Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Kedatangan Tuan Juanda


__ADS_3

Siang ini Alyssa baru saja selesai membuat menu makan siang untuk salah satu pengunjung mereka. Sup asparagus dan juga dicampur dengan sedikit jagung manis.


Entah kenapa pengunjung itu minta dibuatkan makanan ini, padahal tidak ada dalam list menu nya.


Tapi karena permintaan, Alyssa membuat kan nya juga. Ini juga permintaan Bayu yang harus melayani tuan besar itu. Entah tuan besar mana lagi, banyak sekali tuan besar yang datang kerestauran ini setiap hari nya.


"Sya, kamu yang antar kedepan ya" ujar Bayu tiba tiba. Membuat Alyssa yang sedang menata sup nya langsung terkejut dan segera menoleh kearah Bayu.


"Mas, ngejutin aja deh" gerutu Alyssa


Bayu tertawa melihat wajah terkejut Alyssa. Sangat menggemaskan.


"Kenapa harus aku. Biasanya juga enggak. Kan udah jam istirahat aku ini" tanya Alyssa.


"Bentar aja Sya, dia mau ketemu pembuat sup ini. Kalau enak dia mau pesan lagi. Temui aja deh bentar. Nona Zea udah pulang, jadi aku mesti ngurus yang lain" ungkap Bayu.


"Kok cepat, emang beneran sakit ya?" tanya Alyssa yang kembali menghias sup itu hingga nampak menarik.


"Iya, dibawa pulang sama sepupu tuan Malik. Udah lemes begitu. Aku juga ngerih biarin dia lama lama disini" jawab Dika


Alyssa langsung mengangguk setuju. Karena memang, pagi tadi Zea kelihatan begitu pucat dan sedikit demam. Tidak tahu kenapa, mungkin dia kelelahan atau memang sedang demam.


"Yasudah, cepetan ya. Tuan besar itu diruang VVIP no 11." ujar Bayu.


"Iya, tuan besar kok mintanya sup asparagus" gumam Alyssa


"Bos nya pacar kamu Sya" seru Bayu yang sudah berada diambang pintu.


"Bos pacar aku" gumam Alyssa yang memandang kepergian Bayu dengan heran.


Namun sayang, Bayu sudah pergi dan hanya meninggalkan rasa penasaran Alyssa.


Bayu selalu menyebut jika Jimmy adalah pacarnya. Dan jika yang memesan sup ini adalah bos nya, apakah orang itu adalah......


"Hah" Alyssa langsung mematung dengan debaran jantung yang langsung berdetak dengan cepat.


"Tuan Juanda kah?" gumam nya dengan wajah yang langsung memucat dan meringis.


"Mampus deh aku. Untuk apa lagi kakek tua itu datang kesini" gumam Alyssa yang menjadi panik sekarang.


Dia langsung lemas dan tersandar memandang sup nya.


Ini adalah hal yang paling tidak Alyssa sukai. Sudah sebulan dia merasa tenang, tapi kenapa sekarang dia mulai diusik lagi. Semalam Anabella yang mendatangi Zayden. Dan sekarang malah tuan besar itu yang mendatangi nya.


Apa yang diinginkan tuan Juanda?


Apa dia ingin Alyssa menyerah.


Atau dia marah dengan pernikahan nya dan Zayden???


Tapi jika dia ingin marah, kenapa baru datang sekarang?


Ah entah lah...


Alyssa bingung.


Datangi saja, walau bagaimanapun tuan Juanda adalah kakek Zayden, dan itu berarti sudah menjadi kakek nya juga kan.

__ADS_1


Alyssa meraih nampan yang berisi mangkuk sup nya. Dia langsung berjalan keluar dengan debaran jantung yang tidak menentu. Berjalan menuju ruangan yang sudah disebutkan oleh Bayu tadi.


Dan semakin dekat menuju ruangan itu, Alyssa semakin merasa gugup dengan perasaan yang semakin tidak menentu.


Alyssa menarik nafasnya perlahan saat tiba didepan pintu. Dia mengetuk pintu beberapa kali dan langsung masuk kedalam ruangan itu.


Dan benar saja. Disana telah duduk tuan Juanda dan juga asisten nya pak Pong yang berdiri seperti patung dibelakang nya.


