Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Menikah


__ADS_3

Alyssa memandang Zayden dan juga dua orang lelaki paruh baya yang ada didalam ruangan itu. Rasanya seperti mimpi melihat semua ini.


Hari ini dia akan menikah. Ya, menikah. Menikah didalam penjara. Miris kan..


Tanpa orang tua, tanpa keluarga, tanpa acara, tanpa doa, dan tanpa gaun pengantin yang indah.


Ya tuhan...


Sebenarnya dosa apa yang sudah Alyssa perbuat sehingga dia bisa mendapatkan cobaan seperti ini??


Zayden tersenyum getir memandang Alyssa yang berdiri mematung di ambang pintu. Ya dia baru tiba ditempat itu, dan sudah langsung dibawa kesebuah ruangan oleh Jimmy.


Ruangan yang menjadi tempat Zayden akan mengikat nya.


Zayden beranjak dari duduk nya dan mendekat kearah Alyssa.


Dia menjulurkan tangan nya pada Alyssa dan memandang Alyssa dengan wajah penuh rasa bersalah.


Seharusnya tidak seperti ini pernikahan yang dia impikan dan tidak seperti ini pernikahan yang akan dia persembahkan untuk gadis yang dia cinta.


Tapi keadaan benar benar membuat mereka harus melakukan ini. Pernikahan yang terlihat menyedihkan, demi anak yang dikandung Alyssa.


Alyssa memandang uluran tangan Zayden, dan dengan senyum terpaksa dia meraih tangan itu.


"Maafkan aku, seharusnya tidak seperti ini pernikahan kita Sya" ucap Zayden. Suara nya benar benar terasa berat dan penuh beban.


Dan Alyssa memang harus menerima nya kan. Alyssa sudah cukup bahagia karena saat didalam penjara pun, Zayden mau untuk menikahinya dan bertanggung jawab atas bayi yang dia kandung.


"Enggak apa apa. Aku udah senang mas" jawab Alyssa seraya dia yang mengusap lembut tangan Zayden.


Zayden juga ikut tersenyum, meski senyum itu terasa begitu pedih.


Dan akhirnya Zayden membawa Alyssa menuju kursi dimana sudah ada seorang penghulu yang akan menikahkan mereka. Berhubung Alyssa memang sudah tidak mempunyai orang tua dan saudara jadi yang akan menikahkan nya adalah wali hakim. Paman Alyssa juga bukan paman kandung, melain adik ipar dari ibunya.


Hingga mudah saja untuk menikahi Alyssa tanpa syarat apapun.


Alyssa duduk dikursi nya tepat disamping Zayden. Sedangkan Jimmy juga mengambil tempat untuk menjadi saksi pernikahan mereka. Dan disaksikan oleh kepala polisi yang juga ada disana untuk menjadi saksi pernikahan mereka.


Mungkin, jika media tahu, ini merupakan berita yang paling gencar dicari. Namun Jimmy sudah memastikan jika pernikahan ini tidak akan tersebar kemanapun apalagi sampai terendus oleh media.


Meski hanya pernikahan sederhana, namun sungguh jantung Alyssa dan Zayden sudah benar benar berdegup dengan kencang.


Mereka hanya akan menikah secara agama, karena menikah secara hukum, syarat dan ketentuan nya pasti lama dan memerlukan waktu. Zayden tidak ingin menunggu lagi. Bahkan dia tidak lagi memperdulikan tuan Juanda yang saat ini tidak ingin datang dan melihatnya menikah.


Tidak masalah.


Saat ini yang terpenting untuk nya adalah Alyssa.


Penghulu itu mulai membacakan hal hal untuk memulai ijab kabul.


Jantung Alyssa langsung berdenyut ngilu saat Zayden mulai menjabat tangan penghulu itu. Bahkan dia langsung tertunduk dengan mata yang berair ketika mereka memulai ikrar ijab kabul nya.


"Saya terima nikahnya Alyssa Chandani binti Abdul Aziz dengan mas kawin uang tunai sebesar dua juta rupiah dibayar tunai" ucap Zayden begitu lantang dan tegas dengan hanya satu tarikan nafas.


"Bagaimana saksi. Sah??"


"Sah"


Alyssa langsung menitihkan air mata mendengar itu.


Ya Tuhan ... Sekarang dia sudah menjadi seorang istri. Tanpa siapapun yang tahu.


Tapi Alyssa bahagia, karena sekarang dia sudah tidak sendirian lagi.

__ADS_1


Alyssa mengusap perut nya sejenak dan langsung memandang pada Zayden yang kini menoleh ke arahnya.


