
Alyssa dan Zayden duduk didanau hijau tempat biasa mereka menghabiskan waktu. Malam itu hari sudah cukup larut. Namun mereka sama sekali belum ingin kembali kerumah.
Perasaan mereka benar benar sedang tidak baik baik saja saat ini. Sama seperti hari yang sudah mendung dan sebentar lagi akan hujan.
Alyssa langsung merebahkan kepala nya dipundak Zayden. Membuat Zayden langsung menoleh kearah nya dan mengecup sekilas pucuk kepala Alyssa.
"Mas, apa ini gak salah?" tanya Alyssa. Terdengar begitu lirih dan pedih.
"Aku buat mas jadi cucu yang membangkang dan buat marah kakek" ungkap Alyssa.
Zayden langsung merangkul bahu Alyssa dan mengusap nya dengan lembut.
"Bukan karena kamu Sya. Jangan berfikiran seperti itu. Ini karena memang keinginan ku. Sejak dulu, kakek selalu mengatur hidupku, apapun itu. Dan sekarang, waktunya aku yang menentukan seperti apa masa depan ku" jawab Zayden.
"Tapi kakek begitu marah tadi. Dan gimana kalau mas juga harus tetap melanjutkan pertunangan itu?" tanya Alyssa.
Dia tertunduk dan memejamkan matanya yang terasa ingin menangis lagi. Membayangkan Zayden bertunangan dengan orang lain saja sudah benar benar membuat hati Alyssa sakit. Sungguh, dia tidak akan mampu.
Zayden langsung memeluk Alyssa dengan erat. Dia juga bingung bagaimana cara untuk membatalkan pertunangan itu dan tidak membuat kakek nya malu. Semua terasa sulit, dan Zayden juga merasa sangat berat untuk menentukan apa yang harus dia lakukan.
"Percayalah Sya, apapun yang terjadi. Aku hanya akan menikah dengan kamu. Hanya kamu, dan cuma kamu Sya" ucap Zayden yang juga memejamkan mata seraya semakin mengeratkan pelukan nya pada Alyssa.
"Tapi gimana dengan kakek mas. Ini sangat sulit mas" kata Alyssa yang mulai terisak dan juga memeluk Zayden.
"Kita lalui sama sama ya. Jangan pernah nyerah Sya, karena aku juga akan terus memperjuangkan kamu. Gimana pun caranya" ucap Zayden.
Alyssa langsung mendongak, dan memandang Zayden dengan pandangan sendu nya.
Zayden tersenyum seraya mengusap air mata di wajah sendu itu.
"Aku cinta kamu Sya, aku gak ingin yang lain. Ini yang pertama, dan aku cuma mau kamu" ungkap Zayden.
"Aku juga cinta sama mas" jawab Alyssa.
Zayden tersenyum, dan dia langsung mendekatkan wajah nya pada Alyssa. Membuat Alyssa langsung memejamkan matanya saat bibir Zayden menyentuh bibirnya dengan hangat.
Rasa hangat dan manis saling mereka bagi, seolah sedang mengungkapkan dan meluahkan perasaan yang benar benar sedang kacau dan gundah.
Lama mereka saling berciuman, ciuman yang memang berasal dari hati yang paling dalam, ciuman yang disertai dengan harapan untuk terus bersama selamanya.
Bahkan hujan yang mulai turun tidak membuat mereka terganggu, hingga saat Alyssa merasa lelah, barulah dia menjauh. Memandang wajah Zayden yang sudah mulai basah terkena air hujan.
Zayden tersenyum dan mengusap rambut Alyssa yang mulai melepek karena hujan yang mulai deras.
__ADS_1
"Sya, kamu percaya aku kan?" tanya Zayden
Alyssa langsung mengangguk dan tersenyum.
"Jika begitu, tetap lah bersamaku meski sesusah apapun jalan yang kita lalui" mohon Zayden.
"Iya mas, aku janji" jawab Alyssa.
Zayden kembali memeluk Alyssa dengan erat, ditengah deras nya hujan yang mengguyur malam itu. Sederas cinta mereka yang benar benar sudah semakin dalam dan jauh.
