Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Menjenguk Tuan Juanda


__ADS_3

Keesokan harinya..


Alyssa memandangi rumah mewah yang ada didepan nya. Rumah mewah yang terlihat sepi dan suram. Seperti tidak ada kehidupan didalam nya. Hanya ada beberapa penjaga digerbang besar tadi, dan setelah sampai didepan rumah, tidak ada siapapun. Hanya gemericik suara air terjun buatan yang ada ditengah tengah halaman.


"Kamu yakin mau masuk Sya?" tanya Jimmy memandang Alyssa dengan ragu. Mereka masih berada didalam mobil sekarang.


Alyssa menarik nafasnya dalam dalam dan mengangguk pelan.


"Mas Zayden bilang, tuan besar suka sama sup asparagus. Siapa tahu setelah aku bawain ini dia mau makan" ucap Alyssa.


Ya, semalam cukup lama dia bersama Zayden. Meski penjaga penjara hanya memberi waktu lima belas menit, namun karena mengingat Zayden adalah orang besar, jadi Alyssa bisa sedikit lebih lama menemui nya.


Zayden bilang, jika kakek nya suka dengan sup asparagus. Dulu ibu Zayden selalu membuatkan sup ini jika salah satu diantara mereka ada yang sakit. Dan sekarang, Alyssa berinisiatif untuk membuat kan sup ini. Pagi pagi sekali Alyssa sudah bangun untuk memasak. Dan hari ini Alyssa meminta Jimmy untuk mengantar nya terlebih dulu kerumah utama keluarga Zega, sekaligus dia yang akan pergi ke restoran.


"Sya... aku takut kamu diperlakukan tidak baik lagi" ucap Jimmy. Wajahnya benar benar cemas. Tapi Alyssa malah tenang saja.


"Enggak apa apa mas. Kasian tuan besar. Mas Zayden gak ada, udah pasti dia kesepian. Bukan nya mas bilang kalau dia juga gak mau makan udah beberapa hari ini" ujar Alyssa.


"Iya, tapi kan bukan berarti kalau dia sakit dia berubah Sya. Malah saat dia sakit begini semua orang jadi serba salah. Pak Pong saja habis sama dia. Apalagi kita" ungkap Jimmy yang begitu ngerih jika membayangkan itu.


Namun Alyssa sudah yakin dengan niatnya. Meski tuan Juanda memperlakukan nya dengan buruk atau bahkan mengusirnya. Yang terpenting Alyssa sudah berniat baik untuk menjenguk nya. Alyssa cukup kasihan melihat tuan Juanda. Dia sudah tua, dan cucu semata wayangnya yang dipenjara tentu itu membuat nya sangat terpukul hingga dia sakit seperti ini.


Bahkan Zayden juga sampai tidak tenang dipenjara ketika mengetahui jika kakek nya sakit.


Jadi Alyssa hanya ingin membuat mereka berdua tenang. Ya, meskipun itu hal yang mustahil.


"Kita coba ya kak. Kalau di usir. Ya kita pergi. Yuk" ajak Alyssa


Jimmy langsung berdecak kesal dan menghela nafas melihat Alyssa. Sudah selalu diperlakukan tidak baik, tapi tetap saja didatangi. Astaga....


Namun bukan itu saja sebenarnya. Meski takut, tapi entah kenapa, Alyssa memang ingin sekali bertemu dengan tuan Juanda. Tidak tahu apa, yang terpenting dia bisa melihat wajah kakek tua itu saja sudah cukup baginya. Ditambah dengan kabar tuan Juanda yang sakit, dan itu semakin membuat niat nya semakin kuat.


Hingga akhirnya, Alyssa dan Jimmy mulai masuk kedalam rumah.


Didalam rumah mereka langsung disambut oleh kepala pelayan yang membawa mereka untuk menuju kekamar tuan Juanda.


Terlihat pak Pong yang duduk didepan kamar itu dengan wajah datar nya. Sudah seperti robot saja, dan Alyssa benar benar heran melihat nya. Apa dia tidak berkeluarga? atau tidak punya rumah sehingga setiap waktu selalu ada di samping tuan Juanda??


"Untuk apa kalian kemari?" pertanyaan pak Pong membuat Alyssa terkesiap.


