
Siang ini Zayden sudah berada diperusahaan Zega. Wajah nya kusut dan tidak bersemangat sama sekali. Dikepalanya hanya sedang berfikir bagaimana cara dia untuk bisa meyakinkan kakek nya tentang hubungan nya dengan Alyssa.
Zayden bahkan tahu jika tuan Juanda adalah orang yang sama sekali tidak bisa ditentang sejak dulu. Keputusan nya adalah mutlak dan tidak bisa dibantah.
Dan ini adalah pertama kalinya Zayden meminta sesuatu dalam kehidupan nya. Dan sialnya itu memang menyangkut tentang nama baik kakek nya. Semua orang pasti akan mencari tahu tentang siapa Alyssa yang akan menjadi calon menantu dikeluarga Zega. Tentu siapa Alyssa semua orang akan tahu.
Alyssa hanya lah gadis yatim piatu dan seorang pelayan restoran. Status sosial mereka memang cukup tinggi. Bagai langit dan bumi. Tembok penghalang yang benar benar sulit untuk ditembus.
Tapi bagaimana lagi, jika perasaan Zayden memang sudah begitu kuat pada gadis itu. Gadis muda yang begitu sederhana dengan segala kepolosan dan keceriaan nya.
Zayden benar benar sudah jatuh cinta pada Alyssa.
Zayden menghela nafasnya dengan berat. Meremas rambutnya dengan kuat. Kepala nya benar benar pusing.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu membuat Zayden langsung menoleh kearah pintu.
Jimmy masuk dengan beberapa dokumen ditangan nya.
Asisten Zayden itu memandang Zayden dengan sedih. Bahkan dia juga langsung duduk dihadapan Zayden seraya meletakkan dokumen yang dia bawa.
"Ini benar benar sulit" ucap Zayden yang kembali meremas kepala nya dan tertunduk getir.
"Tuan besar tidak akan menerima Alyssa dengan mudah tuan" sahut Jimmy.
"Lalu apa yang harus aku lakukan. Padahal ini adalah pertama kali nya aku meminta sesuatu padanya" ungkap Zayden dengan helaan nafas yang cukup berat.
"Apa tuan akan menyerah?" tanya Jimmy.
Zayden langsung memandang Jimmy tidak suka.
"Tentu saja tidak. Untuk seumur hidupku, ini adalah kebahagiaan yang pertama kali aku rasakan. Jika boleh memilih aku bahkan lebih memilih hidup miskin dari pada harus berpisah dengan Alyssa " jawab Zayden.
"Jika begitu, jalani saja dulu tuan. Tunjukkan pada tuan besar jika anda dan nona Alyssa memang saling mencintai " ujar Jimmy.
"Kau tahu bagaimana kakek ku bukan. Jika dia sudah berkata tidak, pasti semua akan sesuai dengan perkataan nya" sahut Zayden.
Jimmy langsung menggaruk pelipis nya yang tidak gatal. Dia juga tidak tahu harus membantu apa sekarang. Dia bahkan tidak berani dengan tuan Juanda.
"Untuk sekarang restu kakek memang belum aku dapat. Tapi yang aku khawatirkan adalah tentang pertunangan ku dengan Anabella " ungkap Zayden.
"Aku harus menemui Anabella dan mengatakan ini. Agar dia tidak lagi berharap padaku" tambah Zayden lagi.
"Anda yakin?" tanya Jimmy sedikit ragu. Pasalnya dia tahu bagaimana model terkenal itu. Putri tunggal dikeluarga Alexander.
"Ya, hari pertunangan itu semakin dekat. Dan sebelum semuanya terlambat." jawab Zayden.
"Baiklah tuan, saya akan atur waktu untuk anda bertemu dengan nya" sahut Jimmy.
"Pastikan malam nanti" ujar Zayden.
__ADS_1
"Baik tuan" jawab Jimmy.
Ya, Zayden memang harus segera memberi tahu tentang hal ini pada Anabella. Dia tidak bisa menunda lama. Zayden tidak ingin membuat mereka kecewa, meski dia tahu, dengan keputusan nya ini semua orang pasti akan kecewa.
..
Sore hari nya direstauran tempat Alyssa bekerja. Dia baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Dan saat ini sedang menunggu jemputan.
Tidak tahu siapa yang akan menjemputnya, entah Zayden atau Jimmy. Alyssa sudah bingung harus menebak yang mana sekarang.
Dia masih saja selalu tidak bisa berfikir jernih jika ternyata yang menjadi kekasih nya adalah seorang bos besar.
Tapi mau bagaimana lagi, bukan tentang harta Zayden yang Alyssa pertahankan sekarang. Tapi tentang perasaan nya.
Alyssa langsung tersenyum saat melihat sebuah motor sport berhenti tepat dihadapan nya.
