
"Ini psikiater profesional menggantikan pak Adnan, psikiater kemarin" Kata pak mantri Bein setelah memberi tatapan isyarat ke Jefry yang berdiri di sisi Bob.
"Namanya Michael dia akan menginap disini juga" Lanjutnya membuat Bob maju ke depan membantah.
" Pak Mantri Bein, nggak bisa gitu dong, ini kan rumahnya Elle, cuma dia yang bisa nentuin siapa yang bisa nginap dan tidak" Ucap Bob dengan ekspresi cemberut.
"Ini bukan hotel juga" Tambahnya lagi.
Elle memilih diam melihat Bob bertarung untuknya. Jelas dia sangat setuju dengan perkataan Bob, hanya saja dia juga harus mempertimbangkan perasaan mental mantri Bein. Lagipula, neneknya juga menitipkan dia pada pak Mantri Bein dan kepala desa.
Jefry menarik Bob ke sisinya kembali.
Robby melirik wajah diam Elle sebelum menyahut.
" Yang dikatakan Bob juga ada benarnya. Tak baik juga kalau ada banyak pria di rumah ini. Bagaimana pun, Elle seorang gadis"
" Baiklah kalau begitu. Aku akan mengatur tempat untuk mereka" Kata mantri Bein cepat.
" Bukannya ini karena kamu" Bob mendengus melihat Robby.
"Kalau kamu tidak Sembuh-sembuh akan ada psikiater- psikiater lainnya" Bob tidak berdamai.
"Sakitku bukan hal yang bisa kuatur" Ujar Robby tak berdaya menghadapi amarah Bob.
__ADS_1
"Soal tempat tinggal kalian bisa membicarakan nanti perlahan" Elle angkat bicara
"Bukankah mereka harus memeriksa Robby dulu" Mantri Bein mengangguk.
" Kalian lanjutkan, aku dan Bob akan kebelakang" Elle memberi isyarat pada Bob yang enggan bergerak.
" Bagaimana dengan rujakku?" Bob segera teringat kegiatan yang dilakukan berdua dengan Robby sebelum orang-orang datang satu persatu membawa masalah dan merusak acara nge-rujaknya.
" Ayo... kita bawa ke belakang. Lanjutnya di sana aja" Elle tadinya keluar untuk melihat mereka apa sudah selesai meracik rujak biar bisa nimbrung malah melihat Bob dan Jefry berdebat kemudian datang mantri Bein dengan psikiater nya. Elle merasa ada benarnya Bob agak marah kali ini.
Jefry berniat ingin ikut serta berpesta rujak di belakang namun pak mantri memintanya tinggal karena ingin bicara dengannya. Dia hanya membantu Bob dan Elle membawa barang-barang itu ke rumah belakang kemudian kembali lagi untuk berbicara dengan mantri Bein.
"Elle, kamu nggak curiga atau ngerasa aneh gitu?" Elle menghentikan gerakan tangannya yang lagi mengupas mangga. Dia mendongak, melihat Bob yang juga berhenti mengupas kedondong.
"Kamu percaya itu psikiater?" Bob malah menambah pertanyaan.
"Mantri Bein bilang itu psikiater" Elle yang ketagihan mencicipi mangga mengkal di tangannya mengiris lagi untuk dirinya.
"Aku lebih percaya kalau dia itu pembunuh bayaran" Ucap Bob melanjutkan pekerjaannya.
"Pepptt... haakkk"
Elle tersedak mendengar kata-kata Bob.
__ADS_1
"Uhuk!!.. uhukk!!" Elle lanjut batuk-batuk.
Elle melambaikan tangannya. "Berhenti mengatakan hal yang tidak - tidak, kamu akan membunuhku"
Gadis itu menepuk-nepuk dadanya dan mengatur napasnya.
"Kamu nggak lihat itu badannya hampir segede badan Ade Rai gitu. Ah... mirip Deddy Corbuzier paling tepatnya" Celetuk Bob lagi tanpa peduli kalau Elle nyaris keselek karena ucapannya barusan.
"Buktinya Deddy Corbuzier bukan pembunuh bayaran, dia pemilik Qym jadi badannya terbentuk begitu"Elle menjelaskan.
"Iya, tahu. Dia kan idola aku" Balas Bob agak sewot.
"Sama dong ma psikiater itu, mungkin dia juga punya usaha Qym jadi badannya bagus gitu" Kata Elle lagi.
"Positif thinking aja"
Bob menggeleng mendengar analisa Elle.
"Atau kamu iri ma badan dia, otot semua" Elle mengambil kesempatan ini menggoda Bob.
"Nggak kayak kamu, lemak semua"
" Ih... siapa yang iri, apa bagusnya badan gede gitu" Bob membantah.
__ADS_1
" Tapi aku tetap curiga kalau orang itu bukan sekedar psikiater"