
Dan akhirnya, sore itu untuk yang pertama kali selama dia tinggal di Jakarta, Alyssa keluar tanpa bersama Zayden ataupun Jimmy. Rasanya benar benar berbeda, antara kekasih dan juga teman.
Sama sama bahagia, namun kesan yang didapat tentunya tidak sama.
Cici begitu baik dan bisa membuat Alyssa nyaman. Dan untuk seumur hidup Alyssa, baru kali ini dia mempunyai teman. Lucu bukan.
Alyssa menemani Cici berkeliling mall, ya hanya keliling, karena untuk belanja, mereka masih harus menimang nimang dulu.
Bekerja lelah, tapi menghabiskan gaji yang didapat pasti hanya sekedip mata jika tidak di tahan tahan.
Sebenarnya Cici begitu heran dengan Alyssa, dia adalah kekasih dari seorang bos besar. Tapi penampilan Alyssa terlihat biasa biasa saja. Bahkan tidak ada beda nya dengan dia. Padahal jika di fikir fikir, Alyssa bisa meminta apapun dari kekasih nya. Pasti semua akan diberi oleh bos besar itu. Tidak ada yang tidak bisa dibeli oleh dia kan.
"Sya" panggil Cici saat mereka sedang duduk dan menikmati ice cream dilantai dua. Lelah berkeliling membuat mereka memutuskan untuk duduk sejenak.
"Hmm" gumam Alyssa, dia masih begitu menikmati ice cream nya.
"Kamu kan kekasih bos besar, kenapa kamu masih kayak gini aja sih?" tanya Cici
Alyssa mengernyit dan memandang Cici dengan bingung.
"Maksud kamu?" tanya Alyssa yang tidak mengerti.
"Maaf ya Sya sebelumnya, cuma kamu kan kekasih nya bos besar yang punya segalanya. Kenapa penampilan kamu masih kayak gini aja. Setidak nya, kamu kan bisa lebih bergaya dan modis, perawatan, dan juga pakai pakaian branded. Kayak orang orang diluar sana" ungkap Cici.
Alyssa langsung mendengus senyum mendengar itu.
"Yang kaya kan dia Ci, bukan aku. Aku sadar diri lah. Lagian kan udah aku bilang tadi kalau aku aja baru tahu dia bos besar baru baru ini. Sebelum nya kan aku cuma tahu dia orang biasa aja kayak kita" jawab Alyssa.
"Emang kamu gak curiga apa? Wajah nya aja udah menunjukkan kalau dia itu orang besar?" tanya Cici lagi.
Alyssa tertawa dan menggeleng.
"Aku gak mikir jauh kesana Ci, memang sih aku curiga kenapa dia bisa Deket sama kak Jimmy. Aku fikir dia salah satu temen kak Jimmy, tapi ternyata dia malah bos nya" jawab Alyssa
Dan kini Cici yang tertawa. Alyssa memang polos sekali. Dia benar benar tidak habis fikir. Jika itu orang lain, pasti sekarang sudah memanfaatkan kekayaan Zayden. Tapi Alyssa tidak, dia bahkan tidak ada berubah sama sekali.
Cici benar benar kagum pada Alyssa.
"Aku penasaran gimana kalian ketemu nya sampai kamu bisa berhubungan sama bos besar?" tanya Cici.
Alyssa tersenyum dan masih menikmati ice cream cokelat favorit nya.
"Gak sengaja ketemu, dia jatuh dari motor dan aku tolongin. Aku bawa dia kerumah ku waktu itu. Dan dia ngaku nya kerja di bengkel, bengkel yang ada didekat restauran aku kerja" ungkap Alyssa
"Jadi dia beneran emang pernah kerja di bengkel???" tanya Cici tidak percaya.
__ADS_1
Alyssa tertawa dan mengangguk.
"Iya, dan ternyata dia kerja disana cuma untuk misi dia yang lagi ngawasin pembangunan proyek hotel dibelakang bengkel itu" jawab Alyssa
"Astaga, pantesan aja kamu gak tahu kalau dia bos besar" ucap Cici.
"Nah itu maka nya. Aku juga gak tahu harus apa Ci. Mau nyerah tapi aku udah cinta banget. Mau dilanjutin, tapi status kami beda banget" ungkap Alyssa, dan kini wajahnya berubah sendu kembali.