Ternyata Zayden nya yang menjemput.
Dan memang, Zayden pulang lebih cepat untuk bisa menjemput Alyssa seperti biasa.
Dia menepuk kursi belakang, menandakan agar Alyssa segera naik keatas motor.
Alyssa tersenyum dan langsung naik keatas motor Zayden.
Senyum Alyssa yang selalu mampu membuat Zayden merasa jauh lebih tenang ditengah tengah kegundahan hatinya.
Alyssa langsung melingkarkan tangan nya diperut Zayden saat lelaki itu mulai melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, seperti biasa.
Pelukan hangat dari Alyssa membuat dia benar benar nyaman.
Tidak ada yang mereka katakan sepanjang jalan itu. Mereka sama sama diam dan saling menikmati momen momen yang selalu mereka nantikan. Momen saat saat berdua seperti ini.
Zayden membawa motornya ketepi danau hijau. Tempat biasa mereka menghabiskan waktu sampai malam.
"Gak bosen kemari terus mas?" tanya Alyssa seraya turun dari motor.
Zayden melepaskan helm nya dan tersenyum tipis.
"Tempat ini tenang, enak untuk berduaan sama kamu" jawab Zayden yang juga turun dari motor.
Alyssa mendengus senyum dan langsung berjalan menuju kursi panjang dipinggir danau.
Suasana senja itu cukup sepi. Karena hari tidak lama lagi akan gelap.
"Modus ya" gurau Alyssa.
Zayden tersenyum tipis dan menggeleng.
Mereka duduk dikursi itu seraya memandang kearah danau.
Tapi Alyssa kembali menoleh kearah Zayden. Sore ini wajah Zayden terlihat begitu lelah dan kusut. Seperti tidak bersemangat seperti malam tadi. Pagi tadi dia tidak bertemu Zayden, karena Alyssa naik taksi online yang dipesankan oleh Zayden.
__ADS_1
Dan baru sore ini lagi dia bertemu dengan kekasih nya ini.
"Kenapa? Capek?" tanya Alyssa seraya mengusap pundak Zayden.
Dan entah apa yang sedang ada difikiran lelaki itu, dia bahkan sedikit terkesiap hanya karena sentuhan lembut itu.
Zayden menoleh pada Alyssa yang kini tersenyum memandang nya. Dan Alyssa bisa tahu jika memang banyak sekali beban yang dipendam oleh Zayden saat ini.
"Nanti malam aku mau menemui Anabella, Sya" ujar Zayden.
"Anabella?" tanya Alyssa. Dia bingung karena dia tidak mengenal siapa Anabella itu.
"Gadis yang dijodohkan kakek padaku" jawab Zayden.
Deg
Jantung Alyssa seperti terhantam sesuatu mendengar itu.
Dia terdiam, namun Zayden langsung meraih tangan nya dan menggenggam nya dengan lembut.
"Dua Minggu lagi sebenarnya pertunangan kami akan diadakan. Tapi aku udah memutuskan untuk membatalkan semua nya. Malam ini aku mau menemui Anabella untuk membicarakan hal ini" ungkap Zayden.
Alyssa terperangah mendengar itu.
Dua minggu lagi??
Pertunangan?
"Mas..." gumam Alyssa. Bahkan dia sampai tidak tahu harus berbicara apa sekarang. Kenapa Zayden sampai melakukan ini.
"Aku udah bilang kan, aku akan memperjuangkan kamu. Dan aku harus bisa memilih sekarang. Aku udah bilang sama kakek tentang hubungan kita" kata Zayden lagi.
"Lalu gimana?" tanya Alyssa. Dia benar benar takut sekarang.
Zayden tersenyum dan mengusap tangan Alyssa dengan lembut.
"Kita berjuang sama sama ya. Kamu mau bantu aku kan" pinta Zayden.
Matanya penuh beban, wajah nya benar benar penuh harap. Zayden sudah rela melepas semua nya demi Alyssa. Dan sekarang, giliran Alyssa yang harus bisa memberi nya semangat kan.
Terdengar mustahil memang, tapi mereka memang benar benar saling mencintai.
Alyssa tersenyum dan mengangguk, seraya membalas genggaman tangan itu dengan erat.
"Aku pasti akan selalu ada mas. Selagi masih bisa berjuang, maka aku juga akan berjuang. Terimakasih untuk semuanya" ucap Alyssa
Zayden tersenyum dan langsung menarik Alyssa kedalam pelukan nya.
Memejamkan mata dan menikmati rasa lembut dan hangat pelukan ini.
Ya Tuhan...
__ADS_1
Ini memang berat, tapi ini permintaan pertamanya. Zayden hanya ingin Alyssa ada dalam setiap kehidupan nya.