Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Kehilangan


__ADS_3

Sungguh, senja yang begitu menakutkan bagi semua orang. Suara teriakan dan juga suara hujan mengiringi proses penyelamatan Alyssa. Tebing jurang yang licin dan terjal membuat Zayden begitu kesusahan untuk membawa Alyssa naik keatas.


Wira dan beberapa orang menarik tali yang mengikat pinggang Zayden perlahan lahan. Sementara Zayden naik seraya menggendong tubuh Alyssa yang sudah terkulai lemas, dan masih dalam keadaan terikat.


Ikatan tali ditubuh Alyssa begitu kuat, dan Zayden maupun Jimmy tidak ada yang membawa pisau hingga Zayden lebih memilih mengangkat Alyssa keatas terlebih dahulu.


Tubuh Zayden bergetar membawa Alyssa. Bukan karena kedinginan, melainkan karena rasa takut yang sudah mencapai di ubun ubun. Dia takut terjadi sesuatu pada Alyssa. Dia takut Alyssa terluka parah, apalagi bisa Zayden lihat jika keadaan Alyssa begitu menyedihkan seperti ini.


Hingga beberapa saat kemudian, dengan susah payah, Zayden tiba diatas dibantu oleh Wira yang dengan sigap meraih tubuh Alyssa.


"Ya tuhan Alyssa" gumam Wira yang langsung merebahkan tubuh Alyssa diatas rumput. Zayden dengan segera mendekat kearah Alyssa, memangku kepala nya dan mengusap wajah Alyssa yang basah dan kotor.


Wira dengan sigap memotong tali yang mengikat tubuh dan kaki Alyssa dengan hati hati.


"Sayang...." panggil Zayden. Suara nya bergetar menahan takut dan khawatir seraya melepaskan ikatan itu dari tubuh Alyssa.


"Alyssa..." panggil Zayden lagi. Namun nihil, Alyssa sudah benar benar tidak lagi sadarkan diri. Wajahnya pucat Pasih, bahkan tubuhnya juga sudah dingin dan begitu lemah.


"Tuan, kita bawa pergi. Mobil jeep sudah ada disebelah sana" ujar Wira.


Dan tanpa berkata apapun, Zayden langsung mengangkat tubuh Alyssa. Bahkan dia berjalan dengan cepat dan terburu buru. Dia takut, dia sangat takut terjadi sesuatu pada istri dan anak nya.


Perjalanan yang cukup jauh membuat Zayden semakin cemas. Keadaan Alyssa semakin melemah, bahkan denyut nadinya juga semakin sulit untuk dirasa.


Jarak dari hutan kerumah sakit memakan waktu lebih dari dua jam. Dan itu sungguh membuat Zayden benar benar khawatir.


Itu juga mereka singgah disebuah klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama untuk Alyssa. Dan setelah mendapatkan alat bantu pernafasan. Mereka melanjutkan perjalanan lagi menuju kota Bandung dimana rumah sakit besar berada.


Alyssa sudah lemah, bahkan bisa Zayden lihat jika seluruh tubuh Alyssa penuh luka. Bahkan Zayden tidak tahu bagaimana nasib calon bayi mereka saat ini.


Hingga satu jam kemudian, barulah mereka tiba dirumah sakit.


Zayden segera membawa Alyssa keruang IGD untuk ditangani.


Wajah Zayden pucat, kusut dan juga penuh rasa takut yang besar. Dia terlihat mondar mandir didepan ruang IGD. Sementara Wira dan Jimmy duduk dengan wajah tegang mereka.


Beberapa kali Zayden menoleh kearah pintu. Namun sudah hampir satu jam, tidak ada juga dokter yang keluar. Hanya perawat yang keluar dan mengambil beberapa kantung darah. Dan sungguh, jantung Zayden benar benar lemas sekarang.

__ADS_1


Bahkan dia tidak lagi memperdulikan pakaian nya yang basah dan sudah mengering kembali ditubuhnya.


Alyssa... dia takut terjadi sesuatu pada istrinya itu.


Ceklek


Pintu yang terbuka membuat Zayden menoleh, dan dia langsung berlari saat dokter yang keluar dari sana.


"Dokter, bagaimana istri saya?" tanya Zayden langsung.


Wajah dokter itu terlihat sedih. Dia menggeleng pelan dengan helaan nafas yang cukup berat.


