Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Kemana Zayden?


__ADS_3

Alyssa tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi dalam kehidupan Zayden. Kenapa lelaki itu begitu berat untuk menentukan suatu keputusan. Padahal dia sudah cukup dewasa untuk menentukan hidup ya sendiri. Apa begitu besar pengaruh kakek nya dalam kehidupan Zayden???


Entahlah...


Yang jelas, Alyssa bisa merasakan jika Zayden seperti sedang memendam masalah dan hal yang cukup berat. Permintaan Zayden untuk meminta nya menunggu sebenarnya cukup mengusik hati Alyssa. Apalagi dengan ungkapan hati Zayden malam tadi, sungguh Alyssa bahagia, namun dia juga tidak tahu apa maksud Zayden untuk meminta nya menunggu.


Alyssa benar benar sudah jatuh hati pada Zayden, ini adalah cintanya yang pertama. Dan untuk apapun yang terjadi nanti, Alyssa sudah pasrah. Alyssa hanya berharap, jika memang mereka berjodoh, semoga semua dimudahkan. Dan jika tidak, Alyssa hanya ingin yang terbaik untuk mereka. Meski kenyataan nya, dia benar benar berharap jika dia bisa bersama Zayden terus menerus.


"Sha" panggilan Cici langsung mengejutkan Alyssa.


Alyssa terkesiap, dan dia langsung menoleh pada Cici yang datang dengan membawa sebuah buku menu ditangan nya.


"Ngelamunin apa?" tanya Cici seraya duduk didepan Alyssa. Sore ini restauran tidak terlalu ramai, sehingga mereka bisa lebih sedikit bersantai.


Alyssa tersenyum dan menggeleng.


"Enggak ada kok" jawab Alyssa


"Enggak ada, tapi isi kepala nya sampai kelihatan diwajah" goda Cici


Alyssa langsung tertawa mendengar itu.


"Kamu bisa aja Ci" ucap Alyssa


"Oh ya Sha, biasanya akhir bulan kita bakalan kedatangan bos besar loh, dia selalu ngadain pertemuan disini, dua Minggu lagi tuh" ungkap Cici


"Bos besar?" gumam Alyssa dan Cici langsung mengangguk.


"Iya, pewaris tunggal perusahaan Zega Corp, kamu pasti tahu lah perusahaan itu" ucap Cici


Alyssa terdiam sejenak, seperti pernah mendengar, tapi.. dimana ya.


Oh iya...


"Perusahaan kak Jimmy?" tanya Alyssa yang baru ingat.


Cici tertawa dan mengangguk


"Iya, tapi bukan perusahaan tuan Jimmy, dia kan cuma asisten" jawab Cici. Dan kini Alyssa yang tertawa.


"Hehe, iya, maksud aku perusahaan tempat tuan Jimmy kerja. Bos besar yang terkenal sombong itu ya" tanya Alyssa lagi.

__ADS_1


"Iya, ganteng banget tapi Sha. Memang sih sombong dan datar aja wajahnya, tapi karena kegantengan nya, buat semua orang malah terpesona" ungkap Cici


"Termasuk kamu" goda Alyssa. Cici kembali tertawa


"Kalau kamu lihat, kamu pasti suka juga Sha. Idaman para wanita mah itu" jawab Cici.


Alyssa hanya tersenyum dan menggeleng. Baginya, Zayden adalah lelaki tertampan yang pernah dia lihat. Bahkan bisa dikatakan dia sudah cinta mati dengan lelaki itu. Lalu, bagaimana mungkin Alyssa bisa melihat lelaki lain setelah semua perhatian nya direbut oleh Zayden.


Apalagi bos besar..


Hanya bisa mengagumi seperti artis ditv saja. Tidak nyata dan tidak akan pernah.


Begitu kah???


"Aku jadi penasaran kayak apa wajahnya" ucap Alyssa. Apakah setampan Zayden nya???


"Ganteng banget Sha, nama nya juga bos. Udah pasti berwibawa, pesona nya beuh... gak bisa berkata kata aku. Tiap bulan aku malah nungguin kedatangan dia dari pada kedatangan gaji" ungkap Cici.


Alyssa langsung terbahak mendengar itu. Ada ada saja si Cici ini.


"Kamu ini, padahal dia cuma bisa dipandang. Kalau gaji kan bisa di nikmati." sahut Alyssa


"Iya memang, tapi yah, hitung hitung buat vitamin setelah sebulan lelah kerja Sha" jawab Cici.


