
Malam ini Zayden dan Jimmy sudah tiba didepan sebuah hotel milik keluarga Alexander. Setelah pulang dari perusahaan nya, Zayden langsung menuju ketempat ini. Dia tidak ingin lagi membuang waktu. Karena dia tahu bagaimana keluarga Alexander ini, dan lagipun, Zayden juga harus menepati janji nya pada Alyssa.
Zayden masuk kedalam lobi hotel dengan wajah datarnya seperti biasa. Tidak ada wajah tenang dan penuh senyum seperti saat bersama Alyssa. Saat ini, dia adalah tuan muda Emanuel, yang memiliki wibawa yang cukup disegani oleh orang orang.
Zayden dan Jimmy langsung disambut oleh menejer hotel. Mereka langsung dibawa kerestauran hotel dimana disebuah ruangan memang sudah disediakan oleh pihak tuan Alex.
Zayden masuk kedalam ruangan itu sendirian, sedangkan Jimmy menunggu didepan pintu.
Saat pintu terbuka, sudah ada tuan Alex dan juga Anabella disana. Tuan Alex langsung berdiri dan menyambut Zayden dengan hangat seperti biasa.
Namun Zayden hanya menanggapi nya dengan wajah datar tanpa senyum.
"Selamat datang tuan muda Emanuel. Kami sudah menunggu anda sejak tadi" ucap tuan Alex.
"Maaf tuan, saya cukup sibuk hari ini" jawab Zayden.
"Tidak masalah, yang terpenting anda sudah mau datang. Ayo silahkan duduk" ajak tuan Alex seraya menunjuk kursi disebelah Anabella.
Zayden mengangguk, dan dia hanya menoleh sekilas ke arah Anabella yang sejak tadi terus memperhatikan nya. Dan entah kenapa gadis ini hanya diam dan tidak seperti biasanya yang selalu banyak bicara. Apa dia sadar dengan kesalahan nya? entah lah.
"Langsung saja tuan, saya tidak bisa berlama lama berada disini" ujar Zayden.
Tuan Alex nampak menghela nafasnya. Sepertinya dia kesal, tapi tidak bisa berbuat apa apa.
"Baiklah, saya hanya ingin menanyakan kenapa anda membatalkan pertunangan ini?" tanya tuan Alex.
Zayden langsung menoleh kearah Anabella yang kini wajahnya berubah menjadi sendu.
"Apa putri anda belum mengatakan apapun?" tanya Zayden.
"Zay, aku sungguh tidak ingin berpisah dari kamu" ucap Anabella
"Aku tidak ingin memperpanjang masalah Bella." sahut Zayden
"Dan seharusnya anda sebagai ayah sudah tahu apa yang saya pilih bukan." kini Zayden beralih pada tuan Alex.
"Saya mohon maaf untuk itu tuan muda. Tapi saya sudah mencari tahu kebenaran nya, jika Bella hanya sekedar berbincang masalah pekerjaan dengan CEO itu" ungkap tuan Alex
Namun Zayden langsung mendengus sinis.
"Berbicara didalam kamar hotel?" ucap Zayden.
"Zay..." panggil Anabella.
Namun Zayden segera menggeleng.
"Tuan Alex, kalian tidak perlu mengelak lagi. Saya sudah tahu semua nya. Saya masih berbaik hati untuk tidak membocorkan hal ini pada publik. Jadi saya mohon untuk anda membatalkan pertunangan ini. Dengan hormat atau tidak, itu pilihan anda" ujar Zayden.
"Apa tidak ada kesempatan untuk putri saya tuan, dia benar benar sudah jatuh hati pada anda sejak dulu. Bukan kah anda tahu itu" pinta tuan Alex, dia masih mencoba untuk merayu Zayden.
__ADS_1
Namun Zayden menggeleng dengan tegas.
"Maaf, tapi saya tidak bisa menerima wanita sembarangan, apalagi yang suka bermain dengan pria lain" jawab Zayden.
Dan tanpa Zayden sadari, tangan tuan Alex terlihat mengepal dibawah meja, dia benar benar geram dengan Zayden.
"Zay.. kenapa kamu tega" ucap Anabella dengan mata yang mulai berair.
"Sudahlah, mungkin tuan muda memang bukan jodoh mu Bella" ucap tuan Alex akhirnya.
"Saya menerima keputusan anda tuan. Dan saya akan berbicara dengan tuan besar mengenai hal ini. Asalkan anda bisa menjaga nama baik Bella dan keluarga kami tentunya" pinta tuan Alex
"Saya bisa mempertimbangkan jika anda juga bisa menerima keputusan saya ini" sahut Zayden.
Tuan Alex mengangguk seraya memandang Bella yang nampak tertunduk sedih.
"Untuk yang terakhir, sebaiknya kita makan terlebih dahulu tuan, meski tidak berselera, setidaknya kita masih tetap bisa saling menjalin hubungan baik" ujar tuan Alex.
