Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Kisah Lalu


__ADS_3

Dan benar saja, Alyssa tertidur begitu pulas diranjang Zayden. Tidak tahu kenapa dia benar benar merasa nyaman tidur disana. Bahkan sekarang hari juga sudah mulai beranjak siang, tapi Alyssa juga belum bangun


Sesekali Bu Imah memeriksa keadaan Alyssa. Panas nya sudah turun, wajah Alyssa juga sudah tidak pucat lagi. Dia benar benar nyaman berada dikamar ini. Dan sungguh, itu membuat Bu Imah dan juga tuan Juanda merasa heran dan aneh.


Padahal pagi tadi bisa mereka lihat bagaimana Alyssa yang lemas dan tidak bertulang dengan wajah pucat dan juga tubuh panasnya. Tapi sekarang, semua sudah mulai membaik. Entah karena suntikan dokter Sandra atau karena tidur di dalam kamar Zayden ini yang membuatnya tidak bangun bangun.


Ya, malam tadi sedetikpun Alyssa juga tidak dapat tertidur, dan sekarang sepertinya dia benar benar menikmati waktunya.


Sementara Tuan Juanda yang sedang duduk didalam ruang kerja nya nampak memandang dengan serius sebuah surat dalam amplop putih yang baru saja dia buka. Surat dari Malik, anak dari sahabat ayah Zayden.


"Dia ingin membantu kita membebaskan Zayden?" tanya tuan Juanda pada pak Pong yang berdiri didepan nya.


"Benar tuan, tuan Alexander ternyata terlibat kecurangan pada salah satu perusahaan cabang Dewantara. Jadi sekarang perusahaan nya sedang terancam. Dan tuan Malik akan menggunakan itu untuk menukar kebebasan tuan Zayden." ungkap pak Pong.


Tuan Juanda nampak terdiam. Mungkinkah Zayden akan bebas? Pasalnya dia tahu bagaimana keluarga Alexander.


"Tuan tenang saja. Tuan Malik sama seperti ayahnya yang jika sudah tidak suka dia pasti akan membasmi sampai ke akar akar nya. Saya pastikan jika tuan Zayden akan segera bebas dari tuntutan. Apalagi kita juga punya bukti perlakuan Anabella terhadap nona Alyssa direstauran semalam" ungkap pak Pong lagi.


Tuan Juanda hanya mengangguk pelan. Dia juga sudah rindu pada Zayden. Cucu semata wayang yang dia punya.


Meski dia kecewa, tapi mau bagaimana pun semua sudah terlanjur terjadi.


"Lalu bagaimana dengan resto yang dibangun Alyssa?" tanya tuan Juanda pula.


"Sudah hampir jadi tuan, mungkin bulan depan resto itu sudah bisa dijalankan" jawab pak Pong


"Bantu dia, jangan ada hambatan apapun. Jika bisa bantu membangun resto itu dalam beberapa hari ini. Jangan tahu dia ataupun Jimmy, lakukan dengan baik. Jimmy akan aku kirim keluar kota untuk mengurus perusahaan cabang disana" ujar tuan Juanda.


Pak Pong langsung tersenyum tipis mendengar itu.


"Baik tuan, hari ini juga saya akan mengirim orang untuk mempercepat proses pembangunan resto itu" sahut pak Pong


"Pastikan setelah dia pulih dan masuk kerja semua sudah selesai" ujar tuan Juanda


Pak Pong mengangguk.


"Sepertinya anda tidak ingin tenaga nya terkuras habis tuan" ucap pak Pong.


"Aku hanya tidak ingin janin yang dikandung nya celaka. Cukup sudah melihat nya berjuang, aku juga bukan manusia yang tidak punya hati, bagaimana mungkin aku membiarkan calon cicit ku kesusahan diluar sana sementara aku hidup mewah disini" jawab tuan Juanda.


Pak Pong terlihat menghela nafasnya.


"Sepertinya kejadian dua puluh delapan tahun yang lalu kembali terulang" ungkap pak Pong.