"Selamat tuan, nona. Sekarang kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri. Boleh nona cium tangan suami anda" ujar penghulu itu dengan senyum teduh nya. Meski matanya juga memandang iba pada Zayden dan Alyssa.


Zayden tersenyum memandang Alyssa seraya dia yang menjulurkan tangan nya.


Alyssa mendengus senyum dan meraih punggung tangan itu dan langsung mencium nya. Bahkan Alyssa bisa merasakan jika tangan Zayden terasa dingin dan sedikit bergetar.


Zayden mengusap kepala Alyssa dengan lembut. Rasa sesak, perih dan rasa sedih benar benar membuat Zayden tidak tahu harus bagaimana.


Sungguh, rasanya dia benar benar merasa bersalah pada Alyssa.


"Maafkan aku, tapi aku bahagia sudah mengikat kamu sekarang" ucap Zayden seraya mengusap air mata Alyssa


Alyssa tersenyum dan mengangguk.


"Terimakasih mas. Aku sudah cukup bahagia" jawab Alyssa


Zayden langsung menoleh pada Jimmy yang menyerahkan sebuah kotak padanya. Kotak cincin pernikahan mereka.


"Pakai ini ya, hanya ada ini yang mewah dan bisa terlihat" ucap Zayden seraya memakaikan cincin itu dijari Alyssa.


"Ini sudah cukup" jawab Alyssa yang juga memakaikan cincin itu pada Zayden.


Orang orang yang ada disana memandang haru dan iba pada mereka. Bahkan kepala polisi itu dan juga Jimmy sudah mengusap mata mereka yang berair.


Ya, mereka benar benar terharu melihat pemandangan ini. Seorang tuan muda dari keluarga Zega harus menikahi kekasihnya didalam penjara. Tidak ada kemewahan dan kebahagiaan seperti pasangan lain nya.


Siapa yang tidak sedih, bahkan mereka yang hanya melihat saja sudah benar benar harus menahan hati. Apalagi Alyssa dan Zayden yang menjalani.


Dan akhirnya, setelah menandatangani surat pernikahan itu. Orang orang yang ada disana langsung keluar dari ruangan itu. Meninggalkan Alyssa dan Zayden berdua didalam sana.


Alyssa memperhatikan cincin indah yang sudah tersemat dijari manis nya. Sangat indah, cincin bermata berlian. Cincin yang akan selalu dia kenang untuk seumur hidupnya.


Pelukan Zayden membuat Alyssa terkesiap kaget.


"Maafkan aku Sya, maafkan aku. Aku sungguh tidak bisa membuat kamu bahagia. Sungguh bukan pernikahan seperti ini yang ingin aku berikan padamu" ucap Zayden dengan tangan yang memeluk Alyssa tanpa ragu lagi.


Alyssa mematung sejenak, dan langsung mengusap punggung Zayden dengan lembut.


Apa dia kecewa?


Tidak, Alyssa tidak kecewa mendapatkan pernikahan yang seperti ini. Dia sudah benar benar bahagia bisa menikah dengan Zayden.


"Mas.... sudah, jangan bersedih seperti itu" kata Alyssa seraya melepaskan pelukan Zayden.


Dia mengusap wajah Zayden yang mulai berair. Sungguh cengeng sekali suami nya ini.


Ya suami..


Sekarang Zayden sudah menjadi suami nya.


"Menikah dengan mas adalah salah satu hal yang gak pernah terbayangkan mas. Dulu aku selalu takut untuk membayangkan bisa menjadi istri mas. Tapi hari ini, mas mewujudkan nya, aku sangat bahagia mas. Sangat bahagia" ungkap Alyssa


Namun Zayden menggeleng pelan dan meraih tangan Alyssa, dia mengecup tangan itu dengan lembut.


"Tapi aku ingin menikahi kamu dengan pernikahan yang mewah dan disaksikan oleh semua orang Sya. Bukan seperti ini" sahut Zayden.


Alyssa tersenyum dan menggeleng.


"Untuk sekarang, kita menikah demi dia kan" kata Alyssa seraya membawa tangan Zayden pada perut ratanya. Membuat Zayden kembali ingin menangis


"Mas harus bertahan dan kuat, jika mas bebas nanti. Aku menunggu pernikahan yang mewah itu" pinta Alyssa

__ADS_1


"Mas bisa mewujudkan nya kan" tanya Alyssa lagi.


Zayden langsung mengangguk dengan cepat.


"Aku janji, aku janji akan membuat pesta pernikahan yang mewah untuk kamu ketika aku sudah bebas nanti. Aku janji, akan membalas rasa sedih dan rasa lelah kamu selama menunggu ku keluar. " jawab Zayden dengan begitu yakin.


