Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Keburukan Anabella


__ADS_3

Zayden duduk dimeja kerja nya dengan wajah yang lumayan serius. Siang ini cukup banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan. Tapi sama sekali otak nya tidak bisa bekerja dengan baik. Masalah hubungan nya dengan Alyssa membuat Zayden tidak bisa berhenti berfikir untuk mencari cara bagaimana untuk bisa membatalkan pertunangan ini.


Zayden yakin, jika kakek nya pasti akan tetap meneruskan acara itu. Dengan atau tanpa persetujuan nya.


Jika sudah begitu apa yang harus Zayden lakukan?


Haruskah dia pergi dan tidak datang dimalam itu. Lalu membuat kakek nya malu dan terkena serangan jantung??


Atau dia datang dan menerima pertunangan itu, tapi membuat hati Alyssa bersedih, begitu kah??


Zayden menghela nafasnya dengan berat, tangan nya memijit pelipisnya yang terasa berat.


Benar benar membuat kepala nya seperti mau pecah. Pertunangan itu tinggal menghitung hari. Dan dia sama sekali belum bisa meyakinkan kakek nya tentang hubungan dia dan Alyssa.


Zayden menoleh kearah pintu, dimana Jimmy masuk dengan wajah senang nya.


Ada apa dengan asisten itu???


"Tuan, ada berita bagus" ucap Jimmy langsung. Dan tanpa berbasa basi lagi.


"Ada apa?" tanya Zayden


Jimmy langsung menyerahkan iPad yang dia bawa kearah Zayden.


Zayden menerima nya dan membaca nya sekilas. Matanya terlihat melebar setelah itu.


"Hei kau serius" tanya Zayden pada Jimmy.


Jimmy langsung mengangguk dengan senang.


"Orang yang kita tugaskan untuk mengikuti nona Anabella akhir akhir ini bisa menemukan bukti ini. Dan saya yakin jika kita bisa menggunakan ini untuk mengancam dia membatalkan pertunangan itu tuan" ungkap Jimmy.


Senyum langsung terbit diwajah Zayden yang sempat kusut dan bingung. Ini merupakan kabar yang sangat membuat hatinya lega.


Anabella, diketahui menjalin hubungan dengan pemilik Agensi tempat nya bekerja. Dan juga dia diduga telah melakukan cara curang untuk menaikkan popularitas nya sebagai model ditanah air. Cukup miris memang. Tapi inilah yang Zayden mau. Keburukan Anabella yang bisa membuat kakek nya membatalkan pertunangan itu.


Mungkin terdengar licik, tapi ini sebuah keuntungan untuk dia. Zayden juga tidak ingin menjalin hubungan dengan gadis seperti itu.


"Malam nanti hubungi Anabella, aku akan menemui nya. Jika dia bisa membatalkan pertunangan ini, maka aku tidak akan lagi mengungkit hal ini. Tapi jika tidak...


Perkataan Zayden terhenti, dengan dia yang nampak terdiam dengan wajah yang tidak bisa ditebak.


"Apa anda akan membocorkan ini pada tuan besar?" tanya Jimmy lagi.


"Tentu saja. Aku juga ingin membuat kakek membuka mata nya lebar lebar. Jika Anabella, gadis yang penuh dengan kesempurnaan itu ternyata menyimpan banyak duri yang pasti akan membuat Zega hancur nanti nya" jawab Zayden.


Jimmy langsung mengangguk mengerti. Semoga semua sesuai dengan keinginan mereka.

__ADS_1


...


Sementara ditempat Alyssa, hari sudah sore. Dan sore ini dia tidak dijemput oleh Zayden.


Baru saja Zayden menghubungi nya dan berkata jika dia masih ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal. Dan Alyssa akan naik ojek saja sore ini. Dia sudah hafal jalan kerumah nya.


"Sya, nunggu tuan bos ya" sapa Cici tiba tiba.


"Sssttt, udah dibilangin jangan begitu ngomong nya" Alyssa terlihat kesal memandang Cici.


Cici tertawa dan langsung merangkul lengan Alyssa untuk berjalan keluar.


"Iya maaf, gak ada orang juga" jawab Cici.


"Aku temenin deh nungguin dia" kata Cici lagi.


Namun Alyssa langsung menggelengkan kepala nya.


"Aku gak nunggu dia Ci, aku nunggu ojek nih" jawab Alyssa.


"Loh, biasa dijemput" tanya Cici begitu heran.


"Dia lagi ada kerjaan" jawab Alyssa


"Ooh, yauda gimana kalau bareng aku aja. Rumah kita juga searah kan" tawar Cici.