"Maaf tuan, tapi saya memang sudah kenyang" jawab Zayden yang langsung menolak.
"Jika begitu, minumlah sedikit. Saya tahu ini hal yang menyedihkan, tapi saya hanya ingin kalian masih bisa berteman dengan baik" kata tuan Alex lagi.
Zayden memandang Anabella sejenak, dan menghela nafas pelan. Hingga akhirnya dia mengangguk dan meraih gelas yang berisi anggur didepan nya.
"Bella, ayolah, bersulang. Kau memang tidak bisa memaksakan kehendak" kata tuan Alex pada Bella.
Dan Anabella juga akhirnya meraih gelas nya.
Zayden mengangguk dan mereka langsung meminum minuman mereka masing masing. Terlihat senyum tipis dibibir tuan Alex saat Zayden meminum anggur nya. Begitu pula dengan Anabella. Jika cara baik tidak bisa, maka cara licik pun akan mereka coba.
"Aku harap kamu tidak membenci ku Zay" ujar Anabella
"Aku tidak akan membenci mu jika kamu tidak mengusik hidupku dan Alyssa lagi" jawab Zayden.
"Saya permisi untuk menunggu diluar, sepertinya kalian membutuhkan ruang untuk berbicara berdua" ujar tuan Alex yang langsung beranjak dari duduk nya.
"Tidak perlu tuan, saya juga...."
"Tunggu Zay, masih ada yang ingin aku katakan padamu" sahut Anabella yang langsung mematahkan perkataan Zayden.
Tuan Alex tersenyum sinis dan langsung keluar dari ruangan itu.
Sementara Zayden langsung memandang Anabella dengan jengah.
"Apa lagi yang mau kamu bicarakan" tanya Zayden. Namun tiba tiba dia merasakan hal aneh pada tubuh nya.
Sial...
Dia sudah dijebak...
__ADS_1
"Aku hanya ingin kita menghabiskan waktu berdua malam ini" ujar Anabella seraya beranjak dari duduk nya dan mendekat kearah Zayden. Apalagi ketika melihat wajah Zayden yang sudah memerah dan gelisah.
"Apa yang sudah kau taruh diminuman ku?" tanya Zayden, dengan nafas yang mulai tidak teratur. Bahkan dia merasa jika suhu tubuhnya sudah meningkat sekarang.
"Tidak ada, hanya obat untuk menikmati malam" jawab Anabella yang mulai memeluk tubuh Zayden dari belakang.
Zayden memejamkan matanya sejenak. Obat perangsang ini benar benar kuat, hingga rasanya darah Zayden langsung bergejolak dengan sentuhan Anabella ini.
"Kurang ajar" geram Zayden yang langsung beranjak dan mendorong tubuh Anabella.
Namun Anabella segera meraih lengan Zayden, dan memeluk tubuh gagah Zayden dengan erat.
Ah...
Rasanya darah Zayden benar benar sudah mendidih. Nafas nya tersengal, karena hasrat nya sudah mulai begitu memuncak.
Dadanya bergemuruh saat dua bukit kembar milik Anabella terasa lembut menempel didada nya.
"Pergi Bella!!!" teriak Zayden berusaha untuk menahan hasrat nya, seraya dia yang ingin menghempaskan tubuh Anabella. Namun gadis itu tetap berusaha untuk merayu Zayden, bahkan dengan sengaja dia membuka sedikit baju bagian atas nya.
Zayden tidak tahan, karena semakin lama obat perangsang ini membuat tubuhnya benar benar panas dan bergejolak.
Dia langsung menarik Anabella, namun ketika ingin mencumbu nya, bayangan wajah Alyssa langsung memutar diotak Zayden.
Anabella yang sudah senang, kembali terkesiap saat Zayden malah mendorong tubuhnya lagi. Bahkan Zayden dengan cepat berjalan kearah pintu keluar dengan langkah yang terhuyung.
Namun lagi lagi Anabella meraih tubuh Zayden
"Ayolah sayang, kita bersenang senang terlebih dulu" ajak Anabella
Zayden menggeram. Sekuat tenaga nya dia berusaha menahan.
"Pergi ******!!" teriak Zayden
Namun Anabella begitu keras kepala.
Hingga akhirnya
Brakk
Dengan kuat Zayden mendorong tubuh Anabella hingga dia terhempas dan terhantam sudut meja makan itu.
Zayden tidak tahu apa yang terjadi, dia langsung berjalan keluar dengan nafas yang benar benar sesak dan tubuh yang memanas.
"Astaga Bella!!!" teriakan tuan Alex yang begitu terkejut melihat Anabella didalam, tidak lagi dihiraukan oleh Zayden.
Dia langsung mengajak Jimmy pergi dari sana. Dia sudah tidak tahan lagi!
Serasa ingin mati ketika menahan hasrat yang begitu bergejolak ini.
__ADS_1
Jimmy panik,
melihat tuan nya yang seperti ini. Ditambah dengan Anabella yang sudah tergeletak dengan kepala yang bersimbah darah.