Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Hanya Ingin Bersama


__ADS_3

Alyssa memandang Zayden yang sedang mengemudikan mobil nya dengan tenang. Pagi ini untuk yang pertama kalinya sejak mereka saling kenal dan dekat, Zayden membawa mobil sendiri. Hari ini dia menjemput Alyssa untuk mengantar nya kerestauran.


Dan baru kali ini Alyssa sadar, jika ternyata Zayden memang begitu sempurna.


Tubuhnya yang gagah berbalut kemeja dan jas mahal itu. Wajahnya yang sangat tampan dan mempesona, membuat Alyssa sadar, jika ternyata yang menjadi kekasih nya memang lah bos besar.


Zayden benar benar manusia yang paling sempurna untuk seorang gadis kampung seperti nya. Dan jika melihat penampilan Zayden yang seperti ini, Alyssa benar benar takut untuk berharap banyak.


Lihat lah, seorang bos besar dengan pelayan restoran. Sangat berbeda, bagai langit dan bumi. Mungkin peribahasa yang mengatakan jika dia adalah pungguk yang merindukan bulan sekarang adalah benar.


Ya, itu sepertinya lebih cocok untuk dia, dari pada kisah Cinderella yang ada di banyak cerita dongeng.


Lucu sekali..


Tidak ingin berharap, tapi hati nya mendamba.


Tidak ingin terluka, tapi jiwa nya yang terasa sudah terikat.


Ya Tuhan..


Alyssa benar benar mencintai dan mengagumi sosok ini. Sosok yang terlalu sempurna untuk menjadi pendamping hidupnya.


Mungkin kah bisa?


Mungkin kah kisah Cinderella itu bisa menjadi kenyataan???


"Hei... kenapa memandang ku seperti itu?" pertanyaan Zayden langsung membuyarkan lamunan Alyssa.


Alyssa tersenyum canggung dan menggeleng.


"Mas ganteng banget" puji Alyssa


Zayden langsung terkekeh mendengar nya.


"Kamu baru sadar?" tanya Zayden


Alyssa tertawa dan mengangguk.


"Iya, hari ini rasanya aku seperti bukan lagi bersama mas Zayden, tapi lagi bersama tuan muda Emanuel" jawab Alyssa. Bibirnya tersenyum, namun terlihat begitu getir.


"Aku tetap mas Zayden kamu sayang" ucap Zayden seraya mengusap kepala Alyssa dengan lembut.


Alyssa menghela nafasnya dan tertunduk.


"Mas..." panggil Alyssa kemudian


"Ya" jawab Zayden


"Malam nanti aku kepengen naik motor bareng mas. Kata Cici di jl Sudirman ada pasar malam. Mau kesana gak?" tanya Alyssa


Zayden tersenyum dan langsung mengangguk.


"Tentu, nanti malam aku jemput kamu ya" jawab Zayden.


Alyssa langsung tersenyum dengan lebar.


"Janji"

__ADS_1


"Janji" jawab Zayden dengan senyum nya yang manis.


Tidak ada yang diminta Alyssa, dia hanya selalu meminta hal hal sederhana untuk bisa selalu bersama Zayden. Bahkan ketika Zayden memberikan nya hal hal yang mewah Alyssa selalu menolak. Pakaian, perhiasan dan juga kendaraan, Alyssa tidak pernah ingin menerima, terkadang Zayden merasa tidak berguna sebagai kekasih. Entah Alyssa yang memang tidak menyukai hal hal itu, atau karena dia yang merasa takut untuk memakai harta Zayden.


Entah lah, Alyssa hanya meminta kebersamaan mereka saja. Hanya itu, tidak ada yang lain.


Hingga akhirnya, mobil yang dikendarai Zayden berhenti tepat di depan restauran tempat Alyssa bekerja.


"Kamu mau aku anterin sampai kedalam Sya?" tanya Zayden seraya membantu melepaskan sabuk pengaman Alyssa


Alyssa tersenyum dan menggeleng.


"Jangan dong, mas mau aku gak kerja hari ini karena diwawancarai sama mereka" ucap Alyssa


Zayden langsung tertawa mendengar itu.


Dia mengusap kepala Alyssa dengan lembut.


"Jangan terlalu lelah bekerja ya, kamu harus jaga kesehatan kamu" ujar Zayden


"Iya mas, gak lelah kok, aku udah biasa." jawab Alyssa


"Padahal kamu lebih baik gak usah kerja lagi Sya. Cukup dirumah aja kan enak" ujar Zayden


"Gak lah mas. Aku bisa bosen dirumah terus gak ada kegiatan. Kalau kerja kan aku punya temen" jawab Alyssa seraya memakai kembali tasnya.


