
Alyssa keluar dari kamar mandi dengan wajahnya yang sembab. Mungkin hampir lima belas menit dia didalam kamar mandi hanya untuk menangis. Untung saja tidak ada orang yang masuk dan mencarinya. Jika tidak, mungkin Alyssa pasti malu karena ketahuan menangis menyedihkan seperti ini.
Alyssa mengusap wajahnya sejenak dan menarik nafasnya dalam dalam. Dan setelah itu dia langsung pergi menuju pantry untuk mencari makanan. Lebih baik dia makan, dan jangan sampai anak nya kelaparan hanya karena Alyssa yang bersedih berlarut larut.
"Kuat ya sayang" gumam Alyssa seraya mengusap perutnya sekilas.
Cukup sudah menangisnya, jangan terlalu lama. Alyssa tidak boleh lemah. Dia harus kuat dan tidak boleh cengeng.
Hidup masih panjang, dan jika hanya dihabiskan dengan cara menangis, maka semua akan menjadi sia sia.
Ya begitulah cara Alyssa untuk menenangkan hatinya selama ini.
'semangat Alyssa, kamu pasti bisa' batin Alyssa dalam hati.
Alyssa kembali menarik nafasnya dalam dalam, dan setelah itu dia langsung melangkahkan kakinya.
"Sya..."
Suara Bayu lagi lagi membuat Alyssa terkejut.
Alyssa langsung membalikkan tubuhnya dan memandang Bayu yang berlari tergopoh-gopoh mendekati nya.
"Ada apa mas. Kenapa suka banget ngejutin aku?" tanya Alyssa
Bayu kembali tertawa seraya menarik nafasnya yang terasa tersengal. Namun ketika melihat wajah Alyssa yang sembab dan memerah, dia langsung mengernyit heran.
"Kamu habis nangis Sya?" tanya Bayu langsung. Memandang Alyssa dengan begitu lekat.
Alyssa menggeleng seraya mengusap kembali wajahnya.
"Enggak" jawab Alyssa
"Bohong kamu kan. Kamu dari mana, dari tadi aku cari kamu" tanya Bayu
"Aku dari kamar mandi, perut ku mules. Ada apa mas?" tanya Alyssa pula.
"Mules apa nangis. Bahkan sembab banget gitu. Habis putus dari pacar kamu ya" terka Bayu
"Sembarangan, udah dibilang kak Jimmy bukan pacar aku" sahut Alyssa mulai kesal
"Beneran?" tanya Bayu yang masih tidak percaya.
"Iya mas. Ya ampun. Sana deh tanya sama orang nya langsung kalau gak percaya" jawab Alyssa begitu jengah.
Kenapa semua orang selalu menganggap Jimmy pacar nya. Heran sekali dia melihat orang orang ini.
"Waahhh kalau gitu, bisa dong aku daftar" sahut Bayu
"Daftar apa lagi?" tanya Alyssa seraya mengusap perutnya yang tiba tiba mual.
"Daftar jadi pacar kamu" jawab Bayu.
Alyssa langsung memutar bola matanya dengan malas.
"Udah ah, aku mau makan dulu. Laper" sahut Alyssa yang ingin pergi, namun Bayu segera meraih tangan nya.
"Eh tunggu dulu dong Sya. Gara gara ngobrol jadi lupa kan aku, kalau ada yang nyari kamu tuh didepan" ungkap Bayu
"Siapa?" tanya Alyssa.
Apa tuan Juanda tadi?
"Cewe cakep, seperti model" jawab Bayu
deg
Mungkinkah Anabella
"Heran banget aku sama kamu. Kenalan kamu kenapa orang besar semua ya Sya. Deket sama tuan Jimmy, Deket sama nona Zea dan sekarang malah dicariin mbak model. Keren deh" puji Bayu.
Namun Alyssa yang mendengar itu langsung meringis getir.
Itukan karena suami nya yang juga orang besar. Dan karena itulah hidup Alyssa benar benar menjadi rumit sekarang. Astaga...
