Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Harus Semangat!


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang paling mendebarkan bagi Alyssa. Karena hari ini dia akan memulai perjuangan pertama nya untuk mengikuti ajang perlombaan memasak yang ada disalah satu restoran mewah yang ada dikota itu.


Pagi pagi sekali Alyssa sudah bangun, tapi entah kenapa pagi ini dia terasa begitu lemas dan lesu. Kepala nya pusing dan perutnya juga mual. Apa dia masuk angin karena kelelahan bekerja???


Entah lah, memang akhir akhir ini Alyssa terlalu memporsir tubuhnya. Sudah lelah bekerja, malam nya dia juga mencoba untuk belajar memasak.


Lelah sebenarnya, tapi besar harapan Alyssa untuk bisa menang di perlombaan memasak itu. Dia tidak berharap akan menjadi pemenang nya, karena sudah pasti yang mengikuti perlombaan itu pastilah orang orang terbaik yang sudah dipilih saat pendaftaran. Dan Alyssa cukup beruntung karena bisa lolos dan mengikuti babak final ini.


Alyssa hanya berharap, jika dia tidak bisa menjadi juara pertama dan menjadi chef tetap direstauran itu, setidak nya Alyssa bisa memenangkan juara Runner up atau harapan. Hadiah nya juga sudah besar, dan mungkin itu akan cukup untuk menambahi tabungan nya selama ini.


Alyssa baru saja selesai sarapan, dia juga meminum obat agar tubuh nya tidak tumbang saat perlombaan nanti. Alyssa harus sehat dan harus bersemangat. Demi masa depan nya, dan juga demi Zayden, kekasih nya.


"Non udah mau pergi ya, mas Jimmy udah nunggu didepan" ujar Bu Imah yang sedikit membuat Alyssa terkejut.


Alyssa tersenyum dan mengangguk, seraya dia yang beranjak dari kursi dan berjalan menuju bu Imah.


"Iya Bu, ibu doain aku ya, mudah mudahan bisa menang" ucap Alyssa seraya menyalami punggung tangan Bu Imah.


"Pasti non, ibu udah doain non siang malem. Non pasti menang" jawab Bu Imah.


"Terimakasih Bu, kalau gitu Alyssa berangkat dulu ya" pamit Alyssa


"Iya non, non udah minum obat kan." tanya bu Imah


"Udah kok Bu, udah aman" jawab Alyssa dengan senyum ceria nya seperti biasa.


Bu Imah mengangguk dan mengantar Alyssa kedepan rumah, dimana Jimmy sudah menunggu didepan mobil nya.


"Dah Bu" Alyssa melambaikan tangan nya pada Bu Imah dan langsung masuk kedalam mobil.


Bu Imah memandang Alyssa dengan senyum lembut nya. Lama hidup bersama Alyssa membuat Bu Imah sudah menganggap Alyssa seperti anaknya sendiri.


Sebenarnya Bu Imah cukup khawatir dengan kondisi Alyssa akhir akhir ini yang terlihat berbeda. Dia kurang sehat, bahkan beberapa kali Bu Imah melihat Alyssa muntah muntah. Seperti bukan masuk angin biasa, tapi lebih tepatnya seperti ....... orang hamil.


..


Sedangkan didalam mobil, Alyssa duduk dengan tegang dan gugup. Apalagi semakin dekat dengan restauran itu, semakin membuat hati nya bertambah gugup.


Jimmy memperhatikan Alyssa dengan senyum lembut nya.


Dia tahu Alyssa gugup, tapi Jimmy juga berharap jika Alyssa bisa menang dalam lomba ini.


"Sya, gugup ya" ucap Jimmy.


Alyssa menoleh pada Jimmy dan langsung mengangguk pelan.


"Gugup banget kak, padahal dirumah tadi enggak Lo" jawab Alyssa.


"Bawa relaks, dan yakin kalau kamu pasti menang" ucap Jimmy.


"Iya kak" jawab Alyssa yang langsung menarik nafas nya dalam dalam dan mengeluarkan nya perlahan.


"Makasih ya kak, udah mau nganterin aku. Kalau gak ada kakak, mungkin aku makin gugup sekarang" ujar Alyssa

__ADS_1


Jimmy tersenyum dan menoleh pada Alyssa sejenak.


"Kamu kayak sama siapa aja deh Sya. Aku pasti bakalan ada untuk kamu selama tuan Zayden masih didalam sana" jawab Jimmy.


"Iya, kalau aja mas Zayden ada, mungkin aku bakalan nambah semangat" gumam Alyssa.


"Sya..." panggil Jimmy


Alyssa menoleh lesu ke arah Jimmy.


"Dia memang gak ada didepan kamu, tapi dia kan ada didalam hati kamu" kata Jimmy


Alyssa tertegun, dan sedetik kemudian dia langsung mendengus senyum dan mengangguk pelan.


"Ya, dia memang selalu ada dihati aku. Bahkan ini juga aku lakuin untuk dia. Supaya tuan besar tahu, kalau aku memang pantas ada disamping mas Zayden" ungkap Alyssa.


"Nah begitu dong. Kamu harus semangat. Kalian harus berjuang sama sama untuk kehidupan yang lebih baik" ujar Zayden.


"Ya, bukan hanya kami, tapi kakak juga kan. Bukan hanya kami, tapi kita semua" sahut Alyssa


Jimmy langsung tertawa mendengar itu.


"Ya, kita semua. Harus semangat" seru Jimmy seraya mengangkat tangan nya.


"Semangat" sahut Alyssa pula.


