
Zayden membawa Alyssa kerumah nya, dan mereka tiba dirumah saat hari sudah mulai larut. Kejadian di mall tadi benar benar membuat Alyssa lelah, namun juga gundah.
Saat ini mereka berdua duduk diteras rumah. Sedangkan Jimmy dan Cici sudah pulang kerumah mereka masing masing.
"Sya, kamu baik baik aja kan. Maafin aku ya, aku telat datang nya" ucap Zayden seraya memandang Alyssa yang terlihat lelah. Bahkan wajahnya sedikit kusut.
Alyssa tersenyum tipis dan mengangguk.
"Dari mana mas tahu aku ada di mall?" tanya Alyssa
Zayden menghela nafasnya dengan pelan.
"Sebelumnya aku minta maaf ya" ucap Zayden.
Alyssa mengernyit heran memandang Zayden.
"Aku udah nyuruh orang untuk ngikutin kamu Sya" ungkap nya lagi.
Alyssa sedikit terkesiap mendengar itu.
"Aku takut kakek datangin kamu lagi, atau orang orang suruhan nya. Dan juga aku juga gak mau kamu diganggu Bella. Jadi aku memutuskan untuk orang orang ku ngikutin kamu" kata Zayden.
Alyssa terdiam, dia tidak percaya dengan apa yang sudah dilakukan oleh Zayden ini. Segitunya dia hanya karena takut Alyssa tertekan?
"Kamu jangan marah ya" pinta Zayden seraya meraih tangan Alyssa dan menggenggam nya dengan lembut.
"Kenapa aku gak tahu" tanya Alyssa
"Kalau kamu tahu, nanti kamu risih dan takut" jawab Zayden.
Alyssa mengangguk sekilas dan menghela nafasnya sejenak. Tidak perlu diributkan masalah seperti itu. Alyssa tahu, jika Zayden pasti punya cara sendiri untuk melindunginya.
"Memang bukti apa yang mas pakai untuk ngancem mbak Bella?" tanya Alyssa lagi. Yang memang sejak tadi dia sudah begitu penasaran.
"Bukti bukti dia yang pernah ke hotel dengan bos nya di agensi" jawab Zayden.
"Emang kenapa kalau main di hotel. Dia manggung gitu?" tanya Alyssa dengan polos nya.
Zayden sampai mendengus senyum mendengar itu.
"Bukan sayang. Main dihotel, didalam kamar, cuma berdua" ungkap Zayden.
Alyssa terdiam, memandang Zayden dengan wajah yang terperangah
"Main begituan? buat anak?" bisik Alyssa yang sedikit mendekat kan kepala nya pada Zayden.
Zayden kembali tersenyum dan langsung mengangguk.
Alyssa langsung menutup mulutnya dengan tangan.
"Kok mau sih, ngebet minta tunangan, tapi kelakuan nya begitu" gerutu Alyssa.
"Ya, dan karena itu lah bisa untuk jadi senjata kita. Mudah mudah dia mau membatalkan pertunangan ini dan bilang sama kakek. Jadi kita gak perlu cemas lagi" ungkap Zayden.
"Tapi kan gak semudah itu juga mas. Restu kakek juga susah" ucap Alyssa
__ADS_1
Zayden tersenyum dan mengeratkan genggaman tangan nya pada Alyssa.
"Setidak nya kita hanya mengejar restu sayang. Dan gak lagi memikirkan pertunangan itu. Kalau kakek tahu, dia pasti langsung batalkan pertunangan itu. Dia pasti gak akan mau punya cucu menantu yang punya banyak skandal" jawab Zayden.
Alyssa menghela nafas dan mengangguk pelan. Meski Zayden sudah berkata seperti itu, tapi tetap saja, restu kakek nya juga penting.
"Jangan sedih, setidak nya satu masalah sudah terselesaikan. Sekarang, kita tinggal fikirkan bagaimana cara untuk dapatkan restu kakek" ujar Zayden seraya mengusap wajah Alyssa.
"Mas sampai segini nya mau memperjuangkan aku. Padahal aku bukan siapa siapa, cuma pelayan restauran biasa. Bukan orang hebat ataupun......"
Perkataan Alyssa langsung terhenti saat jari telunjuk Zayden menempel di bibirnya.
Zayden menatap mata Alyssa dengan lekat dan begitu dalam, hingga membuat Alyssa tidak mampu menahan pandangan itu lebih lama.
"Sya... aku udah selalu bilang sama kamu kan. Kamu itu kebahagiaan aku. Aku cuma mau kamu dan gak mau yang lain lagi" kata Zayden.
"Meski status kita berbeda" tanya Alyssa
"Iya" jawab Zayden
"Meski orang orang pasti akan mencemooh mas karena dapetin gadis rendahan seperti aku?" tanya Alyssa lagi.
