
Pagi ini Alyssa baru saja selesai sarapan bersama tuan Juanda. Sarapan pagi ini Alyssa juga yang memasak. Dia membuat bubur ayam yang dia beri sedikit rempah. Dan sepertinya masakan Alyssa ini cukup disukai oleh tuan Juanda. Terbukti dia yang makan dengan lahap dan menghabiskan semangkuk buburnya.
"Tuan... saya pamit pergi bekerja dulu" ujar Alyssa saat tuan Juanda beranjak dari kursi nya.
"Kau akan diantar oleh Deni, dia supir mu sekarang" ucap tuan Juanda.
Alyssa terdiam sejenak.
"Apa saya tidak bisa naik taksi saja tuan" tawar Alyssa
"Kau mau Anabella mengusik mu lagi?" pertanyaan tuan Juanda membuat Alyssa langsung terdiam.
"Jangan banyak membantah jika kau masih mau bekerja" kata tuan Juanda terdengar tegas dan mengancam.
Alyssa hanya bisa mengangguk pasrah mendengar itu.
"Tapi sore nanti saya boleh menjenguk tuan Zayden kan" tanya Alyssa lagi.
Tuan Juanda yang mulai melangkah kembali menoleh pada Alyssa.
"Terserah" jawabnya terdengar acuh.
Alyssa langsung tersenyum senang mendengar itu.
"Terimakasih tuan" ucap Alyssa.
Tuan Juanda hanya diam dan kembali melangkah keluar rumah. Namun lagi lagi seruan Alyssa menghentikan langkah nya.
"Tuan , hati hati" ucap Alyssa. Seraya dia yang meraih tangan tuan Juanda dan mencium punggung tangan nya.
Tuan Juanda nampak tertegun sejenak mendapatkan perlakuan dari Alyssa itu. Namun dia hanya acuh dan kembali berjalan keluar di ikuti oleh pak Pong.
Alyssa juga kembali ke kamar untuk bersiap siap pergi kerestauran. Dan setelah selesai, dia juga langsung berangkat bersama dengan Deni, supir barunya yang sudah di tugaskan oleh tuan Juanda untuk mengantar Alyssa kemana pun dia ingin pergi.
"Terimakasih ya mas, nanti mas bisa jemput saya jam lima sore" ujar Alyssa pada Deni.
"Siap non. Hati hati bekerja nya. Jika nona perlu dengan saya, saya ada didepan" jawab Deni, dan dia langsung tersenyum lucu saat melihat wajah terkejut Alyssa.
"Loh, kirain mau pulang lagi" sahut Alyssa dengan senyum getir nya.
"Enggak non, saya ada disini ditugaskan untuk menjaga non. Saya nunggu didepan aja." jawab Deni.
"Ditugasin siapa?" tanya Alyssa dengan bingung.
"Tuan besar non" jawab Deni.
Alyssa langsung tertegun mendengar itu.
Tuan besar benar benar menugaskan seseorang untuk menjaganya???
Seperhatian itukah dia?
Atau ini karena anak yang sedang Alyssa kandung?
Yah mungkin saja begitu kan.
Yasudah lah, untuk apa difikirkan. Karena memang itu adalah tanggung jawab mereka. Alyssa sedang mengandung anak Zayden, dan jika bukan tuan besar yang mengganti peran Zayden, siapa lagi.
"Yasudah, jika begitu saya masuk dulu mas" pamit Alyssa
"Silahkan nona" jawab Deni seraya membungkukkan sedikit tubuhnya dihadapan Alyssa.
Alyssa hanya tersenyum tipis saja, dia benar benar risih jika diperlakukan seperti ini. Dia kan bukan siapa siapa.
Alyssa berjalan masuk kedalam restauran. Dan lagi lagi, dia mendapatkan tatapan segan dari semua pelayan dan juga teman sesama chef nya.
Ada apa ini???
Bukankah seharusnya dia mendapatkan tatapan sinis atau apalah itu. Bukan nya seperti ini. Dia sudah membuat kerusuhan beberapa hari yang lalu, dan sekarang kenapa mereka memandang Alyssa seperti ini???
