
Sungguh berat hari hari yang Alyssa jalani diantara kerinduan yang begitu menggebu. Satu bulan sudah Zayden dipenjara. Dan selama satu bulan itu Alyssa sama sekali tidak ada bertemu dengan nya. Tapi hari ini, dia sudah dijanjikan Jimmy untuk bertemu dengan Zayden.
Alyssa sudah tidak sabar untuk menanti jam makan siang. Dan karena bersemangat nya, hari ini Alyssa sampai libur bekerja. Dia ingin membuatkan sesuatu untuk Zayden. Makanan spesial untuk kekasih hatinya.
Tidak tahu Zayden suka atau tidak. Tapi Alyssa hanya ingin memberikan yang terbaik untuk lelaki itu. Hanya masakan, mungkin itu bisa membuat Zayden tetap semangat berada didalam sana.
Cukup lama Alyssa berkutat didapur rumah nya. Bahkan sama sekali dia tidak membiarkan Bu Imah membantunya, karena Alyssa ingin memasak nya sendiri.
Hingga jam sudah hampir pukul sebelas, barulah Alyssa selesai memasak.
"Aroma nya kelihatan enak non." ucap Bu Imah yang tiba tiba mengejutkan Alyssa.
Alyssa langsung membalikkan tubuhnya dan tersenyum memandang Bu Imah.
Dia meletakkan semua makanan yang sudah dia siapkan diatas meja. Untuk dia masukkan kedalam kotak makanan nanti nya.
"Coba di cicip Bu. Ada yang kurang gak?" ujar Alyssa seraya menyerahkan semangkuk sup asparagus yang dia campur dengan sedikit jagung manis.
Bu Imah langsung mencicipi nya dengan semangat.
"Enak non, enak banget mah ini" puji bu Imah.
Alyssa langsung tersenyum senang mendengar nya.
"Aku buat steak daging ala rumahan sama sup ini. Mudahan mudahan mas Zayden suka ya Bu" ucap Alyssa seraya memasukkan masakan nya kedalam kotak makanan.
"Mas Zayden pasti suka non. Ini enak banget" jawab Bu Imah.
Alyssa tersenyum dan terus menata makanan nya. Dan Bu Imah sesekali memperhatikan wajah Alyssa yang agak lain.
"Non" panggil Bu Imah
"Ya" sahut Alyssa seraya menoleh pada Bu Imah.
"Wajah non udah ibu perhatikan pucat dari kemarin. Non gak enak badan ya" ucap Bu Imah.
Alyssa tersenyum dan menggeleng.
"Enggak Bu, cuma pusing aja. Mungkin karena kecapean kali ya" jawab Alyssa dengan senyum tipis nya.
"Non sih, udah siang capek kerja, malam nya masih sibuk didapur" sahut Bu Imah.
Alyssa tertawa kecil seraya menutup kotak makanan nya.
"Kan dua hari lagi aku mau ikut lomba Bu. Jadi harus belajar belajar. Ibu doain aku ya, supaya menang" ujar Alyssa
Bu Imah tersenyum dan mengangguk. Dia cukup salut melihat Alyssa yang begitu semangat, bahkan tidak kenal lelah. Sepertinya cita cita untuk mengubah nasibnya benar benar kuat.
"Iya non, ibu pasti doain non kok. Yang penting non jangan lupa jaga kesehatan. Jangan terlalu lelah" ujar Bu Imah lagi.
"Iya Bu. tenang aja. Yaudah, kalau gitu aku mau mandi dulu. Sebentar lagi kak Jimmy pasti Dateng" ucap Alyssa
__ADS_1
"Iya non" jawab Bu Imah.
Alyssa langsung berlalu kekamar nya untuk membersihkan diri. Memakai pakaian terbaiknya dan juga sedikit wawangian. Alyssa benar benar sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Zayden.
..
Dua jam kemudian...
Alyssa sudah berada didalam mobil, dia sudah berada diperjalanan bersama Jimmy yang menjemputnya tadi.
Alyssa memandang kearah Jimmy. Wajahnya nampak kusut dan lelah.
"Kak Jimmy" panggil Alyssa
Jimmy menoleh sejenak kearah Alyssa dan kembali memandang kejalanan didepan nya.
"Capek ya kak?" tanya Alyssa
Jimmy langsung mendengus senyum mendengar itu.
"Capek banget Sya" jawab Jimmy langsung.
"Semangat ya, demi mas Zayden" ujar Alyssa
Jimmy mengangguk pelan.
"Yah, sayang nya sampai sekarang aku belum bisa cari bukti kecurangan tuan Alex. Urusan perusahaan benar benar menyita waktu. Apalagi dengan tuan besar yang juga kurang sehat sekarang" ungkap Jimmy. Terlihat dia memang sedang menyimpan beban yang cukup banyak dipundak nya.