"Udah waktunya pulang nih. Pulang yuk. Takut udah ditunggu aku" ujar Alyssa


"Kamu kok bisa deket sama tuan Jimmy Sha, keren banget, padahal dia asisten kepercayaan bos besar loh" ungkap Cici seraya mengikuti langkah kaki Alyssa keruang ganti.


"Ketemu gak sengaja waktu di Bandung" jawab Alyssa.


"Kamu punya peluang untuk lihat bos besar tahu. Dan aku yakin, Bu menejer pasti bakalan nyuruh kamu yang ngelayani bos besar nanti" ujar Cici


"Kenapa gitu?" tanya Alyssa sambil meraih pakaian nya didalam brankar nya.


"Ya karena kamu Deket sama tuan Jimmy lah. Kalau misalnya Bu menejer milih kamu, kamu ajak aku untuk jadi partner kamu ya Sha" pinta Cici.


"Iya aman" jawab Alyssa. Cici langsung tersenyum dengan girang. Alyssa sungguh heran melihat nya. Sejak di Bandung dan bahkan disini, selalu saja orang orang heboh dengan bos besar Zega. Memangnya seperti apa perawakan nya, Alyssa juga menjadi penasaran.


Setelah mengganti pakaian, Alyssa dan Cici langsung berpisah untuk pulang. Cici pulang duluan dengan motornya, sedangkan Alyssa menunggu didekat pos security.


Sebenarnya Alyssa masih takut harus bekerja hari ini, karena dia masih begitu trauma dengan lelaki berjaket hitam itu. Namun Zayden dan Jimmy malah memaksanya untuk bekerja. Mereka bilang orang orang Jimmy sudah ada untuk menjaga Alyssa. Tapi sekarang, Alyssa malah bingung, dimana orang orang itu??? Bahkan security yang biasa berjaga disini juga tidak ada.

__ADS_1


Alyssa menghela nafasnya dengan berat. Dia mengedarkan pandangan nya kesegala arah. Kemana Zayden?? dia sudah berjanji untuk menjemput, tapi sudah lima belas menit Alyssa menunggu, dia belum datang juga.


Alyssa duduk dikursi yang ada disana. Hari semakin senja, bahkan matahari mulai meredup. Namun Zayden tidak juga datang.


Alyssa mulai risau, sebenarnya kemana lelaki itu. Bukankah dia sudah berjanji???


Alyssa lagi lagi menghela nafas. Jika sudah begini, dia benar benar kesal. Kata nya suka, katanya sayang, tapi selalu membuat Alyssa menunggu dan berharap. Zayden memang menyebalkan.


Apa dia tidak tahu jika Alyssa tidak tahu jalan pulang???


Apa Zayden tidak tahu jika Alyssa takut jika lelaki berjaket hitam itu datang lagi???


Menyebalkan memang.


Dan benar...


Hari sudah mulai gelap, dan Alyssa masih terus menunggu. Sudah beberapa kali dia menghubungi ponsel Zayden maupun Jimmy, namun tidak ada satupun dari mereka yang mengangkat panggilan nya.


"Kemana sih" gumam Alyssa dengan hati yang mulai cemas dan takut lagi.


"Jahat banget biarin aku disini" gumam Alyssa dengan mata yang berkaca kaca.


Dia kembali berdiri dan memandang kearah jalan, hari sudah benar benar gelap sekarang. Dan tidak ada siapapun yang lewat atau datang kerestauran ini. Aneh sekali, tapi bukan itu lagi yang Alyssa fikirkan, melainkan dia memikirkan bagaimana nasib nya sekarang.


"Mas Zayden..." gumam Alyssa yang mulai menangis takut.


Dia takut.... hari sudah malam. Jalan pulang tidak tahu, dan dengan teganya kedua lelaki itu membiarkan nya sendirian menunggu disini.


Bukan kah mereka bilang mereka akan bertanggung jawab???


Tapi kenapa sekarang malah mengabaikan??


Apa ungkapan hati Zayden malam tadi hanya bualan saja???


Apa dia hanya mempermainkan Alyssa saja???


Alyssa mengusap air matanya dengan kasar. Dia memeluk tubuh nya sendiri dengan erat.


Hingga tiba tiba...


umphhh

__ADS_1


Mulut Alyssa dibungkam seseorang dengan sapu tangan, hingga dia tidak sadarkan diri..


__ADS_2