"Mas harus cepat keluar. Aku dan anak kita nunggu mas untuk bisa sama sama dan berkumpul" ujar Alyssa


Zayden mengangguk dan mengecup pucuk kepala Alyssa. Dan setelah itu dia langsung beranjak dari kursinya, berlutut dihadapan Alyssa. Merebahkan kepalanya dipangkuan Alyssa dengan tangan yang mengusap perut Alyssa dengan lembut.


Dia mencium perut Alyssa dengan gemas membuat Alyssa tersenyum dan mengusap kepala Zayden.


"Anak ayah jangan marah pada ayah ya nak. Maafkan ayah yang belum bisa jaga kamu dan ibu sekarang. Tapi ayah janji, ayah pasti tetap akan bertanggung jawab pada kalian. Kamu jangan nakal didalam sana ya, jaga ibu dengan baik selama ayah tidak ada" gumam Zayden dengan begitu lembut.


Meski itu hanya gumaman saja, namun masih terdengar ditelinga Alyssa. Dan sungguh, Alyssa langsung mengulum bibirnya seraya menahan tangis mendengar bisikan itu.


Ini anak pertama mereka, ini buah cinta mereka. Tapi perjalanan hidup mereka sudah terasa begitu menyakitkan.


Ya tuhan...


Semoga mereka bisa menjalani hari hari terberat ini dengan hati yang lapang.


"Maafkan aku sayang. Kamu harus berjuang sendiri diluar sana demi aku dan anak kita" ucap Zayden yang kembali memandang Alyssa dan menggenggam tangan Alyssa dengan lembut.


"Aku cuma minta doa mas. Supaya kita bisa cepat bersatu ya" ujar Alyssa


Zayden mengangguk dan kembali duduk dikursi nya.


"Doa ku selalu menyertai kamu sayang" ucap Zayden.


Alyssa tersenyum dan mengangguk. Namun dia memandang Zayden dengan bingung, saat suaminya itu meraih sesuatu dari dalam saku baju tahanan nya.


Sebuah kartu..


"Gunakan ini untuk keperluan kamu ya" ujar Zayden seraya meletakkan kartu kredit itu ditangan Alyssa.


"Tapi mas..." Alyssa terlihat ragu. Namun Zayden menggeleng dan menggenggam tangan nya.


"Tolong jangan menolak Sya. Ini uang pribadi ku, uang dari hasil simpanan yang aku simpan selama ini. Sejak mengenal kamu, aku sudah menyisihkan sedikit uang gaji ku dikartu ini tanpa sepengetahuan kakek." ungkap Zayden.


"Karena aku sudah mempunyai firasat, jika kakek pasti tidak akan merestui hubungan kita semudah itu. Dan mungkin jika aku lebih memilih kamu dia akan mencoret nama ku dari keluarga Zega. Hingga aku sudah mempersiapkan semuanya. Meskipun jalan cerita ini tidak sesuai dengan apa yang aku bayangkan" ungkap Zayden lagi.


Alyssa langsung mendengus senyum mendengar itu. Dia memandang kartu yang ada ditangan nya. Ternyata Zayden memang sudah mempersiapkan semuanya.


"Memang tidak banyak, tapi aku rasa itu cukup untuk memenuhi keperluan kamu dan calon anak kita selama aku didalam sini" kata Zayden lagi.


"Padahal aku sudah mempunyai gaji sendiri mas. Dan sudah lebih dari cukup" jawab Alyssa.


Namun Zayden menggeleng dan semakin mengeratkan genggaman tangannya.


"Sya... kamu sudah jadi istri aku sekarang. Kamu juga sedang mengandung anak aku. Tolong jangan buat aku semakin bertambah bersalah. Aku hanya memenuhi kewajiban ku untuk menafkahi kamu" ujar Zayden.


Alyssa tertegun mendengar itu


"Kamu terima ya. Uang hasil kerja keras kamu bisa kamu simpan untuk membangun usaha kamu. Bukankah kamu ingin membuktikan itu pada semua orang" kata Zayden lagi.


Dan Alyssa langsung mengangguk


"Dan uang ini untuk kebutuhan kamu sehari hari" ujar Zayden lagi.


Alyssa kembali tersenyum dan mengangguk.


"Iya mas. Aku pasti memakai uang ini untuk keperluan ku. Terimakasih " jawab Alyssa.

__ADS_1


Zayden langsung tersenyum senang mendengar itu. Sejak dulu Alyssa memang tidak pernah mau memakai sepeserpun uang dari nya. Bahkan sangat jarang sekali Zayden bisa membawa Alyssa kerestauran mewah. Tapi mulai hari ini, Alyssa memang harus sudah memakai semua pemberian Zayden, karena dia.... adalah istri nya.


__ADS_2