Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Hamil


__ADS_3

Ruangan putih dengan bau karbol dan obat obatan terasa begitu menyengat hidung Alyssa. Hingga membuat matanya kini mulai terbuka perlahan.


Alyssa mengernyit, seraya meraba kepala nya yang terasa begitu pusing. Namun tangan nya terasa berat. Dan di saat pandangan nya sudah jelas, mata Alyssa kembali menyipit, kenapa dia di infus???


"Kamu udah bangun Sya" ucapan Jimmy membuat Alyssa menoleh kearah nya. Hanya sekilas, dan setelah itu mata Alyssa langsung mengedar kesegala arah memandangi ruangan tempat dia berbaring.


Dirumah sakit kah?


"Tadi kamu pingsan, jadi aku sama Bu Imah bawa kamu kemari" ungkap Jimmy yang tahu arti wajah bingung Alyssa.


"Pingsan" gumam Alyssa, suara nya masih begitu pelan dan sedikit serak.


Jimmy mengangguk dan menghela nafasnya dengan berat.


Alyssa yang melihat wajah Jimmy, merasa aneh. Kenapa Jimmy terlihat bersedih begitu. Ada apa?


"Aku sakit apa kak?" tanya Alyssa. Hatinya mulai cemas sekarang, apalagi melihat ekspresi Jimmy yang sulit ditebak. Apa telah terjadi sesuatu padanya?


"Kamu gak sakit apa apa" jawab Jimmy.


Alyssa memandang nya dengan heran.


"Gak sakit? kak jangan bercanda" sahut Alyssa


Namun Jimmy menggeleng, dan lagi lagi dengan helaan nafas yang cukup berat.


"Kamu memang gak sakit. Tapi kamu....."


"Hamil"


deg


deg


deg


Alyssa mematung memandang Jimmy.


Hamil


dia hamil???


"Aku hamil" gumam Alyssa dengan suara yang terasa mencekat di kerongkongan nya.


Jimmy mengangguk pelan dengan kepala yang tertunduk. Dia duduk dikursi disamping Alyssa.


Sedangkan Alyssa menggeleng dengan mata yang mulai berair.


Dia hamil?

__ADS_1


Benarkah ini?


Apa ini hanya lelucon?


"Kak... ini... ini gak benar kan?" tanya Alyssa pada Jimmy. Bahkan air mata sudah keluar dari mata nya.


"Sya, kamu memang hamil..Kejadian malam itu ternyata bisa menumbuhkan benih di rahim kamu" ungkap Jimmy seraya mengusap pundak Alyssa yang mulai bergetar.


Alyssa menggeleng. Dia menangis dan mulai terisak.


"Gak mungkin kak. Gak mungkin.... kenapa aku harus hamil disaat seperti ini. huuuaa" Alyssa langsung menangis dengan begitu pilu.


Dia bahkan tidak lagi segan segan pada Jimmy. Sungguh Alyssa begitu bingung sekarang. Zayden tidak ada, dan sekarang dia hamil.


Alyssa harus bagaimana ?


Alyssa harus apa?


Ya tuhan, kenapa dia diberi kepercayaan itu sekarang. Kenapa harus disaat saat seperti ini???


"Sya..." panggil Jimmy yang juga sudah mulai ingin menangis. Apalagi melihat Alyssa yang terisak begitu pilu.


"Huuu... gimana ini kak. Aku harus gimana, apa yang harus aku lakuin. Mas Zayden gak ada, gimana aku bisa ngurus dia nanti" kata Alyssa begitu pilu.


Sungguh, Jimmy benar benar tidak sanggup mendengar itu.


"Sya... tenangin diri kamu. Dokter bilang kamu gak boleh stress Sya. Kandungan kamu masih lemah" ujar Jimmy seraya mengusap matanya dengan cepat.


Air mata sialan ini juga ikut turun bersama kesedihan Alyssa.


Alyssa terisak dan menggeleng. Dia meraba perut nya yang masih rata, menangis dengan begitu pilu.


Ini adalah buah hatinya dan juga Zayden. Dia tidak mungkin menolak kehadiran nya kan. Ini buah cinta mereka meski harus tercipta dengan kesalahan fatal itu.


Alyssa tidak mungkin membenci nya. Hanya saja Alyssa bingung harus bagaimana dia sekarang.


"Sya..." panggil Jimmy dengan lembut.


Alyssa menoleh pada Jimmy masih dengan Isak tangis nya yang tertahan.


