
Malam ini Zayden membawa Alyssa keluar untuk berjalan jalan. Mereka benar benar membutuhkan waktu untuk menyegarkan otak mereka masing masing. Dan menghabiskan malam bersama adalah hal yang baik. Setidak nya dengan begini, hubungan mereka akan semakin erat ditengah tengah tekanan yang tengah mereka hadapi.
Zayden membawa Alyssa dengan motor nya seperti biasa. Mereka memutuskan untuk berjalan jalan di pusat perbelanjaan untuk menonton bioskop. Alyssa ingin menonton film untuk melupakan sedikit rasa takut dan gelisah nya.
Meski lelah, namun Zayden tetap senang hati membawa Alyssa.
"Mau nonton apa Sya?" tanya Zayden. Mereka sudah berada didepan poster film film yang ditampilkan malam itu.
"Horor yuk mas" ajak Alyssa.
"Gak takut kamu?" ledek Zayden.
Alyssa langsung tertawa dan menampar lengan Zayden dengan pelan.
"Kalau nonton nya berdua gak takut lah, kalau sendirian iya takut" Jawab Alyssa seraya membenarkan topi yang Zayden pakai.
Ya, lagi lagi Zayden memakai topi dan masker untuk menutupi identitas nya. Sebenarnya Zayden sudah ingin terbuka, tapi Alyssa menolak nya. Sudah cukup kakek nya yang menentang hubungan mereka. Jangan lagi orang orang diluar sana.
"Yauda, yang mana?" tanya Zayden lagi seraya mengusap kepala Alyssa sejenak.
"Yang ini" tunjuk Alyssa pada sebuah poster.
"Waktu Maghrib" gumam Zayden yang membaca judul film itu.
Alyssa langsung mengangguk.
"Aku udah lihat trailer nya. Seru. Yuk mas." ajak Alyssa.
"Yasudah ayo" ajak Zayden.
Dan akhirnya, malam itu mereka menonton bioskop yang ingin dilihat oleh Alyssa. Benar saja, saat menonton Alyssa dan Zayden bisa melupakan rasa sakit, sedih dan perasaan gelisah mereka.
Bahkan Zayden lagi lagi bisa tertawa melihat kelakuan Alyssa yang ketakutan menonton film ini. Mereka benar benar melepaskan perasaan mereka malam itu.
Zayden benar benar bahagia melihat Alyssa bahagia, hanya sekedar menonton saja sudah bisa membuat Alyssa begitu bahagia. Dan dengan hanya melihat senyum dan tawa Alyssa juga sudah menjadi kebahagiaan tersendiri untuk Zayden.
Sederhana bukan?
Tapi kenapa perasaan dan hubungan mereka malah ditentang?
Alyssa merangkul lengan Zayden dengan mesra saat mereka sudah selesai menonton film.
Bahkan Zayden masih terlihat meledek Alyssa dengan senyum usil nya.
"Tahu takut, tapi tetap saja ditonton. Aneh banget memang" ucap Zayden seraya mencubit gemas hidung Alyssa.
Alyssa cemberut dan mengusap hidung nya.
"Kirain kan gak seserem itu mas" sahut Alyssa.
Zayden kembali tertawa dan berjalan membawa Alyssa menuju ke lantai bawah kembali. Menonton Berjam jam disana membuat perut mereka lapar.
__ADS_1
"Mas gak panas pakai masker?" tanya Alyssa seraya mendongak dan memandang Zayden.
"Enggak kok" jawab Zayden.
"Kamu gak mau sih ketampanan aku dilihat orang" sahut Zayden.
"Gak mau dong, cuma aku yang boleh lihat. Nanti kalau berbagi, kadar ketampanan mas malah berkurang" ucap Alyssa
Zayden tertawa dan menggeleng lucu mendengar itu.
"Ada ada aja. Ketampanan aku tidak akan pernah berkurang. Memang sudah bawaan lahir" jawab Zayden.
Alyssa langsung mendengus gerah mendengar itu.
"Percaya diri banget emang" sungut nya.
"Memang iya kan. Bahkan kamu dengar sendiri saat orang orang memuji ku seperti apa" kata Zayden lagi.
Alyssa langsung menoleh pada Zayden dengan pandangan sinis nya, namun Zayden malah tertawa kembali.
"Jangan begitu mandang nya. Nanti tambah cinta" goda Zayden seraya mengedip kan sebelah matanya.