Hidup tanpa kasih sayang kedua orang tua membuat mereka sama sama tahu bagaimana rasa saling sayang yang sesungguhnya. Rasa sayang yang benar benar begitu berharga, yang bisa membuat hati menjadi tenang dan damai saat bersama. Yang bisa membuat hati bahagia ditengah keras nya hidup yang dijalani.
Meski sulit, tapi semoga saja semua bisa dilewati ..
...
Beberapa hari kemudian....
Alyssa duduk mematung diteras rumah. Hari ini adalah hari Minggu, dan hari ini adalah jadwal Alyssa libur bekerja. Sudah tiga hari dia tidak ada bertemu Zayden.
Zayden berkata jika dia sedang keluar kota untuk meninjau proyek yang sedang dia jalani. Dan belum tahu kapan dia akan kembali.
Alyssa menghela nafas dengan berat. Memandang jalanan komplek yang sepi seperti tidak bertuan.
Alyssa beranjak dari duduk nya, namun tiba tiba dia kembali membalikkan tubuh nya saat sebuah mobil masuk kehalaman rumah nya.
Mata Alyssa mengernyit memandang sebuah mobil mewah bewarna hitam metalik itu.
Siapa yang datang?
Zayden kah?
Tapi tidak pernah Zayden datang dengan mobil, jika pun membawa mobil, itu pasti Jimmy.
Namun mata Alyssa langsung menyipit saat seorang pria berjas yang pernah dia lihat dirumah kakek Zayden turun dengan tergesa dan membukakan pintu mobil belakang.
Dan kini mata Alyssa yang melebar melihat siapa yang turun dari dalam mobil itu.
Kakek Zayden????
Mau apa dia kemari???
Lutut Alyssa langsung bergetar takut melihat kedatangan tuan Juanda kerumah nya. Apa dia akan datang dan memarahi Alyssa? Atau dia mau berbicara yang kasar lagi?
__ADS_1
Alyssa menarik nafasnya dalam dalam dan berusaha untuk tersenyum dengan ramah.
"Selamat sore tuan" sapa Alyssa seraya membungkukkan tubuh nya sedikit. Karena untuk menyalami nya, sudah dapat Alyssa pastikan jika tuan besar ini tidak akan mau.
Tuan Juanda memandang Alyssa dengan lekat, namun terkesan tajam dan dingin. Membuat Alyssa benar benar gugup saat ini.
"Berapa yang kau minta" tanya tuan Juanda tiba tiba.
Alyssa langsung terkesiap bingung mendengar itu. Meminta apa yang dimaksud tuan besar ini?
"Apa maksud anda tuan?" tanya Alyssa dengan ragu.
Tuan Juanda tersenyum sinis memandang Alyssa.
"Kau mendekati cucuku hanya karena uang nya bukan. Maka bilang padaku berapa yang kau minta agar kau segera pergi menjauh dari kehidupan nya" ujar tuan Juanda.
Deg
Jantung Alyssa langsung terhempas kuat mendengar pernyataan tuan Juanda.
Uang???
Sehina itukah dia???
Alyssa benar benar tidak menyangka dengan fikiran buruk tuan besar ini.
Bahkan sekalipun tidak pernah terpikirkan oleh Alyssa tentang harta Zayden.
"Kenapa kau diam. Kau hanya tinggal bilang padaku. Maka aku akan memberinya" kata tuan Juanda lagi.
Alyssa langsung menggeleng dengan mata yang berair. Hatinya benar benar sakit sekarang. Cinta nya yang tulus malah dianggap rendah dan karena uang.
"Tuan, saya tidak pernah sedikitpun berfikir tentang uang tuan Zayden. Perasaan saya benar benar tulus untuk dia" ucap Alyssa seraya menahan pedih dihatinya.
Namun tuan Juanda malah berdecih sinis.
Dia menjentikkan jarinya pada pak Pong yang sejak tadi berdiri dibelakang nya dengan memegang sebuah koper.
Pak Pong segera berjalan dan berdiri disamping tuan Juanda.
"Buka" ucap tuan Juanda.
Dan mata Alyssa langsung terbelalak dengan lebar, saat melihat koper yang dibuka berisi uang yang begitu banyak.
__ADS_1
"Uang ini akan menjadi milikmu, jika kau mau pergi dari kehidupan Zayden"