Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Balasan Untuk Anabella


__ADS_3

Zayden duduk disamping ranjang Alyssa. Hari sudah pagi lagi, dan baru pagi ini dia diperbolehkan untuk menjenguk istrinya. Keadaan Alyssa sudah membaik hingga Zayden bisa melihat Alyssa.


Malam tadi Zayden sama sekali tidak bisa tidur, bahkan dia hanya duduk menunggu didepan ruangan Alyssa. Hati dan perasaan nya benar benar hancur dengan kenyataan yang dia terima. Dia harus kehilangan calon anak mereka, dan sekarang harus melihat Alyssa yang seperti ini.


Tangan Zayden sejak tadi tidak berhenti menggenggam tangan Alyssa yang lemah dan masih tidak berdaya. Bahkan tubuh Alyssa juga masih dipenuhi oleh berbagai selang dan alat bantu pernafasan. Kepala nya diperban, karena memang saat jatuh dari atas jurang dia terbentur dinding tebing jurang yang berbatu.


"Sayang... cepat lah bangun. Aku sudah disini menunggu kamu" bisik Zayden.


ceklek


Suara pintu yang terbuka membuat Zayden tertegun. Dia tidak menoleh, karena dia berfikir yang datang adalah Jimmy atau dokter yang merawat Alyssa.


Tapi ternyata....


"Bagaimana keadaannya?"


Suara tuan Juanda langsung membuat Zayden menoleh kearahnya.


"Kakek" gumam Zayden. Dia sedikit terkejut melihat tuan Juanda yang ada disini.


Tuan Juanda langsung mendekat kearah Alyssa. Dia terlihat menghela nafasnya dengan berat.


Sungguh sedih hatinya mendengar kabar jika cucunya tidak bisa dia selamatkan.


"Pergilah ke vila kita dipuncak. Anabella sudah berada disana bersama Alexander" ujar tuan Juanda.


Zayden langsung beranjak dari kursi dan memandang kakeknya dengan lekat.


"Dari mana kakek tahu?" tanya Zayden cukup heran.


"Apa kau fikir aku akan diam saja ketika ada orang yang sudah membuat calon cicit ku tidak selamat" jawab tuan Juanda.


Zayden tertegun. Dia kembali menoleh pada Alyssa yang masih terbaring tidak berdaya.


"Aku yang akan menjaga nya disini. Lakukan sesuka mu, tapi jangan membunuhnya. Kau tidak ingin dipenjara lagi bukan" ujar tuan Juanda lagi.


Zayden mengangguk. Dia sudah memikirkan apa yang akan dia lakukan pada Anabella dan keluarganya.


Mereka akan hancur sehancur hancurnya.


"Aku titip Alyssa kakek" ucap Zayden.


Tuan Juanda hanya mengangguk dan memandang Zayden yang langsung berlari keluar dari ruangan itu. Tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh cucunya itu. Tapi yang jelas, tuan Juanda tahu, jika Zayden pasti akan melakukan sesuatu yang mengerihkan setelah ini.


Malam tadi dia beserta orang-orang nya langsung berpencar untuk mengepung Anabella yang keluar dari hutan tempat Alyssa disekap. Dan beruntungnya dia karena orang orang nya bisa menangkap Anabella dengan mudah.


Dan tentu saja, Alexander juga berada dibelakang putrinya itu. Apalagi sekarang, perusahaan nya sudah hancur karena tuan Juanda meminta bantuan Malik untuk menghancurkan perusahaan Alexander dalam sekejap mata. Dan mudah saja bagi tuan Malik itu. Hingga keberuntungan berpihak padanya.


Meskipun dia harus kehilangan calon penerus nya.


Tuan Juanda memandang kearah Alyssa. Tubuhnya penuh luka, luka memar dan juga sayatan benda benda tajam, mungkin saja dari ranting dan semak berduri karena dari cerita yang dia dengar, Alyssa dibuang kedalam jurang oleh orang orang suruhan Anabella.

__ADS_1


Sungguh demi apapun, meskipun tuan Juanda tidak menyukai Alyssa, tapi dia juga iba dan tidak terima Alyssa diperlakukan seperti ini oleh mereka.


...


Beberapa jam kemudian...


Sementara di sebuah vila didalam sebuah ruangan tertutup tanpa ventilasi udara.


Anabella menangis meraung dengan penampilan yang begitu menyedihkan. Pakaian nya robek dibeberapa sisi, bahkan dia terduduk dengan wajahnya yang pucat. Ada bercak darah disekitar tempat dia duduk.


Tiga orang pria bertopeng nampak tersenyum puas sembari memakai pakaian mereka kembali.


"Kurang ajar kalian. Dasar binatang!!!" teriak Anabella begitu frustasi.


"Kau masih bisa bersuara juga rupanya. Apa masih belum puas nona?" tanya pria itu.


Anabella menggeleng dan menangis dengan kuat. Dia mundur kebelakang seraya memeluk tubuhnya yang sudah mereka gilir bergantian tanpa henti.


Ya, dia sudah diperlakukan seperti ****** oleh ketiga orang orang ini. Menjijikkan.


"Jahat... kalian jahat" gumam Anabella dengan tangisan yang begitu pilu.


"Tidak juga. Bukan kah kau sudah sering seperti ini?" tanya salah seorang dari mereka.


Anabella hanya bisa menangisi nasibnya yang seperti ini. Dia meminta tolong menjerit pun tidak akan ada yang mendengar. Tidak tahu kemana ayahnya dibawa oleh orang orang suruhan Zayden, yang jelas Anabella sendirian didalam ruangan ini dan harus melayani nafsu bejat dari tiga orang ini.


