
Hari sudah gelap saat Alyssa pulang kerumah utama. Dia bahkan sudah memejamkan matanya saat ini. Rasanya lelah dan sangat mengantuk. Satu harian berada diluar dan tidak ada beristirahat sama sekali membuatnya kelelahan.
Deni mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan malam yang masih begitu ramai di jalan utama.
Namun ketika melewati jalan yang sepi dia sudah mulai was was.
Apalagi ketika dia melihat jika ada beberapa mobil yang mengikuti mereka dari belakang.
Awalnya dia biasa saja dan mengira jika itu hanyalah pengemudi yang lain. Namun semakin lama, di saat dia memainkan laju mobilnya, mobil mobil itu juga nampak mengikuti kemana arah yang Deni tuju.
Tidak bisa dibiarkan.
Mereka pasti akan berniat buruk pada nona nya. Nona muda dikeluarga Zega.
Deni melirik Alyssa yang masih tertidur dengan tenang, seraya dia yang membenarkan ear phone ditelinga nya. Menghubungi orang orang nya untuk membantunya melindungi Alyssa.
Sepertinya kecurigaan tuan Juanda benar, jika sekarang, nyawa Alyssa memang terancam.
Mungkin bukan nyawanya, melainkan keselamatan nya.
Keluarga Alexander tidak akan diam saja ketika mereka dipermalukan dan di usik. Apalagi Deni sudah tahu jika Zayden akan bebas karena bantuan tuan Malik yang menekan Alexander.
Melihat mobil yang mengejar nya semakin mendekat, Deni semakin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Beberapa kali guncangan membuat Alyssa terbangun. Dia langsung memandang Deni yang masih nampak fokus pada kemudinya.
"Kenapa laju sekali mas?" tanya Alyssa seraya mengusap matanya yang masih mengantuk.
"Berpegangan lah nona. Kita sedang dalam bahaya sekarang" ujar Deni.
Alyssa mengernyit, memandang Deni dengan bingung. Tapi ketika melihat mata Deni yang sesekali melirik kaca spion mobil, membuat Alyssa juga ikut menoleh ke belakang.
Dia terperangah saat melihat beberapa mobil yang kini sudah mengejar mereka dijalanan yang sepi ini.
"Berpegangan nona!!" seru Deni tiba tiba
Alyssa langsung meraih kursi depan nya dengan kuat dan menahan tubuhnya saat Deni membanting stir mobil nya kearah kanan, hingga membuat mobil mereka hampir oleng.
Matanya Alyssa terpejam erat dengan detak jantung yang bergemuruh hebat.
Dia ketakutan sekarang, apalagi saat mobil yang mereka tumpangi hampir oleng dan menabrak pohon.
"Sial, mereka menjebak" umpat Deni dengan mata yang menyalang tajam kedepan.
Disaat dia ingin membelokkan setir kearah kiri dimana jalan utama berada, ternyata dari depan mereka sudah ada sebuah mobil yang menghalangi jalan mereka. Hingga mau tidak mau Deni memutar setir nya kekanan. Dan akibatnya mereka memasuki daerah yang sepi dan jauh dari pemukiman penduduk sekarang.
__ADS_1
"Mas... aku takut" seru Alyssa yang masih memeluk kursi depan nya dengan erat. Kakinya menahan tubuhnya agar tidak terbentur kesana kemari. Apalagi Deni yang melajukan mobilnya dengan begitu kencang.
"Tenang lah nona, sebentar lagi bantuan akan datang" ucap Deni. Dia juga sudah was was sekarang. Alyssa sedang hamil dan jika dia melajukan mobilnya dengan tidak terkendali, maka itu bisa berbahaya. Bantuan pasti akan lama tiba ditempat ini.
Dan tiba tiba...
ciiiiiiitttt
Ban mobil Deni terdengar berderit diaspal jalanan yang lembab, bahkan karena mengerem mendadak membuat mobil itu langsung berputar beberapa kali.
"Aaaaaa maaasss!!!"
brak
"Uggh"
Alyssa meringis ketika kepala nya terbentur pintu mobil dengan kuat. Bahkan sudah memar dan memerah
"Nona anda baik baik saja?" tanya Deni yang kepala nya juga sudah berdarah sekarang.
Alyssa memegangi kepala nya yang terasa berdenyut dengan berat. Rasanya sakit sekali, hingga membuat pandangan matanya mengabur.