Astaga...


Kenapa dia malah jadi membayangkan hal yang tidak penting disaat saat seperti ini.


"Maaf pak, Alyssa ingin bertemu dengan tuan besar" ujar Jimmy.


Alyssa tersenyum dan langsung mengangguk dengan cepat.


Pak Pong memandang Alyssa dengan lekat, dan melirik kearah kotak makanan yang dibawa oleh Alyssa.


"Tuan besar tidak bisa di ganggu." jawab pak Pong

__ADS_1


"Pak, tolong, sebentar saja. Saya janji tidak akan lama" pinta Alyssa


"Pergilah, kamu mau dia marah dan mengusir mu dari sini" sahut pak Pong.


"Hanya sebentar pak. Saya pastikan Alyssa tidak akan mengganggu istirahat tuan besar" ucap Jimmy.


Dia tidak tega melihat wajah Alyssa yang berubah sedih. Apalagi Alyssa sudah bersusah payah untuk memasak.


"Saya membuat sup untuk tuan besar. Saya janji, jika tuan besar tidak suka dan marah, saya pasti akan langsung keluar pak. Saya mohon" pinta Alyssa lagi.


Pak Pong dan Jimmy sama sama langsung menoleh pada Alyssa. Dia sampai memohon seperti itu?


Padahal dia tahu selama ini tuan Juanda sangat tidak menyukai nya.


"Pak" panggil Alyssa lagi.


Pak Pong terlihat menghela nafas pelan dan langsung beranjak.


"Aku tidak tanggung jawab jika dia semakin membenci mu" ucap pak Pong seraya berjalan menuju pintu kamar tuan Juanda.


Alyssa langsung tersenyum senang mendengar itu. Bahkan Jimmy sampai heran melihat Alyssa, kenapa dia bisa senang sekali. Padahal selama ini Alyssa begitu takut pada tuan Juanda.


Pak Pong membuka pintu dengan pelan. Dan dapat Alyssa lihat jika tuan Juanda sedang duduk diatas tempat tidur besar nya. Matanya terpejam, tapi sepertinya dia tidak tidur.


"Tuan, maaf. Alyssa ingin bertemu dengan anda" ucap pak Pong pada tuan Juanda.


Tuan Juanda langsung membuka matanya. Dan mata cokelat yang sudah mulai memudar itu nampak terbuka dan memandang Alyssa dengan pandangan yang sayu.


Entah kenapa, Alyssa tidak merasa takut kali ini. Tapi dia malah merasa senang ketika melihat tuan Juanda. Seperti ada rasa yang tidak bisa dijelaskan. Seperti keinginan yang memang harus dipenuhi untuk melihat tuan besar ini.


"Pergilah, kami menunggu diluar. Ingat, jangan membuat tuan Juanda marah" ujar pak Pong.


Alyssa langsung mengangguk pelan. Namun Jimmy yang nampak ragu untuk meninggalkan Alyssa berdua didalam sini.


"Apa yang kau lihat. Ayo" ajak pak Pong.


Dan akhirnya, mau tidak mau Jimmy akhirnya mengikuti pak Pong keluar dan meninggalkan Alyssa bersama tuan Juanda.


Alyssa tersenyum dan berjalan mendekat kearah tempat tidur tuan Juanda.


"Apa mau mu?" tanya tuan Juanda langsung.


Alyssa menoleh kearah nya dan memandang tuan Juanda dengan lembut.


"Maaf tuan, tapi saya dengar dari kak Jimmy jika tuan sakit. Saya..."


"Apa kau mau mencari muka padaku" tuding tuan Juanda yang langsung menghentikan ucapan Alyssa.


Alyssa menggeleng pelan seraya dia yang meletakkan kotak makanan nya di atas meja.


"Saya kemari karena ingin tuan, bukan untuk mencari muka" jawab Alyssa.

__ADS_1


Tuan Juanda hanya mendengus dan memejamkan matanya kembali. Kepala nya cukup pusing jika terlalu banyak bicara dan bergerak.


Dan itu bisa Alyssa lihat dari wajah tuan Juanda yang memang pucat.


"Pergilah. Aku tidak butuh perhatian mu" usir tuan Juanda.


