Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Membatalkan Pertunangan


__ADS_3

Malam ini disebuah restauran mewah. Zayden sudah duduk dengan wajah datarnya. Dihadapan nya sudah tersaji hidangan yang menggugah selera. Namun sama sekali belum dia sentuh.


Setelah mengantar Alyssa pulang tadi, Zayden langsung keapartemen Jimmy untuk mengganti pakaian dan segera pergi kerestauran ini.


Dia sedang menunggu Anabella disini. Malam ini dia harus membuat keputusan yang besar. Yang akan merubah takdir hidupnya. Zayden tahu ini cukup sulit dan pasti akan berpengaruh buruk terhadap kehidupan nya kedepan. Apalagi pernikahan ini adalah pernikahan bisnis untuk menunjang perusahaan masing masing. Perusahaan Zega dan Perusaan Alexander adalah dua perusahaan besar yang jika digabungkan akan menjadi perusahaan raksasa dan berpengaruh. Itulah yang membuat tuan Juanda begitu ingin Zayden menikah dengan Anabella.


Tapi sungguh, Zayden benar benar tidak bisa untuk mengabaikan perasaan nya. Meski sulit, tapi dia harus melakukan ini.


Dia punya hak untuk menentukan pilihan nya sendiri.


Zayden langsung menoleh kearah pintu ruangan yang memang dia pesan malam ini. Seorang gadis cantik dengan gaun merah nya datang dengan senyum secerah mentari.


Anabella, model cantik dengan kesempurnaan yang menjadi rebutan semua orang, namun belum mampu membuat Zayden jatuh cinta pada pesona nya.


"Hai Zay, maaf aku terlambat. Aku baru saja menyelesaikan foto shoot ku" ucap Anabella seraya mendekat kearah Zayden. Dia ingin mencium pipi Zayden, namun Zayden segera menghindar.


"Duduk lah Bel. Ada hal yang ingin aku bicarakan" ujar Zayden


Anabella mengerucutkan bibirnya, dia kesal, tapi Zayden memang seperti itu. Selalu saja tidak mau dia sentuh sejak dulu. Dan itulah yang membuat Anabella benar benar jatuh cinta padanya.


"Hmmhh... Baiklah, apa ini tentang pertunangan kita?" tanya Anabella seraya duduk di kursinya. Tepat dihadapan Zayden.


"Ya" jawab Zayden, seraya tangan nya yang menuangkan air kedalam gelas Anabella.


"Apa kamu ingin mengajak ku membeli cincin Zay. Kakek bilang kamu belum menyiapkan cincin pertunangan kita" tanya Anabella.


Zayden menghela nafasnya sejenak seraya menyerahkan segelas air wine yang dia tuang pada Anabella.


Anabella menerima nya dengan senang hati.


"Aku tidak akan membeli cincin untuk pertunangan kita Bel" jawab Zayden.


Anabella mengernyit bingung.


"Lalu? apa kamu memang sudah menyiapkan nya?" tanya Anabella lagi.


Namun Zayden menggeleng pelan.


"Bella, sebelum nya aku ingin meminta maaf padamu" ungkap Zayden.


Anabella masih terdiam dengan pandangan bingung nya.

__ADS_1


"Aku ingin membatalkan pertunangan kita"


deg


Anabella terkesiap mendengar itu.


"Zay... jangan bercanda" ucap Anabella.


Namun Zayden langsung menggeleng dan memandang Anabella dengan lekat.


"Maafkan aku. Tapi aku tidak bisa melanjutkan pernikahan bisnis itu. Aku tidak bisa memaksakan hatiku Bel" ungkap Zayden.


Anabella tampak menggeleng tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Zayden.


"Tidak, kamu tidak bisa melakukan itu. Keputusan ini sudah bulat. Bahkan antara kakek kamu dan ayahku sudah sepakat. Hanya tinggal dua Minggu lagi Zay. Kamu jangan gila!" seru Anabella. Dia benar benar tidak terima dengan keputusan Zayden ini.


Zayden menghela nafasnya sejenak.


"Besok aku akan datang pada tuan Alex untuk membicarakan tentang hal ini. Maafkan aku. Aku sungguh tidak bisa. Sebelum semua nya terlambat" kata Zayden lagi


Anabella menggeleng dengan kuat.