Sungguh, dia benar benar membenci mereka.


Salah seorang dari pria itu langsung mendekat kearah Anabella. Membuat dia ketakutan kembali.


Namun pria itu hanya tersenyum sinis dan langsung menarik tangan nya dengan kasar. Membuat Anabella langsung terseret dan kembali menangis.


"Jangan, lepaskan!!!" teriak Anabella


Namun pria itu tetap menarik tubuhnya dengan kuat, membawa Anabella keluar dari ruangan itu.


Bruk


Tubuh Anabella langsung dihempaskan dengan kuat oleh orang itu.


Membuat Anabella langsung meringis kesakitan dengan wajah yang semakin pucat.


Anabella mendongak, dan dia langsung mematung saat melihat Zayden yang duduk dengan wajah dingin dan penuh dendam. Memandang nya dengan tatapan yang begitu tajam dan penuh benci.


"Zayden....." gumam Anabella. Dia ingin mendekat kearah Zayden, namun Zayden langsung mengangkat tangan nya. Memandang Anabella dengan jijik.


"Apa kau sudah puas?" tanya Zayden


Anabella tertegun. Wajahnya masih basah dengan air mata. Tapi dia langsung menoleh pada ketiga orang yang telah menggilir nya tadi.


"Zayden.... apa kamu yang?" perkataan Anabella langsung terhenti saat Zayden tersenyum sinis memandang nya.

__ADS_1


Zayden beranjak, dan berlutut dihadapan Anabella. Dia meraup wajah Anabella dengan kasar, bahkan bukan sekedar meraup. Melainkan mencengkram dengan kuat.


"Berani berani nya kau membuat Alyssa ku celaka, dan karena kau juga yang telah membuat aku kehilangan anak ku." geram Zayden


Anabella membalas pandangan mata itu dengan lekat.


"Kau tahu apa yang akan kau terima setelah ini" ucap Zayden seraya menghempaskan wajah Anabella dengan kuat, hingga gadis itu terhempas kelantai.


"Kamu memang kurang ajar. Kenapa kamu tega membuat ku seperti ****** ha?" teriak Anabella


"Karena kau memang jalan sialan!" bentak Zayden pula


"Hanya karena dia kau berbuat seperti ini padaku. Kau memang keterlaluan Zayden!!"


plak


Satu tamparan langsung mendarat diwajah Anabella hingga membuat gadis itu kembali terhempas kelantai. Bahkan karena tamparan itu membuat bibir nya langsung berdarah.


"Hanya karena dia katamu. Bahkan karena dia aku bisa membunuhmu" ucap Zayden.


"Maka bunuh aku sekarang!" seru Anabella


Zayden tersenyum sinis, namun menahan geram yang tiada terkira. Jika bisa, dia sudah akan mencincang tubuh gadis sialan ini. Tapi itu terlalu mudah untuk nya.


"Sebelum kau mati, kau harus merasakan penderitaan hidup Anabella" geram Zayden.


Dan tiba tiba layar televisi besar langsung menyala. Dan siapa lagi jika bukan Wira yang menyalakan nya.


Mata Anabella langsung melebar melihat itu. Ketika dia mendapati jika berita siang ini adalah tentang skandal nya dengan beberapa orang pria.


Bahkan Wira mengganti beberapa Chanel tv dan semua hanya memberitakan tentang dia. Model terkenal yang penuh dengan skandal licik.


"Tidak ... tidak mungkin. Karirku" lirih Anabella yang langsung menangis dengan pilu.


"Kau harus melihat ini juga nona" ujar Wira. Yang langsung menghidupkan layar monitor yang lain.


Dan Anabella semakin menangis saat melihat ayah dan ibunya sudah berada didalam penjara. Ada Jimmy disana, dan ternyata dia yang mengurus semua nya.


"Kenapa kau tega Zayden!!!!!" teriak Anabella begitu kuat dan frustasi


"Karena kau juga tega menghancurkan kebahagiaan ku" jawab Zayden.


"Kalian bawa dia, terserah mau berbuat apa padanya. Jika kalian sudah puas, buang dia dijalanan. Jangan tinggalkan jejak apapun" perintah Zayden pada tiga orang pria bayaran itu.


Dan mereka dengan senang hati mendengar itu. Apalagi bermain dengan model seperti Anabella. Jelas mereka mendapatkan mainan yang sangat menggiurkan.


"Zayden...!!! kau memang brengsek.!!!" teriak Anabella saat orang itu kembali menyeret tubuhnya.


Zayden hanya memandang nya dengan pandangan datar. Dia bukan orang yang tega. Bukan juga orang yang kejam, tapi jika sudah begini. Zayden bisa berubah menjadi iblis.


Selama ini dia mengalah, dia membiarkan dirinya terpenjara dan terpisah dengan Alyssa. Tapi Anabella masih terus mengusik istriya itu. Dan malah dengan berani menculik dan mencelakai Alyssa, bahkan sudah membuat dia kehilangan calon anaknya.

__ADS_1


Tentu Zayden tidak terima. Maka rasakan akibatnya. Zayden tidak akan membunuhnya secara langsung, tapi dia yang akan membunuh dirinya sendiri nanti.


Jangan bilang dia tega dan kejam, tapi inilah balasan untuk perempuan tidak tahu diri seperti Anabella.


__ADS_2