"Yaudah deh, aku kedepan dulu mas" pamit Alyssa.
"Ok" sahut Bayu
Menanggapi perkataan Bayu hanya akan semakin membuat kepalanya bertambah pusing saja. Lebih baik dia pergi dan melihat apalagi mau Anabella. Semoga saja dia tidak mencari gara gara disini.
Jika tidak, habislah semua.
Dan lagi, apakah tuan Juanda tadi sudah pulang? Atau masih ada disini. Entah lah...
Alyssa menarik nafasnya sejenak dan kembali mengusap perutnya dengan lembut.
__ADS_1
Dan benar saja, ketika sampai didepan restauran, Anabella duduk diruang tunggu dengan wajah yang begitu angkuh.
Apa dia tidak punya kerjaan sehingga mau mengganggu Alyssa setiap harinya?
Menyebalkan sekali memang.
Perempuan tidak tahu diri ini entah kapan akan sadar dengan kelakuan rendahnya itu.
"Nona Anabella" sapa Alyssa
Anabella langsung mendongak dan memandang Alyssa dengan lekat. Bahkan dia melihat Alyssa dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Melihat penampilan Alyssa yang seperti ini, Anabella nampak tersenyum sinis.
"Sudah naik pangkat ternyata, dari seorang pelayan menjadi chef" hina Anabella
"Apa mau kamu?" tanya Alyssa, yang sudah tidak lagi memakai bahasa yang hormat. Perempuan seperti tidak bisa dihormati.
"Tidak ada, aku hanya ingin melihat kamu disini. Semalam kamu bisa berlagak hebat karena ada Zayden. Tapi disaat sendiri seperti ini, apa yang bisa kamu lakukan" desis Anabella
Alyssa tersenyum tipis mendengar itu. Apa dia kira Alyssa takut. Alyssa tidak takut, hanya saja dia menjaga nama baik nya disini.
"Ternyata wajah saja yang cantik, tetapi didalam nya sudah rusak" ucap Alyssa terdengar santai dan cukup pelan, namun begitu menusuk.
Wajah Anabella langsung berubah mendengar itu. Dia besar mulut, tapi mudah sekali emosi.
"Aku yang rusak, atau kamu yang rusak. Kamu itu cuma perusak hubungan orang. Berani beraninya mendekati kekasihku, bahkan dengan begitu menjijikkan sudah merayunya" sergah Anabella dengan suara nya yang cukup lantang.
Alyssa langsung menghela nafasnya dan menoleh kesekitar lobi restauran dimana ada beberapa orang yang langsung memandang kearah mereka.
Sepertinya gadis ini memang sedang mencari masalah dan ingin membuat nama Alyssa jelek.
Ck....
Jika dilawani, maka nama Alyssa yang akan buruk. Tapi jika diam, bagaimana jadinya dia.
"Apa kamu kemari hanya ingin mencari keributan?" tanya Alyssa memandang Anabella dengan tajam.
"Kenapa, kamu takut dipecat. Memang itu tujuan ku. Aku tidak akan tinggal diam dengan penghinaan mu semalam" sahut Anabella
Alyssa langsung tersenyum sinis mendengar itu.
"Bahkan aku bisa berbuat lebih. Apa kamu mau melihatnya?" tanya Alyssa
"Coba saja jika kau berani. Apa kau kira aku akan diam saja" sahut Anabella
"Miris sekali. Tidak tahu malu, mengejar cinta pria yang benar benar membenci. Apa kamu tidak bisa tahu jika dia begitu mencintai ku, bahkan karena cintanya dia padaku, dia lebih memilih dipenjara dari pada harus menikah dengan gadis seperti mu" tuding Alyssa dengan begitu tajam.
Membuat Anabella semakin menggeram.
"Kau... berani nya kurang ajar padaku. Kau kira kau siapa ha?" seru Anabella tidak kalah tajam. Membuat semua orang langsung menoleh kearah mereka dengan pandangan bingung nya.
Alyssa yang melihat tatapan orang orang begitu heran, dia langsung ingin berjalan keluar, namun Anabella langsung menarik lengannya.
