
Elle tidak tahu ketegangan apa yang terjadi pada hubungan Bob dan Jefry. Bob secara halus akan menghindari pembicaraan yang melibatkan Jefry dan lebih sering berlari ke rumah Elle meski akan adu mulut dengan Robby. Dia memang tak lagi menginap di rumah Elle tapi Bob hanya akan pulang bila ingin tidur.
Sedang Jefry akan menitipkan barang pada Elle bila itu untuk Bob. Dia juga mewanti-wanti Elle untuk tidak mengungkapkan kalau itu berasal darinya. Ini malah menjadi boomerang bagi Elle, karena Robby mulai protes kalau Elle mendapat sesuatu sedang dia tidak.
Pulang dari kedai, Elle bertemu Jefry yang menitipkan ikan bakar untuk Bob. Karena malam ini, Jefry shift malam, Bob akan makan malam di rumah Elle. Sebenarnya, sejak perang Dingin mereka, Bob makan di rumah Elle terus.
" Nih, ikan bakar kesukaan kamu. Tadi, aku lewat, kebetulan ibu warteg bikin ikan bakar ini, jadi aku beli. " Kata Elle berbohong.
" Elle, kamu yang terbaik!. " Bob menghampirinya. Memberikan pelukan.
Teng!
Robby yang sudah mengambil tempat dan bersiap makan, tiba -tiba membanting sendoknya.
P" Elle! bukankah kamu sangat tidak adil?!. " Kata Robby cemberut.
" Sudah berkali-kali kamu memberi Bob barang, tapi tidak ada untukku!. " Sambung Robby tanpa memberi kesempatan Elle untuk berbicara.
" Yooo.... apa ini? apa kamu cemburu?. " Bob meledek Robby.
Elle melototi Bob yang sengaja mengipasi bara api agar berkobar.
" Ini bukan masalah cemburu atau tidak. Tapi, Elle harus adil, dong!. " Sentak Robby.
" Biarpun kalian sudah lama berteman dan aku baru, tapi aku melakukan pekerjaan sama seperti kamu juga. Aku bahkan menemaninya lebih lama. Aku juga membayar sewa tinggal disini. "
" Apa kamu membayar sewa?. " Bob bertanya.
__ADS_1
" Nanti aku akan membayar sewa. "
" Benarkah?. "
Robby memberikan lirikan mematikan pada Bob.
" Tentu saja. Aku akan membayar semuanya kalau aku sudah pulih dan ingatanku kembali. "
Elle merasa geli dalam hati, seolah melihat dua bocah merebutkan permen.
" Berhenti kalian! jangan berisik!. " Hardiknya.
" Ini dinamakan rejeki anak sholeh. " Ujar Bob membuka ikannya dan menghirup aromanya.
" Hmmmm.... lezat!. "
" Anak sholeh?!. " Robby mendengus.
" Anak sholeh apaan?!. " Robby mencibir. " Anak salah, iya. " Udah deh, kalian ini. " Elle kembali menegur mereka.
" Rob, besok ikut aku ke kedai. " Kata Elle setelah menyudahi makannya yang dia mendapat anggukan Robby sebagai jawabannya.
" Aku bagaimana?. " Bob mengangkat wajahnya menatap Elle.
" Apa?. " Elle bertanya dengan bingung.
" Kamu tidak mengajakku?. " Bob malah bertanya kembali.
__ADS_1
" lha... kamu kan harus buka kafe besok. Gimana sih?. " Balas Elle, mengingatkan.
" Aku bisa tunda buka kafenya. " lanjut Bob kekeh.
" Nggak usah. kamu buka kafe aja. "
Bob menampilkan wajah menyedihkan, " kamu tidak mengharapkan aku lagi?. "
" Udah kalau nggak diajak nggak usah maksa. " Kini giliran Robby yang meledek.
" Udah deh, kalian ini!. " Elle merasa sakit kepala berada diantara mereka. Jadi, dia meninggalkan mereka berdua.
" Ehh... buah lumayan banyak tuh. kita bikin rujak ya. " Kata Ella.
" Baru juga selesai makan. "
" Ya... nanti."
Elle yang menemukan ide telah terlelap. Namun, Bob dan Robby masih memenuhi keinginannya membuat rujak. Keduanya dengan akur bekerjasama.
" Jadi, apa nih bumbunya?. " Bob bertanya
" Cabe, terasi garam, gula merah, kacang... " Robby membaca hasil googling nya.
" Udah capek aku, kok nggak halus-halus ya." Bob mengeluh.
" Berikan padaku. " Robby lalu mengambil alih.
__ADS_1
keduanya tidak sadar kalau di belakang mereka ada Jefry tengah mengamati mereka.