Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Memasak Bersama Zea


__ADS_3

Dan hari itu, Alyssa hanya diperkenalkan dengan dapur baru nya yang akan menjadi tempat nya mencari kesuksesan. Dapur restauran dengan fasilitas yang super lengkap dan tentunya sangat canggih.


Melihat itu saja sudah membuat semangat Alyssa membara. Dan beruntung nya dia karena kehamilan nya ini tidak mengganggu. Ya, semoga. Karena bagaimana lagi Alyssa harus berjuang jika anak nya juga tidak ingin membuat ibunya kelelahan.


Restauran Denue adalah salah satu restauran bintang lima yang menyediakan masakan khas Indonesia. Dan tugas Alyssa disini adalah menciptakan hasil karya masakan yang menarik, lezat dan tentunya khas Indonesia.


Dan Alyssa cukup tertantang untuk mulai pekerjaan nya besok.


"Bagaimana, kamu senang Alyssa. Saya yang melihat ini saja juga tergiur untuk mencoba" ucap Zea yang juga terlihat begitu excited berada didapur ini


"Senang nona, saya benar benar sudah tidak sabar untuk mencoba memasak disini" jawab Alyssa.


"Bagaimana jika kita memasak hari ini. Kamu mau kan, atau ada pekerjaan lain?" tawar Zea.


Alyssa langsung mengangguk dengan senang hati mendengar itu. Meski lelah, tapi ketika berada didapur mewah ini, Alyssa kembali bersemangat.


"Saya mau nona, tentu saja saya mau" jawab Alyssa dengan cepat.


Bayu yang melihat kedua gadis ini hanya tersenyum saja. Dia juga tidak menyangka jika gadis milik tuan Malik ini yang akan menghandle restauran mulai sekarang. Yah, cukup menyenangkan, dari pada harus tuan Zayn si wajah datar itu. Bayu tidak suka.


"Bagaimana mas Bayu, boleh bukan. Selagi Alyssa belum bekerja, aku ingin sekali memasak bersama dia" ujar Zea pada Bayu.


Bayu sedikit terkesiap, namun dia langsung mengangguk dengan cepat.


"Tentu nona, silahkan. Dapur ini milik anda. Para koki yang lain sudah ada dapur sendiri" jawab Bayu seraya menunjuk para koki yang masih bekerja di pantry mereka masing masing.


Zea dan Alyssa langsung menoleh pada mereka, dan langsung disapa dengan senyum hangat dari para koki itu.


"Jika begitu saya tinggal kedepan dulu nona Zea. Jika anda membutuhkan sesuatu, anda bisa memanggil saya" ujar Bayu.


Zea mengangguk dengan senyum tipis nya.


"Iya, terimakasih mas" jawab Zea.


"Oh ya, jangan sampai terluka atau lecet sedikitpun nona. Alyssa, kamu harus memperhatikan nona Zea baik baik oke" ujar Bayu pada Alyssa.


"Mas Bayu" Zea nampak keberatan mendengar itu, bahkan Alyssa cukup bingung sebenarnya. Tapi dia langsung mengangguk dengan cepat. Mungkin karena Zea adalah kekasih bos, jadi seharusnya memang dia jangan sampai terluka sedikitpun.


"Saya permisi "


Bayu langsung pergi meninggalkan Alyssa bersama Zea didapur itu.


"Mas Bayu memang berlebihan" Zea terdengar bergumam.


Sedangkan Alyssa langsung meraih celemek yang memang sudah tersedia diatas sana.


"Nona, pakailah. Nona ingin kita memasak apa siang ini?" tanya Alyssa seraya memandang Zea yang masih asik memandangi tempat masak canggih itu. Sepertinya dia sama seperti Alyssa, sama sama begitu tertarik dengan ini.


"Terserah kamu saja Sya, saya hanya akan menemani" jawab Zea.


Alyssa tersenyum dan mengangguk. Dia nampak terdiam sejenak dan langsung berjalan menuju lemari pendingin dimana semua bahan segar ada disana. Dan Alyssa benar benar cukup kagum melihat ini. Semua dari bahan berkualitas tinggi. Jika saja tidak ada Zea, mungkin Alyssa tidak diperbolehkan untuk menyentuh bahan bahan ini dan membuang buang hanya untuk dia makan.


Apalagi bisa dia lihat jika semua koki dan juga pelayan yang ada disana nampak memperhatikan mereka.


