
Beberapa hari berlalu...
Sungguh, Alyssa tidak pernah membayangkan jika kehidupan nya akan seperti ini. Di umur yang masih muda, dia sudah menjadi istri dan mengandung. Jika itu orang lain, pasti mereka bahagia karena bisa menikah dan hamil anak dari laki laki yang mereka cinta.
Ya, Alyssa juga ingin seperti itu sebenarnya. Hidup bahagia bersama dengan orang yang paling dia cinta. Tapi apa mau dikata, keadaan membuatnya harus bisa berjuang sendiri ditengah tengah kehamilan nya ini.
Berjuang untuk nasib yang lebih baik lagi.
Sudah beberapa hari sejak menjadi istri Zayden Alyssa merasa sesuatu yang berbeda. Tidak tahu apa, meskipun dia tidak tinggal bersama Zayden, tapi kini hati dan fikiran nya terasa tenang. Meski hidup nya terlihat sulit, tapi dia tenang, karena dia merasa jika cinta dan dirinya sudah ada yang memiliki. Ya, dimiliki dalam sebuah ikatan pernikahan yang sah.
Terkadang, hal itulah yang selalu menjadi penguat Alyssa. Dia harus kuat demi suami dan anak nya. Zayden sudah rela dipenjara demi menjaga cinta mereka. Dan meskipun berada dipenjara, tapi dia masih mau menikahi Alyssa yang sudah mengandung anak nya.
Tidak apa apa.
Alyssa memang harus terima.
Mungkin ini memang jalan hidupnya.
Semoga suatu saat dia bisa bahagia bersama Zayden.
Saat ini Alyssa sudah berada diperjalanan menuju restaurant Denue. Pagi ini dia di jemput oleh Jimmy. Asisten setia Zayden ini selalu menyempatkan diri untuk mengantar jemput Alyssa. Padahal jarak restauran Denue dan juga perusahaan Zega cukup jauh.
"Sya.. aku udah nemu beberapa lokasi yang kamu inginkan untuk bangun resto kamu" ungkap Jimmy
"Oh ya, cepet banget kak?" tanya Alyssa
"Cepat dong. Kamu kayak gak tahu aku. Aku kan serba bisa" jawab Jimmy.
Alyssa langsung tertawa mendengar itu.
"Ada dua lokasi strategis. Yang satu didekat pusat perbelanjaan, dan yang satu berada tidak jauh dari perusahaan Zega" ungkap Jimmy
Alyssa mendengarkan nya dengan serius.
"Cuma harga nya lumayan mahal Sya, apalagi yang didekat pusat perbelanjaan itu. Dua miliar uang nya" ungkap Jimmy
Alyssa terkesiap mendengar itu. Mana ada dia uang sebanyak itu. Astaga...
"Cuma udah sama tempat nya juga. Dulunya itu juga bekas resto. Cuma karena kurang maju jadi terbengkalai gitu aja. Kamu tinggal merenovasi sedikit aja sih" ungkap Jimmy
"Jangan lah kak, walaupun tempatnya bagus, tapi kan mana punya aku budget segitu" jawab Alyssa
"Kamu kan bisa pakai uang tuan Zayden dulu. Atau kalau enggak, bisa pakai uang aku. Aku ada kok tabungan sedikit" ujar Jimmy
Namun Alyssa langsung menggeleng
"Enggak, jangan. Aku pengen bangun usaha murni dari hasil aku sendiri. Gak papa tempat yang kecil dulu. Atau nyewa dulu juga boleh, yang terpenting semua dari uang aku" ujar Alyssa
Jimmy terdiam sejenak. Dia tahu Alyssa pasti menolak. Padahal uang yang diberikan Zayden cukup banyak didalam kartu itu. Tapi mungkin Alyssa tidak tahu.
"Kalau begitu yang dekat perusahaan saja. Itu dijual tidak sampai satu miliar. Tapi tempat nya sudah lama terbengkalai. Masih banyak yang harus direnovasi juga. Tempat nya juga tidak terlalu luas Sya" ungkap Jimmy
"Kapan kapan kita lihat ya mas. Uang hasil perlombaan memasak itu mungkin cukup. Mungkin itu untuk cari lokasi aja dulu. Nanti selebihnya aku kumpulin dari gaji aku direstauran. Siapa tahu beberapa bulan lagi sebelum anak aku lahir uangnya udah terkumpul untuk buka usaha itu" ucap Alyssa
__ADS_1
Jimmy mengangguk
"Kamu memang harus mempersiapkan nya dari sekarang Sya. Gak mungkin kamu kerja terus sampai perut kamu besar kan. Pihak restauran juga pasti keberatan" sahut Jimmy
Alyssa tersenyum tipis dan mengangguk.
"Iya mas. Aku udah perhitungkan semua nya kok. Nanti aku mau bicara sama nona Zea tentang kehamilan aku. Mudah mudahan dia ngasih izin aku kerja sampai batas waktu aku mau lahiran nanti" jawab Alyssa
"Ya, mudah mudahan beberapa bulan lagi restauran kamu udah jadi Sya, jadi gak perlu nunggu perut kamu sampai besar. Kasihan keponakan aku. Kamu juga bisa kecapean nanti" ujar Jimmy.