Jimmy mengangguk dengan lemas.
Alyssa menghela nafasnya dengan berat dan memandang nanar jalanan didepan mereka.
"Kasihan mas Zayden. Dan ini juga gara gara aku" gumam Alyssa
Jimmy kembali menoleh pada Alyssa sejenak.
"Kenapa ngomong gitu terus. Ini memang mau tuan Zayden. Aku juga tidak setuju jika dia menikah dengan gadis licik itu. Lihat saja sekarang, dia sudah sehat dan muncul lagi dimedia" ungkap Jimmy. Dia terdengar kesal.
"Kenapa aku gak boleh jenguk mas Zayden sering sering sih kak. Setidak nya, mas Zayden gak akan ngerasa kesepian disana" ucap Alyssa dengan sendu.
"Sya... tuan Zayden bukan tidak mau kamu jenguk. Tapi dia tidak ingin membuat kamu bersedih dengan keadaan nya yang sekarang" ungkap Jimmy.
"Tapi dengan kayak gini sama aja menyiksa diri sendiri" gumam Alyssa.
"Alyssa..." panggil Jimmy dengan lembut. Alyssa sudah seperti adik sendiri baginya. Dia tidak ingin melihat mereka bersedih, tapi mau bagaimana lagi. Ini adalah saat saat terpuruk mereka semua.
Alyssa langsung menoleh pada Jimmy.
"Hormati keputusan dia ya" pinta Jimmy.
Alyssa tertegun.
__ADS_1
"Dia sangat tertekan sekarang. Tuan besar sakit, kamu sendirian diluar, perusahaan terbengkalai, dan dia tidak bisa berbuat apa apa. Itu cukup membuat fikiran nya tidak tenang. Dia tidak ingin kamu melihatnya yang selalu menyedihkan setiap hari" ungkap Jimmy dengan pandangan yang begitu getir. Dia yang sangat tahu bagaimana perasaan Zayden sekarang.
Alyssa tertunduk dengan mata yang kembali berair.
"Iya kak... Maaf. Aku cuma rindu, aku takut mas Zayden kesepian disana" ucap Alyssa seraya menahan air matanya.
Jimmy tersenyum tipis dan menggeleng.
"Kita berdoa saja. Semoga ada mukjizat yang bisa meringankan hukuman nya" ujar Jimmy.
Dan Alyssa hanya bisa mengangguk pasrah.
"Aku dengar kamu mau ikut lomba memasak dihotel Denue dua hari lagi?" tanya Jimmy yang mengalihkan pembicaraan mereka.
"Kakak tahu?" tanya Alyssa
"Tahu, kamu benar mau ikut lomba itu?" tanya Jimmy lagi.
Alyssa mengangguk pelan.
"Mencoba peruntungan kak. Siapa tahu bisa menang" jawab Alyssa.
"Harus semangat ya. Aku doain kamu memang. Masakan kamu memang enak, dan restoran itu juga memang sedang mencari koki untuk masakan khas rumahan" ucap Jimmy.
"Iya, kalau memang, hadiah nya lumayan gede, aku juga bisa kerja jadi chef disana" sahut Alyssa.
"Iya, restauran itu salah satu restauran milik keluarga Dewantara. Sesekali pemilik nya makan disana, jadi pihak restauran lagi mencari chef yang bisa memasak masakan khas Indonesia" ungkap Jimmy lagi.
"Bos besar juga?" tanya Alyssa
Jimmy tersenyum dan mengangguk.
"Iya, tapi bos besar ini berbeda dengan tuan Zayden " jawab Jimmy
"Udah tua dan botak ya" tanya Alyssa dengan polosnya.
Jimmy langsung mendengus tawa mendengar itu
"Kamu ini sembarangan. Mereka sama sama tampan, hanya berbeda karakter saja. Nanti kamu juga tahu, karena dia juga pasti hadir disana" ungkap Jimmy.
Alyssa hanya mengangguk saja mendengar itu. Tidak perduli mau bagaimana pemilik Restoran itu. Yang terpenting adalah bagaimana cara Alyssa supaya bisa menang, sudah itu saja.
"Kamu harus semangat. Aku doain supaya kamu memang. Nanti aku pasti menemani kamu disana" ucap Jimmy
"Beneran kak?" tanya Alyssa
"Iya" jawab Jimmy.
"Kamu harus jaga kesehatan. Lomba nya sebentar lagi, tapi aku lihat kamu malah tidak sehat seperti ini. Wajah kamu pucat dan layu" kata Jimmy seraya menoleh sejenak pada Alyssa.
"Sama, kakak juga tuh" balas Alyssa pula.
__ADS_1
Jimmy langsung tertawa mendengar nya. Karena memang, selama Zayden dipenjara, Jimmy benar benar kerepotan mengurus semuanya.