"Dia sudah ada, kamu harus kuat untuk dia juga. Siapa tahu dengan kehadiran nya bisa membawa kebahagiaan untuk kamu." ucap Jimmy


Alyssa memejamkan matanya sejenak. Jika saja keadaan nya tidak seperti ini, mungkin Alyssa akan menjadi orang yang paling bahagia, mendapatkan anak dari laki laki yang paling dia cinta.


"Kenapa secepat ini kak. Aku bahkan belum berjuang untuk hidupku sendiri. Tapi dia sudah ada diantara kami" ucap Alyssa begitu pedih.


"Sya... anggap saja dia yang menjadi teman kamu untuk berjuang disaat ayah nya tidak bisa menemani kamu" jawab Jimmy


Alyssa memandang Jimmy dengan lelehan air matanya. Dia kembali mengusap perutnya.

__ADS_1


Kata kata 'ayahnya' terdengar begitu mengusik hati Alyssa. Rasanya benar benar aneh, tapi membuat hatinya terharu.


Ya, dengan kehadiran janin ini, dia memang sudah akan menjadi orang tua. Tapi.... orang tua yang seperti apa jika anak yang dia kandung tidak memiliki ayah, bahkan status hubungan nya dan Zayden juga hanya sekedar kekasih. Bukan suami istri.


Ya tuhan...


Bukan kah itu menyedihkan.


Anak ini hasil dari hubungan terlarang mereka.


"Kamu harus bisa menjaga dia Sya" ujar Jimmy yang langsung membuat lamunan Alyssa buyar.


"Kak... apa mas Zayden mau mengakui dia" tanya Alyssa dengan begitu sendu.


Jimmy tersenyum dan mengangguk.


"Tuan Zayden adalah orang yang bertanggung jawab. Bukan hanya mengakui, tapi dia juga pasti senang jika tahu kalau kamu mengandung anak nya" jawab Jimmy.


Air mata Alyssa kembali meleleh. Namun Jimmy segera menghapus nya.


"Jika kamu sudah sehat, kita temui dia ya" ujar Jimmy.


"Tapi aku takut jika ini akan semakin menambah beban nya" ucap Alyssa seraya memandang Jimmy dengan hati yang semakin bersedih.


Namun Jimmy tersenyum dan menggeleng. Hati nya juga sedih, tapi jika dia juga larut dalam kesedihan ini. Bagaimana dia bisa menguatkan Alyssa. Karena sungguh, berita ini benar benar mengejutkan dan membuat dia juga tidak tahu harus berbuat apa selain menerima.


Dan Zayden, meski ini tambahan beban untuk nya, tapi dia juga harus tahu jika sekarang Alyssa sudah mengandung anak nya.


Anak yang semoga bisa menjadi jalan mereka untuk bersatu.


"Beban mas Zayden sudah banyak kak. Apa dengan beri....."


"Sya" ucapan Jimmy langsung menghentikan ucapan Alyssa.


"Ini memang berita yang cukup membuat kita semua terpukul. Tapi dia juga harus tahu. Ini anak nya, dan dia harus bertanggung jawab. Kamu harus bisa berbagi dengan dia Sya. Kalian orang tua nya, dan mau bagaimana pun keadaan nya, tuan Zayden harus tahu ini" ungkap Jimmy.


Alyssa langsung tertunduk dengan memandang perut nya. Dimana sudah tumbuh anak yang akan memanggil nya dengan sebutan ibu.


"Jangan bersedih lagi. Kamu harus bahagia, kamu sudah punya teman yang menggantikan tuan Zayden untuk kamu berjuang" ucap Jimmy seraya mengusap bahu Alyssa dengan lembut.


"Apa aku bisa jadi ibu yang baik kak? Rasanya ini terlalu cepat." lirih Alyssa.


"Kamu pasti bisa. Tuhan menghadirkan dia sekarang pasti karena Dia tahu jika kamu mampu" jawab Jimmy.


Alyssa mengulum bibirnya dan mengangguk. Namun air mata kembali mengalir diwajahnya. Diusia nya yang masih semuda ini dia sudah harus mengandung. Dia sudah diberikan ujian seberat ini.


Tapi Alyssa memang harus bersyukur kan. Dia tidak lagi sendiri didunia ini. Dia sudah punya teman, darah daging nya sendiri.


Ya, Alyssa tidak boleh bersedih. Alyssa harus bisa menerima kehadiran nya. Semoga dengan kehadiran buah hatinya ini, Alyssa bisa menjalani hari dengan lebih semangat lagi. Dan tentunya lebih kuat lagi.

__ADS_1


__ADS_2