Alyssa tertawa dan mengangguk, seraya dia yang mengusap perut nya dengan lembut.
"Besok aku mau Dateng jenguk mas Zayden mas. Kebetulan hari Minggu aku cuma sampai siang kerja" ucap Alyssa
"Boleh, nanti aku antar" jawab Jimmy
"Gak usah, aku bisa naik taksi aja. Mas sibuk kan" kata Alyssa pula
"Hari minggu Sya. Waktunya aku libur. Yakali aku kerja sendirian diperusahaan " ungkap Jimmy
Alyssa langsung tertawa dan menepuk dahinya sekilas.
"Aku lupa." ucap nya.
Jimmy tersenyum dan menggeleng saja. Dan tidak lama kemudian, mobil yang dikendarai Jimmy sudah memasuki halaman restauran, bertepatan dengan Zea yang juga baru turun dari mobil yang dibukakan oleh tuan asisten nya.
"Hati hati bekerja nya ya. Jangan terlalu lelah" ucap Jimmy
"Siap kak. Aku turun dulu" pamit Alyssa.
Namun tiba tiba Alyssa mematung dan kembali membalikkan tubuhnya dan memandang Jimmy.
"Emm kak" panggil Alyssa dengan ragu
"Ada apa?" tanya Jimmy dengan heran.
"Aku kepengen makan cokelat" jawab Alyssa dengan senyum getir nya.
"Yaudah, nanti malam sekalian jemput kamu aku bawain ya" ucap Jimmy
"Tapi aku mau cokelat frrozen haute yang terkenal di Amerika itu kak. Aku lihat di tv semalam. Aku kepengen banget" ucap Alyssa dengan wajah memelasnya.
Mata Jimmy langsung melebar mendengar itu.
"Sya, kamu serius mau cokelat itu???" tanya Jimmy tidak percaya.
"Serius lah, tadi aku mau bilang lupa nama nya. Tapi setelah turun dari mobil inget lagi" jawab Alyssa dengan senyum lebar nya.
Wajah memelasnya itu membuat Jimmy tidak bisa untuk berkata tidak.
"Tapi harus pesan dulu, kamu mau nunggu kan" kata Jimmy.
"Besok ya kak" pinta Alyssa. Terdengar begitu memaksa.
__ADS_1
"Tiga hari paling cepat Sya" sahut Jimmy
Mendengar itu mata Alyssa langsung berkaca kaca.
"Padahal aku udah pengen. Aku juga udah ngafalin nama nya dari semalam" gumam Alyssa seraya menahan tangisnya.
Jimmy menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Iya iya, aku usahain untuk Dateng cepat ya" ucap Jimmy.
"Beneran?" sahut Alyssa langsung.
"Iya" jawab Jimmy dengan senyum terpaksa nya.
Alyssa langsung tersenyum lebar dan mengeluarkan kartu pemberian Zayden dari dalam tas nya.
"Nih pakai kartu mas Zayden aja" ujar Alyssa
"Kamu pegang aja. Nanti kalau butuh aku minta" ucap Jimmy.
"Tapi beneran dibeliin. Entar keponakan kakak ileran lagi" kata Alyssa lagi.
"Iya... tenang aja. Udah sana masuk gih" ujar Jimmy.
"Oke, dah kak" Alyssa langsung pergi dan berlari kedalam dengan melambaikan tangan nya sekilas pada Jimmy.
"Jangan lari Sya" teriak Jimmy yang ngerih melihat Alyssa
"Aman" serunya dari jauh.
Jimmy langsung menggeleng dan menghela nafas panjang mendengar permintaan Alyssa.
Apa dia tidak tahu jika Frrrozen Haute adalah jenis cokelat langka, dan harga nya yang juga sangat fantastis. Hampir 400 juta satu kotak nya.
Astaga...
Sejak kapan Alyssa menyukai benda mahal seperti itu???
Sepertinya ini memang keinginan bayi yang dia kandung.
Memang keturunan Zayden sekali.
Huh...
Mulai saat ini sepertinya Jimmy memang sudah harus menyiapkan tenaga dan juga hati untuk selalu menuruti permintaan aneh Alyssa.
...
Sementara Alyssa sudah tiba didepan lobi perusahaan, dimana Zea masih berbicara dengan seseorang didalam mobil, mungkin kekasih nya.
Alyssa tersenyum tipis dan membungkuk hormat pada asisten tuan Malik. Entah siapa namanya, tapi Alyssa cukup takut dengan dia. Wajahnya datar sekali.
Bahkan ketika Alyssa sapa, dia hanya diam dan malah memandang mobil Jimmy yang berlalu pergi.
__ADS_1
Sudah lah, orang besar memang kebanyakan angkuh. Berbeda dengan suami nya yang baik hati itu.
Ah...ya ampun... jadi rindu lagi.