Alyssa tersenyum getir mendengar itu. Namun bukannya pergi dia malah membuka kotak makanan nya hingga aroma sup yang memang masih sedikit hangat itu menguar kepenciuman tuan Juanda.


"Saya memang akan pergi tuan, tapi tadi saya menyempatkan diri untuk membuat sup asparagus ini. Saya mencampurkan nya dengan sedikit kaldu udang untuk menambah tenaga" ungkap Alyssa.


Tuan Juanda melirik Alyssa dengan pandangan yang berbeda, namun wajah dingin nya itu masih saja Alyssa dapatkan.


"Apa kau ingin membuat ku cepat mati?" pertanyaan tuan Juanda membuat Alyssa terdiam.


Apa tuan Juanda dikit dia menaruh racun dimakanan ini.


"Maaf tuan, tapi saya sudah mencicipi nya tadi. Rasanya cukup enak. Tuan bisa mencicipi nya sedikit untuk menambah tenaga" ujar Alyssa.


"Tidak ada kemungkinan jika kau ingin membunuhku dan mendapatkan Zayden dengan mudah" tuding tuan Juanda seraya memejamkan kembali matanya.


Alyssa tertunduk sedih mendengar itu.


"Tuan... " panggil Alyssa terdengar begitu lirih. Namun tuan Juanda hanya diam dan tidak menyahut.


"Saya tahu saya cuma gadis kampung yang tidak jelas. Dan sangat tidak pantas untuk tuan Zayden. Tapi sungguh, perasaan saya tulus untuk dia. Dan tentang makanan ini, saya benar benar tidak ada niat buruk sama sekali. Saya hanya ingin tuan sembuh, karena tuan Zayden selalu bersedih didalam penjara mendengar kabar tuan sakit" ungkap Alyssa begitu getir.


Tuan Juanda nampak membuka matanya yang sayu.


"Saya hanya ingin menggantikan peran nya disini. Dia bersedih karena tidak bisa menjaga tuan saat tuan sakit. Dia khawatir, tapi dia tidak bisa berbuat apa apa." ungkap Alyssa seraya memandang tuan Juanda yang terlihat sendu sekarang. Sepertinya memang benar, jika masalah yang sedang menghampiri Zayden membuat nya cukup tertekan.


"Maafkan saya, karena saya tuan Zayden masuk penjara. Tapi sungguh tuan, saya pasti akan membuktikan jika saya memang pantas untuk dia perjuangkan" kata Alyssa dengan yakin. Yang entah kenapa dia bisa dengan berani berkata seperti itu.


"Saya mohon, beri saya kesempatan. Mungkin tidak bisa dalam sekejap mata, tapi saya akan berusaha untuk menjadi pantas berada disamping tuan Zayden" kata Alyssa lagi.


"Pergilah" ujar tuan Juanda tiba tiba.


Alyssa tertegun.


"Tuan" lirih Alyssa


"Aku bilang pergi. Aku tidak suka jika hanya bisa mendengar tanpa belum melihat" kata tuan Juanda lagi.


Alyssa mendengus senyum dengan mata yang mulai berair.


"Tuan terimakasih. Saya anggap itu sebagai kata kata dorongan untuk saya." ucap Alyssa


Tuan Juanda memandang Alyssa dengan pandangan datarnya.


"Tuan harus tetap sehat agar bisa melihat semua perjuangan saya. Tuan harus sehat agar tetap bisa bersama sama tuan Zayden. Tuan Zayden hanya punya anda, dan dia sangat berharap anda bisa sehat kembali" ujar Alyssa


"Sup asparagus ini, adalah sup dari bahan terbaik yang saya pilih. Tuan bisa mencicipi nya dulu. Saya sungguh tidak memasukkan racun kedalam nya" kata Alyssa seraya menunjuk sup diatas meja itu.

__ADS_1


"Saya permisi tuan.." ucap nya lagi saat tuan Juanda hanya diam.


Alyssa tersenyum tipis dan mengusap air mata yang tiba tiba terjatuh diwajahnya, dan setelah itu, dia langsung berlalu keluar dari kamar tuan Juanda. Meninggalkan tuan Juanda yang memandang nya dengan pandangan yang tidak bisa dijelaskan.


__ADS_2