"Janin yang ada didalam rahim nona tidak bisa diselamatkan tuan"


deg


Zayden terperangah mendengar itu.


"Kondisi nona juga kritis sekarang, dia kami nyatakan, koma"


Calon keponakannya sudah tidak ada lagi. Dan sekarang Alyssa malah koma.


"Benturan dikepala dan ditubuhnya membuat nona tidak bisa bertahan, kondisi tubuhnya yang memang lemah dan juga karena kejadian itu membuat dia tidak bisa bertahan. Ditambah dengan penanganan yang terlambat membuat kondisi nya semakin memburuk" ungkap dokter itu lagi.


Zayden sudah tidak bisa lagi berkata apa apa. Dia bahkan sudah bersandar dengan lemas didinding rumah sakit itu dengan wajah frustasi nya.


"Nona Alyssa akan kami pindahkan keruang perawatan. Mohon tuan bersabar dan terus berdoa semoga nona Alyssa bisa melewati masa kritis nya saat ini" ujar dokter itu yang kembali masuk kedalam. Meninggalkan Zayden yang langsung jatuh terduduk dengan air mata yang kembali menggenang diwajah nya.


Kenapa ?


Kenapa ini terjadi pada mereka?


Kenapa ya tuhan?


Tidak cukupkah waktu dua bulan lebih untuk mereka berpisah?


Kenapa sekarang harus kau beri cobaan lagi seperti ini.

__ADS_1


Dia kehilangan calon anak nya. Dan sekarang Alyssa sedang sekarat disana.


Zayden menggeleng dan meraup rambutnya dengan kasar.


Rasanya dunia nya benar benar hancur. Kenapa harus seperti ini.


Ini salahnya, ini salahnya yang datang terlambat.


Tolong Tuhan...


Tolong selamatkan istrinya.


Cukup dia kehilangan anak nya, jangan lagi isterinya.


"Tuan... kuatkan hati anda. Alyssa pasti selamat" ucap Wira yang kini sudah berlutut disamping Zayden. Dia mengusap bahu Zayden yang terlihat hancur. Ini pasti tidak mudah untuk nya.


"Ini salahku, aku datang terlambat. Aku tidak bisa menjadi suami yang baik untuk dia. Ini salahku" ucap Zayden begitu frustasi


"Tuan... jangan seperti ini. Jika anda bersedih, siapa yang akan menguatkan Alyssa dan memberikan nya semangat. Ini ujian untuk kalian" kata Wira lagi.


Zayden tertunduk dan semakin meremas kepala nya dengan. Rasanya sakit dan tidak berdaya.


"Tuan kuatlah untuk Alyssa. Dia membutuhkan tuan sekarang. Biar saya yang akan mencari Anabella dan juga orang orang nya" ucap Wira lagi.


Zayden mendongak, pandangan matanya langsung menajam mendengar nama itu disebut.


"Jangan serahkan dia pada polisi sebelum aku membuat perhitungan pada gadis sialan itu" pinta Zayden dengan nada yang begitu menggeram.


"Tentu. Saya juga tidak rela jika dia hanya dipenjara setelah semua yang dia lakukan" jawab Wira.


Jimmy hanya memandang mereka dengan pandangan nanar nya. Dia juga sangat bersedih dengan kabar ini. Dua bulan lebih dia yang selalu ada untuk Alyssa, dia yang selalu menuruti setiap keinginan Alyssa yang mengidam. Tapi sekarang, calon keponakan nya sudah tidak ada lagi, bahkan Alyssa juga dalam keadaan kritis. Sungguh, Jimmy juga sangat merasa bersalah dan bersedih.


Padahal dia sudah sangat bahagia karena tahu jika Zayden bebas dari penjara. Tapi kenyataan nya malah seperti ini. Zayden bebas, tapi Alyssa yang harus seperti ini. Bahkan mereka kehilangan calon anak.


Sungguh, sampai kapan lagi mereka harus bahagia, kenapa sesulit ini untuk mereka bersatu.


Malam ini, adalah malam yang paling menakutkan bagi mereka semua. Malam yang membuat hati dan jantung terasa seperti diremas. Kenyataan yang begitu menyakitkan bagi Zayden. Karena ujian mereka untuk bersatu, masih terasa begitu panjang dan menyakitkan.

__ADS_1


__ADS_2