"Nona Alyssa, selamat datang" sapa Bayu yang berlari mendekatinya. Bahkan dia langsung menunduk hormat didepan nya. Sudah sama seperti dia yang menghormati Zea.
Alyssa mengernyit heran mendengar sapaan itu.
"Mas Bayu kenapa begitu sih, kayak sama siapa aja. Ngerjain aku ya?" tanya Alyssa seraya memandang kearah pelayan restoran yang juga memperhatikan nya dari jauh.
"Tidak, saya kan hanya menyapa nona" jawab Bayu dengan senyum simpulnya. Membuat Alyssa semakin bertambah heran saja.
"Mas.. ada apa sih. Kenapa mereka pada Mandang aku begitu. Mereka marah ya karena aku udah buat kerusuhan kemarin?" tanya Alyssa tidak enak.
"Bukan begitu nona. Mana berani mereka marah, mereka cuma menghormati nona. Karena ternyata chef di sini adalah istri dari seorang tuan muda" jawab Bayu.
Alyssa langsung terkesiap kaget mendengar itu.
"Kenapa bisa tahu?" tanya Alyssa begitu heran.
Dan nampak Bayu langsung menghela nafas sejenak.
"Tuan Jimmy yang bilang. Dia datang bersama pak Pong untuk menjelaskan semuanya " ungkap Bayu. Dia juga sangat terkejut saat itu, apalagi ketika mengetahui jika ternyata Alyssa sudah menikah dengan tuan muda yang sekarang sedang dipenjara itu. Dan yang lebih mengejutkan adalah Alyssa sudah hamil anak Zayden.
Sungguh, Bayu tidak menyangka. Melihat kedekatan Alyssa dengan Jimmy saja sudah membuat Bayu tidak percaya. Namun kenyataan yang lebih mengejutkan lagi ternyata Alyssa adalah istri dari tuan muda Emanuel.
__ADS_1
Alyssa terlihat menggaruk pelipisnya dengan canggung.
Kenapa mereka malah membuka rahasia ini?
Kenapa tidak ditutupi saja?
Sudah bagus tidak ada yang tahu kan, kenapa malah jadi seperti ini.
Dan lihatlah sekarang, Alyssa jadi benar benar canggung diperlakukan berbeda dari chef yang lain nya.
"Jadi kak Jimmy dan pak Pong datang kemari dan berkata seperti itu?" tanya Alyssa seraya mulai berjalan untuk menuju dapurnya.
"Benar nona. Mereka bilang jika kalian sudah menikah beberapa bulan yang lalu dan anda juga sudah mengandung anak tuan Zayden" ungkap Bayu.
Langkah kaki Alyssa langsung terhenti dan memandang Bayu dengan lekat.
"Mas Bayu, bisa gak sih jangan terlalu sopan kayak begitu. Saya risih tahu" ucap Alyssa
Bayu nampak tersenyum getir.
"Saya mana berani nona. Posisi nona dan nona Zea sama sekarang. Jika tahu dari awal saya mungkin juga tidak berani terlalu berlebihan" jawab Bayu.
"Mas Bayu, saya dan nona Zea itu berbeda. Saya memang istri tuan Zayden dirumah. Tapikan disini saya cuma chef, saya juga pekerja direstauran ini. Ayolah bersikap biasa saja" pinta Alyssa dengan wajah cemberut nya.
Ya ampun, Bayu jadi gemas melihat nya.
"Tapi saya yang tidak enak. Bagaimana jika tuan Juanda tahu" sahut Bayu
"Tuan Juanda kan tidak ada disini. Gimana sih. Kalau gak mau bersikap biasa saya males banget mau masak. Saya gak enak diperlakukan begini. Tuh lihat, mereka jadi aneh ngelihat saya" gerutu Alyssa lagi.
Bayu sampai menahan tawa mendengar nya.
"Ya ampun. Iya baiklah Alyssa. Tapi jika tuan Juanda marah kamu harus membela saya" ujar Bayu.
"Iya. begitu kan lebih enak di dengar. Saya ini bukan siapa siapa mas. Cuma pelayan juga disini" ucap Alyssa yang kembali berjalan kedapur. Dan Bayu tetap mengikutinya.
"Bukan pelayan, tapi chef" ralat Bayu.