Brak...
Beberapa orang mendatangi mobil Deni dan memukul pintu mobil mereka dengan kuat.
Deni bingung antara melawan atau menunggu. Tapi jika menunggu, sudah pasti tidak akan sempat, dan jika melawan juga dia pasti akan kalah melihat banyak nya orang orang yang berkerumun mengelilingi mobil mereka.
Brak
Deni menendang pintu mobilnya dengan kuat hingga membuat orang yang ingin membuka mobilnya dengan paksa langsung terhempas kebelakang.
Alyssa sudah lemas, kepalanya benar benar sakit. Dia bahkan sudah tersandar lemas dikursi nya. Bahkan ketika orang orang itu membuka pintu mobilnya. Dia sudah tidak tahu lagi.
Alyssa sudah kehilangan kesadaran nya saat orang orang itu membawa tubuhnya pergi.
Meninggalkan Deni yang berusaha untuk melawan namun dia yang sendiri pasti kalah dengan orang orang yang begitu banyak.
...
Jimmy dan Wira kini sedang berada diperjalanan menuju kerumah utama. Wajah mereka nampak begitu senang karena kini mereka telah mengantungi berkas berkas kebebasan Zayden.
"Akhirnya tuan Zayden bisa bebas juga. Kau tahu, aku sudah benar benar lelah dan sedih melihat nasib nya dan Alyssa" ucap Jimmy
Wira yang sedang mengemudikan mobilnya juga tersenyum dan mengangguk.
__ADS_1
"Kau benar, aku juga sudah tidak sabar melihat mereka menikah secara resmi. Kau benar benar keterlaluan karena tidak mau mengabariku jika Alyssa dan tuan Zayden sudah menikah" jawab Wira.
"Itu terjadi terlalu cepat. Kesalahan malam itu membuat Alyssa hamil. Jadi mau tidak mau aku harus menikahkan mereka" ungkap Jimmy
"Setidaknya aku bisa menjadi saksi dan wakil untuk Alyssa. Dia juga adikku" gerutu Wira.
Jimmy langsung terbahak mendengar itu.
"Tenanglah, setelah ini kau bisa menjadi wakilnya. Mereka pasti akan menikah lagi nanti" sahut Jimmy.
"Apa kau yakin jika tuan besar memang sudah menerima Alyssa sebagai cucu menantunya?" tanya Wira.
Dia masih merasa ragu, karena dia juga tahu bagaimana kerasnya peraturan tuan Juanda.
"Aku yakin. Anak yang dikandung Alyssa tidak akan dia abaikan. Lagi pula, tuan besar sendiri yang meminta ku untuk mengumumkan pernikahan sirih mereka" jawab Jimmy.
Wira mengangguk dengan lega..
"Aku sudah tidak sabar melihat mereka. Aku kemari untuk bertemu dengan Alyssa dan tuan Zayden. Tapi kau malah memberiku pekerjaan " kata Wira lagi.
Jimmy terkekeh mendengarnya. Dia memang mengajak Wira keluar kota dan mengurus perusahaan cabang. Malas sekali dia jika harus pergi kesana sendiri.
"Dari pada kau keluyuran tidak jelas, lebih baik kau menjadi bodyguard ku" sahut Jimmy. Tangan nya meraih ponsel yang bergetar menandakan panggilan dari seseorang.
Wira hanya mendengus dan kembali fokus pada jalanan didepan nya.
Namun tiba tiba dia terkesiap, ketika mendengar Jimmy yang nampak terkejut dengan panggilan itu.
"Kau serius, dimana?" suara Jimmy terlihat panik sekarang. Dan itu membuat Wira langsung memelankan laju mobilnya.
Jimmy memandang Wira dengan wajah yang memucat.
"Alyssa diculik" ucap Jimmy
ciiitt
Wira menghentikan mobilnya mendadak dan memandang Jimmy tidak percaya.
"Kau serius?"
"Kita kesana sekarang, orang orang tuan besar sudah pergi menuju Bandung. Alyssa dibawa kesana oleh mereka" ujar Jimmy
Wira langsung melajukan mobil nya dan memutar haluan mereka.
Sial sekali, niat hati ingin menyambut kebebasan Zayden. Namun sekarang, malah mendapat kabar buruk seperti ini.
__ADS_1