Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Mencoba Berjuang


__ADS_3

Demi apapun yang ada di bumi ini, Alyssa merasa jika hari itu adalah hari yang paling aneh dalam hidupnya. Dan bukan hari itu saja. Melainkan setelah hari itu hingga beberapa hari ini. Dia masih tidak menyangka jika Zayden yang dia kenal sebagai pekerja bengkel ternyata adalah seorang bos besar.


Seharusnya Alyssa senang bukan??


Tapi tidak, dia sama sekali tidak senang. Karena bagaimana pun jika mengingat tentang status sosial mereka yang sangat berbeda, Alyssa benar benar takut sekarang. Dia takut, jika cinta mereka akan kandas ditengah jalan.


Belum berjuang, tapi rasanya Alyssa sudah tahu bagaimana akhirnya.


Pasti menyedihkan.


Ya Tuhan, kenapa Alyssa bisa jatuh cinta pada seorang bos besar. Yang sudah jelas dia itu terlalu tinggi dan tidak mungkin digapai kan.


Tapi bagaimana dengan hatinya. Cintanya ini benar benar tidak bisa dicegah. Apa jika dari awal dia tahu jika Zayden adalah orang besar Alyssa tidak akan jatuh cinta pada lelaki itu? Apa dia tidak akan menjadi resah dan gelisah seperti ini?


Alyssa menghela nafasnya dengan berat, seraya terus memperhatikan lukisan wajah Zayden yang sempat dia buat sewaktu dirumah lamanya dulu.


Wajah tampan yang sudah benar benar membuat Alyssa jatuh hati.


"Mas Zayden... kenapa begini banget sih" gumam Alyssa dengan begitu sedih.


Sudah beberapa hari berlalu sejak dia tahu tentang identitas Zayden, Alyssa benar benar ragu untuk melanjutkan hubungan ini. Tapi hatinya sungguh tidak bisa untuk jauh dari Zayden. Lelaki itu adalah tempat ternyaman Alyssa saat ini. Tidak ada yang lain, bahkan sekarang rasanya Alyssa hanya memiliki Zayden saja.


Ya, hanya Zayden yang dia harapkan untuk menjadi rumah nya. Tapi rumah seperti apa yang bisa dia dapatkan, jika rasanya dia langsung ditampar dengan kenyataan yang begitu menyakitkan ini.


tok tok tok


Suara ketukan pintu membuat Alyssa langsung menoleh kearah pintu.


Dengan lesu dia langsung berjalan keluar kamar. Membuka pintu itu dan...


grep


Pelukan seseorang membuat Alyssa terkesiap dan langsung mematung.


"Aku kangen kamu Sya" ucap Zayden yang ternyata datang malam ini. Setelah beberapa hari mereka tidak bertemu karena Zayden yang pamit untuk pergi keluar kota bersama Jimmy.


Alyssa terdiam, dia masih terkejut. Namun beberapa detik kemudian, tangan nya langsung terangkat dan meraba punggung Zayden. Kepala Alyssa langsung dia sandarkan didada bidang itu.


Alyssa juga rindu, bahkan dia benar benar ingin menumpahkan semua rasa sesak nya didada ini.

__ADS_1


Lama mereka berpelukan, bahkan mereka tidak lagi perduli jika ada yang melihat. Rasa rindu dan rasa cinta sudah benar benar membuat hati mereka sesak. Apalagi ditambah dengan perasaan takut dan was was mereka tentang hubungan ini.


Zayden mengecup pucuk kepala Alyssa dengan lembut dan penuh perasaan. Dia melepaskan pelukan nya dan meraup wajah cantik Alyssa yang nampak sembab.


"Kamu menangis lagi Sya?" tanya Zayden seraya mengusap wajah Alyssa


Alyssa menggeleng pelan dan memandang wajah tampan itu. Wajah tampan yang terlihat lelah. Sepertinya Zayden langsung kemari, bahkan dia masih memakai kemeja nya yang sudah tergulung dan sedikit kusut.


Yah, kemeja, bukan lagi baju kaus yang tertutup jaket.


"Kita duduk dibelakang yuk" ajak Zayden


Alyssa hanya mengangguk dan langsung mengikuti langkah Zayden menuju belakang rumah. Dimana ada taman kecil yang diurus oleh bu Imah selama beberapa Minggu ini.


