
Alyssa berlari keluar ruangan dengan tropi ditangan nya. Bahkan air mata bahagia sejak tadi tidak berhenti mengalir diwajahnya. Sungguh dia benar benar bahagia dengan keberhasilan nya ini.
Tuhan sungguh begitu baik pada Alyssa.
Senyum nya langsung mengembang saat melihat Jimmy dan Cici yang sudah menyambut nya. Bahkan sangking senang nya Alyssa langsung masuk kedalam pelukan Jimmy yang dengan sigap menangkap tubuh Alyssa.
"Kak aku menang... aku menang kak" ucap Alyssa dalam pelukan Jimmy.
Jimmy mengusap punggung Alyssa dengan lembut. Mata nya juga berkaca kaca karena dia benar benar terharu.
"Selamat Sya, selamat. Kamu memang hebat, kamu yang terbaik" ucap Jimmy.
"Aku gak nyangka bisa jadi juara, aku senang banget kak" kata Alyssa lagi. Dia benar benar menangis dalam dekapan Jimmy.
Sungguh Alyssa bahkan tidak bisa mengungkapkan bagaimana rasa bahagia nya ini.
Cici bahkan sudah menangis terharu memandang Alyssa. Dia juga sangat terharu, ternyata Alyssa bisa membuktikan jika dia bisa menang. Bahkan menjadi juara.
"Jangan menangis, kamu harus berbangga diri. Kami bangga padamu. Tuan Zayden juga pasti senang mendengar ini" ucap Jimmy seraya melepaskan pelukan Alyssa dan mengusap air matanya.
Alyssa mengangguk dan tersenyum dengan lebar. Kini dia beralih pada Cici dan langsung memeluk nya, meski tangan nya kini sudah berisi dengan tropi penghargaan. Bahkan topi chef dikepala nya masih tersemat dengan indah.
"Selamat ya Sya, kamu memang terbaik. Aku bangga banget sama kamu Sya" ucap Cici yang memeluk Alyssa dengan erat.
"Terimakasih. Ini juga berkat doa dan dukungan kalian. Aku senang ada kalian disini. Aku gak punya siapa siapa dan cuma punya kalian" ungkap Alyssa seraya melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya yang semakin banyak.
"Kamu gak sendiri Sya, kami bakalan ada buat kamu" ucap Cici
"Kami saudara kamu sekarang. Kamu itu sudah seperti adik ku sendiri" sahut Jimmy pula.
Alyssa langsung menangis terisak mendengar itu. Bahkan mereka bertiga langsung saling berpelukan dan menangis bersama.
Ungkapan Alyssa terdengar begitu menyakitkan. Karena memang, Alyssa hanya sebatang kara di kota ini. Dia tidak mempunyai siapapun selain Zayden dan Jimmy, juga Cici sekarang. Bahkan dikehidupan nya pun Alyssa sudah tidak lagi memiliki orang tua atau saudara.
Sejak kecil Alyssa hanya hidup bersama paman dan bibinya. Itu juga dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari mereka. Karena Alyssa hanya sebatas keponakan.
Dan tentu saja, Alyssa memang merasa sendiri.
Disaat bersedih, Alyssa hanya bisa merasakan nya sendiri, memendam nya sendiri tanpa bisa berbagi pada siapapun.
Dan sekarang, disaat berbahagia pun, pada siapa dia berbagi selain pada Jimmy dan Cici.
Alyssa terbiasa hidup sendiri dan tanpa kasih sayang. Hingga kedatangan Zayden dalam hidupnya yang memberikan dia cinta dan kasih sayang membuat Alyssa benar benar sudah menjatuhkan hati dan harapan nya pada Zayden.
Dan sekarang, kemenangan ini juga dia persembahkan untuk Zayden nya.
Ya, untuk Zayden nya yang sekarang ada didalam penjara.
"Terimakasih, aku beruntung punya kalian" ucap Alyssa.
"Kami yang beruntung bisa bertemu dengan kamu, gadis kecil yang hebat dan kuat" jawab Jimmy seraya menepuk pundak Alyssa.
__ADS_1
"Kamu terhebat Sya. Kamu bisa meraih mimpimu mulai sekarang" kata Cici pula.
Alyssa mengangguk seraya kembali mengusap air matanya.
Ya Tuhan...
Terimakasih untuk kesempatan indah yang telah diberikan padanya.
Setelah ini, Alyssa berjanji, untuk bisa meraih mimpi nya dan membuktikan pada semua orang, jika orang kampung dan orang rendahan sepertinya juga bisa berhasil.
...
Keesokan harinya...
Alyssa hari ini libur tidak ke restauran. Karena ini hari Minggu dan memang jatah nya untuk libur. Lagi pula entah dia akan masih bekerja lagi atau tidak, karena sesudah ini Alyssa pasti akan bekerja di restoran Denue sebagai chef disana.
Uang hasil hadiah itu akan Alyssa gunakan untuk membangun restoran nya sendiri. Ya, Alyssa sudah merencanakan itu. Meski hanya sekedar restauran kecil saja dulu.
Besok Alyssa diminta untuk datang kerestauran Denue untuk tanda tangan kontrak.
Huh... rasanya Alyssa benar benar tidak percaya dengan ini.
