
Alyssa kini sudah berada diruangan Zea. Dia duduk disofa bersama Zea. Di depan mereka sudah terhidang makanan yang baru saja selesai mereka masak. Udang bakar madu, sayur capcai dan juga sambal kemangi.
Perut Alyssa sudah benar benar ingin mencicipi masakan ini. Tapi dia masih menunggu Zea yang sedang membasuh tangan nya. Rasanya sudah tidak sabar. Mungkin ini yang dinamakan mengidam. Rasanya benar benar sudah ingin, dan Alyssa sudah tidak bisa menahan nya.
"Ayo makan" ajak Zea
Alyssa langsung mengangguk dengan cepat, namun ketika ingin mengambil dia langsung terkesiap. Kan Zea bos nya, kenapa dia duluan. Astaga... tahan Alyssa.. tahan...
"Kenapa malah tidak jadi?" tanya Zea seraya memandang bingung Alyssa.
Alyssa tersenyum getir dan menggeleng pelan.
"Nona bisa ambil terlebih dahulu" ujar Alyssa.
"Kita sama sama. Ayolah, jangan sungkan begitu, bukankah kita teman" sahut Zea seraya menyerahkan piring pada Alyssa.
"Tapi tetap saja saya seperti tidak tahu diri jika mengambil duluan nona. Jika tahu mas Bayu bisa langsung dipecat saya" ungkap Alyssa.
Zea tersenyum dan menggeleng seraya dia yang mengambil nasi hangat nya. Terlihat dia juga sudah begitu ingin mencicipi ini.
"Tidak akan, sepertinya mas Bayu tidak akan berani memecat kamu. Sangat sulit untuk mencari chef sekarang. Lihat saja, kamu didapat dari kompetisi yang cukup rumit kan" jawab Zea.
Alyssa langsung mengangguk pelan mendengar itu.
"Sudah ayo makan. Aku benar benar sudah lapar dan ingin mencoba. Ini pasti enak" ucap Zea lagi.
Alyssa langsung tersenyum dengan lebar dan mengambil nasi nya. Nasi hangat dengan udang bakar, sayur dan juga sambal.
Euh... sungguh membuat perutnya meronta untuk di isi.
Sepertinya bayi yang di kandung Alyssa ini memang keturunan Zayden. Semenjak hamil Alyssa memang selalu ingin makan yang enak enak. Bahkan dia tidak lagi berselera melihat jajanan dipinggir jalan. Makanan mewah seperti ini benar benar membuat air liur nya serasa ingin menetes.
Tidak perlu menunggu lama dan tidak lagi mempedulikan Zea yang memandang nya dengan bingung, Alyssa langsung menyantap makanan nya.
Ya ampun...
Ini benar benar enak.
"Enak sekali kan. Kamu memang terbaik Alyssa" puji Zea.
Alyssa tertawa dan langsung mengangguk dengan mulut penuh nya.
"Enak sekali nona. Sayur nona juga sangat enak. Pas" jawab Alyssa. Dia benar benar memakan makanan nya dengan lahap dan bernafsu, Zea bahkan sampai menggeleng lucu melihat nya.
Dan karena melihat Alyssa yang begitu menikmati makanan nya, Zea jadi diam dan tidak lagi banyak bertanya.
Mereka makan dalam diam, sama sama menikmati makanan yang benar benar enak.
Bahkan entah karena lapar atau enak nya. Alyssa dan Zea menghabiskan semua makanan mereka tanpa sisa.
Sungguh, Alyssa benar benar puas saat ini. Bahkan mood nya yang sedang sedih dan gundah langsung membaik dengan makanan ini.
Ya ampun...
Alyssa sangat bersyukur anak nya tidak rewel dan hanya menginginkan makanan yang enak saja. Coba jika yang lain, mungkin Alyssa akan kerepotan.
"Ini enak sekali, bahkan kita menghabiskan semua tanpa sisa" ucap Zea yang baru saja selesai mencuci tangan nya.
Alyssa langsung tertawa dan mengangguk cepat seraya mengusap mulut nya dengan tisu. Bahkan dia langsung bersenggawa karena sudah begitu kenyang.
UPS
Zea langsung tertawa melihat Alyssa yang seperti itu.
__ADS_1
"Aku kira aku saja yang begitu lahap, ternyata kamu lebih parah" ucap Zea
Dan kini gantian Alyssa yang tertawa seraya mengusap perutnya dengan lembut.
"Makanan ini enak sekali nona. Sungguh, saya tidak bisa menahan selera" Jawab Alyssa.
"Jika setiap hari aku datang kemari, aku pastikan berat badanku pasti naik" ucap Zea.
"Begitu pun dengan saya nona. Sepertinya selera makan kita sama" jawab Alyssa
Zea tersenyum dan mengangguk, namun tiba tiba mereka langsung terdiam saat pintu ruangan Zea yang terbuka.
"Mas..." ucap Zea yang memang dia yang menghadap ke arah pintu.
Alyssa langsung menoleh kebelakang. Dan matanya langsung terbelalak melihat siapa yang datang.
Tuan Malik
Buru buru Alyssa langsung beranjak dari tempat duduk nya, dan membungkuk hormat tidak berani memandang pria berwajah dingin ini.
"Selamat siang tuan" sapa Alyssa. Namun Malik hanya diam dan langsung menuju pada Zea.
Alyssa terdiam dan tidak berani memandang. Dingin sekali, bahkan ketika Malik datang aura diruangan Zea yang tadinya tenang dan nyaman langsung berubah dingin dan mencekam.