"Sya, kamu itu gak rendahan. Jangan selalu merendah seperti itu. Kamu itu udah terlalu sempurna buat aku" sahut Zayden.
"Tapi ..."
"Sya"
Alyssa kembali memandang Zayden dengan sendu.
Dan Alyssa langsung mengangguk dengan cepat.
"Aku cuma butuh cinta kamu, aku cuma butuh Semangat dari kamu. Udah itu aja, gak ada yang lain" kata Zayden.
"Aku takut hubungan kita ditentang sama kakek mas" lirih Alyssa
"Sya, aku janji. Apapun yang terjadi, aku akan tetap memilih kamu, dengan atau tanpa restu kakek" jawab Zayden begitu yakin.
Mata Alyssa langsung berkaca kaca mendengar itu.
Ini memang terasa sulit. Tapi cinta Zayden benar benar besar untuk nya.
Tapi cinta yang besar pun sangat berat untuk menjadi penembus tembok yang begitu tinggi. Entah lah, entah bagaimana akhir dari kisah mereka.
Alyssa hanya berharap, jika mereka memang bisa bersatu dalam keadaan yang lebih baik.
Zayden..
Dia bagai bintang yang ada dilangit. Indah dan sangat tinggi untuk digapai. Dan tidak akan mudah untuk bumi menjangkaunya.
Bintang yang selalu tenggelam disaat sang Surya sudah menampakkan wujud keagungan nya.
....
Sementara dirumah keluarga Alexander, Anabella pulang dengan wajah yang begitu kusut.
__ADS_1
Dia berteriak histeris memanggil ayah dan ibu nya.
"Daddy, mommy!!!" teriak Anabella.
Bahkan dia langsung menghempaskan barang barang bawaan nya begitu saja ke atas sofa.
"Daddy" teriak Anabella lagi.
Putri semata wayang keluarga Alexander ini benar-benar begitu manja dan semena mena. Semua pelayan yang ada dirumah itu bahkan tidak ada yang berani untuk menghentikan suara teriakan nya yang begitu memekakkan telinga.
"Ada apa Bella? ini bukan dihutan" seru tuan Alex yang baru keluar dari kamar nya.
Hari sudah malam dan dia sudah ingin beristirahat, tapi Anabella malah mengganggu waktu nya.
Ibu Anabella juga ikut keluar menyusul suami nya.
"Ada apa?" tanya nyonya Wulandari
"Dad, mom. Gawat" kata Anabella yang langsung berjalan mendekati kedua orang tua nya.
"Ada apa sayang?" tanya nyonya Wulandari
"Zayden tahu jika aku berhubungan dengan Jordan." ungkap Anabella
Tuan Alex nampak terkesiap mendengar itu, begitu pula dengan nyonya Wulandari.
"Bagaimana bisa?" tanya tuan Alex tidak percaya.
"Mana aku tahu, tapi dia mempunyai bukti foto ketika aku dihotel bersama Jordan dua hari yang lalu" jawab Anabela
"Kau pasti bermain bodoh Bella" sergah tuan Alex. Wajahnya mulai berubah cemas sekarang.
"Kenapa Daddy malah menyalahkan aku. Aku sudah bermain dengan bagus. Jordan juga sudah menjaga privasi kami dengan baik" lawan Anabella.
Tuan Alex terlihat mengusap rambut nya sekilas.
"Jangan sampai tuan Juanda tahu tentang ini" gumam tua. Alex.
"Bagaimana mungkin tidak tahu. Sudah pasti Zayden memberi tahukan bukti bukti itu padanya" sahut nyonya Wulandari pula.
"Sial, jangan sampai pertunangan ini dibatalkan. Rencana kita untuk mendapatkan kekayaan keluarga Zega akan hancur berantakan" gerutu tuan Alex.
"Percuma dad, Zayden sudah mengancam ku untuk membatalkan pertunangan ini dan juga menyuruh ku untuk berbicara dengan tuan Juanda. Jika tidak, dia akan membocorkan aib ini" ungkap Anabella
"aaaaiishshh dasar bodoh" teriak tuan Alex begitu menggema.
Anabella langsung memeluk ibu nya karena takut dan juga frustasi.
"Sudah lah dad, kita fikirkan cara lain" ujar nyonya Wulandari
"Cara apa, jika tuan Juanda tahu, mana mungkin dia tetap mau melanjutkan pertunangan ini." sahut tuan Alex
Nyonya Wulandari terdiam beberapa saat, seraya tangan nya yang mengusap punggung Anabella.
Namun sedetik kemudian dia langsung tersenyum penuh arti.
__ADS_1
"Mommy punya cara" ungkap nya dengan senyuman yang terlihat begitu licik.