Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Mencari Alyssa


__ADS_3

Langkah kaki Zayden berjalan tanpa arah. Menyusuri hutan yang penuh semak dan duri. Hujan deras yang masih mengguyur tidak menyurutkan langkah nya untuk mencari Alyssa.


Jantung nya tidak pernah berhenti berdenyut ngilu sejak tadi. Sejak pagi tadi saat Jimmy membebaskan nya dan memberitahu jika Alyssa nya diculik sejak semalam.


Dan sekarang, hari sudah mulai sore lagi. Tapi sampai sekarang mereka belum juga menemukan Alyssa.


"Alyssa!!!!!" Teriakan Zayden sejak tadi tidak berhenti terdengar. Dan bukan hanya teriakannya, tapi teriakan semua orang yang juga ikut mencari Alyssa.


Kabar yang dia dapatkan dari Wira, jika Alyssa dibawa kedalam hutan ini. Jejak orang yang membawa Alyssa dikabarkan berakhir di daerah sekitar hutan ini.


Dan sungguh, Zayden tidak akan memaafkan orang yang sudah berani menculik Alyssa nya, menculik istri dan anak nya.


"Tuan Zayden disini!!!"


Suara seruan Wira membuat Zayden dan Jimmy menoleh kearahnya.


"Ada gedung disini" teriak nya lagi.


Zayden langsung berlari mendekati sebuah bangunan yang sudah tua dan juga berlumut. Begitupula dengan Jimmy.


Bukan gedung, hanya bangunan tua yang sudah lama terbengkalai, mungkin bekas tempat posko penjagaan, karena ini termasuk hutan lindung.


"Tempat apa ini?" Tanya Jimmy yang mengedar memandangi sekelilingnya.


"Entahlah, tapi sepertinya disini baru saja ditempati. Ada beberapa bekas puntung rokok dan juga botol minum" ucap kepala kepolisian yang juga ikut bersama mereka.


Zayden masuk kedalam bangunan itu. Kosong dan tidak ada apapun, tapi entah kenapa dia bisa yakin jika Alyssa nya memang pernah ada ditempat ini.


"Komandan!!" Teriakan beberapa orang anggota kepolisian membuat mereka kembali berlari keluar.


Dan dapat Zayden lihat jika mereka menyeret seorang pria berbadan besar dengan penutup wajahnya.


"Kami menemukan dia yang ingin kabur dari hutan ini" lapor salah seorang anggota polisi itu.


"Sepertinya dia suruhan dari orang yang menculik nona Alyssa tuan. Tapi sampai saat ini dia belum mau mengaku" ucap salah seorang anggota Zega.


Zayden mendekat kearah orang itu, dia menarik kasar penutup wajah yang pria itu kenakan. Dan mata Zayden langsung memicing memandang nya.


"Dimana istriku?" Tanya Zayden dengan nada suara yang terdengar begitu menggeram.


"Katakan dimana istriku" bentak Zayden lagi.


Laki laki itu hanya diam, tapi Zayden tahu siapa orang ini.


"Kau suruhan Anabella kan. Jika kau tidak mau mengatakan dimana kalian menyembunyikan istriku, maka keluarga mu yang akan menjadi gantinya" ancam Zayden


Pria itu terlihat bereaksi. Dia memandang Zayden dengan lemah dan menggeleng. Pasalnya kedua kakinya sudah ditembak oleh pihak kepolisian karena berusaha untuk kabur.


"Jangan tuan jangan..." Lirih nya.


"Maka katakan dimana istriku!" Bentak Zayden lagi.

__ADS_1


Jimmy dan Wira sampai terperangah melihat nya. Mereka tidak pernah melihat Zayden semarah ini pada seseorang. Dan hari ini, Zayden terlihat seperti seorang harimau yang baru keluar dari kandangnya.


"Dia ... Dia dibuang ke jurang oleh orang orang itu"


Deg


Jantung Zayden serasa dihantam sesuatu mendengar itu. Begitu pula dengan semua orang yang ada disana.


"Kurang ajar!!!"


Bug


Zayden langsung melayangkan satu tinjuan kepada pria itu. Dan setelah itu dia langsung berlari menuju hutan dimana jurang yang dimaksud itu berada.


"Kerahkan semua orang orang kalian. Berpencar cari nona Alyssa!!!" Teriak Jimmy yang juga ikut berlari menyusul Zayden, begitu pula dengan Wira.


Zayden berlari sekuat tenaga nya. Sekuat yang dia bisa menembus semak belukar dan juga ranting ranting pohon yang menghalangi langkah kakinya.


Air mata sudah menggenang di pelupuk matanya. Sungguh dia takut terjadi sesuatu pada Alyssa dan calon anak nya.


"Alyssa!!!" teriakan semua orang yang memanggil nama Alyssa menjadi backsound kecemasan Zayden.