"Selamat siang tuan, pesanan anda" ucap Alyssa seramah mungkin. Meski suara nya kini terdengar bergetar dan penuh.


Tuan Juanda memperhatikan Alyssa dengan lekat. Pakaian putih khas seorang juru masak, dan juga topi koki nya cukup membuat Tuan Juanda tahu jika Alyssa memang seperti nya benar benar sudah bekerja keras selama ini.


"Aku tidak menyangka jika wanita yang dinikahi cucuku seperti nya sangat menikmati pekerjaan nya ini" ungkap tuan Juanda.


Alyssa yang baru saja menghidangkan mangkuk sup di depan tuan Juanda langsung mematung tak bergerak.


"Apa kau bahagia sudah bisa menjadi istri dari seorang tuan muda Emanuel" tanya tuan Juanda lagi.


Alyssa terdiam, dia tidak tahu harus berkata apa sekarang.


Jika ditanya bahagia, tentu dia bahagia.


"Kenapa tidak kau jawab?. Sudah diberikan apa kau oleh dia hm?" pertanyaan tuan Juanda terdengar begitu merendahkan.


"Saya bahagia tuan, karena memang itu yang saya inginkan sejak dulu" jawab Alyssa tanpa berani memandang tuan Juanda.


"Dengan beralasan jika kau sedang mengandung anaknya?" ucap tuan Juanda lagi.


Dan kali ini Alyssa menoleh kearah nya.


"Zayden dipenjara sampai tujuh tahun kedepan. Apa kau akan bertahan hidup sendiri seperti ini. Dalam keadaan mengandung pula" ujar tuan Juanda.


Tidak tahukan tuan Juanda jika pertanyaan itu sungguh membuat hati Alyssa yang lemah semakin melemah.


Dia juga ingin hamil dan ditemani oleh suaminya. Tapi keadaan membuat dia harus menjadi seperti ini.


Setitik air mata Alyssa langsung jatuh, namun dengan cepat Alyssa hapus.


Dia tersenyum memandang tuan Juanda yang menatap nya masih tanpa ekspresi.


"Semua sudah terjadi tuan. Saya tidak apa apa. Saya yakin saya bisa, apalagi saya bertahan juga sudah tidak sendiri. Ada anak kami yang akan menemani setiap langkah saya" ungkap Alyssa dengan senyum nya yang terasa begitu getir.


Dan itu tidak lepas dari pandangan tuan Juanda.


"Saya akan menunggu dia bebas. Saya yakin saya mampu" jawab Alyssa yang kembali tertunduk seraya mengulum bibirnya yang terasa ingin menangis terisak.


Sesak sekali rasanya..


Tuan Juanda tersenyum miris melihat ini.


Dia menggeleng pelan dan memandang kearah sup nya.


"Aku bahkan tidak tahu harus marah atau bersedih melihat kalian" gumam tuan Juanda tiba tiba.


Alyssa kembali memandang kearah tuan Juanda seraya mengusap kasar air mata nya.


"Entah dosa apa yang sudah aku perbuat dulu hingga harus melihat keturunan ku menjalani kehidupan seperti ini" ucap nya lagi seraya meraih sendok dan mulai mengaduk sup nya.

__ADS_1


"Maafkan saya tuan. Saya sudah mencoreng nama baik keluarga Zega. Tapi saya selalu berjuang untuk memperbaiki semua nya" sahut Alyssa terdengar begitu lirih.


"Apa kau yakin kau bisa?" tanya Tuan Juanda.


"Saya pasti bisa" jawab Alyssa


"Kau terdengar begitu yakin. Padahal aku tahu jika hatimu saja begitu lemah dan rapuh. Kau hanya berlagak kuat, padahal sebenarnya kau sudah lelah bukan" tuding tuan Juanda.


Alyssa tertegun mendengar itu.


Dia kembali tertunduk dan menghela nafasnya.


"Terkadang saya juga merasa lelah. Saya cuma gadis dari kampung yang mencoba peruntungan hidup dikota. Sejak kecil saya sudah terbiasa bekerja dan hidup dibawah tekanan tanpa siapapun. Jadi saya rasa, sampai sekarang pun saya memang harus terus berjuang. Saya hanya berharap, jika anak yang saya kandung, bisa menjadi penguat saya untuk menjalani hari hari kedepan nya" ungkap Alyssa


Air matanya kembali membendung, namun sebisa mungkin dia menahan. Alyssa tidak ingin terlihat menyedihkan dihadapan tuan Juanda.