Astaga, kenapa berbeda sekali dengan Zayden nya.
"Keluar" ujar Malik.
Alyssa terkesiap, namun dia segera melirik kearah Zea yang nampak mengangguk memandang nya.
"Baik tuan, permisi" pamit Alyssa yang langsung keluar dari dalam ruangan Zea.
Dan sungguh, dia baru bisa bernafas lega ketika sudah berada diluar.
Huh... Alyssa menghela nafasnya perlahan dan berjalan menuju loby restauran. Mungkin dia menunggu disana saja.
Tapi... menunggu apa? Bukankah hari ini dia belum bekerja. Dia hanya memasak saja bersama Zea tadi.
Dan sekarang apa yang harus dia lakukan?
"Alyssa!!" seruan seseorang langsung membuat Alyssa menoleh kearahnya. Ternyata Bayu yang baru datang dari ruangan lain.
"Mas Bayu" sapa Alyssa.
"Kamu mau pulang?" tanya Bayu.
Alyssa tersenyum getir, dan menoleh kearah ruangan Zea sejenak. Ingin pulang, tapi kan dia belum berpamitan pada Zea.
"Nona Zea sudah ada tuan Malik. Dan kamu tidak akan bisa lagi mendekati nya. Jika kamu mau pulang, tidak apa apa. Besok kamu sudah mulai bekerja disini" ujar Bayu.
"Tapi saya belum pamit pada nona Zea mas" ucap Alyssa.
Bayu menggeleng dan tersenyum.
"Tidak masalah, nanti jika dia mencari kamu, saya yang akan bilang padanya. Untuk sekarang, jika ada tuan Malik, kamu jangan sekali kali mendekatinya" ujar Bayu.
"Kenapa?" tanya Zea dengan kernyitan didahinya. Dia bingung, apa karena tuan Malik melarang kekasih nya untuk berteman dengan orang biasa? Tapi tadi Zea bercerita jika dia juga orang biasa. Apa itu hanya kata kata bohong saja?
"Tuan Malik tidak suka bertemu orang asing" bisik Bayu.
Alyssa semakin heran mendengar itu.
"Apa itu seperti saya yang tidak boleh dekat dengan nona Zea?" tanya Alyssa.
__ADS_1
Bayu terdiam sejenak , dan sedetik kemudian dia langsung menggeleng.
"Tidak, bukan begitu. Hanya saja tuan Malik tidak suka dekat dengan siapapun selain tuan Zayn dan nona Zea. Begitu... ah aku bingung bagaimana harus menjelaskan nya" jawab Bayu dengan tangan yang langsung menggaruk kepala nya.
Alyssa tertawa kecil dan mengangguk.
"Yasudah lah mas. Kalau begitu saya pamit pulang. Sampaikan salam saya pada nona Zea" pinta Alyssa
"Iya, jika sempat saya pasti akan menyampaikan nya" jawab Bayu
"Jika sempat?" gumam Alyssa
Namun baru saja Bayu akan membuka mulutnya, panggilan dari seseorang langsung membuat mereka terkesiap.
"Bayu... mana pesananku" seruan Zayn, asisten Malik membuat Bayu langsung menepuk kepalanya.
"Iya, sebentar tuan" sahut Bayu dengan wajah yang berubah panik.
"Pulang lah, aku harus pergi sekarang" ujar Bayu. Bahkan sebelum Alyssa membalas perkataan nya, Bayu langsung berlari menuju pantry dapur.
Alyssa memandang Bayu dengan heran. Dan dia juga menoleh keasal suara. Dimana asisten Malik itu nampak berdiri didepan kaca jendela dengan pandangan datar nya.
Alyssa langsung menggeleng pelan dan segera berjalan keluar restauran. Sudah cukup, jika berlama lama berada direstauran ini bisa dia pastikan jika mood nya akan rusak lagi.
Huh..
Kenapa juga ada orang semenyeramkan Tuan Malik itu.
Zayden nya juga bos besar, tapi aura nya selalu teduh dan tenang. Sangat berbeda dengan Malik.
Ya ampun...
Alyssa jadi merindukan Zayden sekarang.
tin
tin
Suara klakson mobil membuat Alyssa sedikit terkesiap, dia menoleh kedepan dan lagi lagi dia dibuat terkejut dengan sebuah mobil mewah yang sudah terparkir rapi diarea restauran.
Alyssa mengernyit.
Bukankah itu mobil Jimmy??.
Langsung saja Alyssa berjalan dengan cepat menuju mobil itu. Dia sudah tanda, apalagi dengan plat nya. Ada tulisan Z.C disana.
Alyssa langsung membuka pintu mobil, dan senyum hangat Jimmy langsung menyambutnya.
"Kak Jimmy, kok disini" tanya Alyssa yang sudah masuk kedalam mobil dan duduk disamping Jimmy.
"Mau jemput kamu" jawab Jimmy.
"Kok tahu banget aku juga baru pulang" tanya Alyssa lagi seraya memasang sabuk pengaman nya.
"Aku mau bawa kamu ke tempat tuan Zayden" ujar Jimmy.
"Kita kesana?" tanya Alyssa dengan senyum nya yang langsung merekah. Dia memang sudah merindukan lelaki nya itu. Meskipun baru semalam mereka baru bertemu dan menangis bersama.
"Siang ini kalian akan menikah Sya" ucap Jimmy.
deg
Jantung Alyssa serasa berhenti berdetak sejenak sebelum akhirnya dia berdebar tidak menentu.
__ADS_1