Tuan Juanda langsung mengangguk pelan. Matanya melirik sebuah foto yang ada diatas meja. Foto keluarga. Ada Jordan anak lelakinya, Sarah, istri Jordan, dan juga Zayden yang masih berusia dua tahun.


Mereka terlihat bahagia disana. Setelah mereka mendapatkan restu dari tuan Juanda.

__ADS_1


Ya, ibu Zayden, Sarah juga hanya orang biasa. Anak yatim piatu yang tinggal disebuah panti asuhan. Dan entah karena takdir apa yang membuat putra semata wayangnya bisa jatuh cinta pada perempuan ini. Perempuan yang cantik alami, sama seperti Alyssa.


Tuan Juanda tidak setuju dulunya, bahkan dia sampai mengusir Jordan dari rumah hanya karena Jordan yang memilih pergi dan hidup berdua dengan Sarah Karena rasa cintanya.


Bahkan hingga Sarah mengandung Zayden pun tuan Juanda masih tidak merestui mereka. Tuan Juanda adalah keluarga terpandang, keluarga konglomerat yang mempunyai kekuasaan besar. Sedangkan Jordan malah jatuh cinta pada seorang anak dari panti asuhan. Tentu saja itu membuat dia murka.


Tapi apa mau dikata, disaat Zayden berumur satu tahun, Sarah mulai sakit sakitan, dan Jordan mulai pusing mencari dana untuk biaya pengobatan istrinya. Hingga pada saat itu ayah Malik datang untuk membantunya, dan ayah Malik pula yang membantu Jordan untuk mendapat restu dari tuan Juanda.


Tidak ada yang tega melihat anak semata wayangnya kesusahan, apalagi Sarah sakit karena kelelahan bekerja demi membantu Jordan, hingga akhirnya tuan Juanda menerima mereka dan membawa mereka kerumah ini.


Namun sayang, kebersamaan mereka tidak lama, hanya bertahan tiga tahun saja, dan ditahun ketiga dia merasakan bahagia karena berkumpul dengan anak dan cucu, Jordan dan Sarah malah pergi meninggalkannya.


Tuan Juanda cukup terpukul jika mengingat itu. Mereka meninggal dalam sebuah kecelakaan beruntun disalah satu jalan tol.


Dan beruntungnya pada saat itu Zayden tidak ikut bersama mereka. Jika Zayden ikut, mungkin dihari tua nya dia hanya akan hidup sebatang kara.


"Aku tidak ingin mengulang kesalahan yang sama. Mungkin sudah garis takdir keluarga seperti ini. Cukup sudah kebersamaan ku dengan Jordan yang terasa sebentar. Jangan lagi dengan Zayden" ungkap tuan Juanda dengan penuh kerinduan.


"Tuan.. ini adalah pilihan yang tepat. Saya juga bisa melihat jika nona Alyssa tidak seperti perempuan diluar sana. Dia cukup tulus, bahkan demi mendapatkan restu anda dia rela berjuang untuk membangun usaha nya sendiri" sahut pak Pong


Tuan Juanda mengangguk sekilas


"Maka dari itu aku tidak ingin membuat nya kelelahan. Jika resto nya sudah selesai, maka dia bisa berhenti dan tidak lagi bekerja direstauran milik Malik" kata tuan Juanda.


"Sebenarnya bekerja disana tidak lelah, hanya saja karena tekanan dari nona Anabella dan juga perasaan nona Alyssa pada tuan muda lah yang membuat kondisi nya menurun" sahut pak Pong


"Maka dari itu, aku sangat berharap jika Malik bisa membantu. Jikapun tidak bisa membebaskan Zayden, tapi sepaling tidak bisa meringankan hukuman nya" harap tuan Juanda


Tuan Juanda menghela nafas berat. Semua terasa Dejavu. Dia sedih Zayden dipenjara dalam waktu yang lama. Bahkan untuk melihat saja tuan Juanda tidak sanggup. Bukan dia tidak ingin dan tidak rindu. Dia sangat merindukan cucu nya itu, tapi sungguh, hatinya benar benar tidak sanggup melihat Zayden yang menyedihkan didalam sana sementara dia tidak bisa berbuat apa apa.


