Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Dompet


__ADS_3

Pagi buta, Bob sudah muncul di rumah Elle, tepatnya di rumah bagian depan tempat Robby tinggal.


" Robby, mancing yuk!! "Kepalanya melongok ke dalam kamar mencari Robby yang telah meninggalkan tempat tidur.


Kemudian dia mendengar suara air jatuh di kamar mandi.


Bob memilih duduk di sofa tunggal di dalam kamar itu.


Mengutak-atik-atik ponselnya, dia melakukan panggilan.


"Elle, udah bangun belum?!"


Suara ngantuk terdengar diseberang.


"Baru jam lima tadi, aku tidur lagi. Malah ditelpon gini, aku baru molor dua puluh menit, ditelpon lagi" Elle mengomel


"Bangun dong! "


"ngantuk!! ganggu aja!! "


Elle mematikan panggilan Bob.


"Ehhh... malah dimatikan" Bob tersenyum usi menatap layar ponselnya.


Dia melakukan panggilan lagi.


"Halo!!" Serunya begitu telponnya tersambung.


"Elle... bangun dong!!"


"Hemmm... "


"Ayo... mancing!"


"Nggak!!"


"Kata mantri Bein ada banyak ikan di danau"


"Terakhir kali kita nggak dapat apa-apa, kan?"

__ADS_1


"Dapat kok, tuh si Robby"Balas Bob tertawa geli.


"Bangun dan bersiap!!"


" Persetan denganmu, Bob!! aku mau tidur! jangan ganggu!!Elle meraung sebelum menutup telpon.


Bob menjauhkan ponselnya dari telinga.


" Begitu galak! "Sungut nya memandangi handphone di tangannya. Detik berikutnya dia tergelak.


Bob berbuat melakukan panggilan lagi saat tangganya di pegang seseorang, handphone di tangannya cepat berpindah tempat. Bob menoleh dan mendapati Tubuh atletis Robby yang baru keluar dari kamar mandi dan hanya terlilit handuk di pinggangnya.


" Persetan denganmu Robby!! apa kamu ingin pamer?! " Bob tiba-tiba meledak. Buru-buru bangkit merebut kembali ponselnya.


"Jangan ganggu aku!" Sentak Bob dengan masam.


" Jangan ganggu dia lagi, aku yang akan menemani mu memancing" Robby berjalan ke sisi tempat tidur, dengan santai berganti baju.


Bob mengurungkan niatnya menelpon Elle lagi.


"Bukannya bagus kalau dia juga ikut, akan seru"


"Kamu nggak terlalu asyik diajak main, banyak larangannya" Protes Bob.


"Orang ngelarang juga buat kebaikan kamu" Balas Robby.


" Kita berangkat sekarang?"Bob berdiri dari sofa.


"Cari sarapan dulu" Keduanya keluar kamar.


"Kita bisa sarapan di jalan nanti" Usul Bob


" Enggak. Beli sarapan dulu, sekalian buat Elle"Robby segera membelah pagi dan menuju kedai sarapan, Bob mengikutinya dengan tenang. Keduanya memilih sejumlah jajanan. Robby menambahkan satu porsi bubur ayam untuk Elle.


"Kita tidak membangunkannya? " Tanya Bob saat mereka telah berada di rumah untuk sarapan.


"Tidak perlu" Robby mengajak Bob sarapan di rumah depan kemudian membawa sarapan untuk Elle di dapur rumah belakang, meninggalkan catatan kemudian pergi bersama Bob.


"Disini benar-benar ada danau yang indah" Robby mengagumi pemandangan yang langka.

__ADS_1


"Kenapa baru datang kesini sekarang?"


"Hanya aku yang suka mancing, Elle nggak terlalu suka" Ujar Bob sambil mencari tempat yang tepat untuk meninjau ada ikan.


"Tempat ini benar-benar bagus, kenapa tidak dimanfaatkan dan dibiarkan terongkok begini saja?" Robby berdiri di tepi dan menghirup udara segar dalam-dalam.


"Apa maksudmu? tempat ini kan digunakan untuk memancing, mau apalagi?" Bob bertanya sambil sibuk mengatur pancing nya. Melempar satu persatu mata kailnya ke dalam danau.


"Danau ini sangat bagus untuk tempat wisata, bukan?" Senyum Robby mengembang.


" Tidak! " Renggut Bob cepat." Aku tidak setuju. Kalau ini dibuka untuk umum, hanya menunggu waktu alamnya rusak" Ujar Bob cemberut.


"Tidak ada lagi tempat yang bagus untuk mancing"


Robby menghampiri tempat Bob.


"Itu karena mereka tidak menjaganya dengan baik, kalau kita memiliki sistem untuk menciptakan tempat wisata yang ramah alam itu tidak akan terjadi, kerusakan lingkungan"


Bob melihat Robby kemudian mencibir "Aku sudah mendengar teori itu setiap kali ada wisata alam mau dibuka" Ucap Bob.


" Buktinya? sama saja, setelah mendapat keuntungan, mereka lupa untuk menjaga alamnya"


"Di desa sebelah itu, ada wisata alam permandian air panas, waktu mau dibuka, dari bupati, camat, lurah, kades semua bicara pelestarian lingkungan dan lain-lain. Sekarang... tempat itu sekarat" katanya dengan ekspresi menghina.


"Di sebelah permandian itu ada bukit, namanya bukit jati, sekarang jadi bukit sampah! "


Robby menghela napas mendengar omelan Bob.


"Kalau tempat ini dibuka untuk umum, aku akan melempar kotoranku ke danau setiap hari"


"Bicara sembarangan!" Robby menepuk pundak Bob sembari tertawa geli.


"Itu perbuatan ilegal"


"Persetan!" Bob masih kesal.


"Eh... ada rumah di sana?" Mata Robby yang menjelajah menabrak bangunan tua di seberang jembatan.


"Ah.... itu gudang tua" Bob menjawab mengikuti arah pandangan Robby.

__ADS_1


"Di sanalah kami memungut mu"Kata Bob.


__ADS_2