"Ngerepotin kamu dong aku" ucap Alyssa.


"Kamu kayak sama siapa aja deh. Yaudah yuk, masak sama temen sendiri gak pernah di ajak main kerumah" sindir Cici.


Dan kali ini Alyssa yang tertawa.


"Yaudah deh, kalau kamu maksa" jawab Alyssa


Cici menampar gemas lengan Alyssa


"Bukan nya maksa, cuma enak aja kan kalau dijalan ada temen nya. Berasa gak jomblo aku" kata Cici.


Alyssa tertawa kembali mendengar nya. Mereka berjalan kearah motor Cici sekarang.


"Eh, gimana kalau kita nge mall dulu yuk. Kan baru gajian, itung itung healing" ajak Cici tiba tiba.


"Nge mall?" gumam Alyssa


"Iya, kamu ada kerjaan lagi dirumah?" tanya Cici


"Gak ada sih" jawab Alyssa. Hanya saja, dia terlihat bingung, pasal nya selama ini dia tidak pernah kemana pun selain bersama Zayden dan Jimmy.

__ADS_1


"Gak lama kok, aku juga ada yang dibeli" kata Cici lagi.


"Aku juga gak bakalan buat kamu kenapa kenapa, takut aku sama bos besar" bisik Cici


Alyssa tertawa kecil dan menggeleng


"Kamu ini, dia Zayden aku, bukan bos besar" sahut Alyssa. Dan kini Cici yang tertawa.


"Aku masih gak nyangka tahu Sya, kamu bisa sama dia" ungkap Cici seraya naik keatas motor nya.


"Aku juga gak nyangka. Aku aja tahu nya sewaktu dia Dateng ke resto kemarin" ungkap Alyssa yang kelepasan


"Beneran?" tanya Cici yang langsung menoleh pada Alyssa


Alyssa tertawa canggung dan mengangguk.


"Selama ini aku tahu nya dia itu pekerja bengkel" kata Alyssa dengan tawa geli nya.


"Waah gila kamu, bisa bisa nya orang sesempurna itu di bilang pekerja bengkel. Huh.. ngelihat kamu, aku merasa kayak lihat kisah Cinderella dikehidupan nyata tahu Sya" ungkap Cici yang mulai melajukan motor nya saat Alyssa sudah naik.


"Aku bukan Cinderella Ci. Gak tahu deh hubungan kami bisa berlanjut atau enggak. Kayak nya kisah Cinderella itu memang cuma dongeng" sahut Alyssa terdengar begitu sedih.


Cici bahkan bisa melihat wajah sedih Alyssa dari kaca spion motor nya.


"Jodoh kan gak ada yang tahu Sya. Lagian kayak nya tuan bos memang bener bener suka sama kamu" ucap Cici seraya matanya yang fokus pada jalanan sore itu yang cukup ramai.


"Iya, aku tahu dia suka aku. Tapi keluarga nya udah pasti gak Nerima aku. Bos besar sama pelayan restauran. Lelucon banget kan" kata Alyssa seraya tertawa getir.


Cici tersenyum mendengar itu.


"Kalau kalian saling cinta. Kalian berjuang dong, apalagi kamu, kamu harus bisa buktiin kalau kamu pantas bersanding sama tuan bos" ujar Cici.


"Iya, itu yang lagi dilakuin sama mas Zayden. Dan aku... aku gak tahu harus apa Ci. Buktiin apa coba, aku gak punya apa apa yang bisa dibanggakan. Orang tua aja aku gak punya" ungkap Alyssa


"Sya, jangan patah semangat gitu. Takdir orang gak ada yang tahu Lo" sahut Cici.


"Kamu harus yakin, kalau cuma tuan bos yang berjuang, kamu enggak. Gimana mau jadi" kata Cici lagi.


Alyssa tersenyum dan mengangguk.


"Iya kamu bener. Btw, cuma kamu yang tahu aku Deket sama bos besar. Jangan sampai yang lain tahu ya" pinta Alyssa


"Tenang aja, aku bukan orang yang suka buka rahasia orang kok" jawab Cici


Alyssa langsung tersenyum mendengar itu.


"Yang penting kalau kamu bisa berjodoh sama tuan bos, jangan lupa sama aku ya Sya" pinta Cici

__ADS_1


Dan kini Alyssa tertawa mendengar nya.


"Kalau memang aku berjodoh sama dia. Kamu orang pertama yang aku datangi Ci" jawab Alyssa


__ADS_2