
Hari sudah siang saat Alyssa dan Zayden keluar dari dalam kamar.
Wajah mereka nampak lelah, namun sudah lebih segar karena sudah membersihkan diri masing masing.
Mata Zayden bahkan masih terlihat sembab karena dia yang tidak bisa untuk berhenti menangis saat mengingat kegilaan nya malam tadi.
Bukan senang, sungguh sama sekali dia tidak merasa senang meski sudah merasakan kenikmatan itu. Zayden malah merasa sedih karena harus terpaksa merenggut kesucian Alyssa. Kesucian yang seharusnya bisa dia nikmati setelah mereka menikah nanti. Namun sekarang, Zayden malah mengambil nya dengan cara yang menyakitkan seperti ini.
Meski Alyssa berkata tidak apa apa, tapi tetap saja, Zayden benar benar merasa begitu bersalah.
Entah dia harus bersyukur atau tidak sekarang. Dia bisa menahan diri untuk tidak menyalurkan hasratnya pada Anabella namun malah pada Alyssa. Sungguh, fikiran nya benar benar semakin pusing.
Saat mereka keluar dari kamar, ternyata Jimmy masih ada disana. Dia duduk diam dengan wajah yang terlihat kusut.
Alyssa bahkan heran kenapa Jimmy seperti itu. Apa Jimmy masih merasa bersalah karena kejadian malam tadi.
Mata Alyssa langsung melebar saat tiba tiba Zayden mendekat kearah Jimmy dan menarik kerah baju nya dengan kuat.
Hingga
buk
"Aaa Maas"
Alyssa langsung berteriak saat tiba tiba Zayden mendaratkan kepalan tangan nya pada wajah Jimmy, hingga lelaki itu langsung terhempas dan menabrak pinggiran sofa.
"Kenapa kau bawa aku kemari ha!!! lihat sekarang apa yang terjadi" bentak Zayden begitu menggebu.
Zayden ingin menghajar Jimmy lagi, namun dengan cepat Alyssa menarik lengan nya.
"Mas udah!!!" teriak Alyssa dengan kuat.
"Berhenti menyalahkan orang lain. Udah aku bilang kan aku gak apa apa. Bukan salah kak Jimmy juga. Untung dia bawa mas kemari, kalau dia bawa mas ketempat lain. Aku gak akan maafin kalian berdua!!" teriak Alyssa dengan begitu menggebu.
Zayden langsung terduduk di sofa dengan tangan yang langsung menarik rambut nya dengan kuat. Sungguh, emosi nya selalu memuncak jika mengingat perlakuan nya malam tadi. Apalagi ketika melihat Alyssa yang kesakitan namun dia tidak bisa meredam hasrat nya.
Zayden benar benar merutuki kebodohan nya.
Jimmy beranjak, dan ikut duduk disofa singgel, tangan nya mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya.
Dia juga merasa bersalah, tapi apa mau dikata.
"Mas... stop merasa bersalah. Mas bilang mas cinta sama aku" kata Alyssa yang juga ikut duduk disamping Zayden.
Zayden kembali menoleh pada Alyssa
"Kalau mas cinta, mas buktikan semua itu. Mas harus lebih berjuang lagi untuk hubungan kita" pinta Alyssa.
Zayden mengangguk dengan cepat.
"Iya Sya, aku janji, aku pasti akan segera nikahin kamu" jawab Zayden.
"Jangan lagi marah sama kak Jimmy. Dia udah benar bawa mas kemari" kata Alyssa lagi.
Dan kini Zayden menoleh pada Jimmy yang tertunduk.
"Cuma disini tempat yang aman tuan" sahut Jimmy
__ADS_1
"Nona Anabella terluka dan tidak tahu bagaimana keadaan nya. Saya pastikan jika tidak akan lama lagi polisi....."
Tiba tiba perkataan Jimmy terhenti, saat beberapa mobil masuk kepekerangan rumah Alyssa.
Mereka semua langsung saling pandang bingung.
Siapa itu??
Apakah???
Jimmy langsung beranjak dari duduk nya. Begitu pula dengan Alyssa dan Zayden.
deg
Jantung Alyssa langsung berhenti berdetak beberapa detik saat melihat beberapa orang polisi yang keluar dari mobil dan diikuti oleh beberapa orang berjas.
Zayden dan Jimmy terdiam. Ini pasti ulah tuan Alex.
"Selamat siang tuan muda Emanuel. Kami dari pihak kepolisian membawa surat laporan dari tuan Alex untuk menangkap anda karena telah mencelakai putri nya. Kami harap anda bisa ikut bersama kami kekantor sekarang juga" ucap kepala polisi itu.
Beberapa orang berjas suruhan tuan Alex juga nampak memandang Zayden dengan serius. Apa mereka fikir Zayden akan kabur, hingga memerintahkan orang sebanyak ini untuk menangkap nya?
Zayden memandang kearah Alyssa dengan pandangan bersalah nya. Entah apa yang akan terjadi, tapi dia tahu ini bukan hal yang baik.
Zayden mendekat kearah Alyssa yang masih mematung di ambang pintu. Sedangkan Jimmy meminta waktu pada pihak polisi.
"Sya, apapun yang terjadi. Ingat perkataan ku ya. Aku hanya akan menikah dengan kamu" ucap Zayden seraya mengusap wajah Alyssa dengan lembut. Namun dengan luka yang cukup dalam.