"Mau kemana kau ha" tanya Anabella memandang geram pada Alyssa, bahkan genggaman tangan itu lebih kepada mencengkram hingga tangan Alyssa terasa perih.
"Jika mau menghancurkan nama baik ku. Ayo kita buat diluar" ajak Alyssa yang langsung menghempaskan tangan Anabella dengan kasar. Dan dengan cepat dia langsung berjalan keluar restauran. Jangan sampai dia dipecat hanya karena gadis gila ini.
Anabella langsung berjalan keluar dengan wajah menggeram nya. Dia masih benar benar sakit hati karena perbuatan Alyssa dan Zayden semalam ketika dipenjara.
Anabella masih tidak menerima penghinaan itu. Dengan teganya Alyssa mencumbui Zayden didepan matanya sendiri.
"Aku minta kau jauhi Zayden" pinta Anabella yang langsung menghentikan langkah Alyssa
"Aku tidak mau" jawab Alyssa dengan tegas. Siapa dia bisa meminta nya begitu. Alyssa tidak akan melepaskan Zayden, apapun yang terjadi.
"Kau itu hanya ingin mengambil harta keluarga Zega saja kan. Dan kau memanfaatkan perasaan Zayden. Dasar licik" tuding Anabella. Dan sepertinya dia memang ingin mencari keributan disini.
Terbukti dari suaranya yang sengaja dia keraskan.
"Bukan kah itu niatmu sendiri" balas Alyssa
Anabella berdecih sinis
"Aku sudah tahu karakter gadis kampung seperti mu. Dan aku minta kau harus meninggalkan Zayden, jika tidak aku akan menghancurkan hidupmu" ancam Anabella
Alyssa tersenyum tipis dan menggeleng seraya memandang kedatangan Bayu dari dalam restauran.
"Sampai kapanpun aku tidak akan meninggalkan dia hanya karena gadis ****** seperti mu" bisik Alyssa begitu berani. Yang memang entah kenapa dia benar benar tidak merasa takut pada Anabella sedikitpun.
Sepertinya ini juga bawaan bayi. Jika biasanya, Alyssa pasti sudah ingin lari dari gadis ini. Tapi sekarang, jika tidak mengingat banyak nya pelayan dan pengunjung restauran yang melihat, Alyssa sudah ingin menjambak rambut gadis ini.
"Kurang ajar" Anabella ingin menampar wajah Alyssa. Namun dengan sigap Alyssa langsung menahan tangan nya dan menghempaskan tangan dan tubuh Anabella dengan kuat.
"Pergi dari sini" usir Alyssa
__ADS_1
"Aku tidak akan pergi sebelum memberi pelajaran padamu" bentak Anabella
"Hei stop!!! ada apa ini???" seru Bayu yang langsung menarik Anabella ketika dia kembali ingin menyerang Alyssa.
"Mas Bayu, bisa panggilkan security. Dia hanya ingin membuat kerusuhan disini" ujar Alyssa
"Heh beraninya kau. Kau lupa siapa aku ha. Aku saja bisa membuat Zayden dipenjara, apalagi hanya menghancurkan hidupmu itu" teriak Anabella pada Alyssa.
Alyssa hanya diam, matanya saja yang melirik ke belakang Anabella, dimana tuan Juanda sudah ada disana. Dan juga diikuti oleh beberapa orang lain nya.
"Jangan kau kira aku akan diam saja. Hidupmu tidak akan pernah tenang Alyssa " bentak Anabella lagi.
"Dasar ****** rendahan " desis Anabella lagi. Nafasnya terdengar begitu menggebu.
"Nona cukup, silahkan anda pergi dari sini. Dan tolong jangan buat keributan" tegas Bayu
"Aku akan pergi sebelum kau memecat dia. Kenapa bisa bisa nya kau mempekerjakan orang seperti gadis ini. Tidak tahu malu dan tidak punya harga diri. Dia sudah berani merebut calon tunangan ku" seru Anabella
"Nona, untuk apapun masalah kalian, saya tidak mau tahu. Yang saya inginkan, anda segera pergi dari sini" usir Bayu
"Kau juga harus ikut aku ******" Anabella ingin menarik tangan Alyssa namun Alyssa segera menghindar.