Zayden hanya menghela nafas dan mengangguk pelan.


"Aku keluar dulu ya. Mas hati hati, nanti malam jangan lupa" kata Alyssa


Alyssa tersenyum dan ingin membuka pintu mobil, namun tiba tiba Zayden menarik lengan nya, membuat Alyssa kembali memandang kearah Zayden.


"Ada yang lupa Sya" ucap Zayden


Alyssa mengernyit bingung, bahkan dia langsung memandangi tasnya.


Zayden tersenyum dan langsung menarik tengkuk Alyssa.


cup


Satu kecupan langsung mendarat dibibir ranum itu, membuat Alyssa langsung melebarkan matanya.


"Maass...." seru Alyssa tertahan, namun wajahnya yang terlihat merona.


"Lupa vitamin, biar semangat" jawab Zayden dengan senyum simpul nya.


Alyssa mengerucutkan bibirnya sekilas


"Kalau dilihat orang gimana?" tanya Alyssa seraya memandang kearah restauran dimana karyawan yang lain juga sudah pada berdatangan.


"Enggak akan" jawab Zayden dengan santai nya.


"Yasudah, turun lah. Masih mau lagi" goda Zayden saat Alyssa malah terdiam.


Alyssa terkesiap dan menampar lengan Zayden dengan gemas.


"Nakal banget emang" seru Alyssa yang setelah itu langsung turun dari mobil, meninggalkan Zayden yang tertawa kecil melihat wajah merona itu.

__ADS_1


Alyssa membalikkan tubuhnya dan melambaikan tangan nya sekilas saat dia sudah diambang pintu masuk restauran.


Dan setelah Alyssa menghilang dibalik pintu masuk, Zayden juga segera pergi keperusahaan nya. Hari ini dia cukup sibuk, karena ada meeting penting dengan para klien nya.


...


Siang hari nya...


Zayden baru saja duduk dikursi nya saat dia baru selesai melakukan rapat bersama para staf perusahaan.


Jimmy tiba tiba masuk kedalam ruangan nya dengan iPad ditangan nya seperti biasa.


"Tuan.." panggil Jimmy


Zayden hanya melirik nya sekilas seraya membuka jas nya.


"Malam nanti tuan Alex mengundang anda untuk makan malam dihotel nya" ucap Jimmy.


Zayden langsung menoleh kearah Jimmy dengan pandangan heran nya.


"Dalam rangka apa?" tanya Zayden.


"Dia bilang untuk membicarakan tentang pertunangan anda dan nona Anabella. Dia ingin meminta penjelasan anda, apa benar pertunangan ini dibatalkan" ungkap Jimmy


"Apa Anabella sudah mengadu pada tuan Alex tentang ancaman kita" gumam Zayden.


"Sepertinya begitu tuan" jawab Jimmy


"Apa kakek ikut juga?" tanya Zayden lagi.


"Tidak, ini hanya undangan untuk anda" jawab Jimmy.


"Ya, aku akan menemui nya. Semoga tidak akan ada masalah lagi. Malam ini harus selesai" ucap Zayden.


"Apa anda belum mengatakan apapun pada tuan besar tuan" tanya Jimmy


Zayden menggeleng pelan.


"Sekarang kakek seperti terus menghindar dariku. Kau bisa lihat sendiri bukan. Mungkin jika tuan Alex tidak terima, aku akan menunjukkan semua bukti itu pada kakek. Aku hanya masih ingin menjaga nama baik mereka saja" jawab Zayden


Jimmy langsung mengangguk setuju.


"Saya akan memberi kabar pada tuan Alex jika anda setuju" kata Jimmy lagi


"Ya, usahakan untuk lebih cepat. Aku ada janji dengan Alyssa malam ini" perintah Zayden.


"Siap tuan" jawab Jimmy.


Zayden hanya mengangguk saat Jimmy pamit untuk kembali keruangan nya.


Ya, Zayden berharap jika malam ini semua akan selesai dan tidak akan terjadi masalah.


Dia sungguh tidak ingin membuat kerusuhan dengan menyebarkan aib Anabella pada publik, jadi dia sungguh berharap jika mereka bisa diajak bekerja sama.


Tapi...


Apakah semudah itu???

__ADS_1


__ADS_2