"Nona bagaimana jika kita memasak udang bakar madu dan sayur capcai. Apa nona suka?" tawar Alyssa. Dan Zea langsung mendekat kearah nya.

__ADS_1


"Suka, kamu bisa membuat sambal daun kemangi untuk menambah rasa pedas nya" jawab Zea


Alyssa langsung tersenyum dengan lebar. Seketika perut nya menjadi keroncongan dan juga udang bakar dengan sambal kemangi itu membuat liur nya ingin menetes.


Ah.. kenapa dia jadi mendambakan makanan itu sekarang.


"Kita buat nona." sahut Alyssa yang langsung mengambil bahan bahan dari dalam kulkas dan langsung membawanya menuju pantry.


Mereka mulai berbagi tugas, dan Alyssa tidak membiarkan Zea memegang udang yang amis itu. Dia takut tangan Zea akan terluka atau tubuh nya yang wangi itu bisa bau amis nanti. Bayu pasti akan memarahinya jika membiarkan Zea sibuk. Jadi dia hanya meminta Zea untuk memotong sayuran saja. Itu tidak lelah kan?


"Kamu belajar memasak dari mana Alyssa?" tanya Zea pada Alyssa yang sedang mencuci udang nya. Sedangkan Zea mengiris sayuran yang akan dimasak capcai nanti.


Alyssa menoleh pada Zea sekilas dan tersenyum tipis.


"Saya belajar otodidak nona" jawab Alyssa


"Benarkah?" tanya Zea. Wajahnya nampak tidak percaya. Dan Alyssa langsung tertawa kecil melihat wajah terkejut Zea.


Meski Zea kekasih bos, tapi entah kenapa Alyssa bisa akrab dengan nya. Bahkan tidak merasa canggung.


Apa karena Alyssa juga merupakan kekasih bos?


"Sejak tamat sekolah, saya sudah bekerja menjadi pelayan restoran. Jadi saya bisa sedikit sedikit mencuri ilmu mereka" ungkap Alyssa dengan tawa kecil nya.


"Kamu sekolah chef?" tanya Zea.


Alyssa menggeleng pelan. Sepertinya Zea memang tidak percaya dengan nya.


"Saya hanya tamat SMA nona" jawab Zea.


Alyssa terkesiap saat mendengar suara pisau Zea.


"Nona tidak apa apa?" tanya Alyssa yang langsung mendekat kearah Zea dan memeriksa tangan gadis itu. Jangan sampai Zea terluka, bisa habis dia.


"Hei.. saya tidak apa apa Alyssa. Saya hanya terkejut dan pisau nya yang salah memotong" ucap Zea dengan tawa kecil nya.


Alyssa langsung bisa bernafas lega mendengar itu. Lagipula kenapa Zea bisa terkejut ketika mendengar nya yang hanya tamatan SMA. Begitu rendah kah???


"Kenapa kamu ketakutan begitu. Kamu berlebihan" ucap Zea lagi.


Alyssa tersenyum getir dan menggeleng. Seraya kembali menuju udang nya yang telah selesai dia cuci.


"Saya hanya ingat perintah mas Bayu tadi nona." jawab Alyssa. Jika sampai tangan Zea terpotong, maka bisa dipotong juga kepala nya oleh tuan Malik yang berwajah dingin itu.


"Sudah lah, jangan seperti itu. Anggap saja kita teman" ucap Zea.


Alyssa tertegun mendengar itu. Kekasih bos besar menganggap nya teman. Yang benar saja. Anabella yang hanya seorang model saja begitu jijik dan benci pada Alyssa. Bisa bisa nya Zea yang kekasih bos besar ini mau berteman.


"Nona jangan seperti itu. Rasanya saya tidak pantas untuk dijadikan teman" ungkap Alyssa terdengar begitu lirih. Meski sebenarnya dia juga merasa sangat senang.


"Kamu tidak mau berteman dengan ku?" tanya Zea.


Alyssa terkesiap, dia bahkan langsung menggeleng dengan kuat dan memandang Zea dengan pandangan tidak enak. Bagaimana mungkin dia tidak mau. Zea baik, dan Alyssa senang.


"Tidak nona, bukan seperti itu, hanya saja saya merasa tidak pantas. Saya cuma pelayan dan hanya orang kecil. Sekolah saja hanya sampai SMA bagaimana mungkin bisa berteman dengan nona yang orang besar" ungkap Alyssa.