"Sama aja. Sama sama pekerja juga" sahut Alyssa
"Beda lah, derajat kamu itu lebih tinggi dari pada mereka." kata Bayu lagi.
Alyssa hanya mengendikan bahunya saja.
"Eh Sya, tapi aku bener bener gak nyangka jika kamu istri tuan muda Emanuel. Kenapa gak ada yang tahu kabar pernikahan kalian?" tanya Bayu. Dia sungguh benar benar penasaran dengan kenyataan ini.
"Pernikahan kami tertutup mas. Lagian cuma akad doang" jawab Alyssa.
Alyssa langsung berdecak kesal mendengar itu.
"Udah ah godain aku. Nona Zea udah datang belum mas?" tanya Alyssa seraya meletakkan tasnya di atas meja.
"Nona Zea gak ada masuk sejak dia pulang diantar sepupu tuan Malik waktu itu" jawab Bayu.
"Loh kenapa?" tanya Alyssa begitu heran.
"Tidak tahu Sya. Gak ada kabar apapun. Keluarga mereka cukup tertutup. Apalagi tuan Malik" Jawab Bayu lagi.
"Yasudah lah, saya tinggal dulu ya. Nanti kalau ada perlu sesuatu kamu bisa panggil saya" ujar Bayu.
"Iya mas" jawab Alyssa.
"Saya pamit dulu nona Alyssa" goda Bayu seraya membungkukkan sedikit tubuhnya dihadapan Alyssa.
Alyssa langsung berdecak kesal mendengar itu.
Dan hari itu, Alyssa kembali bekerja direstauran Denue. Terasa sepi saat dia beristirahat. Biasanya ada Zea yang selalu menemani nya. Tapi sekarang, Zea tidak masuk. Entah apa yang terjadi pada gadis cantik nan lembut itu. Alyssa tidak tahu kabarnya.
Alyssa bekerja dengan canggung karena sikap orang orang yang terlihat begitu segan padanya. Dan itu membuat Alyssa merasa tidak enak. Pasalnya dia merasa jika dia bukan siapa siapa, tapi mereka semua begitu menghormati nya.
Apa begini yang dirasakan Zea selama ini?
Dihormati hanya karena nama baik suami.
huh... rasanya benar benar tidak enak.
Hingga hari sudah pukul lima, barulah Alyssa bersiap siap untuk pulang.
Deni sudah ada didepan restauran dan menunggunya.
Sore ini Alyssa ingin menjenguk Zayden. Sudah sangat lama sejak kedatangan Anabella kemarin. Ya meskipun baru seminggu yang lalu, tapi Alyssa sudah begitu merindukan nya.
"Mari nona" ajak Deni yang dengan sigap sudah membukakan pintu mobil untuknya.
"Terimakasih" jawab Alyssa
Dia langsung berjalan masuk kedalam kantor polisi. Meski jam besuk sudah habis, tapi untuk Alyssa dia bisa bebas kapan saja untuk menjenguk Zayden.
Deni berjalan dibelakang Alyssa dengan wajah datarnya. Supir sekaligus pengawal yang ditugaskan oleh tuan Juanda untuk menjaga Alyssa.
Setelah membuat laporan, Alyssa seperti biasa duduk diruang tunggu untuk menunggu Zayden keluar. Sedangkan Deni berdiri didepan pintu bersama polisi yang berjaga.
__ADS_1
"Mas Zayden" seru Alyssa yang langsung berlari memeluk Zayden.
Jika sudah melihat Zayden, Alyssa langsung melupakan polisi yang mengantar Zayden.
Dia benar benar merindukan suami nya ini.
"Sayang... aku kangen" ucap Zayden seraya memeluk Alyssa dengan begitu erat. Rasa gelisah dihatinya beberapa hari ini langsung terbayar. Apalagi Jimmy juga tidak ada datang untuk memberi tahu kabar Alyssa. Zayden benar benar cemas.
"Aku juga kangen mas. Kangen banget" jawab Alyssa
Zayden menangkup wajah Alyssa dan menciumi nya dengan lembut.
"Kamu baik baik aja kan, aku gak enak banget disini kepikiran kamu terus" ungkap Zayden seraya membawa Alyssa untuk duduk dikursi. Polisi yang membawa Zayden tadi sudah pergi keluar.