"Tuan .."


panggilan pak Pong membuat tuan Juanda langsung memandang kearah nya.


"Apa tuan yakin akan mengumumkan jika tuan muda sudah menikah dengan nona Alyssa?" tanya pak Pong


Mendengar pertanyaan pak Pong, tuan Juanda nampak menghela nafasnya dan mengangguk pelan.


"Kehamilan Alyssa tidak bisa ditutupi. Jika kita sembunyikan maka kedepannya pasti tidak akan baik. Orang orang pasti akan mengira yang tidak tidak dan membicarakan kehamilan Alyssa nanti nya. Ya, meskipun dia memang hamil diluar nikah. Tapi sepaling tidak, mereka sudah menikah sekarang" ungkap taun Juanda.


Pak Pong mengangguk


"Mungkin semua orang direstauran Denue sudah gempar dengan berita ini" sahut pak Pong.


"Tidak masalah, dengan begitu Alyssa akan aman bekerja disana" jawab tuan Juanda.


Pak Pong hanya mengangguk dan tersenyum tipis.

__ADS_1


Mau bagaimana pun melarang dan menentang, jika semua sudah di atur oleh sang Kuasa. Maka mau bagaimanapun jalan yang dihalangi, mereka tetap akan bersatu juga.


Lihatlah, karena anak yang tidak sengaja terbentuk, akhirnya tuan besar ini bisa menerima Alyssa sebagai cucu menantunya.


...


Sementara dikamar...


Alyssa mulai membuka matanya. Dia menggeliat perlahan dan mulai memandangi kamar itu.


Bibir Alyssa langsung tersenyum tipis, ketika dia menyadari jika dia memang ada didalam kamar Zayden.


Selimutnya, bantal nya dan semua nya, benar benar aroma Zayden.


aaahh nyaman sekali.


Alyssa mengusap perutnya seraya memiringkan tubuhnya. Dan matanya langsung terpandang sebuah foto kecil di atas meja.


Foto dia dan Zayden???


Alyssa langsung beranjak dengan pelan, takut perutnya kram lagi. Duduk disisi tempat tidur dan meraih foto itu.


Benar, ini fotonya dengan Zayden saat mereka berada didanau hijau dulu. Saat mereka masih baru baru menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih.


Alyssa tersenyum seraya mengusap foto itu dengan lembut. Foto yang membuat hatinya semakin merindu pada Zayden.


'sabar ya sayang, sekarang kita belum bisa sama ayah. Jadi anak yang baik ya nak. Jangan rewel lagi' batin Alyssa seraya dia yang mengusap perutnya dengan lembut.


Dia tahu, jika malam tadi Alyssa tidak bisa tidur, pasti karena anaknya yang ingin tidur dikamar Zayden. Terbukti begitu sampai dikamar ini, Alyssa langsung mengantuk dan bisa langsung tertidur.


Bahkan sekarang tubuhnya sudah jauh lebih baik. Kepalanya juga sudah tidak pusing lagi.


Alyssa sudah segar kembali meski dia sedikit lemas. Karena lapar.


Alyssa menghela nafasnya dan meletakkan kembali foto itu ditempat nya. Matanya mengedar memandangi kamar Zayden yang cukup rapi dan maskulin.


Sangat mewah dan juga cool. Khas seorang Zayden dengan pembawaan yang tenang.


Dan lagi lagi, amat Alyssa terpandang pada sebuah figura besar yang tersangkut didinding.


Foto keluarga.


Seorang wanita cantik dan juga seorang pria yang sedang menggendong balita.


Apa ini orang tua Zayden????


Mungkin saja. Sebab lelaki itu sangat mirip dengan Zayden. Hanya berbeda model rambut dan senyuman nya. Senyuman Zayden mirip dengan wanita ini.

__ADS_1


Wanita cantik yang mungkin adalah ibu Zayden.


Beruntung sekali Zayden masih menyimpan foto orang tuanya. Alyssa bahkan sudah tidak tahu bagaimana rupa ayah dan ibunya. Semua sudah terasa samar samar. Sebab dia yang ditinggal pergi saat masih begitu kecil.


__ADS_2