Dan mereka langsung tertawa bersama setelah itu. Menutupi kesedihan hati masing masing dan juga tertawa untuk mengalihkan perasaan gugup Alyssa.


Hingga tidak lama kemudian, tiba tiba Alyssa memandang Jimmy dengan heran.


Dia kenal jalan ini.


Ini jalan kerumah Cici...


"Iya, biar kamu semakin semangat Sya. Temen kamu yang paling ribut itu pasti bisa bikin kamu gak gugup lagi" jawab Jimmy.


Alyssa langsung mendengus tawa mendengar itu. Dia benar benar bahagia jika Cici bisa ikut. Dan Alyssa jadi tidak merasa sendiri lagi jika ada Cici.


Dan benar saja, ketika sampai didepan rumah nya, ternyata Cici telah menunggu.


Bahkan dia langsung berlari mendekat kearah mobil Jimmy.


"Hai Sya.. ah aku kira tuan asisten lupa jemput aku" ucap Cici yang langsung masuk kedalam mobil.


"Cici... aku senang banget kamu mau ikut" seru Alyssa seraya menoleh kebelakang dimana Cici berada.


"Aku juga seneng bisa di ajak. Ini karena tuan Jimmy, kalau gak ada tuan Jimmy, aku susah dapat izin dari mbak Siska" jawab Cici.


"Beneran kak?" tanya Alyssa pada Jimmy yang sudah mulai melajukan mobilnya kembali.


Jimmy mengangguk pelan.


"Biar ramai Sya" jawab Jimmy.

__ADS_1


"Aaaah makasi, paling baik deh kakak aku yang satu ini" ucap Alyssa seraya mencubit gemas wajah Jimmy.


Cici langsung tertawa melihat itu, sedangkan Jimmy mengusap pipi nya yang terasa panas.


"Sya, kamu ini gemas atau senang sih. Cubit nya pakai tenaga banget" gerutu Jimmy namun dengan tawa lucu nya melihat wajah senang Alyssa.


"Dua dua nya kak, hehe" jawab Alyssa.


Jimmy hanya menggeleng dan mendengus senyum melihat Alyssa. Dia juga senang jika Alyssa senang. Gadis kesayangan tuan bos nya ini memang tidak boleh bersedih, dan ketika Zayden tidak ada, maka tugas Jimmy lah yang harus menjaga nya dan juga membuat Alyssa tersenyum.


"Sya, kamu udah siap mental kan" ucap Cici dari belakang.


"Udah kok, cuma gugup aja Ci" jawab Alyssa.


"Gak boleh gugup, nanti masakan kamu gak enak. Ya, meskipun saingan kamu juga berat. Tapi kamu harus yakin kalau kamu pasti bisa menang, aku sama tuan asisten bakalan jadi suporter kamu nanti" sahut Cici dengan begitu bersemangat.


Alyssa tertawa dan mengangguk.


"Iya, aku pasti semangat kok. Ada kalian berdua aja udah buat aku sesemangat ini, apalagi kalau kalian support aku terus" jawab Alyssa.


"Kami pasti support kamu Sya" sahut Jimmy.


"Iya Sya, kurang apa coba, kami bahkan sampai harus bolos kerja hari ini demi kamu" ungkap Cici.


Alyssa langsung tertawa mendengar itu. Namun dia kembali terdiam dan memandang kearah Jimmy.


"Iya kan kak. Aku baru ingat. Berarti kakak gak keperusahaan dong karena harus Nemani aku hari ini" tanya Alyssa dengan begitu tidak enak. Namun Jimmy langsung tersenyum dan menggeleng.


"Santai aja Sya, tadi malam aku udah lembur kok. Lagi pula hari ini juga tidak banyak pekerjaan. Jadi aman kok" jawab Jimmy dengan senyum tipis nya.


"Beneran?" tanya Alyssa. Dan Jimmy langsung mengangguk dengan yakin. Meski sebenarnya tidak begitu yang terjadi. Cukup banyak meeting yang dia batalkan hari ini, cukup banyak pekerjaan yang menumpuk diatas meja nya, dan cukup banyak masalah yang akan menantinya dihari esok. Yah semoga saja dia tidak di pecat oleh tuan Juanda setelah ini. Karena Jimmy lebih memilih menemani Alyssa dari pada mengurus perusahaan.


Hingga tidak lama kemudian, mobil yang Jimmy kendarai sudah tiba didepan restauran mewah itu. Restauran yang kini sudah terlihat penuh dengan banyak orang dan juga wartawan.


"Wow... ramai banget" gumam Cici seraya turun dari dalam mobil.


"Masuk tv ya, kok ada wartawan juga" tanya Alyssa pula


"Iya, perlombaan ini di liput oleh salah satu stasiun tv. Pihak restauran bekerjasama dengan mereka" ungkap Jimmy yang juga sudah turun dari dalam mobil.


Alyssa langsung gugup melihat begitu ramai nya orang orang ini.


"Yaudah yuk masuk" ajak Jimmy.


"Relaks" ujar Cici seraya merangkul lengan Alyssa.


Alyssa tersenyum getir dan langsung mengangguk. Dia menarik nafasnya dalam dalam dan membuang nya perlahan.


Sungguh, untuk seumur hidupnya baru ini Alyssa berada ditengah keramaian seperti ini. Dan yang lebih membuat nya semakin gugup adalah, dia yang akan berada disana dan di tonton oleh jutaan orang.


Ya ampun..


Alyssa benar benar gugup. Mudah mudahan saja dia bisa memasak dengan baik nanti.

__ADS_1


Jika saja ada Zayden, mungkin kegugupan Alyssa tidak akan seperti ini kan...


__ADS_2