Alyssa benar benar kesal melihat itu.
Dia langsung mengangkat tangan Zayden dan
"Auuuh" Zayden langsung meringis saat Alyssa malah menggigit lengan nya dengan kuat. Untung saja dia memakai jaket, jika tidak pasti sudah bolong.
"Rasain tuh" ucap Alyssa dengan wajah yang kesal.
"Jelek banget kalau lagi begini" ucap Zayden yang lagi lagi mencubit hidung Alyssa.
"Emang jelek. Kenapa mau" dengus Alyssa.
"Karena cinta" bisik Zayden, namun dia sekalian mencuri ciuman di pipi Alyssa. Membuat mata Alyssa melebar dan memandang Zayden tidak percaya.
"Maaaas" Alyssa langsung menampar pundak Zayden dengan kesal. Namun wajahnya malah merona membuat Zayden kembali tertawa lucu dibalik masker nya.
"Wajah kamu merah Sya, udah kayak tomat" ejek Zayden
Alyssa kembali memandang Zayden dengan kesal, dan saat dia ingin memukul Zayden lagi, Zayden malah mengelak dan langsung berlari menjauh.
"Jahat banget, mas yang buat aku kayak gini" seru Alyssa
Zayden terkekeh dan langsung menjulurkan tangan nya pada Alyssa.
"Gak mau" ucap Alyssa berpura pura cemberut.
"Beneran. Nanti aku diculik loh" goda Zayden.
"Siapa juga yang mau cilik mas" sahut Alyssa
__ADS_1
"Banyak" jawab Zayden
Alyssa langsung mendengus mendengar itu.
"Gak percaya kamu" ucap Zayden. Alyssa hanya melipat tangan didepan dada dan memandang Zayden dengan remeh. Namun dia langsung terkesiap, saat Zayden ingin membuka topi dan masker nya.
"Jangan" seru Alyssa yang langsung berlari kearah Zayden dan langsung memeluk tubuh lelaki itu
Zayden tertawa dan langsung menangkap tubuh Alyssa
"Nakal banget sih, udah dibilangin jangan dibuka" gerutu Alyssa
"Bercanda sayang" kata Zayden
Alyssa mendengus dan kembali menggigit lengan Zayden.
"Suka banget gigit orang, udah kayak kanibal kamu" ucap Zayden.
"Biarin, gemes banget lihat mas" jawab Alyssa dengan tawa nya hingga membuat Zayden juga ikut tertawa.
Sungguh malam yang sangat menyenangkan bagi mereka. Setelah sore tadi Alyssa yang menangis karena didatangi oleh kakek Zayden. Tapi malam ini dia sudah tidak lagi merasa sedih. Begitu cepat mood nya berubah.
Namun tiba tiba mereka terkesiap, saat membalikkan tubuh dan hampir saja menabrak seseorang.
"Jalan pakai mata dong" sergah gadis itu. Gadis cantik dengan penampilan nya yang begitu modis.
"Maaf mbak, kita gak sengaja" ucap Alyssa yang berada dalam rengkuhan Zayden karena dia yang hampir terjatuh tadi.
Mata Zayden langsung melebar melihat siapa gadis ini.
"Enak banget ngomong gak sengaja. Untung saja barang saya gak jatuh semua" gerutu gadis itu.
Alyssa benar benar tidak enak, namun dia terkesiap, saat tiba tiba tangan nya malah ditarik oleh Zayden.
"Mas" gumam Alyssa.
Dan gadis yang mereka tabrak itu langsung menoleh kearah Zayden. Dia mengernyit, namun sepersekian detik kemudian mata nya langsung melebar karena mengenali Zayden.
"Zayden" seru nya begitu terkejut, bahkan dia langsung menarik lengan Zayden dengan kuat hingga membuat Zayden langsung menoleh kearah nya.
Alyssa memandang gadis cantik ini dengan bingung.
"Kamu Zayden kan" tuding nya seraya menarik masker yang dipakai oleh Zayden.
Dan benar saja mata gadis itu langsung melebar melihat Zayden.
"Bella, tidak sopan kamu" sergah Zayden begitu kesal.
"Kenapa kamu seperti ini? Dan siapa gadis ini?" tanya Anabella dengan tajam
Zayden langsung menarik Alyssa kebelakang tubuh nya.
__ADS_1
"Dia kekasihku" jawab Zayden.
deg