Tidak..


Dia takut, dia akan semakin diremehkan oleh tuan besar ini.


"Tuan... saya tidak pernah menyangka jika tuan Zayden adalah cucu anda, cucu dari seorang tuan besar pemilik segalanya. Jika dari awal saya tahu, mungkin saya akan mundur perlahan. Saya juga tahu diri untuk tidak mendekati pangeran sepertinya. Tapi semua sudah terlanjur. Saya mengenal tuan Zayden hanyalah sebagai orang biasa, hingga sampai saat hari pertunangan itu tiba, barulah dia memberi tahu status nya pada saya. Saya bisa apa tuan, saya ingin mundur.. tapi dia terus maju. Saya ingin pergi, tapi makhluk tidak bernyawa ini membutuhkan ayahnya" ungkap Alyssa dengan begitu pedih. Dan sungguh kali ini dia tidak bisa menahan tangisan nya lagi.


Tuan Juanda terdiam mendengar itu. Bahkan bubur yang ada didalam mulutnya hanya bisa dia kulum tanpa bisa tertelan.


"Saya tidak pernah menginginkan apapun, apalagi harta keluarga Zega. Saya hanya ingin tuan Zayden tahu jika saya mengandung anak nya. Sungguh tuan, sejak dulu, saya tidak berharap pada harta kalian. Saya berjuang seperti ini karena untuk memperbaiki nama baik kalian. Saya ingin sukses, agar kelak jika tuan Zayden bebas, semua orang tahu, jika istrinya adalah seorang yang pantas untuk diperjuangkan bukan hanya seorang gadis yang hanya ingin hidup enak saja" kata Alyssa lagi.


Alyssa terisak seraya mengeluarkan sebuah kartu dari dalam saku nya. Kartu kredit pemberian Zayden.


"Selama ini saya tidak pernah memakai sepeserpun uang didalam sini. Karena saya tahu ini adalah hasil kerja tuan Zayden saat dia masih memimpin perusahaan tuan. Dan sebulan yang lalu dia menyerahkan kartu ini pada saya sebagai nafkah untuk saya dan anak nya. Tapi sama sekali saya belum pernah memakai nya barang sepeserpun. Saya kembalikan tuan" Alyssa langsung meletakkan kartu itu diatas meja.


"Saya akan memakan uang mas Zayden jika tuan sudah menerima saya sebagai cucu menantu. Tapi jika belum, saya tidak berani untuk menyentuhnya meskipun itu pemberian tuan Zayden" ungkap Alyssa


Tuan Juanda memandang kartu itu dengan lekat.


"Nikmati makanan anda tuan. Maaf, jika selama sebulan ini saya tidak ada menjenguk tuan lagi. Nanti jika libur saya akan membawakan sup asparagus ini lagi kerumah. Saya permisi tuan"


Alyssa meraih tangan Juanda dan mencium punggung tangan nya dengan lembut. Dan setelah itu dia langsung pergi keluar meninggalkan tuan Juanda yang mematung tanpa kata.


..


Alyssa berlari masuk kedalam kamar mandi. Menangis terisak dengan begitu perih disana. Entah kenapa hatinya benar benar sedih. Kenapa sampai sekarang tuan Juanda tidak juga bisa menerima nya.


Tidak tahukah dia jika Alyssa juga tersiksa seperti ini. Berjuang sendiri tanpa kehadiran seorang suami.


Hamil sendirian tanpa ada yang menemani. Dan bukannya dirumah menenangkan diri, tapi dia harus bekerja demi untuk kehidupan yang lebih baik. Bekerja demi untuk mencari nama baik.


Lelah...


Alyssa sebenarnya sudah lelah.


Dia juga ingin seperti yang lain. Ada yang menopang, ada yang melindungi, dan ada yang menyayangi.


Tapi siapa?


Jimmy, peran nya terbatas disini.


Suami, suaminya ada didalam penjara dan tidak tahu bagaimana keadaan hati Alyssa setiap hari nya.

__ADS_1


Alyssa mengusap perutnya dan menangis dengan begitu pilu. Sendirian lagi dan hanya sendirian....


__ADS_2