__ADS_1


Dan tanpa Alyssa sadari jika wajah Zea juga sudah berubah sendu sekarang.


"Kamu berfikiran seperti itu ya" ucap Zea tiba tiba. Membuat Alyssa yang sedang memanggang udang nya langsung menoleh pada Zea.


"Bahkan aku juga hanya tamat SMA, sama seperti kamu" ungkap Zea.


Kali ini gantian Alyssa yang terkejut, bahkan dia sampai memandang Zea dengan begitu lekat. Dan bisa dia lihat jika wajah Zea terlihat sedih sekarang.


"Aku tidak sehebat yang kamu kira Alyssa. Mungkin jika dibandingkan dengan mu, kamu lebih beruntung" ungkap Zea.


Alyssa tertegun mendengar itu. Kenapa Zea bisa berkata seperti itu? Tidak kah dia tahu jika Alyssa yang bekerja disini adalah karena dia yang tidak beruntung, sedangkan Zea, dia naik turun dari mobil mewah dan merupakan kekasih dari seorang bos besar. Semua orang tahu, dan semua orang merestui. Ya, nasib mereka tidak sama.


"Nona, jika saya lebih beruntung dari nona. Mungkin saya tidak berada disini sekarang" sahut Alyssa


Zea nampak tersenyum dan beranjak dari duduk nya.


"Nanti, dipertemuan kita selanjutnya, kita bisa saling berbagi kisah" ujar Zea seraya berdiri disamping Zea untuk mencuci sayuran nya.


"Saya masih tidak percaya jika nona hanya tamat SMA" gumam Alyssa.


Zea tersenyum lembut dan menggeleng. Bahkan masih bisa Alyssa lihat jika wajah cantik nan lembut itu terlihat sendu. Apakah dia tidak bahagia dengan kehidupan nya?


"Aku memang hanya tamat SMA Zea. Sama seperti kamu. Jadi, apa yang harus kamu fikirkan untuk berteman denganku. Aku hanya dilihat hebat karena kekasih dari seorang tuan Malik. Namun selebihnya, aku bukan siapa siapa" ungkap Zea.


Alyssa sungguh tidak tahu harus berkata apa apa lagi sekarang.


Tapi jika melihat raut wajah Zea, Alyssa bisa tahu jika dia juga menyimpan sebuah beban didalam hatinya. Semua orang bisa melihat jika dia adalah gadis yang paling beruntung didunia, tapi semua orang tidak tahu, jika Zea juga menyimpan masalah. Begitu kan.


"Apa kamu mengizinkan aku yang memasak sayur nya?" tanya Zea yang langsung membuyarkan lamunan Alyssa.


Alyssa langsung mengangguk dan tersenyum.


"Tentu, saya juga ingin merasakan masakan dari teman baru" jawab Alyssa.


Dan kali ini perkataan Alyssa membuat Zea tersenyum. Senyum yang sangat indah, bahkan Alyssa baru ini melihat senyum tulus nya. Selama beberapa kali bertemu, Zea seperti hanya memasang senyum terpaksa saja.


"Aku sangat senang mendengar nya. Kamu teman pertamaku Alyssa" ungkap Zea.


Dan lagi lagi Alyssa terkejut kembali mendengar itu.


"Benarkah nona?" tanya Alyssa


Zea langsung mengangguk dengan cepat.


"Tuan Malik mengizinkan aku untuk datang setiap hari kerestauran ini. Dan jika kamu mau berteman dengan ku, maka aku pasti akan sangat senang" jawab Zea.


Dan bukan hanya Zea saja yang terlihat senang. Tapi Alyssa juga. Karena akhirnya dia juga mendapatkan teman baru.


"Nona, saya juga senang bisa berteman dengan nona. Asal nona tahu, jika nona juga teman kedua saya disini" jawab Alyssa dengan tawa renyahnya.


"Benarkah" tanya Zea.


"Ya, siapa yang mau berteman dengan saya. Dan hanya nona yang mau" jawab Alyssa


"Jika begitu kita sama. Tidak ada yang mau berteman dengan ku selain kamu" sahut Zea pula.

__ADS_1


Hingga akhirnya mereka tertawa lucu bersama. Sama sama menertawakan nasib mereka yang cukup miris. Meski belum tahu permasalahan masing masing, namun mereka sudah bisa merasakan tentang pahitnya kehidupan di usia yang masih begitu muda ini.


__ADS_2