Tangan nya terus menyibak semak dan rumput yang menjulang tinggi. Matanya terus mengedar mencari dimana jurang itu berada.


Hutan lindung yang sepi dan gelap itu kini sudah dipenuhi lautan manusia yang mencari Alyssa.


Tidak perduli jika hujan masih terus mengguyur disore hari itu. Bahkan langit sejak tadi nampak mendung dan gelap, membuat suasana terasa mencekam.


Langkah kakinya terus berjalan menyusuri hutan itu. Dan semakin jauh dia berjalan semakin gelap pula suasana yang ada disana.


"Tuan, berhati hatilah" seru Jimmy.


Beberapa kali Zayden tergelincir, matanya memandang kesegala arah. Bahkan air hujan dan air mata sudah bercampur menjadi satu sekarang.


Ya tuhan...


tolong, tolong selamatkan Alyssa nya.


Tolong lindungi istri dan anaknya..


"Tuan disini" seru Wira yang melambaikan tangannya pada Zayden


Zayden langsung berjalan dengan cepat dan sedikit tergelincir. Karena ternyata dia memang sudah berada didekat pinggir jurang.


"Tali dimana tali!!!" teriak Wira pada anggota nya.


Tanpa menunggu lagi, Zayden langsung turun dan berpegangan pada akar akar pohon yang ada disana. Mencari dimana Alyssa.


"Tuan, jangan... bahaya" teriak Wira.


Namun Zayden tidak lagi menghiraukan itu. Hatinya sudah benar benar takut, dia takut jika benar Alyssa dibuang kedalam jurang ini oleh mereka.

__ADS_1


Dan jika itu benar, sumpah demi apapun, Zayden akan membunuh Anabella setelah ini.


Dan bukan hanya Zayden, tapi Jimmy juga ikut turun kebawah, begitu pula dengan anggota kepolisian dan juga orang orang mereka yang lain.


Mereka tidak bisa diam saja membiarkan tuan mereka yang turun sendiri untuk mencari istrinya.


Sungguh, sore itu, suasana dihutan terlihat begitu mengerihkan. Rasa takut, cemas dan khawatir mampu membuat jantung semua orang berdenyut ngilu. Bahkan Zayden sudah terasa seperti kesulitan bernafas saat ini.


Dia bebas dari penjara, tapi apa artinya jika dia kehilangan Alyssa.


"Alyssa....!!!!" teriak Zayden. Dan semua orang yang ada disana.


Zayden meringis, saat tiba tiba kakinya tergelincir kebawah, dan beruntungnya dia yang sempat berpegangan pada akar yang bergelantungan disana.


"Tuan hati hati" seru Jimmy yang juga berjalan mendekat kearah Zayden.


Ditangan nya memegang sebuah senter, dan sejak tadi dia mengarahkan senter itu kebawah.


"Tuan tangkap!!!" teriakan Wira dari atas membuat Zayden mendongak. Dan dia langsung menarik tali yang dilemparkan oleh Wira. Dengan sigap Zayden mengikatkan tali itu dipinggang nya dan kembali menyusuri jurang itu dengan cepat.


Dia tidak ingin terlambat, dia ingin Alyssa nya selamat.


Hingga tiba tiba...


"Tuan... disana!" teriak Jimmy yang kini mendapatkan sesosok tubuh yang tersangkut dibatang pohon dan semak.


Zayden memandang kearah senter Jimmy. Dan matanya langsung melebar saat melihat Alyssa nya ada disana.


"Ya tuhan Alyssa"


Dan tanpa mengatakan apapun lagi, Zayden langsung melompat kebawah dengan cepat, bahkan tidak dia hiraukan lagi sayatan ranting, batu dan juga semak yang menyayat tubuhnya. Dan itu membuat Wira terlihat kesusahan menahan tali nya.


"Alyssa" panggil Zayden.


Dengan hati hati Zayden berpijak disemak dan batang pohon itu. Dia membalikkan tubuh Alyssa yang terikat.


Dan betapa hancur nya dia melihat keadaan Alyssa yang begitu menyedihkan. Tangan nya bergetar membuka ikatan dimulut Alyssa. Bahkan air mata Zayden semakin tumpah melihat Alyssa yang seperti ini.


"Alyssa... sayang... bangun" pinta Zayden seraya mengusap wajah Alyssa yang sudah pucat Pasih dan mendingin


"Alyssa" panggil Zayden lagi.


Namun Alyssa sudah tidak lagi sadarkan diri.


Dia sudah lemah dan seperti sudah kehilangan separuh nyawanya.


Dan sungguh ini membuat Zayden begitu hancur.


Kenapa disaat dia bebas, dia malah mendapatkan hal menyakitkan seperti ini.


Anabella... Zayden tidak akan membiarkan mu hidup setelah ini!

__ADS_1


__ADS_2