"Kamu kenapa menangis lagi. Kamu masih marah sama aku?" tanya Zayden


Alyssa menghela nafas lelah dan menggeleng.


"Aku gak marah mas" jawab Alyssa.


"Lalu kenapa. Kamu lesu banget Sya. Gak kayak biasanya, Alyssa yang murah senyum dan ceria" ungkap Zayden


Zayden memandang Alyssa dengan lekat.


"Aku takut kalau harus pisah sama mas" ucap Alyssa. Matanya kembali berair sekarang.


Zayden langsung meraih bahu Alyssa dan merangkul nya dengan lembut.


Memandang keatas langit dimana bintang cukup banyak malam itu.


"Kita gak akan pisah Sya, aku janji" jawab Zayden.


"Tapi kita berbeda mas" sahut Alyssa


Zayden kembali mencium pucuk kepala Alyssa. Dia juga takut sebenarnya, tapi dia sudah benar benar jatuh hati pada Alyssa.


"Kita coba ya. Setelah pulang dari sini, aku akan bilang sama kakek tentang hubungan kita" ujar Zayden.


Alyssa mendongak dan memandang Zayden dengan lekat.

__ADS_1


"Gimana kalau kakek mas gak setuju?" tanya Alyssa.


"Aku akan berusaha untuk meyakinkan dia Sya" jawab Zayden.


"Bagaimana kalau dia menentang mas? Mas orang besar, sedangkan aku bukan siapa siapa" kata Alyssa lagi. Dia terdengar begitu sedih.


"Sya... tolong jangan sepeti ini. Kalau kamu begini, gimana aku bisa kuat untuk memperjuangkan kamu. Kamu bilang kamu cinta sama aku" ucap Zayden. Seraya memandang Alyssa dengan begitu lekat.


Alyssa duduk dengan tegak dan mengusap air mata yang lagi lagi menetes. Kenapa dia cengeng sekali sekarang.


"Aku takut mas, aku takut bikin hubungan mas sama kakek rusak gara gara aku" kata Alyssa seraya menahan tangis nya.


"Sya..." panggil Zayden seraya meraih tangan Alyssa dan menggenggam nya dengan lembut.


"Semua memang enggak mudah. Aku tahu ini sulit. Tapi aku cinta kamu. Aku ingin buktiin sama kamu kalau aku bener bener cinta sama kamu. Tapi aku juga gak bisa berjuang sendiri Sya. Aku juga butuh kamu untuk terus kasih semangat buat aku" ungkap Zayden.


Alyssa semakin tertunduk dan terisak. Sedih sekali hatinya jika mengenangkan ini. Alyssa juga sudah mencintai Zayden begitu dalam. Ini benar benar dilema untuk nya.


"Kita berjuang sama sama ya Sya" pinta Zayden begitu memelas.


"Aku mohon" ucapnya lagi. Genggaman tangan itu semakin erat ditangan Alyssa.


"Aku cuma mau kamu Sya, gak ada yang lain" kata Zayden lagi.


"Mas ... mas yakin?" tanya Alyssa dengan linangan air mata diwajahnya.


Zayden mengangguk dengan yakin.


"Aku ingin kita berjuang sama sama." jawab Zayden


Sungguh demi apapun, wajah tampan ini benar benar tidak bisa membuat Alyssa untuk menolak. Perasaan Alyssa sudah begitu dalam.


Alyssa langsung memeluk Zayden dengan erat.


"Berjanjilah untuk jangan tinggalin aku mas. Aku cuma punya mas. Gak ada yang lain" pinta Alyssa pula.


"Aku janji,.aku gak akan ninggalin kamu Sya. Aku janji" ucap Zayden seraya membalas pelukan Alyssa dengan erat dan menciumi pucuk kepala nya.


Waktu mereka bersama memang singkat. Tapi siapa yang menyangka jika ikatan cinta dihati mereka sudah begitu kuat. Hingga rasanya rintangan setinggi apapun akan mereka coba untuk melewatinya.

__ADS_1


Entah bagaimana kedepan nya nanti, tapi untuk saat ini, mereka hanya ingin menikmati waktu berdua. Waktu dimana mereka bisa saling mengisi kekosongan hidup yang selama ini mereka rasakan.


__ADS_2