Hingga kini hanya tinggal mereka berdua.
"Aku baik baik aja kok mas" jawab Alyssa
"Anak kita gimana, dia gak rewel kan?" Zayden mengusap perut Alyssa dengan lembut. Dia langsung tersenyum saat merasakan jika perut Alyssa sudah mulai membesar.
"Baik, cuma kayak nya dia nakal kalau lagi rindu sama kamu mas" ucap Alyssa
"Nakal kenapa?" tanya Zayden. Tangan nya tidak berhenti menggenggam tangan Alyssa
"Dia maunya tidur dikamar mas. Dia juga mau makan ikan tuan besar" jawab Alyssa.
Zayden mengernyit bingung mendengar itu. Pasalnya dia sama sekali tidak tahu apa yang sudah terjadi.
"Tidur dikamar aku?" tanya Zayden dengan wajah heran nya.
"Loh, apa mas belum tahu. Apa kak Jimmy juga belum ngasih tahu?" tanya Alyssa pula.
Zayden menggeleng pelan
"Bahkan Jimmy tidak ada datang lagi setelah datang sama kamu waktu itu" sahut Zayden.
Alyssa terkesiap mendengar itu. Lalu kemana Jimmy pergi?
"Aku dibawa tuan besar tinggal dirumah utama" ucap Alyssa
Mata Zayden langsung melebar mendengar itu.
"Sayang kamu serius?" tanya Zayden. Wajahnya benar benar terperangah tidak percaya, membuat Alyssa tertawa melihat wajah Zayden yang seperti itu.
"Iya, dia minta aku tinggal disana. Katanya dia gak mau kalau anak mas kenapa kenapa. Tuan besar juga bolehin aku tidur dikamar mas, karena waktu tidur di kamar lain aku gak bisa tidur, malah demam" ungkap Alyssa dengan tawa kecil nya.
Zayden langsung mendengus senyum dan tertawa kecil mendengar itu.
Benarkah kakek nya meminta Alyssa tinggal dirumah mereka?
Benarkah yang dia dengar ini?
Ya tuhan..
Kenapa rasanya senang sekali.
"Tapi kakek tidak berbuat sesuatu yang membuat kamu sedih kan sayang?" tanya Zayden
Alyssa tersenyum dan menggeleng pelan.
"Enggak, walau tuan besar galak. Tapi dia baik sama aku mas. Gak tahu kenapa begitu, mungkin karena anak yang aku kandung ini. Bahkan tuan besar izinin aku makan ikan yang ada di kolam belakang" ungkap Alyssa dengan wajah berbinar nya.
"Ikan di kolam belakang?" tanya Zayden
Alyssa langsung mengangguk dengan cepat.
"Iya, ikan Khoi cantik. Warna nya hitam putih. Aku sengaja pilih yang itu karena paling kecil diantara yang lain. Enak banget mas" kata Alyssa dengan begitu antusias
Zayden langsung tertawa getir mendengar itu. Antara bahagia melihat wajah bahagia Alyssa, dan antara tidak percaya jika kakek nya membiarkan ikan itu dimakan Alyssa.
"Sayang, kamu beneran makan ikan itu?" tanya Zayden seraya menarik Alyssa dalam dekapan nya.
"Iya, enak banget mas. Aku makan bareng pak kepala pelayan" jawab Alyssa dengan polosnya.
Ya tuhan
Zayden langsung menggeleng lucu mendengar itu. Tidak bisa dia bayangkan bagaimana ekspresi kakek nya waktu itu.
Dan lagi, benarkah kakek nya sudah menerima Alyssa?..
"Mas kenapa kayak gak percaya gitu?" tanya Alyssa
"Enggak, aku cuma bingung, kenapa kakek ngizinin kamu makan ikan kesayangan nya itu" jawab Zayden dengan tawa kecilnya
"Aku cuma minta yang paling kecil kok" ucap Alyssa dengan polos nya.
"Yang paling kecil itu yang paling mahal sayang" sahut Zayden.
"Emang berapaan?" tanya Alyssa
"Dua miliar" jawab Zayden
__ADS_1
"Apaaaa!!!!!! yang bener mas???"