Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Ada Yang Aneh


__ADS_3

Empat bulan telah berlalu dalam sekejap, namun penyembuhan ingatan Robby tidak mengalami kemajuan, baik Bob maupun Elle telah mengujinya.


Pagi itu, Robby dijemput mantri Bein bersama supir yang sering mengantar psikiater Robby.


" Ada tes khusus yang harus dilakukan di rumah sakit" Itu kata mantri Bein saat membawa Robby.


" Kami tidak perlu mendampingi?" Elle bertanya.


" Tidak perlu"


" Ya sudah, kalian hati-hati"


Bob mendekati Elle begitu mobil itu menghilang.


" Kurasa, mereka agak aneh belakangan ini" Ucap Bob serius.


Elle berjalan kembali ke rumah belakang.


" Aneh kenapa maksudmu tadi?"


" Aku merasa pak mantri Bein dan Robby menyembunyikan sesuatu"


Elle tidak menyahut, membiarkan Bob mengungkapkan pikirannya.


" Sepertinya Pak mantri Bein mengenal Robby sejak pertama kita menemukannya"


" Tahu darimana?"

__ADS_1


" Waktu aku menemuinya tentang orang yang kita temukan, dia udah menebak kalau itu pemuda"


" Masa sih?"


" Iya. Tadinya aku mau kasi tahu kamu waktu itu tapi kamu terlalu cemas dan lama-lama aku lupa"


" Dia juga yang ngotot banget Robby nggak usah dibawah ke rumah sakit padahal kalau soal keamanan, rumah sakit kan punya penjaga, CCTV dan perawat yang berjaga jauh lebih aman daripada tinggal disini"


" Benar juga sih" Elle Manggut-manggut.


" Sampai rela tinggal di samping rumah, paviliun desa, kan?"


" Bukan cuma itu" Bob menambahkan.


" Apalagi?"


" Kalian nemuin itu di dekat danau, tempat kita nemuin Robby sekarat, apa yang aneh tentang itu?"


" Nemuin dompet emang nggak aneh tapi proses nemuin dompet itu agak ganjil" Elle menyimak.


" Hari itu aku pergi mancing karena dengar perkataan pak mantri Bein kalau di danau lagi banyak ikan padahal dia orangnya jarang banget mancing paling-paling kalau nemenin pak desa dan dia tidak pernah ngobrolin masalah mancing sebelumnya"


" Kebetulan banget nggak sih kami pergi mancing terus nemu dompet itu. kok bisa kami yang nemuin padahal ada banyak orang yang pastinya lalu lalang di sana setelah kejadian kita menemukan Robby. Udah berbulan-bulan lho"


" Perkataan kamu ada benarnya juga sih"


" Emang iya, aku tuh mikirin ini lama banget"

__ADS_1


" Kalau mereka emang saling kenal atau katakanlah cuma mantri Bein yang mengenal Robby, kenapa dia menyembunyikan itu dari kita, secara kita yang menolong Robby, kan?"


"Tadinya, kupikir mantri Bein salah satu yang terlibat dalam penculikan Robby"


" Bisa-bisanya kamu berpikiran begitu?"


" Tadinya " Bob nyengir.


" Sekarang aku menebak kalau Robby mungkin anak mantri Bein "


" Hha?!"


" Ingat! betapa baiknya mantri Bein itu pada Robby, dia tidak pernah memperlakukan orang sebaik itu sebelumnya. Ya, kepala desa pengecualian"


Elle tahu Bob kadang memiliki pemikiran dan ide yang imajinatif, namun dia juga ragu saat ini.


" Tapi mantri Bein tidak pernah menikah kayaknya" Elle mencoba mengingat -ingat.


" Justru karena itu" Bob makin bersemangat


" Kira-kira apa yang membuat orang tidak mau menikah? "


" Ya nggak dapat jodoh" Jawab Elle enteng.


" Kamu lihat dong, masa orang seperti mantri Bein tidak dapat jodoh"


" Bener juga sih" Benak Elle lagi-lagi membenarkan perkataan Bob.

__ADS_1


Meskipun saat ini wajah mantri Bein telah keriput disana sini, itu tidak menutupi sisa-sisa ketampanan masa mudanya. Dia juga memiliki pekerjaan dan penghasilan yang stabil, itu bisa terlihat dari rumah dan mobil mewahnya.


__ADS_2