, apapun yang terjadi. Aku hanya akan menikah dengan kamu. Apapun rintangan nya" ucap Zayden dengan begitu yakin
Alyssa tersenyum dan mengangguk.
"Terimakasih Alyssa, terimakasih untuk segala nya. Sekali lagi, maafkan aku." ucap Zayden yang kembali memeluk Alyssa dengan erat.
"Aku mencintaimu Alyssa, sangat mencintai kamu" ucap Zayden seraya mengecup pucuk kepala Alyssa.
"Aku juga cinta sama mas, cinta banget" jawab Alyssa dengan setetes air mata yang jatuh diwajah nya.
Rasa yang tidak bisa dijelaskan bagaimana mengungkap kan nya.
Ada harapan dan impian yang semakin kuat setelah memberikan segala nya pada Zayden.
Namun untuk menyesali nya, Alyssa tidak merasakan itu.
Tidak ada apapun yang bisa dia berikan pada Zayden selain mahkota nya. Mungkin terdengar buruk, tapi inilah yang telah terjadi.
__ADS_1
Cinta yang pertama kali dirasakan oleh Alyssa. Tapi cinta ini juga yang telah menghancurkan semua nya.