"Sya... kalau emang kalian berjodoh, walau gimana pun rintangan nya, kalian pasti tetap bersatu" kata Cici
Alyssa tersenyum tipis dan mengangguk. Namun helaan nafas nya cukup berat.
"Tapi kan bos besar udah gak ada orang tua lagi, bukan nya gak masalah ya" kata Cici lagi.
"Dia masih punya kakek Ci" sahut Alyssa
"Kakek nya tahu?" tanya Cici
Alyssa mengangguk
"Terus gimana?" tanya Cici yang semakin penasaran dengan kisah Cinderella ini.
"Jelas ditentang lah. Bahkan dia nawarin aku uang satu miliar dan nyuruh ninggalin mas Zayden" ungkap Alyssa begitu terbuka.
"Sya.. serius?" tanya Cici dengan mata yang terbuka lebar.
"Terus gak kamu ambil uang nya?" tanya Cici.
Alyssa menggeleng
"Ya enggak lah, aku gak mau" jawab Alyssa
"Kenapa? harus nya kamu ambil aja Sya. Kamu ambil uang nya, tapi jangan juga ninggalin si bos" ujar Cici, terdengar gila.
Alyssa langsung mendengus mendengar itu.
"Gila kamu. Serakah banget aku. Gak aku terima aja, setiap malam aku udah gak bisa tidur. Apalagi kalau sampai aku terima uang itu. Bisa habis aku" gerutu Alyssa.
Cici tertawa seraya mengusap mulut nya.
"Jiwa jiwa matre aku langsung keluar denger uang satu miliar" kata Cici.
Alyssa menggeleng pelan mendengar itu.
"Pasti banyak banget uang segitu ya Sya. Gak ngebayangin deh aku" gumam Cici
__ADS_1
"Satu koper ci" sahut Alyssa
"Beneran" tanya Cici
Alyssa langsung mengangguk seraya beranjak dari duduk nya.
"Udah ah, kesini buat jalan jalan, kenapa malah bahas itu." ucap Alyssa
Cici tertawa dan juga langsung beranjak dari duduk nya.
"Iya deh iya maaf. Aku penasaran banget soal nya. Kisah Cinderella real life" ucap Cici.
"Aku bukan Cinderella" sahut Alyssa
Cici hanya mengendikan bahu nya dan berjalan dengan acuh saja. Bukan Cinderella apa nya. Semua orang juga tahu itu.
Akhirnya mereka berjalan jalan kembali sebelum pulang. Namun saat tiba tiba Cici berseru pada Alyssa
"Sya, kayak nya disana ada yang manggung deh" ucap Cici seraya menunjuk sebuah perkumpulan orang orang didekat podium yang ada ditengah tengah gedung mall dilantai dua itu
"Acara apaan?" tanya Alyssa
"Biasa nya ada para model disana, mereka promosi in perhiasan keluaran baru dari brand yang ada di mall ini" ungkap Cici.
Alyssa mengangguk saja dan langsung mengikuti langkah Cici menuju kerumunan para orang orang itu.
"Tapi kayak nya udah mulai selesai deh" gumam Alyssa saat melihat sudah banyak yang membubarkan diri.
"Iya kayak nya. Gak papa, lihat bentar dari pada penasaran" sahut Cici.
Dan mau tidak mau Alyssa langsung mengikuti langkah Cici.
Mereka sedikit berdesakan dengan orang orang yang ada disana.
Dan bergabung untuk melihat penampilan model penutup nya.
"Waw emang cantik cantik banget" gumam Cici.
Namun mata Alyssa langsung melebar saat melihat seorang model yang sedang berbicara dengan teman teman nya dibawah podium.
Bukan kah itu Anabella???
"Ci, kita pergi yuk" ajak Alyssa. Dia benar benar tidak ingin bertemu dengan Anabella lagi. Bisa bisa satu mall akan rusuh nanti.
"Cepet banget Sya" kata Cici.
__ADS_1
Namun Alyssa langsung menarik tangan Cici dengan cepat. Jangan sampai Anabella melihat nya disini.
Namun terlambat, Anabella sudah melihat Alyssa. bahkan dengan cepat pula dia menyusul Alyssa yang sudah keluar dari kerumunan orang orang itu.