"Aku tidak mau Zay. Dan aku yakin ayah ku maupun kakek mu juga tidak akan setuju dengan keputusan mu ini. Kamu tidak bisa memutuskan nya begitu saja. Semua mereka yang mengatur" sahut Anabella.


"Zay, kamu tidak bisa membuat ku terhina seperti ini. Semua undangan pertunangan sudah tersebar. Bahkan media sudah tahu jika kita akan bertunangan. Kamu tidak bisa seenaknya begini" Anabella terlihat begitu kesal..Bahkan wajahnya memerah menahan tangis sekarang.


Zayden meraih tangan Anabella dan menurunkan nya dari lengan nya.


"Maaf Bella. Tapi aku tidak bisa menjalin hubungan tanpa cinta. Aku tidak bisa" jawab Zayden


Anabella terperangah mendengar itu.


"Apa sudah ada wanita lain yang kamu cintai?" tanya Anabella. Matanya berkaca kaca sekarang.


"Ya, aku sudah mempunyai pilihan ku sendiri. Maafkan aku. Aku pasti akan bertanggung jawab untuk semua masalah ini" jawab Zayden.


"Zayden... kamu tidak bisa meninggalkan ku begitu saja." lirih Anabella


Zayden mengusap lengan Anabella sekilas.


"Maafkan aku" ucap Zayden. Dan setelah mengatakan itu dia langsung pergi meninggalkan Anabella.

__ADS_1


Anabella langsung terduduk dikursi dengan lemas dan air mata yang berurai diwajah cantik nya.


Dia benar benar tidak menyangka jika Zayden akan membatalkan pertunangan mereka begitu saja. Pertunangan yang bahkan hanya tinggal dua Minggu lagi.


Anabella menggeleng pelan, matanya menajam, bahkan tangan nya mengepal kuat.


Tidak, dia tidak terima dengan keputusan sepihak ini. Dia tidak terima dengan penghinaan ini. Jika pertunangan dibatalkan, maka nama baik dia dan keluarga nya pasti akan tercoreng.


Tidak..


Anabella tidak akan membiarkan itu terjadi.


Dia harus menemui tuan Juanda secepatnya. Tuan Juanda pasti menentang keinginan Zayden. Karena bagaimanapun, sejak dulu kakek tua itulah yang selalu mendoktrin segala hal tentang tuan muda Emanuel.


...


Sementara dirumah Alyssa...


Alyssa duduk dibelakang rumah dengan hati yang tidak tenang.


Dia memandang keatas langit dimana malam itu lagi lagi langit penuh dengan bintang dan bulan yang bersinar cukup cerah.


Tapi sayang, tidak secerah hati Alyssa saat ini.


Hatinya benar benar gelisah, mengenangkan apa yang terjadi pada Zayden dan calon tunangan nya malam ini. Ini pasti akan menjadi masalah yang besar. Bukan hanya karena perbedaan status sosial mereka yang tinggi. Tapi ternyata Zayden juga sudah akan bertunangan dengan orang lain.


Dan karena Alyssa, Zayden membatalkan pertunangan itu.


Alyssa menghela nafas yang cukup berat.


Bagaimana jika semua orang akan marah padanya. Alyssa bukan siapa siapa, tapi dia sudah mengacaukan semua nya.


Pertunangan yang akan dilakukan dua Minggu lagi, tapi malah dibatalkan oleh Zayden hanya karena ingin memilih nya.


Tapi sungguh, Alyssa juga tidak bisa mengalah. Hatinya juga sudah benar benar mencintai Zayden. Lagi pula Zayden juga tidak akan mau menyerah. Lihatlah bagaimana perjuangan nya selama ini. Lelaki itu bahkan rela menjelma sebagai orang biasa hanya untuk berada disamping Alyssa. Rela meninggalkan calon tunangan nya hanya untuk Alyssa, dan rela menenteng kakek nya demi untuk bisa bersama Alyssa.


Apa Alyssa jahat?


Entah lah...


Perjuangan cinta nya pasti akan begitu berat.

__ADS_1


Apalagi sebelum pergi tadi Zayden sempat mengatakan jika ada kesempatan, Zayden akan membawa Alyssa menemui kakek nya.


Yah... disitulah Alyssa harus menyiapkan hatinya.


__ADS_2