"Siapa yang kamu sebut ****** itu ha. Tidak tahu diri. Kelakuan mu yang sekarang saja sudah menentukan siapa dirimu sebenarnya. Bagaimana mungkin tuan Zayden yang terhormat itu mau menikah dengan mu. Kamu lebih rendah dari wanita murahan" desis Alyssa dengan begitu tajam
Anabella semakin murka mendengar itu.
Bayu dan tuan Juanda bahkan benar benar terkejut melihat Alyssa yang begitu berani.
"Itu karena kau ****** sialan" teriak Anabella yang kembali ingin menghajar Alyssa namun Bayu segera menghalangi nya
"Nona stop" seru Bayu
"Anabella. Berhenti" seruan tuan Juanda membuat Anabella terkesiap.
"Apa kau tidak malu membuat kerusuhan disini" tanya tuan Juanda.
Alyssa tersandar dipilar restauran, tiba tiba perutnya terasa kram.
"Tuan besar, bagaimana anda bisa ada disini" gumam Anabella begitu terkejut
"Bukan urusan mu. Pergi sekarang, atau aku akan melaporkan mu atas kerusuhan disini" ancam tuan Juanda lagi.
"Apa anda juga sudah mulai membela gadis ****** itu. Padahal karena dia cucu anda dipenjara kan" ucap Anabella seraya menghempaskan tangan Bayu.
Bayu terkesiap.
Dia memandang Alyssa yang tersandar dipilar, dan kembali memandang tuan Juanda.
Apa mereka ada hubungan? dan apa maksudnya dengan Alyssa penyebab cucunya dipenjara.?
Bukan hanya Bayu yang heran dan bingung, tapi semua orang yang ada disana. Pasalnya mereka juga tahu siapa tuan Juanda ini.
Alyssa tertunduk getir. Melihat pandangan semua orang padanya, dia merasa jika hari ini adalah akhir dari segala usahanya disini. Sudah jelas, besok pasti Alyssa akan dipecat.
Ya tuhan..
Miris sekali
"Pergi" usir tuan Juanda lagi. Dia menatap tajam pada Anabella
Anabella mendengus kesal. Nafasnya masih bergemuruh dia langsung melengos dan berjalan keluar, namun tiba tiba dia malah berlari kearah Alyssa dan mendorongnya dengan kuat, hingga Alyssa langsung terpelanting kebelakang dan jatuh terduduk.
"Alyssa... astaga" Bayu langsung berlari kearah Alyssa sedangkan Anabella tersenyum sinis dan langsung berjalan meninggalkan restauran itu.
"Urus masalah ini" bisik tuan Juanda pada pak Pong.
"Baik tuan" jawab pak Pong.
Sedangkan Alyssa langsung meringis dan memegangi perutnya yang terasa semakin sakit. Bahkan sangat sakit sampai wajahnya benar benar memucat.
"Alyssa, kamu tidak apa apa?" tanya Bayu yang begitu cemas. Apalagi melihat Alyssa yang begitu kesakitan seperti ini. Padahal tidak terlalu kuat dia terjatuh.
Tuan Juanda langsung mendekat kearah Alyssa yang merintih kesakitan, dan itu membuat wajahnya sedikit bereaksi
"Alyssa hei..." panggil Bayu lagi
"Uuhh sakit ..." lirih Alyssa seraya memegangi perut bagian bawahnya.
Dan tuan Juanda semakin panik melihat itu.
"Tolong bawa dia ke mobil saya." ujar tuan Juanda
Bayu memandang tuan Juanda dengan bingung, tapi melihat Alyssa yang seperti ini, dia langsung mengangguk dengan cepat.
"Sya... ayo" ajak Bayu
__ADS_1
Namun Alyssa menggeleng dan langsung terkulai lemah dalam rangkulan Bayu.
"Astaga Alyssa....