Alyssa tersenyum, namun kelihatan getir dan pedih. Dia juga tahu, ini bukan hal yang baik. Bahkan Alyssa rasa ini juga rintangan terberat mereka.
"Jaga diri kamu baik baik. Aku pasti segera kembali" ucap Zayden.
Dan setelah itu, Zayden langsung digiring oleh para polisi itu dan dibawa memakai mobil polisi, diikuti oleh orang orang berjas yang mengawal nya. Jimmy juga langsung pergi mengikuti Zayden. Dia harus memberikan keterangan atau mencari bukti yang bisa meringankan kasus ini.
Walau Jimmy tahu, jika ini memang jelas salah Zayden karena sudah membuat Anabella celaka.
Alyssa tertegun memandang kepergian Zayden yang ditangkap dan dibawa oleh polisi itu.
Air mata langsung menetes diwajah nya yang terlihat pucat dan lelah.
Kenapa menjadi seperti ini?
Kenapa sulit sekali hanya untuk bersatu saja.
Entah apa yang sudah dilakukan Zayden pada Anabella hingga dia ditangkap oleh para polisi itu.
Apa Zayden akan dipenjara?
Apa Alyssa akan berpisah lagi dengan Zayden?
Bagaimana ini, apa yang harus Alyssa lakukan?
Alyssa tidak ingin terjadi sesuatu pada Zayden. Alyssa ingin semua nya baik baik saja. Tapi kenapa malah jadi seperti ini???
Ya tuhan....
...
__ADS_1
Sementara dikantor polisi..
Zayden digiring oleh para polisi itu kesebuah ruangan yang memang sudah disiapkan untuk dia melakukan pemeriksaan.
Dan bisa Zayden lihat jika didalam sana sudah ada tuan Alex dan... kakek nya.
Zayden di dudukkan dikursi dengan tangan yang sudah diborgol. Ya, dia sudah seperti tahanan saja sekarang.
Entah bagaimana keadaan Anabella sekarang, hingga dia bisa dijadikan tersangka seperti ini. Tapi sungguh, Zayden tidak menyesal telah menyakiti gadis licik itu. Bahkan dia berharap Anabella mati karena telah berani berniat untuk menjebak nya.
plak
Satu tamparan langsung mendarat diwajah Zayden dari tangan tuan Juanda. Tuan besar ini nampak begitu murka melihat Zayden yang bisa berbuat tega seperti ini. Sedangkan tuan Alex hanya memandang nya dengan pandangan datar saja.
"Kau telah berani mencoreng nama baik ku Emanuel. Dengan tega nya kau melemparkan kotoran diwajah ku dengan begitu keji. Memang menjijikkan sekali perbuatan mu ini" umpat tuan Juanda dengan begitu geram.
Zayden masih diam dan tertunduk.
"Bukan saja lebih memilih memutuskan pertunangan mu dengan Anabella karena gadis kampung itu, tapi kau juga malah dengan tega membuat Anabella hampir kehilangan nyawanya. Dimana fikiran mu itu ha??" suara tuan Juanda terdengar begitu menggelegar memenuhi ruang kosong itu.
Kelihatan nya dia begitu murka pada Zayden.
Namun Zayden, sama sekali tidak bereaksi. Dia mendongak dan memandang tuan Juanda dengan pandangan datar nya.
"Tidak bisakah kakek melihat siapa yang bersalah disini?" tanya Zayden dengan berani. Cukup sudah dia menghormati kakek nya ini.
"Anda masih ingin mengelak juga tuan, bahkan rekaman cctv diruang itu juga menunjukkan jika anda yang memang berniat mencelakai putri saya" sahut tuan Alex.
Zayden tersenyum sinis memandang nya.
"Aku tidak akan memulai jika kalian tidak berbuat licik, apa kalian kira aku akan diam saja" jawab Zayden.
"Cukup!" bentak tuan Juanda.
"Aku sudah melihat semua nya Emanuel. Dan aku benar benar kecewa padamu." seru tuan Juanda lagi.
Zayden memandang kakek nya dengan tidak percaya. Jika sudah melihat semua nya kenapa dia masih marah seperti ini?
"Tuan besar, saya tidak terima dengan perbuatan tuan muda. Namun mengingat tentang nama baik kita bersama, saya masih bisa mempertimbangkan semua nya" tiba tiba ucapan tuan Alex membuat tuan Juanda langsung menoleh kearah nya.
"Saya akan mencabut laporan saya dan tidak akan memperpanjang masalah ini asalkan tuan muda mau menikah dengan putri saya" pinta tuan Alex
Zayden langsung memandang tuan Alex dengan tajam. Dasar licik!
"Tidak akan!" sahut Zayden dengan cepat.
Namun tuan Alex malah tersenyum memandang Zayden.
"Jika anda memang tidak mau, maka hukuman penjara akan menanti anda" ucap tuan Alex.
Tuan Alex langsung memandang kepala polisi yang sejak tadi berdiri dibelakang mereka.
"Hukuman penjara selama tujuh tahun dan denda sepuluh miliar sudah pasti anda terima"
deg
Tujuh tahun????
__ADS_1
"Anda bisa memilih. Menikahi putri saya, atau dipenjara selama itu" kata tuan Alex lagi.