Alyssa bangun dari tidur. Tubuh nya terasa berat dan sangat pusing. Sepertinya nanti dia akan datang kerumah sakit untuk memeriksakan dirinya. Semoga saja dia hanya kelelahan atau kurang darah, dan jangan sampai dia menderita penyakit aneh.
Sungguh, Alyssa tidak ingin itu terjadi.
Alyssa meringis seraya memijat kepala nya yang terasa berat. Berjalan kekamar mandi pun terasa lemas, bagaimana bisa kerumah sakit sendirian.
Dan ketika didalam kamar mandi, Alyssa langsung muntah muntah seperti pagi biasanya. Perut nya mual sekali jika sudah terkena air begini. Tapi dia sudah ingin mandi.
huek
Suara kesakitan Alyssa benar benar memenuhi ruang kamar mandi itu. Beruntung nya kamar Alyssa tertutup, jadi Bu Imah yang sedang membuat sarapan tidak mendengar nya.
Alyssa membasuh muka nya dan hanya menggosok gigi saja. Sungguh, dia tidak sanggup untuk mandi.
Dia benar benar sudah kedinginan.
"Aku ini kenapa ya" gumam Alyssa seraya berjalan keluar dari kamar mandi setelah dia membersihkan diri.
Alyssa duduk dengan lemas di atas kasur nya lagi. Sungguh, dia sudah benar benar lemas dan tidak bertenaga.
Tidak bisa dibiarkan. Alyssa memang tidak bisa pergi sendiri. Dia memang harus meminta bantuan Jimmy lagi. Tubuhnya sudah lemas dan sakit semua sekarang.
Alyssa mengambil ponsel nya, dan ingin menghubungi Jimmy. Tapi tiba tiba pintu yang diketuk membuat perhatian Alyssa teralihkan.
Alyssa langsung berjalan keluar dengan langkah yang sudah terasa mengambang dan wajah nya yang semakin pucat. Bahkan Alyssa merasa jika pandangan mata nya sudah terasa berkunang kunang sekarang.
Dan ketika membuka pintu ternyata Bu Imah yang datang.
"Non... mas Jimmy"
__ADS_1
brak
Tubuh Alyssa langsung terkulai diatas lantai karena dia yang tidak sadarkan diri lagi.
"Ya Allah. Non Alyssa" seru Bu Imah begitu panik.
Dia langsung mencoba membangunkan Alyssa, namun nihil. Alyssa sudah tidak lagi sadarkan diri.
"Mas Jimmy!!!" teriak Bu Imah begitu kuat kearah pintu luar
"Mas Jimmy, non Alyssa mas!!" teriak Bu Imah begitu panik. Apalagi ketika melihat wajah Alyssa yang sudah begitu pucat seperti ini. Bahkan tubuh Alyssa juga sudah sangat dingin sekarang.
Jimmy yang mendengar teriakan Bu Imah langsung berlari masuk kedalam. Dan mata nya langsung terbelalak saat Bu Imah yang sudah menangis dan memangku kepala Alyssa.
"Astaga.. Alyssa kenapa Bu?" tanya Jimmy yang juga ikutan panik sekarang.
"Gak tahu mas, tiba tiba pingsan" jawab Bu Imah dengan cemas.
"Kita bawa kerumah sakit Bu" ujar Jimmy yang langsung mengangkat tubuh Alyssa.
Sedangkan Bu Imah dengan cepat menutup pintu rumah mereka dan ikut pergi bersama Jimmy membawa Alyssa kerumah sakit.
Disepanjang jalan mata Jimmy sesekali melirik kearah Alyssa yang terbaring dibelakang bersama Bu Imah.
Dia benar benar cemas melihat keadaan Alyssa. Alyssa memang sudah tidak sehat akhir akhir ini. Dan oleh sebab itu pagi ini Jimmy datang untuk membawa Alyssa ke rumah sakit.
Namun dia malah menemukan Alyssa yang sudah tidak berdaya seperti ini. Semoga saja Alyssa baik baik saja dan hanya kelelahan karena kesibukan nya akhir akhir ini.
Jimmy bahkan belum sempat memberi tahu Zayden tentang kemenangan Alyssa, tapi Alyssa malah seperti ini.
Ah... Jimmy tidak bisa membayangkan jika Zayden tahu gadis kecil nya sakit dan tidak berdaya seperti ini.
..
Sesampainya dirumah sakit, Alyssa langsung dilarikan keruang perawatan untuk diperiksa. Jimmy dan Bu Imah menunggu diluar ruangan dengan hati yang gelisah.
Tidak lama mereka menunggu, sepuluh menit kemudian, dokter yang menangani Alyssa keluar dari dalam ruangan itu.
"Dokter bagaimana?" tanya Jimmy langsung.
"Sepertinya nona Alyssa harus dibawa ke dokter Salma tuan, dokter spesialis kandungan"
deg
Jantung Jimmy dan Bu Imah langsung berdenyut ngilu mendengar itu.
"Prediksi saya jika nona Alyssa sedang hamil saat ini"
Hamil????????
Sungguh, dunia Jimmy berasa runtuh saat itu juga.
__ADS_1
Jika itu benar, bukan kah ini akan semakin menambah masalah dan derita mereka??
Ya tuhan. Semoga saja ini tidak benar